Kamis, 09 Oktober 2008

Mengapa Kita Harus Menunda Kenikmatan Hidup?







Semua orang tentu sangat mendambakan kebebasan keuangan. Sayapun terinspirasi untuk menulis sebuah buku yang mengulas cara mendapatkan kebebasan uang, yang mengungkapkan pola memanajemen keuangan. Banyaknya orang yang sulit menjadi kaya meskipun penghasilan mereka tidak sedikit merupakan ide dasar yang membangun keinginan saya menulis buku tersebut.

Sebenarnya kebebasan keuangan menurut saya tidak hanya berkaitan dengan uang. Tetapi suatu kebebasan untuk tidak menjadi budak uang. Semua orang juga bisa mendapatkannya. Beberapa langkah menuju kebebasan keuangan yang paling efektif pada intinya adalah berusaha menunda kenikmatan hidup untuk sementara waktu saja.

Memang tidak ada cara mudah untuk mendapatkan kebebasan keuangan. Kata Bererly Sills, “Tidak ada jalan pintas kemanapun juga yang pantas dilalui.” Satu-satunya jalan adalah berusaha dan bekerja sekeras mugkin. Hasrat untuk mendapatkan kebebasan itupun sebenarnya merupakan anugrah dari Tuhan YME agar kita mau berusaha mewujudkan diri sebagai yang terbaik dan mencapai yang terbaik pula.

Pendapat Donald Kendal berikut ini turut mempertegas supaya kita senantiasa giat dalam bekerja. “Satu-satunya tempat dimana kesuksesan datang sebelum kerja hanya ada di dalam kamus,” katanya. Karena itu, kita harus segera meninggalkan zona nyaman. Berusaha keras, dan tentu saja dengan menghadapi tantangan yang ada, lebih menjamin kita berada lebih dekat dengan kesuksesan. “A step to hardworking can lead to a step of a thousand successes. – Sebuah langkah kerja keras menjadikan kita selangkah lebih dekat dengan ribuan kesuksesan,” tegas Jennifer Amafibe.

Setelah bekerja keras itu, mungkin penghasilan kita tidak seketika membebaskan kita dari masalah keuangan. Tetapi melakukan langkah pengendalian merupakan langkah terbaik untuk memulai menjadi seorang yang bebas masalah keuangan. Langkah pengendalian yang harus kita lakukan adalah mengontrol pengeluaran supaya lebih rendah dari pendapatan, menabung dan mengurangi hutang.

Mengontrol pengeluaran sangat penting, bahkan sebelum kita bekerja mencari uang. Tidak perlu tergoda untuk membelanjakan uang setelah mendapatkan sedikit saja tambahan. Misalnya saja setelah mendapatkan bonus ataupun THR langsung mengganti TV lama dengan yang baru atau menukar sofa yang lama dengan yang lebih baru. Jangan membiarkan nafsu untuk membeli hingga uang Anda benar-benar habis. Sebab pengeluaran yang tidak terkontrol dapat menimbulkan semakin banyak biaya dan hutang yang menumpuk.

Hidup sederhana sangat efektif mempermudah kita mengontrol pengeluaran. Pengeluaran yang lebih rendah dari pendapatan akan meningkatkan kerja mesin pertumbuhan ekonomi kita. Selanjutkan kesederhanaan itupun menciptakan kualitas kehidupan yang lebih damai dan membahagiakan.

Hal itu sudah terbukti pada sebagian besar milyuner di negara-negara maju. Meskipun mereka bebas dari masalah keuangan, tetapi kehidupan mereka penuh dengan kesederhanaan. Dalam buku The Millionaire Next Door dikatakan bahwa mereka hidup below their means. Artinya, mereka hidup sangat sederhana, jarang membeli mobil atau rumah baru. Sehingga disamping mereka bebas masalah keuangan apalagi hutang, mereka juga benar-benar menikmati kehidupan ini.

Hidup sederhana bukan berkonotasi negatif, misalnya pelit, irit, murah, dan lain sebagainya atau sama sekali tidak pernah berbelanja. Hidup sederhana hanya berbelanja kebutuhan yang sangat diperlukan. Hidup sederhana berbeda dengan kehidupan yang mementingkan penampilan atau pamer kekayaan yang memaksa kita bersikap konsumtif.

Will Rogers menerangkan, “Terlalu banyak orang menghabiskan uang yang telah mereka dapatkan untuk membeli barang-barang yang tidak mereka inginkan, untuk memberi kesan mampu atau kaya kepada orang-orang yang tidak mereka sukai.” Padahal sebenarnya bersikap konsumtif itu pertanda buruk bagi kita, karena sikap tersebut menyebabkan kita selalu kehabisan uang. Sikap konsumptif itupun lambat laun memperbesar kemungkinan kita terperangkap dalam hutang.

Selain mengontrol keuangan dengan membudayakan hidup sederhana, alokasikan beberapa persen untuk ditabung. Beberapa ahli keuangan menganjurkan untuk menabung 40% dari penghasilan bersih supaya terbebas dari masalah keuangan. Tetapi menurut saya, menabung sebanyak itu akan memerlukan perjuangan yang sangat besar. Maka sedikitnya sisihkan saja 10% untuk ditabung, 10% untuk investasi dan 10% untuk beramal. Lakukan hal itu secara berkesinambungan dengan tingkat disiplin yang bertambah dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun.

Selanjutnya, lindungi apa yang sudah kita peroleh itu guna memastikan kita dapat melanjutkan perjalanan menuju kebebasan keuangan. Anggaplah semua itu sebagai aset atau investasi yang kelak akan berfungsi membantu kita mendapatkan uang lagi. Aset atau investasi tersebut misalnya saja dalam bentuk deposito, bangunan, stok barang, jaringan bisnis, dan lain sebagainya. Pada suatu ketika, bentuk-bentuk aset tersebut akan mensuplai uang lagi ke saku kita secara berkesinambungan dan semakin menambah jumlah uang kita.

Bila uang dari aset-aset itu kita biarkan terus berkembang, sementara kita sendiri juga terus giat bekerja dan mendapatkan uang, serta melakukan kontrol secara disiplin terhadap pengeluaran, maka suatu ketika pengeluaran kita lakukan akan jauh lebih kecil dibandingkan penghasilan yang kita dapatkan. Pada saat itulah kita akan mendapatkan kebebasan keuangan.

Bila kita sudah mendapatkan kebebasan keuangan, maka kita akan dapat melakukan banyak hal yang lebih berarti untuk diri kita sendiri dan terlebih untuk orang lain. Karena nantinya dengan kebebasan keuangan itu kita akan lebih leluasa memberikan bantuan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dapat memberikan harapan dan senyuman kepada orang-orang yang sudah putus asa.

Artinya, kita dapat berbuat banyak hal termasuk mendapatkan kebahagiaan dengan hanya menunda kenikmatan hidup untuk sementara saja atau mengontrol pengeluaran uang secara disiplin. Selama kita benar-benar berkomitmen, maka tidak akan sulit menunda kenikmatan hidup. Setiap orang, saya sendiri termasuk Anda, sangatlah berpeluang mendapatkan kebebasan keuangan itu.

* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku best seller Highway to Success.

Bersikap Murah Hati Itu Indah






“Only a life for other is a life worthwhile – Hidup hanya akan berharga jika bermanfaat untuk orang lain.”
Albert Einstein

Saya benar-benar bersyukur karena di tengah jadwal pekerjaan yang sangat padat saya masih mempunyai kesempatan untuk menjenguk orang-orang yang kurang beruntung. Setiap pengorbanan untuk mereka serasa sangat kecil nilainya jika dibandingkan dengan segala yang saya dapatkan. Sekian lama saya berkaca dan berpikir, semakin saya rasakan bersikap murah hati itu begitu indah.

Andapun akan merasakan keindahan itu diantaranya dalam bentuk kesenangan dan kebahagiaan, ketika Anda bisa memberikan sesuatu, waktu maupuan kemampuan kepada orang-orang yang memerlukan. Kita mungkin jawaban bagi orang-orang yang sedang dihimpit kesulitan. Saya kira tiada yang lebih membahagiakan selain memberikan senyuman dan harapan kepada mereka yang di ambang putus asa.

Selain kebahagiaan, pengalaman saat bertemu dan berbagi dengan mereka selalu membuat semangat kerja saya kembali membara. Karena pengalaman itu selalu mengingatkan saya untuk berusaha lebih giat supaya bisa berbuat lebih berarti mengatasi kesulitan yang sedang mereka hadapi.

Sebenarnya kepekaan dan kemurahan hati kita terhadap kesulitan orang lain juga merupakan akses terbaik terhadap potensi yang kita miliki. Jika kita dapat merasakan derita mereka, maka kita akan bisa bersyukur dengan limpahan jutaan nikmat yang sedang kita rasakan. Rasa syukur itu akan menjadikan kita lebih optimis, berpikir dan bertindak positif dalam berusaha.

Sementara bila kita sudah mampu membuka diri untuk membantu orang lain dengan penuh keikhlasan, maka kita juga akan mudah menciptakan tali persaudaraan. “Giving credit where it is appropriate will encourage trust in relationship. – Kemurahan hati yang tepat sasaran akan meningkatkan kepercayaan dalam sebuah persaudaraan,” terang Boomi NLS.

Semakin banyak yang dapat kita berikan, maka akan semakin besar manfaat bagi kehidupan manusia. Kepekaan dan kemurahan hati akan menghasilkan keajaiban luar biasa terhadap kehidupan, bagi orang yang memberi maupun orang yang menerima. Mengingat begitu besar manfaat kemurahan hati, jauh sebelumnya seluruh agama di dunia menganjurkan kita untuk bersikap murah hati, diantaranya;

Islam:
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” QS. Al-Baqarah [2]: 261.

Kristen & Katolik:
“Barang siapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3: 17-18.

Hindu :
Di agama Hindu, pustaka suci terutama Smertinya dan Upanishad mengajar umatnya menjalankan aktivitas dana punia yang berarti “pemberian yang baik dan suci”

Budha :
Agama Buddha sangat mementingkan 6 paramita (6 perbuatan luhur), antaranya dana paramita yang menegaskan amal, melayani dan mencintai masyarakat . Buddha pernah berkata dalam Sirgalovada Sutta bahwa dalam memberi derma, penderma memberi 5 hal kepada penerima yaitu : memberi umur panjang, kecantikan, kenyamanan, kekuatan dan kemampuan untuk memahami. Kekayaan memberikan sukacita dalam kebahagiaan kepada orang yang memilikinya, bukan hanya untuk sendiri tetapi untuk semua makhluk.

Pada prinsipnya semua agama menganjurkan kita untuk bermurah hati. Tetapi tidak semua agama mengatur secara terperinci besarnya nilai yang harus disedekahkan. Dalam agama Islam dianjurkan untuk bermurah hati, dan memberlakukan 3 jenis zakat sebagai manifestasi anjuran tersebut. Ketiga zakat tersebut adalah zakat harta (setahun sekali sebesar 2,5% dari jumlah harta), zakat penghasilan, perkebunan dan perniagaan dan lain-lain (sebesar 2,5% dari penghasilan per bulan), dan zakat fitrah (2,5 kg beras per jiwa setiap tahun).

Sedangkan dalam agama Kristen dan Katolik juga menganjurkan untuk bermurah hati. Bahkan kedua agama tersebut memberlakukan aturan kepada pemeluknya untuk mensedekahkan setidaknya 10% dari penghasilan maupun harta setiap bulannya. Sementara dalam agama Budha menganjurkan untuk mensisihkan 25 % dari penghasilannya untuk kebutuhan iuran dan derma.

Saya berandai-andai, jika seluruh penduduk Indonesia yang terdiri dari masyarakat beragama semuanya murah hati dan sadar akan kewajiban untuk memberikan sebagian kecil saja dari hartanya, maka akan terjadi perubahan yang ajaib dalam kehidupan masyarakat Indonesia dalam waktu yang sangat singkat. Walau hanya sebagian kecil saja yang disumbangkan tetapi kompak dijalankan oleh seluruh masyarakat yang mampu, mungkin tidak akan ada warga yang harus menderita karena kemiskinannya.

Saya mencoba menghitung dana yang terkumpul bila kita semua, khususnya umat yang beragama, menyumbangkan sedikit saja dari harta sesuai dengan anjuran agama. Berdasarkan data dari BPS (Biro Pusat Statistik), dari sensus penduduk Indonesia pada tahun 2000 tercatat jumlah penduduk Indonesia seluruhnya adalah 206.264.595 jiwa. Jika diperkirakan jumlah penduduk yang tergolong mampu hanya 20% dari total penduduk pada tahun 2000, berarti jumlah penduduk yang mampu sekitar 41.252.919 jiwa. Seandainya setiap jiwa yang mampu tersebut bermurah hati dan sadar akan kewajibannya lalu menyumbangkan seribu rupiah saja setiap bulan, maka akan terkumpul dana 41.252.919 jiwa X Rp. 1.000,- = 41,253 milyar setiap bulan dari seluruh penduduk yang mampu di Indonesia.

Itu merupakan hitungan dana berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2000. Padahal tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata adalah 1,49% per tahun. Berarti jumlah dana tersebut pada tahun ini bisa lebih dari 41,253 milyar jika penduduk yang mampu hanya menyumbangkan seribu rupiah saja per jiwa.

Saya kira dana sebesar itu sangat besar nilainya untuk membantu kesulitan atau menumbuhkan perekonomian masyarakat dari satu wilayah ke wilayah yang lain di seluruh pelosok negri ini. Dana sebesar itu mungkin dapat digunakan untuk menciptakan suatu lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja. Bukankah dengan cara demikian kondisi perekonomian masyarakat miskin dapat diperbaiki? Mungkin dengan sedikit kemurahan hati, kita tidak lagi mendengar ada masyarakat yang makan karak, menderita busung lapar, gizi buruk dan lain sebagainya.

Tetapi kenyataan berkata lain. Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah berita di koran yang memuat tentang penderitaan sepasang warga yang miskin dan renta. Mereka tidak mempunyai penghasilan tetap. Penghasilan mereka hanya dari buruh ngasak (mencari padi dari sisa-sisa panen). Sungguh mengiris hati, mereka terpaksa makan karak (sisa nasi yang dikeringkan) untuk dapat melanjutkan kehidupan. Ironisnya, di tengah tekanan kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi, mereka justru tidak mendapatkan dana kompensasi BBM seperti yang dijanjikan oleh pemerintah.

Apakah sepenggal kenyataan memilukan itu salah satu penyebabnya adalah tidak adanya kesadaran untuk bersikap murah hati dalam hati kita? Atau mungkin faktor kesibukan atau faktor-faktor lain menyebabkan kita tidak dapat memberikan bantuan secara signifikan. Supaya kita selalu ingat dan semakin bermurah hati sesuai dengan apa yang sudah dianjurkan oleh agama, serta mendapatkan manfaat dari kemurahan hati kita, seharusnya kita memahami beberapa prinsip berikut ini.

Prinsip yang pertama adalah mulailah dari diri sendiri. Jangan mengharapkan orang lain bermurah hati dulu terhadap kita, baru kita memulainya. Akan jauh lebih mulia jika kita berinisiatif menggugah kesadaran dari dalam diri sendiri untuk bermurah hati terlebih dulu.

Prinsip selanjutnya adalah menghapus anggapan bahwa harta kekayaan menjadikan kita aman, karena hal itu tidak akan pernah terjadi. Harta memang memudahkan kita mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan. Tetapi harta juga sangat mudah menguap atau hilang oleh sebab-sebab yang tidak terduga.

Prinsip ketiga bahwasanya akan selalu ada orang-orang atau organisasi yang mendapatkan manfaat dari kemurahan hati kita. Oleh sebab itu fokuslah untuk memberikan rasa bahagia, semangat dan kepada orang yang memerlukan. Selanjutnya, mereka akan menolong orang lain lagi. Begitu seterusnya dan menjadi mata rantai kebaikan yang bergulir terus dan tidak pernah terputus.

Prinsip berikutnya adalah berapapun jumlah yang ingin kita dermakan itu sebenarnya bukan persoalan. Maka rencanakan siapa atau organisasi apa yang akan menerima kemurahan hati kita. Berapapun jumlahnya, yang terpenting adalah kita memberinya dengan penuh keikhlasan dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Kemurahan hati yang terencana dan masuk dalam program bulanan kita akan mendisiplinkan sikap untuk membahagiakan orang-orang yang kurang beruntung itu.

Prinsip ke lima adalah tidak memaksakan diri untuk memberi lebih dari yang kita sanggupi. “Carilah apa yang bisa kau dapatkan, sumbanglah apa yang bisa kau berikan, tabunglah sebisamu. - Earn all you can, give all you can, save all you can,” kata John Wesley menganjurkan. Betapapun kita ingin bermurah hati, tetapi kita juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi. Jangan sampai kemurahan hati kita menyebabkan kita sendiri mengalami kebangkrutan. Karena sebenarnya sekecil apapun kemurahan hati kita maka akan memberikan kebaikan.

Prinsip ke-6 merupakan rahasia inti dari kemurahan hati kita adalah tidak mengekspos kedermawanan yang sudah kita berikan. Jangan pula membanggakan kedermawanan atau berharap apapun dari apa yang sudah kita berikan, karena jika hal itu terjadi bukanlah kemurahan hati namanya melainkan manipulasi. Ketulusan dari kemurahan hati kita pasti memberikan imbalan yang positif dengan cara yang tidak kita sangka-sangka.

Meskipun itu hanya 1% atau 2% dari seluruh harta kita pasti akan sangat berpengaruh positif terhadap Anda dan orang lain. Kedermawanan kita akan menciptakan harapan yang besar dan memotivasi orang lain. Relakan sebagian kecil dari milik kita untuk menciptakan perubahan bagi kehidupan orang lain. Sebenarnya pada saat kita bermurah hati berarti kita sedang membukan jalan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang pernah kita berikan. Bersegeralah bersikap murah hati, dan rasakan sendiri bahwa kemurahan hati kita itu terlihat begitu indah.

* Andrew Ho motivator, penulis buku best seller, dan seorang pengusaha.
===
Nikmati Indahnya Kehidupan Setiap Hari - 24 Oktober 2005 - 06:26 (Diposting oleh: Editor)



“Life is not be endured, but to be enjoyed. –
Hidup tidak untuk dipikul, tetapi untuk dinikmati.”
Hubert H. Humphrey, mantan wakil presiden & senator Amerika.

Setiap hari adalah hari yang sangat indah dan istimewa, di mana pun kita berada dan apa pun yang kita kerjakan. Kehidupan sehari-hari yang indah dan bisa kita nikmati tidak selalu terlihat cantik dan menyenangkan. Karena kehidupan kita ini adalah sebuah proses, yang penuh dengan dinamika, ketidakpastian, perubahan, dan pencobaan dalam bentuk suka maupun duka.

Dikisahkan tentang sebuah fenomena seorang wanita, sebut saja Susi. Wanita tersebut berlibur bersama suaminya, Hidayat, ke Australia. Susi sangat tertarik pada sebuah baju yang indah terbuat dari bulu biri-biri. Ia pun membeli baju tersebut dan merencanakan akan mengenakan baju itu bila putri sulungnya diwisuda tahun depan. Baju indah itu pun selalu terbalut plastik dan tergantung rapi di dalam lemari.

Susi sangat bergairah menunggu saat menghadiri acara wisuda itu. Tetapi ternyata Ia mengalami kecelakaan 6 bulan sebelumnya. Susi terluka sangat parah, dan meninggal dunia saat itu juga. Baju indah itu pun tidak akan pernah dikenakan Susi, dan hari istimewa itu juga tidak akan pernah ada untuknya.

Kejadian tersebut adalah ilustrasi mengapa kita jangan berhenti dan memikirkan satu tujuan saja. Karena sebenarnya kita dapat menikmati setiap detik, menit atau setiap proses perjuangan sebelum berhasil mencapai tujuan. Saya mempunyai tiga tips sederhana supaya kita dapat menikmati indahnya kehidupan setiap hari.

Langkah pertama adalah mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan kita untuk memilih. Menciptakan pilihan itu sangat penting, karena apa yang kita hadapi saat ini merupakan hasil dari pilihan kita di masa yang lalu. “The history of free men is never written by chance, but by choice. – Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri,” kata Dwight D. Eisenhower.

Pilihan dan kemauan merupakan anugerah istimewa sebagai manusia. Bila kita sudah mampu menciptakan pilihan, berarti kita sudah memiliki kendali terhadap arah kehidupan dan menjadi tanggap akan apa yang harus kita kerjakan. Ketika kita memilih untuk selalu berpikir dan bersikap positif dalam memulai dan menyelesaikan tanggung jawab sehari-hari walau apa pun yang terjadi, berarti kita sudah memilih hari kita istimewa setiap hari.

Langkah kedua adalah menempatkan prioritas. Untuk itu kita harus sering-sering bertanya kepada diri sendiri, “Apa yang paling penting saya kerjakan hari ini? Apa yang harus saya selesaikan hari ini?” Bila Anda selalu dapat menciptakan dan menjalankan prioritas dengan baik maka hal itu akan menjamin hari-hari Anda istimewa.

Setelah menempatkan prioritas, pastikan Anda fokus pada hari ini. Kita memang memerlukan target jangka panjang, tetapi kita harus berfokus pada hari ini. Selesaikan tugas hari ini hingga tuntas. Jika Anda berusaha menunda, maka tugas-tugas yang harus Anda selesaikan akan kian menumpuk dari hari ke hari. Penyelesaikan tugas pada hari ini maka akan berdampak pada penyelesaian tugas jangka panjang juga. Dengan melakukan apa yang terbaik pada hari ini, berarti Anda menjadikan hari ini istimewa.

Selain menggunakan ketiga tips tersebut setiap hari, milikilah rasa syukur dan kesadaran bahwa segala sesuatu yang kita temui setiap hari adalah hadiah (“present”) teristimewa dari Tuhan YME. Sebab tidak semua manusia mendapatkan anugerah kehidupan pada hari yang sedang kita rasakan saat ini. Lagipula, sebenarnya keindahan dan kenikmatan hidup hanya ada di dalam hati, tanpa harus dimengerti oleh pikiran kita. Bila Anda sudah memiliki rasa syukur dan kesadaran tersebut, maka hari-hari Anda akan jauh lebih menyenangkan.

Bila kehidupan kita saat ini mungkin masih nampak sebagai sesuatu yang mengecewakan dan tidak sempurna, tidak pernah ada kata terlambat menjadikan hari-hari kita selalu istimewa dan menyenangkan. “Tidak pernah terlambat untuk menjadi apa yang mungkin Anda capai,” kata George Elliot. Cobalah untuk melaksanakan langkah-langkah seperti yang saya uraikan di atas, sekedar untuk memastikan Anda pun bisa menikmati kehidupan ini setiap hari.

* Andrew Ho dapat dihubungi melalui email: andrewhosc@hotmail.com.

Membudayakan Disiplin Pada Diri Sendiri





“You don't have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years.
– Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.”
Jim Rohn

Saya sengaja mengutip ungkapan dari Jim Rohn tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Padahal kita semua menyadari bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat kita.

Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Contohnya mungkin Anda sudah mempunyai rencana-rencana yang ingin Anda wujudkan dalam minggu-minggu ini. Tetapi selepas liburan panjang atau sebab-sebab lain; misalnya sudah puas dengan hasil pekerjaan yang lalu, merasa kehilangan momentum, menyerah, atau meragukan prospek yang tergambar sebelumnya, Anda justru menjadi kurang bersemangat untuk bekerja kembali atau malas untuk memulai dan mengulur-ulur waktu.

Yang pasti banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat kedisiplinan kita. Tetapi bukan berarti kita tidak dapat bersikap disiplin. Sedikit demi sedikit kita dapat melatih diri hingga konsep-konsep kedisiplinan itu benar-benar membudaya kedalam kehidupan kita. Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tindakan-tindakan yang dapat memudahkan kita membudayakan kedisiplinan berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Bila Anda berhasil melatih diri dengan menjalankan tip-tip di bawah ini, saya yakin Anda sudah mencapai kemajuan yang fantastis.

Tip yang pertama adalah memikirkan apa sebenarnya yang Anda inginkan. Saya yakin kita semua mempunyai banyak sekali keinginan. Putuskan keinginan yang paling memungkinkan Anda wujudkan sebagai target harian. Pastikan setiap hari Anda memiliki suatu target yang realistis, jelas dan spesifik. Pastikan juga Anda sudah berusaha maksimal dan berhasil merealisasikan target-target tersebut setiap hari. Cara ini akan melatih Anda bertindak disiplin, sebab Anda dituntut untuk memprioritaskan aktifitas-aktifitas yang memungkinkan tercapainya target-target tersebut.

Selanjutnya luangkan sedikit waktu untuk orang-orang yang Anda cintai, sedikitnya 5 sampai 10 menit di sela kesibukan setiap hari. Atau bila tidak sempat bertemu secara langsung, Anda dapat memanfaatkan sarana telekomunikasi, misalnya telpon, internet, dan lain sebagainya. Tindakan itu sebenarnya sangat sederhana, tetapi sangat tepat dan bermanfaat tidak saja terhadap hubungan eksternal melainkan memperbaiki hubungan dengan hati serta memenuhi kodrat kita sebagai mahluk yang membutuhkan cinta dan hubungan sosial.

Kemudian bila kita rutin melatih diri dengan berolah raga minimal 2-3 kali seminggu, berarti kita sudah melaksanakan program mendisiplinkan diri. Olah raga rutin menjadikan kesehatan kita membaik. Mensana in corporesano – didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila kondisi kesehatan membaik, maka secara otomatis penampilan kita akan lebih bugar, kepercayaan dan tingkat energi kitapun akan meningkat untuk bertindak cepat dan tepat menangkap peluang yang ada. Maka segera putuskan jenis olah raga yang sesuai dengan kesehatan dan kesenangan Anda.

Pengalaman saya selama mengikuti latihan kemiliteran, setiap pagi saya harus bangun pagi dan melakukan marching atau berbaris sambil mengucapkan ‘kiri kanan’ dan lain sebagainya sampai ribuan kali. Saya kira dalam peperangan hanya ada kata membunuh atau dibunuh! Sedangkan latihan fisik, misalnya kegiatan marching seperti itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan peperangan, dimana dalam organisasi itu kami dipersiapkan sebagai pasukan tempur. Belasan tahun berikutnya, saya baru menyadari bahwa proses latihan-latihan fisik tersebut telah menempa sikap mental saya untuk disiplin terhadap waktu serta gigih berjuang hingga menjadi yang terbaik meski harus menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.

Sementara tips melatih kedisiplinan lainnya adalah dengan membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta menerapkan pola makan yang baik. Bukan berarti makanan kita harus mahal atau dibeli dari restoran elit. Contoh makanan yang sehat dan bergizi adalah bermacam jenis buah dan sayuran. Bila makanan kita selalu sehat dan bergizi, maka dapat dipastikan energi dan vitalitas kita meningkat untuk mengerjakan tanggung jawab secara tepat dan cepat hingga mencapai hasil yang terbaik.

Proses saat beribadah kepada Tuhan YME merupakan apresiasi yang terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Tetapi beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, umat Kristiani sekali setiap hari Minggu, umat Buddha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selain itu, seluruh agama di dunia ini tentu menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi kebiasaan untuk menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, serta pikiran kita akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.

Selepas kita mempraktekkan beberapa tips latihan mendisiplinkan diri seperti yang diuraikan diatas dan sudah mendapatkan kemajuan, maka tips latihan kedisiplinan pamungkasnya adalah menunda keinginan untuk berpuas diri. “One of the best ways to develop discipline is to delay gratification. – Cara terbaik untuk meningkatkan kedisiplinan adalah menunda keinginan untuk berpuas diri.” Penundaan bukan selalu pertanda buruk. Sebab penundaan untuk tidak berpuas diri dulu selama ini selalu menyebabkan karakter disiplin saya lahir kembali. Semakin saya gunakan prinsip tersebut, saya menciptakan semakin banyak kemajuan dalam hal keuangan, hubungan sosial, spiritual dan bisnis.

Saya ingin menegaskan bahwa kedisiplinan maupun kesuksesan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar dan bukan hal-hal yang kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please. – Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.

Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, dan Anda tidak akan pernah menyesal. Bila kedisiplinan sudah menjadi bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita sudah membangun dasar yang kehidupan yang kuat sebagai seorang yang sukses dan selalu bersemangat. Selamat mencoba.

* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha.

Everything is Possible - Segalanya adalah Mungkin -






“It is difficult to say what is impossible, for the dream of yesterday is the hope of today and the reality of tomorrow. – Sulit mengkategorikan apa saja yang tergolong tidak mungkin dapat diwujudkan, karena impian di masa lalu adalah harapan di masa sekarang dan merupakan realitas di masa yang akan datang.”
Robert H. Goddard

Ketika pertama kali Walt Disney mencari pinjaman uang untuk membangun sarana bermain untuk anak-anak di Orange County, California, tidak seorangpun menanggapinya. Mickey Mouse pun dulu dianggap hanya lelucon orang gila. Begitu pula yang terjadi pada Fred Smith. Hampir setiap orang mentertawakannya, ketika ia mendirikan sebuah perusahaan yang menyediakan jasa pengiriman barang, Federal Express.

Contoh lain adalah realitas keberhasilan Ross Perot yang sekarang mempunyai usaha bernilai milyaran USD. Padahal dulu ia merintis usaha tersebut hanya dengan modal 1.000 USD. Rasanya juga tidak mungkin Richard Branson kini berhasil mengembangkan bisnis transportasi udara, Virgin Airways, dan sebuah kerajaan media global hanya dalam waktu 10 tahun dan dengan modal 10.000 USD. Tidak pula ada yang mengira keputusan Ray Kroc di usia 54 tahun untuk membeli kios hambuger milik MacDonald bersaudara kini benar-benar menjadikannya milyuner sekaligus pemilik Mc Donald.

Beberapa kenyataan yang telah saya sebutkan di atas membuktikan bahwa ‘segalanya adalah mungkin’. Saya juga sudah membuktikan ‘segalanya adalah mungkin’ lewat acara Fire Walk atau berjalan di atas bara api. Acara tersebut diikuti begitu banyak peserta. Semua peserta, termasuk seorang anak berusia 9 tahunan, mendapatkan giliran menyeberang di atas api yang membara.

Seluruh peserta berhasil melewati bara api dengan kaki telanjang, dan bahkan beberapa di antara mereka justru dapat mengatasi trauma pada api setelah berhasil melewati bara api tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa ketakutan pada bara api yang panas sebenarnya hanya merupakan efek dari halusinasi pikiran belaka. Bila kita mengkondisikan pikiran bahwa kita mampu melakukan sesuatu, misalnya berjalan di atas bara api, maka tidak akan ada hal yang tidak mungkin dapat Anda lakukan atau wujudkan.

St Francis of Assisi, yang hidup diantara tahun 1181-1226 dan pendiri dari Franciscan Order, mengatakan, “Start by doing what is necessary, then what is possible, and suddenly you are doing the impossible.” Ia memberikan petunjuk bagi kita untuk dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan. Yang pertama dan yang terpenting adalah mengawali dengan usaha sekeras mungkin. Kemudian mengerjakan dan menyelesaikan dengan baik hal-hal yang sekiranya dapat kita lakukan. Maka seketika kita akan menyadari bahwa kita sedang melakukan hal yang menakjubkan dan sebelumnya kita anggap tidak mungkin.

Semua realitas yang ada saat ini dulu juga dianggap tidak mungkin. Tetapi manusia dengan segala potensinya yang luar biasa telah dapat mewujudkan semua realitas ini. “I can't believe that God put us on this earth to be ordinary, - Saya tidak percaya bahwa Tuhan menciptakan kita di dunia ini untuk menjadi yang biasa-biasa saja,” terang Lou Holtz. Karena manusia memiliki keistimewaan tersendiri, dan sangat potensial mewujudkan impian-impiannya.

Salah satu potensi manusia yang memungkinkan segalanya dapat terwujud adalah impian itu sendiri. Keberhasilan Walt Disney, Fred Smith, Richard Branson, Ray Kroc dan lain-lain berawal dari impian. Walt Disney mengatakan, “If you can dream it, you can do it. – Jika Anda bisa memimpikannya, berarti Anda juga bisa mewujudkannya.”

Impian adalah keistimewaan manusia, karena akan mengilhami kita sebuah visi. Ketika sebuah upaya dilakukan berdasarkan visi yang jelas, maka upaya itu menjadi lebih terarah dan penuh vitalitas, dan segala bentuk tantangan tidak akan menjadi kendala yang berarti. Sehingga upaya tersebut dapat menghasilkan efek atau hasil yang optimal. Jika Anda ingin mendapatkan kemungkinan yang besar untuk hidup lebih baik dari saat ini, maka ciptakanlah impian.

Pikiran manusia akan sangat potensial untuk merealisasikan segala yang diimpikan manusia. Pikiran adalah pusat bermacam informasi dan digunakan untuk belajar dan sebagai sumber kekuatan. Bila suatu impian sudah melekat dalam pikiran, maka muncullah kekuatan yang luar biasa untuk mencoba segala kemungkinan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan.

Keberhasilan para peserta Fire Walk melewati bara api yang panas saya kira sangat dipengaruhi oleh pikiran mereka. Susan L. Taylor menyimpulkan tentang kedahsyatan kekuatan pikiran untuk mewujudkan segala keinginan manusia. “Pikiran adalah energi. Dan Anda dapat membuat atau menghancurkan dunia dengan berpikir,” katanya. Itu berarti kemungkinan besar Anda pun bisa mewujudkan segala yang Anda impikan dan memikirkan cara-cara yang paling benar, cepat, tepat dan efisien untuk mewujudkan impian tersebut.

Impian maupun pikiran manusia memang berperan sangat penting dan potensial. Tetapi saya ingin menegaskan bahwa seberapa besar kemungkinan manusia berhasil mewujudkan apa yang ia impikan dan pikirkan juga sangat tergantung pada seberapa besar upaya manusia itu sendiri. Tidak akan pernah ada kemungkinan sebuah impian dapat terwujud tanpa upaya yang nyata.

Setiap upaya yang sungguh-sungguh akan memerlukan energi. Kita dapat membangkitkan seluruh energi yang ada di dalam diri kita dengan berpikir dan berasumsi positif saja. Bergaul dengan orang-orang yang positif dan optimis serta pekerja keras akan membentuk pola pemikiran yang positif. Sementara itu, kita juga harus mempunyai kemauan untuk melatih diri membendung segala masukan yang bersifat negatif.

Energi kita juga akan bangkit bila kita sanggup melakukan perubahan yang konstruktif. Menurut Heraclitus, “There is nothing permanent except change. – Tidak ada yang permanen di dunia ini kecuali perubahan.” Maka mulailah menciptakan perubahan secara perlahan tetapi pasti, misalnya dengan mencoba hal-hal yang baru atau belajar dan melakukan hal-hal yang lebih berarti. Dengan demikian, energi kita akan meningkat untuk berkreasi dan bertindak kreatif memperbesar kemungkinan impian segera terwujud.

Kekuatan keimanan merupakan satu hal yang paling mendasar dan potensial untuk menjadikan segalanya adalah mungkin. Kekuatan keimanan sangat memungkinkan kita berhasil membangun kesuksesan. Karena kita memiliki faktor-faktor kondusif di antaranya kemampuan untuk senantiasa bersyukur, berbesar hati, bersemangat kerja dan optimis. Seseorang yang mempunyai kekuatan keimanan mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk sukses. Sebab kekuatan keimanan yang ia miliki menjadikan dirinya mampu berpikir dan bertindak positif dan kreatif.

Inti dari uraian yang saya sampaikan bahwasannya siapapun kita sangat potensial untuk dapat hidup jauh lebih baik. Apa yang kita pikirkan dan percaya sangat menentukan kesuksesan kita. “No man is ever whipped, until he quits -- in his own mind. – Tidak pernah ada orang yang terkalahkan, hingga ia menyerah -- di dalam pikirannya sendiri,” ungkap Napoleon Hill. Karena kita semua memiliki aset yang sangat besar, di antaranya impian, pikiran, energi dan kekuatan keimanan.

* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha

Lelang Biola




Dalam sebuah lelang ditawarkan sebuah biola. Tetapi pada saat harga dibuka pada tingkat 5.000 USD, para peserta lelang tidak merespon dengan baik. Sampai seseorang memungut biola tersebut, lalu memainkannya. Sesaat suasana menjadi hening. Hanya ada lantunan melodi yang berasal dari biola tersebut. Semua peserta lelang benar-benar terpukau.

Sungguh menakjubkan! Biola yang sama, tetapi setelah dimainkan dengan baik dan menghasilkan melodi yang indah, laku dua kali lipat dari harga yang ditawarkan, menjadi 10.000 USD. Anda akan sependapat bahwa perbedaan harga maupun respon terhadap biola itu terletak pada kemampuan dalam meningkatkan nilai dari benda tersebut.

Sama seperti kita. Setiap manusia memiliki kelebihan masing-masing yang saya sebut sebagai potensi. Potensi dari setiap manusia sangatlah besar. Tetapi terjadi perbedaan hasil dari potensi-potensi manusia, dikarenakan tingkat kemampuan mengoptimalkan nilai dari potensi diri. Setiap orang pun memiliki kesempatan yang sama besar untuk meningkatkan nilai diri guna mendapatkan kebahagiaan, kekayaan, maupun kesuksesan, dan lain sebagainya.

Adapun langkah awal untuk meningkatkan nilai diri kita adalah menciptakan tujuan dan menuliskan program kerja. Kejelasan tujuan maupun program kerja sangat penting untuk mendeskripsikan dan memfokuskan diri kepada apa yang seharusnya dilakukan. Kedua faktor tersebut jangan sampai terabaikan karena sangat mempengaruhi nilai diri kita.

Saya kira langkah selanjutnya untuk meningkatkan nilai diri adalah segera melangkah atau melakukan tindakan nyata dengan penuh optimisme. Bila sudah ada komitmen untuk berubah dan maju, jangan lagi menengok ke belakang. Selain untuk introspeksi diri, segala bentuk kenangan buruk, trauma, maupun kesalahan di masa lalu seharusnya segera dilupakan. “Kalau kita selalu menggunakan waktu untuk mencampuradukkan masa lalu, maka kita akan kehilangan masa depan,” kata Winson Churchil.

Sebagai contoh mereka yang telah berhasil karena segera melakukan langkah-langkah nyata dan meninggalkan kekurangan di masa lalu adalah negara Jepang dan Cina. Kedua negara tersebut tidak malu untuk mengakui kesalahan yang pernah mereka perbuat, dan dengan segala kerendahan hati meminta maaf atas perbuatan mereka di masa lalu. Setelah itu, mereka segera berkomitmen dan berusaha keras untuk berubah, memperbaiki diri dan membuktikan bahwa mereka adalah bangsa yang potensial.

Kini kita dapat menyaksikan kedua negara tersebut telah berhasil memperbarui keadaan mereka. Kedua negara tersebut tergolong sangat maju di bidang teknologi, ekonomi, perdagangan, dan lain sebagainya. Jadi jangan pernah meragukan kemampuan diri sendiri hanya karena pengalaman masa lalu yang buruk atau sebaliknya. Dengan cara itu kita bisa lebih optimis meningkatkan nilai diri.

Di lain kesempatan, kita sering melihat banyak sekali orang-orang yang hidup jauh lebih baik. Padahal mereka tidak mempunyai pendidikan, keterampilan dan kecerdasan seperti yang kita miliki. Rupanya semua itu dikarenakan mereka mampu meningkatkan nilai diri hanya dengan cara berpikir yang berbeda. Sebagaimana Leo Aikman yang mengatakan, “It isn’t what you know that counts, it’s what you think of in time. – Persoalannya bukan terletak pada apa yang Anda ketahui, melainkan kepada bagaimana Anda berpikir.” Maka salah satu langkah yang harus kita tempuh untuk meningkatkan nilai diri kita adalah memperbarui cara berpikir.

Berpikir positif dan optimis adalah cara berpikir yang terbaik. Sekali saja kita berpikir bahwa kita dapat mencapai sesuatu, maka sangat mengherankan pikiran juga akan segera berusaha mencari cara untuk mewujudkannya. James Allen dalam bukunya yang berjudul As A Man Thinketh mengatakan, “Seseorang dibatasi oleh pemikiran-pemikiran yang ia pilih sendiri. – A person is limited only by the thoughts that he chooses.”

Kisah tentang George Dantzig dalam karya Cynthia Kersey berjudul Unstoppable begitu mengesankan. Diceritakan George Dantzig adalah seorang mahasiswa yang sangat rajin belajar. Suatu ketika ia datang terlambat. Kuliah sang profesor sudah dimulai 20 menit sebelum ia datang.

George segera mencatat 2 soal matematika yang terpampang di papan tulis. Ia mengira 2 soal itu adalah tugas mata kuliah untuk diselesaikan di rumah. Dalam beberapa hari ia berhasil menyelesaikan kedua soal tersebut. Kemudian ia mengumpulkannya di meja kerja sang profesor.

Di suatu hari Minggu pagi pukul 6, sang profesor datang membangunkan George. Sang profesor memberitahu George bahwa sejak terlambat kuliah George sama sekali tidak mendengar penjelasan bahwa 2 soal di papan tulis itu merupakan soal matematika yang sangat sulit. Belum pernah ada ahli matematika atau Einstein sekalipun yang dapat menyelesaikan dua soal itu.

Sangat mengagumkan, George dapat menyelesaikan tidak hanya satu, tetapi dua soal sekaligus! Ternyata rahasianya hanya satu, karena George berpikir positif dan optimis. Ia sama sekali tidak tahu bahwa ia tidak bisa. Kisah tersebut sekaligus membuktikan betapa besar kekuatan pikiran yang positif dan optimis untuk meningkatkan nilai diri kita.

Sedangkan langkah berikutnya untuk menambah nilai diri adalah memupuk kasih sayang dan kepedulian terhadap kesulitan orang lain. Keinginan mendapatkan hasil yang berlebih untuk dapat berbagi dengan orang lain sangat bermanfaat memacu semangat kerja. Nilai diri kita akan meningkat seiring dengan produktifitas yang ditimbulkan oleh semangat kerja yang tinggi. Bila Anda ingin menambah nilai dengan cara ini, maka tantanglah diri Anda sendiri untuk menciptakan lebih banyak gagasan dan lebih giat berusaha.

Selain itu, bersikap rendah hati merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai diri. Rendah hati adalah kesadaran betapa sedikit yang kita ketahui atau miliki. Sebagaimana sebuah pepatah bijak menyebutkan, “The more you know, the less you get. – Semakin Anda tahu, Anda akan semakin merasa tidak tahu apa-apa.” Kesadaran yang ditimbulkan oleh sikap rendah hati itu bukan pertanda pesimis, melainkan menggugah kemauan untuk lebih giat dan banyak belajar, meningkatkan pengetahuan maupun kemampuan. Oleh sebab itu, bersikaplah rendah hati selalu, dan suatu ketika Anda akan merasakan keuntungan akan nilai diri Anda yang semakin tinggi.

Bila Anda membaca langkah-langkah yang saya uraikan di atas dengan seksama, maka Anda akan menyadari betapa mudahnya meningkatkan nilai diri. Bahkan terkadang hanya dengan melakukan sedikit saja perubahan, kita mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Oleh sebab itu, mulailah berusaha meningkatkan nilai diri meskipun hanya sedikit. Selanjutnya tingkatkan nilai diri secara berkesinambungan, dan suatu ketika Anda akan merasakan keuntungan dari nilai diri Anda yang semakin istimewa.

* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha.

Menempatkan Prioritas



“Many people fail in life, not for lack of ability or brains or even courage but simply because they have never organized their energies around a goal. – Banyak orang mengalami kegagalan, bukan karena tidak mempunyai kemampuan maupun kecerdasan atau bahkan keberanian, tetapi karena mereka tidak dapat mengorganisir energi mereka hanya untuk mewujudkan tujuan yang ingin mereka capai.”
Elbert Hubbard

Seorang profesor memasuki ruang kuliah sambil membawa ember transparan berukuran sedang, batu-batu besar, kerikil, pasir dan air. Kemudian profesor mata kuliah filosofi itu memasukkan batu-batu besar ke dalam ember, satu per satu hingga ember itu penuh oleh batu-batu berukuran besar. Semua mahasiswa heran dan memperhatikan dengan seksama.

Kemudian sang profesor mengajukan satu pertanyaan. “Apakah ember ini sudah tidak dapat diisi lagi?” tanya profesor memecah keheningan. Para mahasiswa serentak menjawab, “Ya. Masih bisa,” meskipun mereka melihat ember itu sudah penuh. Profesor itu tersenyum, lalu menuangkan kerikil ke dalam ember itu hingga tak tersisa satu kerikilpun di luar.

“Apakah kalian kira ember ini sudah tidak dapat diisi lagi?” tanya profesor. Para mahasiswa agak bingung. Mereka ragu-ragu. Suara mereka mulai terpecah. Sebagian mengatakan, “Tidak. Ember sudah penuh!” Sementara yang lain mengatakan, “Masih bisa.”

Jawaban mana yang benar akan terbukti setelah sang profesor menuangkan pasir. Ternyata seluruh pasir dapat masuk ke dalam ember itu, mengisi sela-sela batu besar dan kerikil. Profesor itu terus menuangkan pasir hingga ember itu terlihat penuh sesak oleh batu, kerikil dan pasir.

Para mahasiswa sudah dapat memastikan bahwa ember itu tidak akan dapat diisi lagi. Maka ketika profesor bertanya, “Apakah masih bisa diisi lagi?” Dengan kompak seluruh mahasiswa menjawab, “Tidak bisa.” Setelah mendengar jawaban para mahasiswanya, profesor itu menuangkan air ke dalam ember hingga tak tersisa. Terbukti sudah bahwa jawaban para mahasiswa tidak tepat, karena ternyata ember itu masih bisa diisi dengan air.

Nilai filosofis yang ingin disampaikan oleh profesor itu adalah manusia harus pandai menempatkan prioritas. Tempatkan impian-impian yang besar sebagai prioritas utama (yang diibaratkan sebagai batu-batu besar). Jangan sibuk mencari dan menempatkan hal-hal yang kecil (yang diibaratkan oleh kerikil, pasir dan air) terlebih dahulu, karena menyebabkan kita tidak bisa mendapatkan impian yang besar atau utama.

Kenyataan yang kita hadapi sehari-hari memang semua pekerjaan mengklaim sebagai prioritas penting dan meminta perhatian ekstra. Padahal dalam satu waktu kita dapat mengerjakan satu prioritas saja, tidak bisa semuanya. Menempatkan prioritas dengan tepat memang sangat sulit, meskipun setiap hari kita sudah sangat sibuk bekerja. Sehingga memerlukan kecermatan untuk dapat memanajemen prioritas yang sangat banyak.

Sebagaimana kita merasakan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan kita adalah faktor kesehatan, keluarga, keuangan, kemampuan, hubungan sosial, pekerjaan dan keimanan. Bila kita bingung untuk memulai mengerjakan prioritas yang mana, maka sebaiknya prioritaskan dulu kepada hal-hal yang berkenaan dengan faktor-faktor tersebut. Prioritaskan masing-masing faktor tersebut dalam kadar yang sama. Sebab bila kita mengabaikan salah satu diantaranya, maka jalan kita menuju kesuksesan mungkin sedikit terhambat.

Misalnya saja Anda memberikan kadar prioritas yang lebih besar terhadap pekerjaan, melebihi kadar prioritas terhadap kesehatan, keimanan, keluarga, hubungan sosial, dan lain sebagainya. Mungkin kehidupan keluarga, hubungan sosial, spiritual, dan kesehatan akan menjadi korbannya. Atau mungkin jika Anda kurang memprioritas diri pada kondisi keuangan, maka kondisi prospek usaha Anda juga akan mengalami degradasi.

Bila memang kita benar-benar harus memilih mana yang harus diprioritaskan, maka sebaiknya prioritaskan pada kondisi spiritual dan kesehatan diri sendiri terlebih dahulu. Bila kondisi kesehatan dan keimanan kita prima, barulah kita dapat mengerjakan prioritas yang lain. Karena dengan kondisi kesehatan dan keimanan yang memadai akan menunjang upaya kita dalam menangani prioritas-prioritas yang lain dengan lebih baik.

Langkah selanjutnya adalah menuliskan prioritas yang akan kita kerjakan setiap hari. Sebagaimana sebuah pepatah bijak menjelaskan, “An unfailing success plan: At each day’s end, write down the six most important things to do tomorrow; number them in order of importance, and then do them. – Perencanaan Pencapaian Kesuksesan: Setiap malam, tuliskan sedikitnya 6 hal penting untuk dikerjakan besok; urutkan berdasarkan seberapa penting mereka, dan laksanakan semua rencana itu.”

Berikutnya bersikaplah konsisten untuk menyelesaikan prioritas yang terpenting dan tetapkan batas waktu, meskipun mungkin akan terasa kurang menyenangkan. Bersikap konsisten dalam mengerjakan prioritas yang terpenting menjadikan kita semakin mengenal dunia dan tempat dimana kita berada dan mendapatkan pengalaman baru yang lebih menyenangkan. “Manusia yang paling pandai adalah yang benar-benar mengerti akan hidup dimana ia ditempatkan,” kata Hellen Keller. Sehingga bersikap konsisten merupakan sinergi yang mempercepat dan menghemat waktu dalam menyelesaikan prioritas-prioritas yang lain.

Langkah-langkah tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi efektif digunakan untuk menyelesaikan prioritas-prioritas yang sangat banyak. Bila kita benar-benar dapat melaksanakan langkah-langkah tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan lusinan top prioritas tanpa kerja yang terlalu panjang, stres dengan jadwal yang padat, ataupun panik. Sebaliknya, Anda bahkan akan mempunyai banyak waktu untuk minum bir.

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, pengusaha, dan motivator.

Prinsip Pelikan





“Thus, races arose from an original coding which God pulled out as needed for adaptation to the environment.”
Walter Lang

Kutipan dari Walter Lang menyatakan bahwa peradaban umat manusia di dunia ini mengalami perkembangan karena senantiasa beradaptasi terhadap lingkungan. Kalimatnya itu menegaskan bahwa pencapaian perkembangan kehidupan kita saat ini pun tidak lepas dari proses yang menuntut kita untuk mengadaptasikan diri. Fenomena yang pernah terjadi pada burung-burung pelikan di pantai Monterey, California berikut ini telah menginspirasi saya untuk menjelaskan beberapa hal penting untuk meningkatkan daya adaptasi kita. Oleh sebab itu saya menyebutnya prinsip Pelikan.

Pantai Pelikan di California Amerika Serikat memang terkenal karena ciri khas burung pelikan yang hidup bebas di sekitar pantai tersebut. Burung-burung pelikan liar itu selalu mendapatkan makanan ikan segar berlimpah dari para nelayan ikan tuna. Mereka berkembang biak dan hidup damai di pantai tersebut.

Tetapi sejak pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang para nelayan menangkap ikan tuna di tempat itu, banyak sekali burung pelikan mati kelaparan. Para ilmuwan berusaha mengatasi persoalan itu dengan berbagai cara, tetapi tidak segera membuahkan hasil. Mereka khawatir burung-burung tersebut akan punah.

Kemudian mereka berinisiatif mendatangkan burung pelikan pesaing dari Florida. Para ilmuwan berharap akan terjadi pembauran dan perkawinan antara burung pelikan Monterey dan Florida, yang menghasilkan bibit pelikan-pelikan yang tangguh dan pandai mencari ikan sendiri. Tetapi dalam waktu singkat dan belum sempat terjadi perkawinan, burung pelikan Monterey sudah mampu berburu ikan sendiri. Kemajuan itu benar-benar menakjubkan.

Burung pelikan yang sudah terbiasa mendapatkan makanan dengan mudah dari para nelayan, tanpa perlu berusaha keras mencari ikan sendiri, cenderung tidak memiliki kekuatan untuk bertahan ketika situasi sudah mengarah pada krisis makanan. Mereka menghadapi kesulitan besar tatkala terjadi sedikit saja perubahan keadaan. Kesulitan yang mereka hadapi dikarenakan mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan beradaptasi.

Kata adaptasi mengacu pada penyesuaian hidup terhadap lingkungan yang terus berubah atau tidak pernah abadi. Secara teoritis seluruh mahluk hidup di dunia ini bersifat adaptif. Sementara kemampuan manusia beradaptasi terhadap bermacam musim maupun keadaan, menurut Henry David Thoreou, melebihi kemampuan mahluk lain di dunia ini. “Man is an animal who more than any other can adapt himself to all climates and circumstances,” katanya.

Manusia yang mampu mengoptimalkan daya adaptasinya terhadap situasi yang terus berubah adalah mereka yang telah mengalami kemajuan konstruktif, misalnya menjadi lebih sukses, lebih pintar, lebih bijaksana, lebih religius dan lain sebagainya. Kualitas diri yang lebih baik cenderung mampu menyiasati tantangan perubahan menjadi suatu peluang yang menguntungkan. Belajar merupakan kunci mewujudkan hal itu.

Berbenah diri sedikit, tetapi dilakukan secara berkesinambungan, lebih mudah meningkatkan kemampuan kita beradaptasi. Kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan perubahan akan mendekatkan diri kita terhadap keberhasilan. Karena kesempatan besar akan selalu di depan mata, apabila kita selalu mengembangkan pengetahuan atau keahlian khusus.

Ingatlah perkataan Jose Ortega Gasset, “We distinguish the excellent man from the common man by saying that the former is the one who makes great demands on himself, and the latter who makes no demands on himself. – Kami membedakan orang yang berkualitas dengan orang yang biasa-biasa saja. Orang-orang yang berkualitas akan senantiasa meningkatkan kualitasnya sehingga ia semakin disukai, sedangkan orang yang tidak berkualitas sama sekali tidak melakukan hal itu.”

Kalaupun obyek yang kita pelajari kecil, tetapi akan besar artinya bila digabungkan dengan proses pengalaman belajar itu sendiri. Edmund Vance Cooke menyatakan bahwa semangat untuk mencoba bukan hanya untuk mencapai tujuan itu sendiri, melainkan memperoleh pelatihan dari proses pencapaian itu. “Perhaps the reward of the spirit who tries is not the goal but the exercise, katanya

Sementara bila kita memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang yang jelas, maka daya adaptasi kita akan lebih optimal. “All of us perform better and more willingly when we know why we're doing what we have been told or asked to do. – Kita semua menjadi lebih baik dan lebih bersemangat, ketika kita mengerti mengapa kita melakukan hal itu, ” terang Zig Ziglar.

Suatu tujuan yang jelas juga akan membantu kita mengindentifikasi elemen-elemen yang spesifik dari obyek. Terlebih bila standar obyek sudah benar-benar dapat kita mengerti, maka proses adaptasi akan lebih mudah kita jalani. Misalnya Anda ingin menjadi pebisnis jaringan yang handal, maka setidaknya Anda harus mengerti apa sebenarnya elemen prinsip bisnis jaringan. Jika Anda sudah cukup memahami elemen-elemen tersebut, maka Anda akan dengan mudah menyesuaikan diri agar menjadi seorang pebisnis jaringan yang berhasil.

Kemampuan beradaptasi memang sangat penting. Kemampuan tersebut akan meningkat dengan memupuk rasa kasih sayang dalam hati dan pikiran kita. Kalimat-kalimat dan sikap yang dihiasai dengan kasih sayang akan sangat memudahkan kita beradaptasi dengan lingkungan sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan sosial yang luas dan berkualitas adalah pertanda semakin besar peluang tercapainya keberhasilan.

Tetapi sebelum memperluas hubungan sosial, berhati-hatilah dalam memilih komunitas. Pilihlah komunitas yang terbaik sebagai obyek adaptasi, yaitu komunitas yang dipenuhi oleh orang-orang yang berpikiran positif, pekerja keras, dan optimis, penuh vitalitas dan semangat, dan lain-sebagainya yang serba positif. Boleh jadi mereka itulah orang-orang yang memacu diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan.

Keberhasilan saya inipun tidak lepas dari proses yang pernah saya alami. Sepanjang proses itulah saya banyak belajar agar mudah mengadaptasikan diri terhadap tuntutan-tuntutan perubahan. Kemampuan beradaptasi memang merupakan ujung tombak dari pencapaian kemajuan atau keberhasilan. Sayapun yakin akan selalu ada keajaiban bila ada semangat yang tinggi untuk terus mengadaptasikan diri terhadap perubahan.

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, pengusaha, dan motivator.

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman