Selasa, 08 November 2011

Mati Ketawa Ala Jemaah Haji

Mati Ketawa Ala Jemaah Haji:

Di balik kekhusyukan ibadah, ternyata banyak hal unik dan lucu dialami jemaah haji Indonesia. Berikut sejumlah cerita mati ketawa ala jemaah haji.

Pengalaman unik dan lucu tidak hanya dialami jemaah, tapi juga oleh petugas haji, termasuk wartawan. Seorang wartawan yang bertugas di Media Center Haji (MCH)--sebut saja namanya Haji Warta--percaya betul akan hukum karma dan keajaiban-keajaiban yang bisa dialami oleh jemaah saat menjalankan ibadah haji.

Misalnya saja, kalau di Indonesia dia seorang yang murah hati suka bagi-bagi rezeki, maka di Tanah Suci tiba-tiba banyak orang tak dikenal kasih-kasih dia apa saja, dari sekadar makanan, cenderamata, sampai uang riyal. Ada juga wartawan yang sombong karena sudah sering ke luar negeri lalu menganggap enteng bisa pulang sendiri dari Masjidil Haram ke pemondokannya.

"Eh, dia ternyata tersesat. Biasanya wartawan memberitakan jemaah yang tersesat, ternyata wartawannya sendiri tersesat," kata Haji Warta.

Khusus hukum karma yang dia alami sendiri, Haji Warta menceritakan pengalamannya. Ia mengaku doyan kentut. Kalau sudah mau buang gas, dia tidak bisa menahan diri. Haji Warta bisa kentut di mana saja, kapan saja, dan bagi siapa saja seperti iklan minuman kaleng. Di ruang kerja kentut, saat rapat kentut, bahkan di lift dia mengaku sering kentutin orang.

"Tahu nggak, Pak? Di Tanah Suci saya dibalas dikentutin orang melulu," tutur Haji Warta kepada saya.

Ia mengatakan baru saja dikentutin jemaah haji berkulit hitam berbadan tinggi dan besar. Saat habis tawaf dan sedang berjalan meninggalkan Masjidil Haram, tiba-tiba seorang jemaah haji asal Afrika bergegas melewatinya. Begitu terlewati dan berada persis di depan Haji Warta, si Afika berhenti sebentar dan "brutttt...." buang gas persis ke muka Haji Warta.

"Celakanya, habis kentut begitu, dia menengok ke saya dan tersenyum-senyum. Habis itu, dia jalan begitu saja. Dargombes!," kata Haji Warta memelas.

Dargombes adalah umpatan khas Jawa Timuran untuk mengganti kata "Diancuk" yang sangat vulgar. tempointeraktif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman