Sabtu, 25 Oktober 2008

MANAJER ANDAL: MANAJER JUGA MANUSIA! -

Oleh: Suyanto Suyadi

Setiap manusia yang hidup tentu ingin bekerja dan berusaha. Namun dalam proses, ia menghadapi banyak kendala dan memerlukan cara agar usahanya berhasil.

Seorang manajer andal, bukan manusia yang kaya-raya, tetapi ia adalah orang yang selalu bekerja secara optimal mempergunakan segenap kemampuannya sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain, dapat dipercaya, serta dapat diandalkan dan dijadikan teladan.

Beberapa hal penting yang harus dijadikan landasan mendasar bagi manajer andal adalah:

Kemampuan yang ada, adalah kemampuan yang harus dibangun terlebih dahulu dalam rangka membentuk sikap mandiri dan diandalkan.

Bagaimana seharusnya, adalah tahapan berikutnya dan membentuk kemandirian. Dalam tahap ini kita akan memulai mempelajari ’how to’ guna memiliki keterampilan khusus dalam rangka mengelola pekerjaan.

Perluasan wawasan, adalah di mana seseorang mulai mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas pekerjaannya.

Pembinaan hubungan, ini tahap di mana kita sudah harus mampu memberikan kontribusi kepada orang lain maupun lingkungannya.

Kenali Diri Anda
”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam keadaan susah payah.”
~ Al Qur’an – Surah Al-Balad:4

”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
~ QS At-Tiin:4

Apa yang dimaksudkan dengan mengenali diri sendiri yaitu; kekuatan yang dimiliki–introspeksi, kelemahan–tahu diri dan posisi/jabatan–tidak merasa minder atau kelewat percaya diri. Mengapa banyak orang sulit mengenali dirinya sendiri?

Secara fisik – kejadian, kekuatan, kelengkapan, kecepatan. Ketika ingin sehat, ternyata masih bisa sakit juga. Daya ingat, kecepatan berpikir, melakukan analisis. Ketika ingin diingatnya, hafal ternyata masih bisa lupa. Perasaan, kepekaan terhadap orang lain, memaknai hidup ini dengan ingin selalu bebuat baik kepada orang lain. Keinginan selalu taat, ternyata masih bisa membuat kekeliruan.

Dari mana kita semua berasal? Seberapa besar kekuasaan yang kita miliki—seperti saat ini menjadi manajer dan apakah ini bisa selamanya? Siapa saja yang berperan besar dalam perjalanan diri Anda sampai dengan hari ini? Apakah itu masih bisa berlanjut sampai esok pagi? Siapa yang menciptakan air susu ibu di dalam tubuh ibu kita? Siapa yang menempelkan dan menguatkan tulang yang ada di tubuh kita? Siapa yang memberikan udara yang kita hisap secara gratis setiap saat? Mari kita renungkan!!!

Bicara dengan Data
”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, perasaan (hati) semua akan diminta pertanggungjawabnya.”
~ QS Al-Israa:36

Berbicaralah dengan ’hal’ bukan orang. Bagaimana orang-orang dapat memercayai kita bila kita tidak berdasarkan pada data atau fakta? Seandainya orang bertanya, ”Dari mana Anda dapat informasi itu?” Apa yang harus kita jawab?

Bertindaklah dengan ilmu dan alasan yang akurat, hindari prasangka dan ’ilmu katanya’, atau ikut-ikutan. Bersiaplah menjawab pertanyaan, ”Mengapa Anda melakukan itu?” Dan, pastikan bahwa apa yang Anda lakukan atau yang Anda katakan akan memberaikan manfaat yang nyata.

Rencana dan Hasil
Catat apa yang Anda lakukan dan lakukan apa yang Anda catat.

”Dan segala yang kecil dan yang besar adalah tertulis....”
~ QS Al-Qomaar:53

Dengan menulis, berarti Anda akan mengurangi risiko lupa. Orang sangat terbatas ingatannya. Perencanaan, adalah gambaran apa yang akan kita kerjakan. Hasil, untuk melihat apa yang sudah kita lakukan berkaitan dengan rencana tadi. Di sini perlu kejujuran dan komitmen. Seberapa jauh ’utang’ kita yang belum kita bayar/penuhi?

Pekerjaaan dan Daerah Kerja Anda
”Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan. Supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di muka bumi itu.”
~ QS Nuh:19-20

Apa pun pekerjaan ataupun kegiatan Anda, harus dikenali secara luas. Apa yang harus kita lakukan, mengapa kita lakukan, hasil apa yang kita inginkan, sarana apa yang kita butuhkan, berapa lama waktu untuk menyelesaikannya, dan kepada siapa saja kita berhubungan? Itu semua harus kita catat. Kalau kita menguasai pekerjaan kita, sikap ini akam membuka kemungkinan untuk mempelajari pekerjaan lain. Marilah kita lakukan catatan kecil. Pasti ada manfaatnya kalau Anda melakukan introspeksi di masa mendatang.

Tanggung Jawab
Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang manakala ditanyakan tentang pekerjaannya. ”Mengapa pekerjaan itu dilakukan?” Hampir pasti jawabannya adalah, ”Yah... begini ini pekerjaan saya.” Inilah sebuah sikap. Mari kita renungkan: Apa tugas dan tanggung jawab Anda? Apa ukuran keberhasilannya? Dan, bagaimana cara mencapainya secara terukur dan sistematis?

Waktu... waktu...waktu...
Selaku manajer andal, seberapa jauh kita sudah memberikan konsentrasi yang tinggi tentang waktu? Apakah kehidupan yang ada saat ini maupun di kemudian hari (akhirat)?

”Demi masa (satuan waktu), sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling menasehati agar menaati kebenaran dan menaati kesabaran.”
~ QS Al’ Ashr

Semua orang mempunyai ’jatah’ yang sama tentang waktu yaitu 24 jam, tidak lebih dan tidak kurang. Kalau kita kehilangan uang, barang, ataupun benda yang lain, itu mudah mencari gantinya. Tetapi kehilangan waktu, walaupun hanya satu detik tidak bisa mendapatkan penggantian.

Orang sering mengatakan ”The Great Day is Today”–hari terbesar adalah hari ini, bukan kemarin ataupun esok. Kemarin adalah masa lalu yang penuh kenangan. Kita hanya bisa mengingat dan menjadikannya sebagai pengalaman. Hari esok adalah asa, harapan yang berkepanjangan. Pertanyaannya adalah, apakah esok kita masih ada? Itu yang harus direnungkan. Janganlah kita mudah menyia-nyiakan waktu. Jadikan waktu menjadi sesuatu yang berarti dan bermanfaat bagi orang lain. Termasuk berperilaku baik terhadap sesama, saling mengingatkan dengan kata-kata yang menyenangkan.

Sempurnakan Pekerjaan
”Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi.”
~ QS Al Qashash:77

Tentu saja tiada manusia yang sempurna, tetapi dalam melakukan pekerjaan atau melakukan sesuatu, milikilah niat baik dan ketulusan untuk meraih kesempurnaan. Ini dituntut kekuatan yang seimbang antara fisik, pikiran, dan hati.

”Dan hendaknya setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
~ QS Al Hasyr:18

Fisik–upaya dan tenaga yang optimal dikerahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Pikiran–memilah antara yang benar dan yang salah, mencari pengetahuan dan cara-cara yang dapat mendukung proses pencapaian tujuan serta meminimalkan dampak yang akan terjadi.
Hati–memilah antara yang baik dan yang buruk, kepekaan terhadap kemanusian dan menentukan skala prioritas.
Banyak orang yang mendapatkan ganjaran tinggi namun bermutu rendah, atau sebaliknya mendapatkan ganjaran rendah tetapi berkualitas.

Adakah cara lain yang lebih baik ?
”Kemudian sesungguhnya Aku telah menyeru mereka secara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya Aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan secara diam-diam.”
~ QS Nuh:8-9

Banyak orang yang mengatakan, ”Cara biasa akan mendatangkan hasil biasa.” Pasti ada cara lain. Intinya adalah perubahan. Seberapa jauh kita ingin menikmati perubahan dan berada di dalam perubahan itu? Atau, kita takut dan lari dengan adanya perubahan? Tujuannya adalah bagaiamana kita tidak terlibat terus dalam perbaikan atau pengobatan, tetapi pencegahan.

Biasakan Memberi Bantuan
Manusia normal, biasanya akan merasa puas apabila mampu membantu orang lain yang membutuhkan. Namun, ada juga yang kecewa karena bantuannya tidak diterima dengan baik atau tidak mendapatkan balas budi yang seimbang.

”Sesungguhnya Kami telah memberikan makan kepadamu hanyalah untuk mencari ridho Allah, Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.”
~ QS Al Insaan:9

Jalin Hubungan Positif dengan Semua Orang
Hubungan positif, tidak saja hubungan yang menyenangkan tetapi mengajak semua pihak untuk berpikir dan bertindak ke arah yang lebih baik dan benar dan dengan cara yang benar.

Yang harus diingat adalah bahwa kelebihan itu bukan untuk menyombongkan diri atau kebanggaann yang berlebihan, karena di balik itu tersimpan kekurangan dan kelebihan. Ini tidak selamanya menjadi milik Anda. Ini hanya titipan sementara dan akan melayang jauh apabila pemiliknya berkehendak untuk mengambil.

Membantu orang lain, sesuai dengan bentuk, cara, dan waktu yang dibutuhkan orang lain serta sesuai dengan kemampuan kita.

Untuk Direnungkan
Pernahkah Anda menerima bantuan? Dan, pernahkah Anda mengharap bantuan tetapi tidak ada yang datang? Pernahkan anda membantu orang lain yang membutuhkan? Bagaimana kalau orang yang membutuhkan dan tidak mendapatkan bantuan, adalah Anda sendiri? Allah telah menolong dan membatu Anda. Apa alasan Anda untuk tidak mau membantu orang lain?[ss]

* Suyanto Suyadi atau akrab dipanggil SS adalah peserta ”Two Days Workshop Writing Skill for Managers and Executives Batch VIII”. Ia adalah trainer dan konsultan personal dan organization development di PT Sedya Sandika. Saat ini sedang menulis buku bertema renungan untuk para manajer sebelum ajal. SS dapat idhubungi di email: ss_otnay@yahoo.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman