Kamis, 20 Oktober 2011

Bandung Bakal Jadi Tempat "Indonesia Bermain"

Bandung Bakal Jadi Tempat "Indonesia Bermain":

(Foto: gettyimages)
(Foto: gettyimages)

MULAI 22-23 Oktober 2011, para gamer akan dimanjakan ketika datang ke Bandung, Jawa Barat. Sebab, Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB akan disulap menjadi area bermain raksasa dengan dihelatnya event“Indonesia Bermain”.

Event ini menyediakan hampir 400 permainan manual dan digital yang siap dicoba oleh masyarakat umum, khususnya anak muda yang suka game. Indonesia Bermain yang mengusung tema “Indonesia Bermain: When Playing is Good for Your Life!” digagas game developer Agate Studio dan Kummara. Game yang dihadirkan meliputi 150 Boardgames dan Cardgames, 150 Digital dan Mobile Games, 25 Game Developer, 15 Game Publisher, 50 PC, 10 Console, dan 6 Abox.

Selain itu, “Indonesia Bermain” juga menyajikan pameran permainan yang diikuti 35 stan game lokal, nasional, dan internasional. Ajang ini juga menampilkan playground, konferensi, dan kompetisi. Di area ekshibisi dan playground akan ditampilkan berbagai produk game dan bermacam potensinya.

Ketua Indonesia Bermain Eko Nugroho menjelaskan, “Indonesia Bermain” bertujuan mengubah citra yang melekat pada kata “bermain” yang selama ini cenderung dimaknai negatif. Karenanya, dihadirkan lebih banyak produk permainan yang mengusung predikat edukasi.

Dengan menjadi positifnya citra bermain, diharapkan bisa tumbuh kesadaran bahwa bermain bisa menghasilkan potensi dan kreativitas. “Kita ingin angkat citra bermain menjadi positif. Lewat bermain, semangat kreatif bisa muncul sehingga menumbuhkan industri permainan,” kata Eko dalam jumpa pers di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/10/2011).

Stigma negatif pada istilah bermain inilah yang menjadikan industri permainan di Indonesia kurang tumbuh sejauh ini. Padahal, sebut Eko, seorang game developer di Indonesia bisa menghasilkan USD2.000 per bulan dari produksi mainan digital. Sayangnya, produknya hanya dipasarkan ke luar negeri.

Market lokalnya masih kurang,” ujarnya.

Maka lewat event Indonesia bermain, lanjutnya, masyarakat umum bukan hanya dikenalkan kepada berbagai jenis permainan. Mereka juga bisa bermain interaktif lewat ratusan game yang tersedia. Masyarakat juga akan mendapat pencerahan seputar potensi yang tersimpan dalam suatu permainan lewat konferensi yang dipresentasikan berbagai pakar dari pengusaha dan berbagai universitas.

Eko menyebutkan beberapa pakar yang akan berbagi ilmu tentang bermain, di antaranya Aidil Akbar Madjid (seorang financial planner), Arief Budiman (Managing Director PT Petakumpet Creative Network), Irzan Nurman (doctorpreneur), dan lainnya.

Ada pula tokoh yang berkecimpung dalam dunia pengembangan game, seperti Bullitt Sesariza (Direktur PT Logika Interaktif, perusahaan yang memproduksi A-Box dan Mystery of Batavia), Intan Rizky Mutiaz (Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB), dan Ary Setijadi Prihatmanto (Ketua Program Studi S2 Media Digital dan Teknologi Game ITB).

Acara lain yang ada di Indonesia Bermain adalah final Game Idea Competition yang penyisihannya dilaksanakan Agustus dan September lalu. Prototipe dari tiga finalis dari masing-masing kategori (Digital Game, Mobile Game, dan Conventional Game) akan menjadi daya tarik tersendiri di “Indonesia Bermain”.

Ide terbaik dari masing-masing kategori akan direalisasikan menjadi produk-produk game berkualitas. Khusus untuk ide terbaik dari kategori Mobile Game akan disiapkan untuk menjadi salah satu pilihangame di sebuah merek ponsel yang menjadi sponsor acara.

Eko menambahkan, “Indonesia Bermain” diharapkan bisa menarik 10.000 pengunjung selama dua hari event digelar. Harga tiket masuk ke “Indonesia Bermain” Rp10.000. Dengan tiket tersebut, Eko menjamin pengunjung bisa main sepuasnya.


http://lifestyle.okezone.com/read/2011/10/19/196/517637/bandung-bakal-jadi-tempat-indonesia-bermain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman