“Health, happiness and success depend upon the fighting spirit of each person. The big thing is not what happens to us in life – but what we do about what happens to us. – Kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan terletak pada semangat juang masing-masing individu. Hal yang besar bukanlah apa yang terjadi di dalam hidup kita, melainkan apa yang sudah kita lakukan terhadap setiap kejadian di dalam hidup kita.”
~ George Allen
Pesan yang disampaikan oleh George Allen mengajak kita agar memiliki semangat yang tinggi dalam menjalani kehidupan. Memang kehidupan ini penuh dengan masalah, dari yang ringan sampai yang paling berat. Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak dapat menikmati kehidupan ini, karena ada banyak cara untuk menikmati kehidupan ini sekaligus mengatasi beban yang sedang kita hadapi.
Salah satu langkah menikmati kehidupan ini adalah selalu mensyukuri karunia kehidupan dari Tuhan YME, apakah Anda sedang bahagia atau mengalami kepedihan. Berusahalah untuk selalu berpikir positif, bahwa Tuhan YME selalu memberikan yang terbaik. Karena tanpa kita sadari sebenarnya selalu ada solusi di balik semua kesulitan dan manfaat yang ditujukan untuk kebaikan kita.
Salah satu contoh adalah waktu demi waktu berlalu hingga kita sampai pada saat sekarang ini. Cobalah menelisik betapa uniknya kesempatan yang sudah banyak Anda lewati. Begitu banyak keajaiban dan kenikmatan di sepanjang jalan yang Anda lalui. Bila Anda mencoba mengingat semua itu dalam keheningan doa dan memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan YME, di sanalah Anda akan merasakan kedamaian hati dan kenikmatan hidup yang luar biasa.
“Believe it is possible to solve your problem. Tremendous things happen to the believer. So believe the answer will come. – Percayalah sangat mungkin masalah Anda terselesaikan dengan baik. Kejadian yang luar biasa selalu terjadi pada mereka yang percaya. Jadi percayalah, jawaban itu pasti ada,” kata Norman Vincent Peale.
Anda juga dapat menikmati kehidupan ini dengan mengingat kembali keberhasilan yang sudah Anda ciptakan. Cara ini juga dapat membantu Anda memfokuskan diri pada hal-hal positif di dalam diri Anda sendiri. Sehingga timbul semangat yang lebih besar untuk melaksanakan tanggung jawab sebaik mungkin dengan mengerahkan potensi diri yang ada.
Sebuah pepatah bijak mengatakan, “When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life, or in the life of another. – Ketika kita sudah mampu melakukan yang terbaik, maka kita tak akan pernah menyadari keajaiban yang akan terjadi dalam kehidupan kita atau dalam kehidupan orang lain.”Sementara itu hilangkanlah keserakahan dan pamrih. Kedua sifat tersebut menambah beban kehidupan, diduga kuat menghalangi keinginan Anda untuk menikmati kehidupan ini. Saya pernah membaca kisah tentang sekelompok orang yang berjalan dengan napas terengah-engah, letih, dan keadaan mereka begitu menderita. Tetapi satu di antara mereka justru terlihat riang. “Karena barang bawaan saya sedikit,” jawabnya ketika ditanya. Ternyata sesederhana itu cara menikmati kehidupan, yaitu melepaskan keserakahan dan pamrih.
Cara lain yang masuk kategori paling indah untuk menikmati kehidupan ini adalah berbagi untuk orang-orang yang kurang beruntung. “The only worthwhile achievements of man are those which are socially useful. – Prestasi manusia yang paling berharga adalah prestasi-prestasi yang bermanfaat bagi kehidupan sosial,” kata Alfred Adler. Kalaupun kemampuan Anda terbatas, berikan saja rasa persaudaraan yang tulus atau kegembiraan untuk orang lain.
Dikisahkan tentang anak kucing yang tubuhnya mungil. Sekilas dari bentuk tubuhnya sama sekali tak nampak potensi yang dapat ia andalkan. Tetapi kucing kecil itu setiap hari selalu menyambut majikannya dengan riang. Ia lalu bermain dan berguling-guling di atas rumput bersama sang majikan.
Setiap hari sang majikan merasa sangat terhibur, bahkan sering tertawa sampai terbahak-bahak. “Meskipun kamu binatang yang paling kecil disini, tetapi kamu adalah binatang yang paling berharga,” kata sang majikan sambil memberikan kecupan mesra. Setelah menyimak kisah tersebut, saya berpikir kucing kecil saja bisa menghadirkan kegembiraan kepada orang lain apalagi kita manusia yang pandai dan berakal.
Sementara bersabar dan lapang dada mungkin sikap yang paling sulit dilakukan. Padahal bersabar dan lapang dada adalah cara paling efektif untuk menikmati kehidupan. Sampai-sampai Jean De La Fontaine mengibaratkan kesabaran dan waktu itu mampu berbuat lebih dibandingkan kekuatan atau semangat. “Patience & time do more than strength or passion,” katanya.
Ibarat Anda sudah puas berusaha, tetapi tidak juga mendapatkan hasil atau solusi yang diharapkan. Bukankah jauh lebih baik bila Anda menerima saja kenyataan dengan lapang dada? Hanya dengan bersabar memungkinkan Anda dapat kembali mengerahkan energi yang masih tersisa untuk menjadikan situasi lebih baik.
Jika ada waktu senggang cobalah untuk menuliskan beberapa hal untuk menyenangkan hati, misalnya jalan-jalan pagi hari, rekreasi, ke salon, olahraga, spa, dan lain sebagainya. Tak ada salahnya manfaatkan waktu luang untuk menyegarkan pikiran dan menikmati aktivitas selingan yang tertera daftar tersebut. Dengan catatan aktivitas tersebut tidak sampai disalahgunakan atau melanggar aturan, dan sesuai dengan kemampuan atau tidak memaksakan diri. Pepatah mengatakan jalani hidup sesuai dengan apa yang seharusnya bukan yang Anda sukai. “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please,” anonim.
Tuhan YME sengaja merancang kehidupan ini untuk kebaikan manusia. Kunci untuk menikmati kehidupan ini sesungguhnya terletak pada kemampuan kita menciptakan keseimbangan terhadap elemen-elemen kehidupan, yaitu; material, sosial, spiritual, emosional, intelektual, dan lain sebagainya. Jadi di samping beberapa hal yang saya ungkapkan di atas, tentu saja masih banyak lagi cara untuk menikmati kehidupan ini. Selamat menikmati kehidupan, karena siapa pun Anda berhak mendapatkannya!
Minggu, 08 Maret 2009
Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?
Berbuat baik kepada siapa pun dan apa pun di dunia ini mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hati. “Your own soul is nourished when you are kind; it is destroyed when you are cruel. – hatimu akan berbunga ketika Anda berbaik hati; tetapi kebahagiaan itu akan lenyap ketika Anda berbuat jahat,” kata King Solomon. Sebaliknya, kejahatan hanya mendatangkan kecemasan, kesedihan, dan rasa tidak nyaman lainnya.
Berikut ini kisah tentang seorang pria peruh baya yang cukup sukses berbisnis bahan-bahan kebutuhan pokok. Setiap hari ia selalu mendapatkan omzet penjualan sangat besar. Tetapi ia mempunyai sifat sombong, menang sendiri, dan tidak segan mencelakai orang lain jika berselisih paham atau bersaing dagang dengannya. Hal itu membuat pria tersebut ditakuti sekaligus dibenci orang.
Suatu saat ia mendatangi seorang peramal untuk menerka seberapa besar keberuntungan yang akan ia peroleh di tahun-tahun berikutnya. Tetapi peramal tersebut justru mengungkapkan bahwa pria itu tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari 47 tahun. Pria yang saat itu berusia 44 tahun sangat kesal mendengar ramalan itu, lalu pergi begitu saja.
Tetapi dalam perjalanan pulang ia terus terngiang semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang peramal. Ia menjadi tidak tenang, lalu mencoba menemui beberapa peramal lain yang tak kalah masyhur pada saat itu. Berbagai bentuk teknik ramalan, mulai dari membaca garis tangan, fengsui, baguo, bazhi (ramalan waktu lahir), semuanya mengisyaratkan bahwa usia pria itu tak akan lebih dari 47 tahun.
Meskipun sedih, ia berusaha menerima ‘kenyataan’ bahwa sisa hidupnya hanya 3 tahun lagi. Ia mulai bersiap-siap menjelang ‘kematian’. Berbagai bentuk kebaikan ia laksanakan, berharap dapat membawa amal baik sebanyak mungkin jika harus meninggal dalam waktu 3 tahun mendatang.
Sejak saat itu ia rajin beramal, membantu orang miskin di sekitar rumahnya. Ia juga tidak segan membagikan harta bendanya untuk membantu teman-teman maupun kerabat jauh yang membutuhkan bantuan. Hampir semua orang yang pernah mengenal dirinya dulu merasa heran sekaligus senang atas perubahan drastis sikapnya itu.
Masa berlalu dan usia pria itu sudah menginjak 47 tahun. Pria tersebut sudah dikenal sangat baik dan pemurah. Sedangkan bisnisnya sudah jauh lebih besar dibandingkan 3 tahun yang lalu. Anehnya sampai usianya merangkak masuk ke tahun 50, ramalan dari para peramal kesohor itu tak satu pun terbukti.
“Baiknya kamu datangi peramal-peramal itu. Obrak-abrik saja isi rumah mereka, karena mereka semua sudah berbohong padamu,” celetuk sahabat karibnya bernada kesal.“Ah, tidak perlu itu. Justru aku harus berterima kasih. Karena semua ramalan itu sudah membuatku lebih baik. Badanku terasa lebih segar, bisnisku lebih maju, pikiranku lebih ringan, dan sangat banyak orang yang baik padaku dibandingkan 3 tahun yang lalu. Hidupku lebih bahagia sekarang,” ucap pria itu tenang.
Inti pesan dalam kisah itu mengajak kita berbuat baik kepada siapa pun, apa pun dan kapan pun. Lakukan kebaikan sesegera mungkin, selagi kita mampu. Berikut beberapa hal mengapa kita sebaiknya tidak menunda untuk berbuat baik.
Kita tidak pernah dapat menebak apa yang akan terjadi 1 jam lagi, 2 jam lagi, dan seterusnya. “You and I can never do a kindness too soon, for we never know how soon it will be too late. – Saya dan Anda tak pernah dapat melakukan kebaikan terlalu cepat, karena kita tak pernah tahu bagaimana ukuran terlalu cepat atau terlambat,” Ralph Waldo Emerson.
Jangan menunda bila Anda ingin berbuat baik, karena tanpa kita sadari penundaan itu membuat kita kehilangan kesempatan. Di masa datang sangat banyak kemungkinan terjadi, misalnya Anda sudah tidak sanggup melakukannya karena sakit, tua, bangkrut, dan lain sebagainya. Kapan lagi kita dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian itu, jika kita tidak berbuat kebaikan sedari sekarang?
Kesempatan hidup kita sangat terbatas, sedangkan tanggung jawab yang harus kita kerjakan sangatlah banyak. Tak seorang pun mengetahui kapan kontrak hidup dengan Tuhan YME akan berakhir. Jika benar-benar habis masa kontrak usia kita tentu kesempatan untuk berbuat baik juga sudah hilang. Oleh sebab itu, segera gunakan kesempatan yang Anda miliki untuk berbuat baik dan jangan pernah menundanya lagi.
Selain itu, tak satu pun manusia di dunia ini yang sempurna. Semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, entah yang kita sadari atau tidak. Selayaknya kita mengimbangi dosa dan kesalahan tersebut dengan perbuatan positif. Kalau kita tidak segera berbuat baik, bisa jadi kita kembali melakukan kealpaan lagi atau justru terjerembab dalam lingkaran kesalahan.
Berbuat kebaikan dengan penuh kesungguhan pasti menarik kebaikan pula kedalam kehidupan kita. Samuel Johnson mengatakan, “Kindness is in our power, even when fondness is not. – Kebaikan adalah kekuatan kita, sedangkan kesenangan itu bukan.”
Dalam kisah di atas dikatakan bahwa pria paruh baya tersebut merasa badannya lebih sehat, hati lebih tentram, dan bisnisnya berkembang pesat setelah ia mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik saja. Sangat banyak manfaat lainnya dari perbuatan baik kita. Semakin cepat kita memulai berbuat kebaikan, semakin cepat pula kita rasakan semua manfaat tersebut.
Berikut ini kisah tentang seorang pria peruh baya yang cukup sukses berbisnis bahan-bahan kebutuhan pokok. Setiap hari ia selalu mendapatkan omzet penjualan sangat besar. Tetapi ia mempunyai sifat sombong, menang sendiri, dan tidak segan mencelakai orang lain jika berselisih paham atau bersaing dagang dengannya. Hal itu membuat pria tersebut ditakuti sekaligus dibenci orang.
Suatu saat ia mendatangi seorang peramal untuk menerka seberapa besar keberuntungan yang akan ia peroleh di tahun-tahun berikutnya. Tetapi peramal tersebut justru mengungkapkan bahwa pria itu tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari 47 tahun. Pria yang saat itu berusia 44 tahun sangat kesal mendengar ramalan itu, lalu pergi begitu saja.
Tetapi dalam perjalanan pulang ia terus terngiang semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang peramal. Ia menjadi tidak tenang, lalu mencoba menemui beberapa peramal lain yang tak kalah masyhur pada saat itu. Berbagai bentuk teknik ramalan, mulai dari membaca garis tangan, fengsui, baguo, bazhi (ramalan waktu lahir), semuanya mengisyaratkan bahwa usia pria itu tak akan lebih dari 47 tahun.
Meskipun sedih, ia berusaha menerima ‘kenyataan’ bahwa sisa hidupnya hanya 3 tahun lagi. Ia mulai bersiap-siap menjelang ‘kematian’. Berbagai bentuk kebaikan ia laksanakan, berharap dapat membawa amal baik sebanyak mungkin jika harus meninggal dalam waktu 3 tahun mendatang.
Sejak saat itu ia rajin beramal, membantu orang miskin di sekitar rumahnya. Ia juga tidak segan membagikan harta bendanya untuk membantu teman-teman maupun kerabat jauh yang membutuhkan bantuan. Hampir semua orang yang pernah mengenal dirinya dulu merasa heran sekaligus senang atas perubahan drastis sikapnya itu.
Masa berlalu dan usia pria itu sudah menginjak 47 tahun. Pria tersebut sudah dikenal sangat baik dan pemurah. Sedangkan bisnisnya sudah jauh lebih besar dibandingkan 3 tahun yang lalu. Anehnya sampai usianya merangkak masuk ke tahun 50, ramalan dari para peramal kesohor itu tak satu pun terbukti.
“Baiknya kamu datangi peramal-peramal itu. Obrak-abrik saja isi rumah mereka, karena mereka semua sudah berbohong padamu,” celetuk sahabat karibnya bernada kesal.“Ah, tidak perlu itu. Justru aku harus berterima kasih. Karena semua ramalan itu sudah membuatku lebih baik. Badanku terasa lebih segar, bisnisku lebih maju, pikiranku lebih ringan, dan sangat banyak orang yang baik padaku dibandingkan 3 tahun yang lalu. Hidupku lebih bahagia sekarang,” ucap pria itu tenang.
Inti pesan dalam kisah itu mengajak kita berbuat baik kepada siapa pun, apa pun dan kapan pun. Lakukan kebaikan sesegera mungkin, selagi kita mampu. Berikut beberapa hal mengapa kita sebaiknya tidak menunda untuk berbuat baik.
Kita tidak pernah dapat menebak apa yang akan terjadi 1 jam lagi, 2 jam lagi, dan seterusnya. “You and I can never do a kindness too soon, for we never know how soon it will be too late. – Saya dan Anda tak pernah dapat melakukan kebaikan terlalu cepat, karena kita tak pernah tahu bagaimana ukuran terlalu cepat atau terlambat,” Ralph Waldo Emerson.
Jangan menunda bila Anda ingin berbuat baik, karena tanpa kita sadari penundaan itu membuat kita kehilangan kesempatan. Di masa datang sangat banyak kemungkinan terjadi, misalnya Anda sudah tidak sanggup melakukannya karena sakit, tua, bangkrut, dan lain sebagainya. Kapan lagi kita dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian itu, jika kita tidak berbuat kebaikan sedari sekarang?
Kesempatan hidup kita sangat terbatas, sedangkan tanggung jawab yang harus kita kerjakan sangatlah banyak. Tak seorang pun mengetahui kapan kontrak hidup dengan Tuhan YME akan berakhir. Jika benar-benar habis masa kontrak usia kita tentu kesempatan untuk berbuat baik juga sudah hilang. Oleh sebab itu, segera gunakan kesempatan yang Anda miliki untuk berbuat baik dan jangan pernah menundanya lagi.
Selain itu, tak satu pun manusia di dunia ini yang sempurna. Semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, entah yang kita sadari atau tidak. Selayaknya kita mengimbangi dosa dan kesalahan tersebut dengan perbuatan positif. Kalau kita tidak segera berbuat baik, bisa jadi kita kembali melakukan kealpaan lagi atau justru terjerembab dalam lingkaran kesalahan.
Berbuat kebaikan dengan penuh kesungguhan pasti menarik kebaikan pula kedalam kehidupan kita. Samuel Johnson mengatakan, “Kindness is in our power, even when fondness is not. – Kebaikan adalah kekuatan kita, sedangkan kesenangan itu bukan.”
Dalam kisah di atas dikatakan bahwa pria paruh baya tersebut merasa badannya lebih sehat, hati lebih tentram, dan bisnisnya berkembang pesat setelah ia mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik saja. Sangat banyak manfaat lainnya dari perbuatan baik kita. Semakin cepat kita memulai berbuat kebaikan, semakin cepat pula kita rasakan semua manfaat tersebut.
Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran Dengan Visi
“Where there is no vision, the people perish/ die.
– Ketiadaan visi membuat manusia mati.”
~ King Solomon
Saya terinspirasi begitu besarnya kekuatan visi ketika saya menyaksikan semangat bangsa China menyambut Olimpiade Beijing 2008 yang sangat luar biasa. Semangat dan kesatuan mereka membuat presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, berkomentar, “Ini (olimpiade) bagi rakyat China adalah acara yang sangat berarti.”
Dulu China adalah negara yang sangat konservatif terhadap budaya asing. Tetapi beberapa tahun belakangan negeri tersebut sudah mulai terbuka terhadap masuknya budaya asing. Ajang olahraga olimpiade menjadi salah satu bukti sikap terbuka bangsa tersebut menerima dunia luar dan menjadi bagian dari era globalisasi.
Seluruh masyarakat dari anak-anak sampai lansia ingin menyukseskan agenda penting pemerintah China tersebut. Menjelang olimpiade digelar sejumlah aturan sudah diterapkan di Beijing, ibu kota China. Aturan tersebut diantaranya adalah dilarang mengupil, menguap, menggaruk kepala saat berbicara dengan orang asing, selalu tersenyum, dan diminta selalu mengatakan ‘kamu sungguh luar biasa’.
Bahkan beberapa kali sudah diselenggarakan kampanye mengubah kebiasaan buruk warga Beijing. Seluruh wargapun mendukung kampanye tersebut, karena dianggap sangat membantu terciptanya budaya berperilaku baik. Ketika saya baru tiba di kota tersebut, saya terkesan dari cara mereka menyambut tamu asing karena begitu banyak kemajuan positif.
Kesungguhan pemerintah China menyukseskan olimpiade yang mulai digelar 8 Agustus mendatang diikuti keputusan pemerintah setempat menarik 1 juta mobil dari jalanan selama 4 hari, dari tanggal 17-20 Agustus 2008. Langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Beijing. Beberapa upaya lain juga dilakukan untuk mengatasi polusi sebelum dan selama olimpiade digelar.
Tak heran jika jalan-jalan dan fasilitas-fasilitas umum di sana terlihat sangat bersih. Ini menunjukkan antusiasme warga menyambut penyelenggaran olimpiade tersebut. Alangkah besar kekuatan sebuah visi, sampai-sampai semua orang di China dengan suka rela menjalankan budaya yang lebih baik.
Visi adalah sumber semangat untuk melakukan yang terbaik dan berusaha sekeras mungkin untuk lebih maju. Bill gates mengatakan, “If you have a clear vision, you’ll even forget your breakfast. – Jika Anda mempunyai visi yang jelas, mungkin Anda akan lupa sarapan.” Lantas saya berpikir mengapa kita tidak mencontoh bagaimana bangsa China begitu bersemangat melakukan banyak perubahan demi tercapainya sebuah visi. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tantangan hidup akhir-akhir ini semakin sulit. Kenaikan harga BBM diklaim sebagai biang atau penyebab kehidupan masyarakat lebih berat. Padahal sangat kecil kemungkinan BBM bakal turun harga. Lalu apakah artinya tak akan pernah ada harapan kehidupan kita lebih baik?
Tentu saja semua orang tak ingin kehidupannya terus terpuruk. Bukankah hidup makmur adalah keinginan semua orang? Mengapa tidak kita manfaatkan keinginan tersebut sebagai visi untuk membangkitkan semangat juang kita?
Visi mampu berfungsi sebagai sumber semangat jika kita memiliki keyakinan akan adanya harapan kehidupan yang lebih baik jika kelak berhasil mencapai visi tersebut. Keyakinan adalah sumber semangat yang tidak akan pernah padam untuk terus melakukan sesuatu walaupun harus menghadapi banyak kesulitan.
Di China semua orang antusias melakukan banyak program menjelang olimpiade misalnya fashions show olimpiade, pawai obor, dan lain sebagainya. Semangat mereka begitu besar, walaupun di negeri tersebut sebenarnya sempat terjadi konflik di Tibet, protes dari luar negri tentang penegakan HAM, bencana banjir, dan gempa bumi di Sichuan. Semangat mereka melaksanakan berbagai agenda kegiatan dikarenakan mereka begitu menginginkan olimpiade tersebut terselenggara dengan baik.
Menciptakan kemakmuran hanya dapat dicapai dengan melakukan perubahan-perubahan positif, yaitu perubahan yang membuat kita cepat mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan masalah yang menghalangi tujuan kita mencapai kemakmuran. Bila visi itu sudah menjadi bagian dari emosi kita, maka kita akan bersemangat melakukan perubahan, misalnya melakukan peningkatan etos kerja, moralitas, kreativitas, integritas, spiritual, toleransi, keahlian atau intelektual, dan lain sebagainya.
Itulah kesan tentang kedahsyatan sebuah visi yang saya rasakan di China, khususnya di Beijing menjelang penyelenggaraan olimpiade. Alangkah beruntungnya bila kita juga dapat memanfaatkan kekuatan visi untuk membangkitkan semangat juang dan melakukan perubahan. Karena semangat adalah satu diantara beberapa modal maya penting untuk meraih kemakmuran.
– Ketiadaan visi membuat manusia mati.”
~ King Solomon
Saya terinspirasi begitu besarnya kekuatan visi ketika saya menyaksikan semangat bangsa China menyambut Olimpiade Beijing 2008 yang sangat luar biasa. Semangat dan kesatuan mereka membuat presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, berkomentar, “Ini (olimpiade) bagi rakyat China adalah acara yang sangat berarti.”
Dulu China adalah negara yang sangat konservatif terhadap budaya asing. Tetapi beberapa tahun belakangan negeri tersebut sudah mulai terbuka terhadap masuknya budaya asing. Ajang olahraga olimpiade menjadi salah satu bukti sikap terbuka bangsa tersebut menerima dunia luar dan menjadi bagian dari era globalisasi.
Seluruh masyarakat dari anak-anak sampai lansia ingin menyukseskan agenda penting pemerintah China tersebut. Menjelang olimpiade digelar sejumlah aturan sudah diterapkan di Beijing, ibu kota China. Aturan tersebut diantaranya adalah dilarang mengupil, menguap, menggaruk kepala saat berbicara dengan orang asing, selalu tersenyum, dan diminta selalu mengatakan ‘kamu sungguh luar biasa’.
Bahkan beberapa kali sudah diselenggarakan kampanye mengubah kebiasaan buruk warga Beijing. Seluruh wargapun mendukung kampanye tersebut, karena dianggap sangat membantu terciptanya budaya berperilaku baik. Ketika saya baru tiba di kota tersebut, saya terkesan dari cara mereka menyambut tamu asing karena begitu banyak kemajuan positif.
Kesungguhan pemerintah China menyukseskan olimpiade yang mulai digelar 8 Agustus mendatang diikuti keputusan pemerintah setempat menarik 1 juta mobil dari jalanan selama 4 hari, dari tanggal 17-20 Agustus 2008. Langkah tersebut merupakan upaya untuk memperbaiki kualitas udara di Beijing. Beberapa upaya lain juga dilakukan untuk mengatasi polusi sebelum dan selama olimpiade digelar.
Tak heran jika jalan-jalan dan fasilitas-fasilitas umum di sana terlihat sangat bersih. Ini menunjukkan antusiasme warga menyambut penyelenggaran olimpiade tersebut. Alangkah besar kekuatan sebuah visi, sampai-sampai semua orang di China dengan suka rela menjalankan budaya yang lebih baik.
Visi adalah sumber semangat untuk melakukan yang terbaik dan berusaha sekeras mungkin untuk lebih maju. Bill gates mengatakan, “If you have a clear vision, you’ll even forget your breakfast. – Jika Anda mempunyai visi yang jelas, mungkin Anda akan lupa sarapan.” Lantas saya berpikir mengapa kita tidak mencontoh bagaimana bangsa China begitu bersemangat melakukan banyak perubahan demi tercapainya sebuah visi. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tantangan hidup akhir-akhir ini semakin sulit. Kenaikan harga BBM diklaim sebagai biang atau penyebab kehidupan masyarakat lebih berat. Padahal sangat kecil kemungkinan BBM bakal turun harga. Lalu apakah artinya tak akan pernah ada harapan kehidupan kita lebih baik?
Tentu saja semua orang tak ingin kehidupannya terus terpuruk. Bukankah hidup makmur adalah keinginan semua orang? Mengapa tidak kita manfaatkan keinginan tersebut sebagai visi untuk membangkitkan semangat juang kita?
Visi mampu berfungsi sebagai sumber semangat jika kita memiliki keyakinan akan adanya harapan kehidupan yang lebih baik jika kelak berhasil mencapai visi tersebut. Keyakinan adalah sumber semangat yang tidak akan pernah padam untuk terus melakukan sesuatu walaupun harus menghadapi banyak kesulitan.
Di China semua orang antusias melakukan banyak program menjelang olimpiade misalnya fashions show olimpiade, pawai obor, dan lain sebagainya. Semangat mereka begitu besar, walaupun di negeri tersebut sebenarnya sempat terjadi konflik di Tibet, protes dari luar negri tentang penegakan HAM, bencana banjir, dan gempa bumi di Sichuan. Semangat mereka melaksanakan berbagai agenda kegiatan dikarenakan mereka begitu menginginkan olimpiade tersebut terselenggara dengan baik.
Menciptakan kemakmuran hanya dapat dicapai dengan melakukan perubahan-perubahan positif, yaitu perubahan yang membuat kita cepat mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan masalah yang menghalangi tujuan kita mencapai kemakmuran. Bila visi itu sudah menjadi bagian dari emosi kita, maka kita akan bersemangat melakukan perubahan, misalnya melakukan peningkatan etos kerja, moralitas, kreativitas, integritas, spiritual, toleransi, keahlian atau intelektual, dan lain sebagainya.
Itulah kesan tentang kedahsyatan sebuah visi yang saya rasakan di China, khususnya di Beijing menjelang penyelenggaraan olimpiade. Alangkah beruntungnya bila kita juga dapat memanfaatkan kekuatan visi untuk membangkitkan semangat juang dan melakukan perubahan. Karena semangat adalah satu diantara beberapa modal maya penting untuk meraih kemakmuran.
Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008
Potensi manusia begitu besar dan tidak terbatas. Terbukti selalu ada rekor baru dalam setiap penyelenggaraan olimpiade. Dalam sejarah Olimpiade muncul para pemecah rekor yaitu Michael Phelps (perenang), Carl Lewis (pelari), Mark spitz (perenang), Paavo Nurmi (pelari jarak jauh) dan Larysa Latynina (pesenam peraih 9 medali emas).
Michael Fred Phelps, kelahiran Baltimore-AS, berhasil merebut 8 medali emas, memecahkan rekor Mark Spitz yang pernah meraih 7 medali emas pada olimpiade Munchen tahun 1972. Puluhan medali emas selalu ia dapatkan dalam berbagai kompetisi kelas dunia, misalnya World Championships (Yokohama, Jepang 2002), Pan Pacific Championship (Kanada 2006), dan lain sebagainya. Prestasi Phelps menginspirasi kita begitu besar potensi di dalam diri manusia. Bahkan beberapa hal tentang Phelps berikut ini menjadi acuan penting untuk mengeksplorasi potensi tersebut.
Salah satu yang dapat kita teladani dari pemuda usia 23 tahun ini adalah kebiasaan Phelps yang selalu fokus pada aktifitas-aktifitas penting untuk mencapai tujuan. Contohnya Phelps tidak berusaha melakukan sesuatu yang dilakukan orang lain. Sebaliknya, ia hanya fokus untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya berenang cepat.
“Saya mengerti jika saya berlatih sekeras mungkin dan melakukan sesuatu yang berbeda, maka saya akan baik-baik saja. Saya senang bertanding sebaik mungkin. Saya dapat mengontrol apa yang saya lakukan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu saya akan senang. Hanya itu persoalannya,” kata Phelps saat diwawancara.
Phelps sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum Olimpiade Beijing diselenggarakan. Selama lebih dari 300 hari sebelumnya Phelps sudah berlatih berenang. Bagi Phelps, tiada hari tanpa melatih kecepatan berenang, walaupun itu hari libur ataupun hari-hari istimewa lainnya.
Phelps begitu yakin akan kemampuannya. Ia tidak merasa ragu untuk menyingkirkan penghalang yang dapat menghambat dirinya menuju kemenangan dengan terus berlatih tanpa kenal lelah. Begitupun bila kita ingin mengekplorasi potensi diri, buatlah semacam daftar hal-hal yang mungkin dapat menghambat produktifitas, menyebabkan pemborosan waktu dan energi, atau bahkan sumber stres. Usahakan untuk mengurangi sedikit demi sedikit sampai hambatan-hambatan itu benar-benar hilang.
Milikilah komitmen yang besar untuk menciptakan perubahan. Jangan malas untuk terus berbenah dan mengerjakan tanggung jawab secara sistematis yang mendukung pencapaian kesuksesan. Dengan demikian prestasi terbaik sekalipun akan mudah diraih. Sebagaimana Phelps meyakini ia dapat mengontrol persiapan dan aktifitas yang ingin ia lakukan, meskipun ia tidak dapat mengontrol orang lain maupun hasil yang akan ia dapatkan.
Ketika diwawancara Phelps menjelaskan bahwa tak ada hal penting yang ia pikirkan. Sebab ia mengaku tidak dapat bertanding sekaligus berpikir. Yang ada di benaknya hanyalah berusaha sebaik dan sekeras mungkin. “During the heat of competition is no time for thinking, it is a time for doing. – Di puncak kompetisi tak ada waktu untuk berpikir, itu waktu untuk berusaha,” tandasnya.
Ungkapan Phelps sekaligus menjelaskan begitu besar keyakinannya untuk menang. Ia tidak membuang waktu untuk terus berpikir. Ia hanya berusaha berbuat sebaik mungkin. Jika Anda ingin berhasil, maka pastikan Anda selalu berbuat yang terbaik dan berusaha sekuat tenaga.
Sejak 4 tahun yang lalu Phelps sudah optimis bakal meraih keberhasilan di olimpiade Beijing (2008). Sikap Phelps yang selalu optimis adalah salah satu faktor yang membuat pria tersebut selalu berusaha melakukan hal terbaik. Tak heran jika ia begitu bersemangat, mampu fokus pada hasil positif dan mengabaikan hal-hal yang kurang bermanfaat. “Saya senang bertanding. Saya suka berdiri di pinggir kolam renang lalu menyebur ke kolam renang bertanding dengan siapapun yang menjadi lawan saya,” katanya.
Begitu besar kekuatan pikiran, terutama kekuatan pikiran bawah sadar. Phelps begitu optimis, artinya kondisi pikiran bawah sadar Phelps sudah terprogram bahwa ia pasti mampu meraih keberhasilan. Keyakinan yang begitu kuat membuat Phelps tak kenal lelah berlatih, penuh semangat, dan mampu melakukan yang terbaik.
Hal serupa dapat terjadi pada kita, jika kita memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil. Keyakinan tak akan membuat kita membuang waktu percuma, karena ragu-ragu setelah melihat tantangan di depan. Keyakinan akan membuat kita mampu memfokuskan diri pada hal-hal yang bermanfaat dan mendukung usaha kita menciptakan prestasi mengagumkan.
Sementara bila kita perhatikan, keberhasilan Phelps tak lepas dari orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah orang-orang yang mendukung cita-cita Phelps tercapai, diantaranya adalah para ahli fisika yang mendesainkan pakaian renang ‘hiu’ untuknya. Diyakini bahwa pakaian renang tersebut memudahkan Phelps mengarungi air dan menambah kecepatan renangnya sampai 4%. Para ahli fisika itu adalah orang-orang penting di balik keberhasilan Phelps menciptakan rekor cemerlang di pesta olah raga akbar tersebut.
Diantara orang-orang yang mematahkan semangat juang tentu masih ada orang-orang yang menyediakan dukungan dan membantu kita meraih keberhasilan. Berusahalah untuk membina hubungan yang baik dengan mereka. Karena peran mereka pasti sangat penting dalam membantu kita meraih keberhasilan.
Sedikit kisah tentang Phelps telah menginspirasi begitu banyak hal yang dapat membantu kita mencapai keberhasilan di bidang yang kita inginkan. Seandainya kita mencermati, masing-masing diantara kita mempunyai semua kekuatan tersebut. Satu-satunya yang kita butuhkan lagi hanyalah keberanian untuk segera melangkah menciptakan keajaiban yang kita harapkan
Michael Fred Phelps, kelahiran Baltimore-AS, berhasil merebut 8 medali emas, memecahkan rekor Mark Spitz yang pernah meraih 7 medali emas pada olimpiade Munchen tahun 1972. Puluhan medali emas selalu ia dapatkan dalam berbagai kompetisi kelas dunia, misalnya World Championships (Yokohama, Jepang 2002), Pan Pacific Championship (Kanada 2006), dan lain sebagainya. Prestasi Phelps menginspirasi kita begitu besar potensi di dalam diri manusia. Bahkan beberapa hal tentang Phelps berikut ini menjadi acuan penting untuk mengeksplorasi potensi tersebut.
Salah satu yang dapat kita teladani dari pemuda usia 23 tahun ini adalah kebiasaan Phelps yang selalu fokus pada aktifitas-aktifitas penting untuk mencapai tujuan. Contohnya Phelps tidak berusaha melakukan sesuatu yang dilakukan orang lain. Sebaliknya, ia hanya fokus untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya berenang cepat.
“Saya mengerti jika saya berlatih sekeras mungkin dan melakukan sesuatu yang berbeda, maka saya akan baik-baik saja. Saya senang bertanding sebaik mungkin. Saya dapat mengontrol apa yang saya lakukan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin, lalu saya akan senang. Hanya itu persoalannya,” kata Phelps saat diwawancara.
Phelps sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari sebelum Olimpiade Beijing diselenggarakan. Selama lebih dari 300 hari sebelumnya Phelps sudah berlatih berenang. Bagi Phelps, tiada hari tanpa melatih kecepatan berenang, walaupun itu hari libur ataupun hari-hari istimewa lainnya.
Phelps begitu yakin akan kemampuannya. Ia tidak merasa ragu untuk menyingkirkan penghalang yang dapat menghambat dirinya menuju kemenangan dengan terus berlatih tanpa kenal lelah. Begitupun bila kita ingin mengekplorasi potensi diri, buatlah semacam daftar hal-hal yang mungkin dapat menghambat produktifitas, menyebabkan pemborosan waktu dan energi, atau bahkan sumber stres. Usahakan untuk mengurangi sedikit demi sedikit sampai hambatan-hambatan itu benar-benar hilang.
Milikilah komitmen yang besar untuk menciptakan perubahan. Jangan malas untuk terus berbenah dan mengerjakan tanggung jawab secara sistematis yang mendukung pencapaian kesuksesan. Dengan demikian prestasi terbaik sekalipun akan mudah diraih. Sebagaimana Phelps meyakini ia dapat mengontrol persiapan dan aktifitas yang ingin ia lakukan, meskipun ia tidak dapat mengontrol orang lain maupun hasil yang akan ia dapatkan.
Ketika diwawancara Phelps menjelaskan bahwa tak ada hal penting yang ia pikirkan. Sebab ia mengaku tidak dapat bertanding sekaligus berpikir. Yang ada di benaknya hanyalah berusaha sebaik dan sekeras mungkin. “During the heat of competition is no time for thinking, it is a time for doing. – Di puncak kompetisi tak ada waktu untuk berpikir, itu waktu untuk berusaha,” tandasnya.
Ungkapan Phelps sekaligus menjelaskan begitu besar keyakinannya untuk menang. Ia tidak membuang waktu untuk terus berpikir. Ia hanya berusaha berbuat sebaik mungkin. Jika Anda ingin berhasil, maka pastikan Anda selalu berbuat yang terbaik dan berusaha sekuat tenaga.
Sejak 4 tahun yang lalu Phelps sudah optimis bakal meraih keberhasilan di olimpiade Beijing (2008). Sikap Phelps yang selalu optimis adalah salah satu faktor yang membuat pria tersebut selalu berusaha melakukan hal terbaik. Tak heran jika ia begitu bersemangat, mampu fokus pada hasil positif dan mengabaikan hal-hal yang kurang bermanfaat. “Saya senang bertanding. Saya suka berdiri di pinggir kolam renang lalu menyebur ke kolam renang bertanding dengan siapapun yang menjadi lawan saya,” katanya.
Begitu besar kekuatan pikiran, terutama kekuatan pikiran bawah sadar. Phelps begitu optimis, artinya kondisi pikiran bawah sadar Phelps sudah terprogram bahwa ia pasti mampu meraih keberhasilan. Keyakinan yang begitu kuat membuat Phelps tak kenal lelah berlatih, penuh semangat, dan mampu melakukan yang terbaik.
Hal serupa dapat terjadi pada kita, jika kita memiliki keyakinan yang kuat untuk berhasil. Keyakinan tak akan membuat kita membuang waktu percuma, karena ragu-ragu setelah melihat tantangan di depan. Keyakinan akan membuat kita mampu memfokuskan diri pada hal-hal yang bermanfaat dan mendukung usaha kita menciptakan prestasi mengagumkan.
Sementara bila kita perhatikan, keberhasilan Phelps tak lepas dari orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah orang-orang yang mendukung cita-cita Phelps tercapai, diantaranya adalah para ahli fisika yang mendesainkan pakaian renang ‘hiu’ untuknya. Diyakini bahwa pakaian renang tersebut memudahkan Phelps mengarungi air dan menambah kecepatan renangnya sampai 4%. Para ahli fisika itu adalah orang-orang penting di balik keberhasilan Phelps menciptakan rekor cemerlang di pesta olah raga akbar tersebut.
Diantara orang-orang yang mematahkan semangat juang tentu masih ada orang-orang yang menyediakan dukungan dan membantu kita meraih keberhasilan. Berusahalah untuk membina hubungan yang baik dengan mereka. Karena peran mereka pasti sangat penting dalam membantu kita meraih keberhasilan.
Sedikit kisah tentang Phelps telah menginspirasi begitu banyak hal yang dapat membantu kita mencapai keberhasilan di bidang yang kita inginkan. Seandainya kita mencermati, masing-masing diantara kita mempunyai semua kekuatan tersebut. Satu-satunya yang kita butuhkan lagi hanyalah keberanian untuk segera melangkah menciptakan keajaiban yang kita harapkan
hidup sederhana menguntungkan
“In character, in manner, in style, in all things, the supreme exellence is simplicity. – Dalam karakter, sikap, gaya, dalam segala hal, kesederhanaan adalah hal yang terindah.”
~Henry Wadsworth Longfellow~
Hidup sederhana sangat menyenangkan. Terlebih dalam kehidupan modern dimana kita tak pernah dapat lepas dari banyak sekali pilihan dan jalan sekaligus kesulitan. Berusaha hidup sesederhana mungkin akan sangat membantu kita menemukan banyak keuntungan dan hidup lebih baik meskipun kita harus dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi global seperti saat ini.
Selain itu, hidup sederhana akan membuat kita lebih menikmati apa yang ada saat ini, karena tidak terlalu khawatir akan masa depan atau opini negatif orang lain. Sebagaimana Sir Chinmoy mengatakan, ”Simplicity is our natural or conscious awareness of reality. – Kesederhanaan adalah kesadaran alamiah akan kenyataan diri kita sendiri.” Kesadaran tersebut akan membantu kita lebih fokus pada potensi diri sendiri dan semangat untuk lebih giat berusaha, tak hanya berangan-angan atau meratapi kegagalan masa lalu. Dengan demikian, kita dapat meraih harapan lebih cepat dan lebih banyak dari yang diinginkan.
Kesederhanaan dalam hidup semua berawal dari pikiran. Hidup sederhana sama artinya dengan terus belajar menjernihkan pikiran dan tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh pemikiran-pemikiran negatif. Dengan kata lain, kesederhanaan membuat kita menemukan ketenangan pikiran.
Kemauan untuk selalu hidup sesederhana mungkin dapat menumbuhkan kreatifitas. Cobalah bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang dapat Anda lakukan dengan apa yang Anda miliki? Pertanyaan tersebut akan mendorong Anda untuk memutar otak guna memecahkan suatu masalah dengan memanfaatkan apa yang sudah Anda miliki, daripada mencoba untuk ’membeli’ solusi yang berarti pengeluaran uang lagi.
Keuntungan lain dari hidup sederhana lainnya adalah tidak menimbulkan kecemburuan sosial, kesibukan yang berkurang, sehingga lebih banyak waktu untuk istirahat, mengembangkan diri, berbagi dengan orang lain dan lain sebagainya. Keuntungan yang terpenting adalah kita menjadi lebih bahagia dengan apapun yang kita miliki. Sementara keuntungan selalu ada dari hidup sederhana adalah biaya hidup menjadi lebih ekonomis.
Harus dipahami bahwa hidup sederhana bukan kehidupan kaum miskin. Sebab banyak milyuner kelas dunia hidup sangat hemat dan sederhana atau jauh dari kemewahan. Kita coba perhatikan Warren Buffet yang disebut majalah Forbes edisi bulan Agustus 2008 sebagai pria terkaya di dunia dengan total kekayaan senilai 62 milyar USD. Keseharian hidup pria yang mendapat gelar Sage of Omaha atau Oracle of Omaha karena kehebatan pikirannya tersebut sangat dekat dengan prinsip hidup hemat dan mungkin dapat kita jadikan pedoman.
Ketika diwawancara televisi CNBC beberapa waktu yang lalu, Warren Buffet menyatakan bahwa ia masih tinggal di rumah sederhana berkamar 3 di kota Ohama. Rumah itu sudah ia tempati bersama keluarga sejak menikah tahun 1959. Walaupun rumah itu jauh dari kesan mewah, tetapi ia mengatakan, “Saya memiliki segalanya di rumah ini.”
Dengan harta yang sedemikian banyak dan sumber pendapatan yang sangat besar, Warren Buffet masih sangat berhati-hati dalam hal pengeluaran uang. “Watch your expenses,” katanya. Ia hanya akan membeli barang jika benar-benar diperlukan, itupun dengan harga semurah mungkin. Ia menyarankan agar membudayakan sikap seperti itu tak hanya pada diri sendiri, melainkan kepada semua anggota keluarga.
Ia menjelaskan bahwa pengeluaran sekecil apapun akan membebani kondisi keuangan. Untuk itu ia menyarankan agar menjadi ’smart buyer’ atau pembeli yang cerdas yang hanya membeli barang atau jasa yang diperlukan bukan yang diinginkan. Sebab keinginan manusia tak pernah ada habisnya bahkan sering menyebabkan kebangkrutan.
Pada saat yang sama ia juga menyatakan, “Always think how you can accomplish things economically. – Berusahalah untuk mendapatkan segala sesuatu dengan harga paling ekonomis atau murah.” Hal itu tercermin dari keseharian Warren Buffet yang tak pernah membeli mobil baru, tidak mempunyai sopir ataupun pengawal pribadi. Kemana-mana iapun memilih menumpang pesawat kelas bisnis daripada menaiki jet pribadi, meskipun ia memiliki perusahaan pembuatan pesawat jet terbesar di dunia.
Sikap Warren Buffet yang berani menjadi diri sendiri patut kita teladani. Ia berprinsip bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang dapat mengendalikan kehidupan dan masa depannya sendiri. Itulah mengapa ia tidak pernah membeli barang-barang bermerek atau melakukan kebiasaan mewah lainnya, melainkan membeli barang-barang yang membuatnya merasa nyaman.
Meskipun hartanya melimpah ruah, tetapi ia tidak suka pamer. “Don’t try to show off, just be yourself and do what you enjoy doing. – Jangan pamer, jadilah diri sendiri dan menikmati apa yang Anda lakukan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar kita tidak terjebak dengan sikap semu, misalnya ingin selalu menunjukkan kesan mampu atau mengedepankan gengsi walaupun harus menguras isi kantong. Sikap hidup sederhana dan apa adanya itu akan jauh lebih baik dan menguntungkan, daripada berusaha mengejar gaya hidup di luar jangkauan kemampuan keuangan.
Warren Buffet mewanti-wanti agar tidak berhutang. “Avoid bank loans and invest in yourself. – Hindari membayar bunga bank (meminjam uang) dan berinvestasilah untuk diri sendiri,” pesannya. Bukan berarti ia anti berurusan dengan bank atau pinjaman, asalkan pinjaman tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai modal usaha meningkatkan kualitas ekonomi dan bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.
Sikap hemat dan sederhana Warren Buffet bukan pertanda ia hanya senang menumpuk pundi-pundi uang atau ia enggan berbagi dengan orang yang kesulitan. Tahun 2006, ia mendonasikan 90% dari hartanya, berkisar diantara 30,7 milyar USD, untuk yayasan sosial Bill & Melinda Gates. Walaupun hartanya sudah didonasikan sedemikian banyak, gaya hidup hemat dan sederhana membuat hartanya terus bertambah bahkan sekarang jauh lebih besar (62 milyar USD).
Kehidupan Warren Buffet menginspirasikan betapa kesederhanaan itu menguntungkan. Kesederhanaan dan sikap hemat Warren Buffet tidak hanya membuat dirinya menikmati kesuksesan, tetapi juga lebih dicintai dan dihargai banyak orang dibandingkan mereka yang selalu hidup bergelimang kemewahan. Jika Anda ingin menjadi mengambil bagian keuntungan dari kesederhanaan itu, maka mulai saat ini jadikan pola hidup sehemat dan sesederhana mungkin sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam keseharian Anda.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
~Henry Wadsworth Longfellow~
Hidup sederhana sangat menyenangkan. Terlebih dalam kehidupan modern dimana kita tak pernah dapat lepas dari banyak sekali pilihan dan jalan sekaligus kesulitan. Berusaha hidup sesederhana mungkin akan sangat membantu kita menemukan banyak keuntungan dan hidup lebih baik meskipun kita harus dihadapkan pada kondisi krisis ekonomi global seperti saat ini.
Selain itu, hidup sederhana akan membuat kita lebih menikmati apa yang ada saat ini, karena tidak terlalu khawatir akan masa depan atau opini negatif orang lain. Sebagaimana Sir Chinmoy mengatakan, ”Simplicity is our natural or conscious awareness of reality. – Kesederhanaan adalah kesadaran alamiah akan kenyataan diri kita sendiri.” Kesadaran tersebut akan membantu kita lebih fokus pada potensi diri sendiri dan semangat untuk lebih giat berusaha, tak hanya berangan-angan atau meratapi kegagalan masa lalu. Dengan demikian, kita dapat meraih harapan lebih cepat dan lebih banyak dari yang diinginkan.
Kesederhanaan dalam hidup semua berawal dari pikiran. Hidup sederhana sama artinya dengan terus belajar menjernihkan pikiran dan tidak membiarkan diri kita dikuasai oleh pemikiran-pemikiran negatif. Dengan kata lain, kesederhanaan membuat kita menemukan ketenangan pikiran.
Kemauan untuk selalu hidup sesederhana mungkin dapat menumbuhkan kreatifitas. Cobalah bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang dapat Anda lakukan dengan apa yang Anda miliki? Pertanyaan tersebut akan mendorong Anda untuk memutar otak guna memecahkan suatu masalah dengan memanfaatkan apa yang sudah Anda miliki, daripada mencoba untuk ’membeli’ solusi yang berarti pengeluaran uang lagi.
Keuntungan lain dari hidup sederhana lainnya adalah tidak menimbulkan kecemburuan sosial, kesibukan yang berkurang, sehingga lebih banyak waktu untuk istirahat, mengembangkan diri, berbagi dengan orang lain dan lain sebagainya. Keuntungan yang terpenting adalah kita menjadi lebih bahagia dengan apapun yang kita miliki. Sementara keuntungan selalu ada dari hidup sederhana adalah biaya hidup menjadi lebih ekonomis.
Harus dipahami bahwa hidup sederhana bukan kehidupan kaum miskin. Sebab banyak milyuner kelas dunia hidup sangat hemat dan sederhana atau jauh dari kemewahan. Kita coba perhatikan Warren Buffet yang disebut majalah Forbes edisi bulan Agustus 2008 sebagai pria terkaya di dunia dengan total kekayaan senilai 62 milyar USD. Keseharian hidup pria yang mendapat gelar Sage of Omaha atau Oracle of Omaha karena kehebatan pikirannya tersebut sangat dekat dengan prinsip hidup hemat dan mungkin dapat kita jadikan pedoman.
Ketika diwawancara televisi CNBC beberapa waktu yang lalu, Warren Buffet menyatakan bahwa ia masih tinggal di rumah sederhana berkamar 3 di kota Ohama. Rumah itu sudah ia tempati bersama keluarga sejak menikah tahun 1959. Walaupun rumah itu jauh dari kesan mewah, tetapi ia mengatakan, “Saya memiliki segalanya di rumah ini.”
Dengan harta yang sedemikian banyak dan sumber pendapatan yang sangat besar, Warren Buffet masih sangat berhati-hati dalam hal pengeluaran uang. “Watch your expenses,” katanya. Ia hanya akan membeli barang jika benar-benar diperlukan, itupun dengan harga semurah mungkin. Ia menyarankan agar membudayakan sikap seperti itu tak hanya pada diri sendiri, melainkan kepada semua anggota keluarga.
Ia menjelaskan bahwa pengeluaran sekecil apapun akan membebani kondisi keuangan. Untuk itu ia menyarankan agar menjadi ’smart buyer’ atau pembeli yang cerdas yang hanya membeli barang atau jasa yang diperlukan bukan yang diinginkan. Sebab keinginan manusia tak pernah ada habisnya bahkan sering menyebabkan kebangkrutan.
Pada saat yang sama ia juga menyatakan, “Always think how you can accomplish things economically. – Berusahalah untuk mendapatkan segala sesuatu dengan harga paling ekonomis atau murah.” Hal itu tercermin dari keseharian Warren Buffet yang tak pernah membeli mobil baru, tidak mempunyai sopir ataupun pengawal pribadi. Kemana-mana iapun memilih menumpang pesawat kelas bisnis daripada menaiki jet pribadi, meskipun ia memiliki perusahaan pembuatan pesawat jet terbesar di dunia.
Sikap Warren Buffet yang berani menjadi diri sendiri patut kita teladani. Ia berprinsip bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang dapat mengendalikan kehidupan dan masa depannya sendiri. Itulah mengapa ia tidak pernah membeli barang-barang bermerek atau melakukan kebiasaan mewah lainnya, melainkan membeli barang-barang yang membuatnya merasa nyaman.
Meskipun hartanya melimpah ruah, tetapi ia tidak suka pamer. “Don’t try to show off, just be yourself and do what you enjoy doing. – Jangan pamer, jadilah diri sendiri dan menikmati apa yang Anda lakukan,” tegasnya. Ia mengingatkan agar kita tidak terjebak dengan sikap semu, misalnya ingin selalu menunjukkan kesan mampu atau mengedepankan gengsi walaupun harus menguras isi kantong. Sikap hidup sederhana dan apa adanya itu akan jauh lebih baik dan menguntungkan, daripada berusaha mengejar gaya hidup di luar jangkauan kemampuan keuangan.
Warren Buffet mewanti-wanti agar tidak berhutang. “Avoid bank loans and invest in yourself. – Hindari membayar bunga bank (meminjam uang) dan berinvestasilah untuk diri sendiri,” pesannya. Bukan berarti ia anti berurusan dengan bank atau pinjaman, asalkan pinjaman tersebut benar-benar dimanfaatkan sebagai modal usaha meningkatkan kualitas ekonomi dan bukan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif.
Sikap hemat dan sederhana Warren Buffet bukan pertanda ia hanya senang menumpuk pundi-pundi uang atau ia enggan berbagi dengan orang yang kesulitan. Tahun 2006, ia mendonasikan 90% dari hartanya, berkisar diantara 30,7 milyar USD, untuk yayasan sosial Bill & Melinda Gates. Walaupun hartanya sudah didonasikan sedemikian banyak, gaya hidup hemat dan sederhana membuat hartanya terus bertambah bahkan sekarang jauh lebih besar (62 milyar USD).
Kehidupan Warren Buffet menginspirasikan betapa kesederhanaan itu menguntungkan. Kesederhanaan dan sikap hemat Warren Buffet tidak hanya membuat dirinya menikmati kesuksesan, tetapi juga lebih dicintai dan dihargai banyak orang dibandingkan mereka yang selalu hidup bergelimang kemewahan. Jika Anda ingin menjadi mengambil bagian keuntungan dari kesederhanaan itu, maka mulai saat ini jadikan pola hidup sehemat dan sesederhana mungkin sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam keseharian Anda.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
belajar pada kungfu panda
Kung Fu Panda merupakan salah satu film animasi garapan Dreamworks, sangat menghibur dari segi cerita, musik, maupun animasinya. Yang paling berkesan dari film tersebut sebenarnya isi atau pesan dari keseluruhan cerita. Di dalamnya banyak sekali teladan sikap untuk meraih keberhasilan dan hidup lebih baik.
Tokoh utama dalam film tersebut adalah seekor panda bernama Po, bertubuh gemuk karena doyan makan, penuh semangat tetapi sedikit ceroboh dan sangat menyukai bela diri kung fu. Meskipun sibuk membantu ayahnya mengelola sebuah restoran mie yang terkenal kelezatannya, ia sangat terobsesi untuk menguasai bela diri kung fu. Po sangat antusias dalam menyaksikan turnamen kung fu yang akan diselenggarakan di kotanya.
Ketika menaiki tangga Po mengalami kesulitan karena tubuhnya yang gemuk. Dengan nafas terengah-engah ia terus mencoba menapaki tangga satu per satu hingga sampai ke puncak. Kegigihan sikap Po membuat master Ogway terkesan lalu memilihnya sebagai Dragon Warrior (Pendekar Naga). Po tentu saja senang bukan kepalang mendapatkan kesempatan tersebut.
Master Shifu, yaitu penerus master Ogway, justru kecewa terhadap pilihan master Ogway. Master Shifu menyayangkan pilihan itu bukan diberikan kepada salah satu diantara ke-5 muridnya. Dari sanalah tantangan bermula, karena master Shifu terus berusaha menyingkirkan Po dari perguruan.
Po sangat sedih karena merasa dirinya tidak disukai master Shifu dan ke-5 muridnya. Suatu saat master Ogway mendekati Po dan berkata, “Yersterday is a history, tomorrow is a mystery but today is a gift, that is why it is called the present.” – Semalam adalah sebuah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini dinamakan present atau hadiah.” Po mengerti maksud ucapan master Ogway agar dirinya menghargai kesempatan yang sudah dapatkan saat itu dan mengabaikan hal-hal negatif di sekelilingnya, termasuk kebencian master Shifu.
Nasehat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh Po. Ia berusaha mengambil hati master Shifu dan ke-5 rekan lainnya dengan selalu bersikap riang, senang melucu, dan kepandaiannya memasak. Tetapi master Shifu masih berkeras hati. Ia bersedia melatih Po karena mendapat amanat atau perintah master Ogway sebelum meninggal dunia.
Semangat Po berlatih kung fu sangat luar biasa. Ia senang belajar kung fu bersama idolanya yaitu si monyet. Proses latihan lambat laun membentuk Po menjadi pendekar kung fu handal, bahkan ia mampu menekuk lutut Tai Lung yang nyaris menghancurkan desa mereka, Happy Valley.
Sikap Po membawa pesan untuk kita teladani. Walaupun dirinya merasa tidak disukai, tetapi Po tetap berusaha bersikap sebaik mungkin. Ia menyingkirkan egoisme jauh-jauh, sebab ia tidak ingin melepaskan kesempatan emas yang sudah ada di tangannya. Terbukti sikap Po yang mengabaikan gelembung-gelembung emosi negatif sangat membantu dirinya merebut hati tokoh lain dan konsisten berusaha meraih impian sebagai Dragon Master.
Lebih lanjut dikisahkan Po berhasil menjadi Dragon Master, dan ia berhak membaca Sacred Scroll (surat wasiat) yang ada di perguruan kung fu tersebut. Tetapi Po mendapati tidak ada satupun huruf tertera dalam kitab tersebut. Tentu saja Po kecewa dan merasa kehilangan harapan. Sehingga ia memutuskan kembali membantu ayahnya mengelola restoran mie.
Suatu saat ayah Po membisikkan resep rahasia kelezatan mie mereka. “There is no secret recipe. To make something to be special, you just have to believe it is special. – Tidak ada resep rahasia. Untuk menjadikan sesuatu menjadi spesial maka Anda harus yakin sesuatu itu spesial,” bisik ayahnya. Po terperanjat sekaligus terinspirasi bahwa kitab naga itu memang kosong, tetapi dirinya harus optimis mampu mengalahkan musuh yang sudah menanti.
Apa yang dapat kita petik dari sepenggal bagian kisah tersebut? Sebuah pelajaran bahwasanya memang tak ada rahasia khusus untuk meraih kesuksesan. Masing-masing diantara kita mempunyai potensi, kekuatan dan keunikan tersendiri. Hanya dengan sedikit ketekunan menjalani proses, kemauan memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik serta keyakinan, maka seluruh potensi di dalam diri kita baru akan menjelma menjadi prestasi yang mengagumkan.
Lebih lanjut dikisahkan master Shifu meragukan kemampuan Po, karena ia terlalu gemuk. Ia tidak yakin dapat melatih Po menjadi pendekar Kung Fu. Tetapi dengan bijak Oog
way berkata, “There is no accident. You just need to Believe! – Tak ada sesuatu yang kebetulan. Kamu hanya perlu percaya.”
Master Shifu kemudian yakin dapat melatih Po menjadi pendekar hebat. Master Shifu faham Po akan termotivasi belajar keras jika ada makanan. Shifu berhasil melatih Po sampai benar-benar menjadi pendekar hebat karena ia memanfaatkan kelemahan Po yang doyan makan.
Pada segmen kisah tersebut kita dapat belajar bahwa keyakinan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Karena keyakinan membuat kita lebih berani menghadapi tantangan dan terus melangkah, tidak menyerah karena kekurangan melainkan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan. Kesuksesan bisa kita peroleh tentu bukan karena faktor kebetulan, melainkan dikarenakan serangkaian tindakan yang pantang menyerah hingga ke titik kesuksesan tersebut.
Sementara itu, dukungan keluarga tentu sangat penting menunjang keberhasilan seseorang. Bagian kisah Kung Fu Panda mengilustrasikan ayah Po sebagai sosok orang tua teladan. Bukan hanya karena kesederhanaannya saja, melainkan dukungan, perhatian dan kasih sayangnya yang sangat besar.
Hal itu terlihat dari caranya menyambut kepulangan Po, sikap maupun kalimat-kalimat positif yang terlontar. Sehingga Po terinspirasi tentang makna kitab yang kosong sekaligus termotivasi lagi. Bagian kisah ini cukup menggugah saya untuk mengoreksi diri apakah sikap dan tutur kata saya sebagai orang tua sudah cukup memberikan keteladanan, kasih sayang dan semangat bagi putra dan putri tercinta agar mereka menjadi generasi berkualitas dan memiliki moralitas?
Film tersebut sangat patut Anda saksikan, karena mengandung begitu banyak pesan positif agar kita dapat hidup lebih baik dan sukses. Salah satu diantaranya adalah hidup lebih baik harus diusahakan melalui serangkaian upaya, mulai dari impian, kemampuan mengendalikan emosi, bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas, sekaligus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat. Tak baik hanya berangan apalagi menunggu, karena sekaranglah saat paling tepat untuk segera bekerja mengeksplorasi semua hal terbaik di dalam diri Anda.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
Tokoh utama dalam film tersebut adalah seekor panda bernama Po, bertubuh gemuk karena doyan makan, penuh semangat tetapi sedikit ceroboh dan sangat menyukai bela diri kung fu. Meskipun sibuk membantu ayahnya mengelola sebuah restoran mie yang terkenal kelezatannya, ia sangat terobsesi untuk menguasai bela diri kung fu. Po sangat antusias dalam menyaksikan turnamen kung fu yang akan diselenggarakan di kotanya.
Ketika menaiki tangga Po mengalami kesulitan karena tubuhnya yang gemuk. Dengan nafas terengah-engah ia terus mencoba menapaki tangga satu per satu hingga sampai ke puncak. Kegigihan sikap Po membuat master Ogway terkesan lalu memilihnya sebagai Dragon Warrior (Pendekar Naga). Po tentu saja senang bukan kepalang mendapatkan kesempatan tersebut.
Master Shifu, yaitu penerus master Ogway, justru kecewa terhadap pilihan master Ogway. Master Shifu menyayangkan pilihan itu bukan diberikan kepada salah satu diantara ke-5 muridnya. Dari sanalah tantangan bermula, karena master Shifu terus berusaha menyingkirkan Po dari perguruan.
Po sangat sedih karena merasa dirinya tidak disukai master Shifu dan ke-5 muridnya. Suatu saat master Ogway mendekati Po dan berkata, “Yersterday is a history, tomorrow is a mystery but today is a gift, that is why it is called the present.” – Semalam adalah sebuah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini dinamakan present atau hadiah.” Po mengerti maksud ucapan master Ogway agar dirinya menghargai kesempatan yang sudah dapatkan saat itu dan mengabaikan hal-hal negatif di sekelilingnya, termasuk kebencian master Shifu.
Nasehat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh Po. Ia berusaha mengambil hati master Shifu dan ke-5 rekan lainnya dengan selalu bersikap riang, senang melucu, dan kepandaiannya memasak. Tetapi master Shifu masih berkeras hati. Ia bersedia melatih Po karena mendapat amanat atau perintah master Ogway sebelum meninggal dunia.
Semangat Po berlatih kung fu sangat luar biasa. Ia senang belajar kung fu bersama idolanya yaitu si monyet. Proses latihan lambat laun membentuk Po menjadi pendekar kung fu handal, bahkan ia mampu menekuk lutut Tai Lung yang nyaris menghancurkan desa mereka, Happy Valley.
Sikap Po membawa pesan untuk kita teladani. Walaupun dirinya merasa tidak disukai, tetapi Po tetap berusaha bersikap sebaik mungkin. Ia menyingkirkan egoisme jauh-jauh, sebab ia tidak ingin melepaskan kesempatan emas yang sudah ada di tangannya. Terbukti sikap Po yang mengabaikan gelembung-gelembung emosi negatif sangat membantu dirinya merebut hati tokoh lain dan konsisten berusaha meraih impian sebagai Dragon Master.
Lebih lanjut dikisahkan Po berhasil menjadi Dragon Master, dan ia berhak membaca Sacred Scroll (surat wasiat) yang ada di perguruan kung fu tersebut. Tetapi Po mendapati tidak ada satupun huruf tertera dalam kitab tersebut. Tentu saja Po kecewa dan merasa kehilangan harapan. Sehingga ia memutuskan kembali membantu ayahnya mengelola restoran mie.
Suatu saat ayah Po membisikkan resep rahasia kelezatan mie mereka. “There is no secret recipe. To make something to be special, you just have to believe it is special. – Tidak ada resep rahasia. Untuk menjadikan sesuatu menjadi spesial maka Anda harus yakin sesuatu itu spesial,” bisik ayahnya. Po terperanjat sekaligus terinspirasi bahwa kitab naga itu memang kosong, tetapi dirinya harus optimis mampu mengalahkan musuh yang sudah menanti.
Apa yang dapat kita petik dari sepenggal bagian kisah tersebut? Sebuah pelajaran bahwasanya memang tak ada rahasia khusus untuk meraih kesuksesan. Masing-masing diantara kita mempunyai potensi, kekuatan dan keunikan tersendiri. Hanya dengan sedikit ketekunan menjalani proses, kemauan memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik serta keyakinan, maka seluruh potensi di dalam diri kita baru akan menjelma menjadi prestasi yang mengagumkan.
Lebih lanjut dikisahkan master Shifu meragukan kemampuan Po, karena ia terlalu gemuk. Ia tidak yakin dapat melatih Po menjadi pendekar Kung Fu. Tetapi dengan bijak Oog
way berkata, “There is no accident. You just need to Believe! – Tak ada sesuatu yang kebetulan. Kamu hanya perlu percaya.”
Master Shifu kemudian yakin dapat melatih Po menjadi pendekar hebat. Master Shifu faham Po akan termotivasi belajar keras jika ada makanan. Shifu berhasil melatih Po sampai benar-benar menjadi pendekar hebat karena ia memanfaatkan kelemahan Po yang doyan makan.
Pada segmen kisah tersebut kita dapat belajar bahwa keyakinan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Karena keyakinan membuat kita lebih berani menghadapi tantangan dan terus melangkah, tidak menyerah karena kekurangan melainkan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan. Kesuksesan bisa kita peroleh tentu bukan karena faktor kebetulan, melainkan dikarenakan serangkaian tindakan yang pantang menyerah hingga ke titik kesuksesan tersebut.
Sementara itu, dukungan keluarga tentu sangat penting menunjang keberhasilan seseorang. Bagian kisah Kung Fu Panda mengilustrasikan ayah Po sebagai sosok orang tua teladan. Bukan hanya karena kesederhanaannya saja, melainkan dukungan, perhatian dan kasih sayangnya yang sangat besar.
Hal itu terlihat dari caranya menyambut kepulangan Po, sikap maupun kalimat-kalimat positif yang terlontar. Sehingga Po terinspirasi tentang makna kitab yang kosong sekaligus termotivasi lagi. Bagian kisah ini cukup menggugah saya untuk mengoreksi diri apakah sikap dan tutur kata saya sebagai orang tua sudah cukup memberikan keteladanan, kasih sayang dan semangat bagi putra dan putri tercinta agar mereka menjadi generasi berkualitas dan memiliki moralitas?
Film tersebut sangat patut Anda saksikan, karena mengandung begitu banyak pesan positif agar kita dapat hidup lebih baik dan sukses. Salah satu diantaranya adalah hidup lebih baik harus diusahakan melalui serangkaian upaya, mulai dari impian, kemampuan mengendalikan emosi, bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas, sekaligus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat. Tak baik hanya berangan apalagi menunggu, karena sekaranglah saat paling tepat untuk segera bekerja mengeksplorasi semua hal terbaik di dalam diri Anda.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
berteman dengan kekurangan membangun kepercayaan diri
Setiap manusia mempunyai kekurangan sekaligus bakat, kemampuan dan keunikan tersendiri. Sayangnya, tak cukup banyak orang mempunyai kepercayaan diri dan hidup bahagia. Bagi saya, liputan seputar pesta pembukaan Paralympic ke 13 di Beijing-Cina bulan Agustus 2008 lalu memberi pelajaran berharga tentang bagaimana berteman dengan kekurangan dan pentingnya kepercayaan diri untuk meraih kebahagiaan.
Pembukaan acara tersebut diawali oleh aksi Hou Bin, yaitu seorang pemegang 3 medali emas lompat tinggi paralympic. Semula ia duduk di kursi rodanya. Dengan penuh percaya diri ia menarik tambang hingga posisi tubuhnya sedikit demi sedikit terangkat.
Sekali waktu ia mencoba istirahat. Sementara itu tepukan dan teriakan penonton semakin membahana untuk memberinya semangat. Perjuangan yang tak kenal lelah membuatnya sampai di ketinggian 40 meter dan berhasil menjalankan misinya menyalakan obor pembukaan Paralympic ke 13 Beijing 2008.
Sesudahnya acara diisi dengan tarian para penari tuna runggu. Diantara mereka ada seorang gadis kecil berusia 11 tahun. Li Yue, kakinya cacat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di propinsi Sichuan 12 Mei 2008, menari dengan penuh semangat dan senyum yang terkembang indah.
Sekalipun hanya duduk di kursi roda, ia mencoba mengikuti alunan musik dengan tariannya. Li Yue kemudian berkata, ”Gempa bumi bisa menghancurkan tubuh badan saya, tapi ia tidak bisa membinasakan impianku. Saya akan terus menjadi seorang manusia yang penuh semangat juang!” Ucapan gadis kecil itu secara eksplisit menggambarkan rasa percaya diri yang luar biasa.
Ade Adepitan, seorang atlit paralympic asal Inggris, mengakui dirinya tak mudah mengagumi prestasi orang lain. Tetapi pada kesempatan tersebut dengan terbuka ia menyatakan bahwa hatinya begitu tersentuh oleh semangat Li Yue. “This is more than just sports. It’s about life, hope and not giving up. – Ini bukan sekedar olah raga. Ini tentang kehidupan, harapan dan tidak menyerah,” katanya.
Semua media yang meliput acara tersebut melontarkan pujian pada semangat kepada 4.200 atlet peserta olimpiade paralympic, karena cacat sama sekali tidak mengurangi kepercayaan diri mereka untuk menggali hal yang terbaik di dalam diri mereka sendiri. Mereka menularkan semangat kepada dunia untuk bangkit, melawan keterbatasan, dan berprestasi. Seorang pembawa acara dari sebuah stasiun televisi Perancis berkomentar, ”Inilah hadiah terindah dari China untuk dunia.”
Dari momen tersebut saya dapat merasakan bahwa penerimaan terhadap kekurangan dan kepercayaan diri mereka sangat penting untuk mencapai prestasi demi prestasi dan hidup lebih bahagia. Bagaimana dengan kita? Sebenarnya kita juga mempunyai kemampuan untuk menerima kekurangan diri kita sendiri dan memiliki kepercayaan diri. Tetapi seiring waktu berlalu dan beberapa hal, maka penerimaan dan rasa percaya diri itu mulai berkurang. Beberapa hal berikut ini mungkin dapat membantu Anda untuk berteman dengan kekurangan dan membangun kepercayaan diri.
Pertama, definisikan arti kesuksesan menurut versi Anda sendiri. Sebab rasa percaya diri berkaitan erat dengan konsep tentang arti kesuksesan. Konsep yang jelas tentang arti kesuksesan akan membantu Anda menemukan gambaran tentang beberapa hal yang Anda butuhkan atau langkah-langkah yang harus Anda lakukan.
Selanjutnya biasakan untuk selalu berpikir positif akan segala kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki. Semakin positif yang Anda pikirkan, semakin positif pula hasil yang akan Anda dapatkan. Tidak ada yang lebih kuat dan kreatif dibandingkan dengan pikiran Anda.
Kemudian, milikilah visi, karena visi dapat meningkatkan energi dan semangat. Semakin besar energi dan semangat yang Anda miliki, semakin mudah meningkatkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap diri Anda. Umumnya orang-orang yang mencintai diri mereka selalu mempunyai visi dan tertantang untuk meningkatkan visi mereka.
Milikilah rasa syukur kepada Tuhan YME, bahwa Tuhan YME menciptakan segala sesuatu yang terbaik untuk setiap manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ia miliki. Jangan mengeluh, karena hidup adalah hadiah terindah dari Tuhan YME. Dengan demikian Anda akan dapat menerima kekurangan, dan merasa nyaman dengan diri Anda dengan segala keunikan yang tidak dimiliki orang lain.
Menerima kekurangan dan meningkatkan kepercayaan diri sangat bermanfaat untuk meningkatkan 4 hal, yaitu vitalitas, semangat, energi, dan kegigihan. Empat hal tersebut sangat kita perlukan untuk melakukan hal-hal positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi jangan pernah mengabaikan diri sendiri, karena bagaimanapun juga masing-masing diantara kita berhak hidup senang dan bahagia.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
)
Pembukaan acara tersebut diawali oleh aksi Hou Bin, yaitu seorang pemegang 3 medali emas lompat tinggi paralympic. Semula ia duduk di kursi rodanya. Dengan penuh percaya diri ia menarik tambang hingga posisi tubuhnya sedikit demi sedikit terangkat.
Sekali waktu ia mencoba istirahat. Sementara itu tepukan dan teriakan penonton semakin membahana untuk memberinya semangat. Perjuangan yang tak kenal lelah membuatnya sampai di ketinggian 40 meter dan berhasil menjalankan misinya menyalakan obor pembukaan Paralympic ke 13 Beijing 2008.
Sesudahnya acara diisi dengan tarian para penari tuna runggu. Diantara mereka ada seorang gadis kecil berusia 11 tahun. Li Yue, kakinya cacat tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di propinsi Sichuan 12 Mei 2008, menari dengan penuh semangat dan senyum yang terkembang indah.
Sekalipun hanya duduk di kursi roda, ia mencoba mengikuti alunan musik dengan tariannya. Li Yue kemudian berkata, ”Gempa bumi bisa menghancurkan tubuh badan saya, tapi ia tidak bisa membinasakan impianku. Saya akan terus menjadi seorang manusia yang penuh semangat juang!” Ucapan gadis kecil itu secara eksplisit menggambarkan rasa percaya diri yang luar biasa.
Ade Adepitan, seorang atlit paralympic asal Inggris, mengakui dirinya tak mudah mengagumi prestasi orang lain. Tetapi pada kesempatan tersebut dengan terbuka ia menyatakan bahwa hatinya begitu tersentuh oleh semangat Li Yue. “This is more than just sports. It’s about life, hope and not giving up. – Ini bukan sekedar olah raga. Ini tentang kehidupan, harapan dan tidak menyerah,” katanya.
Semua media yang meliput acara tersebut melontarkan pujian pada semangat kepada 4.200 atlet peserta olimpiade paralympic, karena cacat sama sekali tidak mengurangi kepercayaan diri mereka untuk menggali hal yang terbaik di dalam diri mereka sendiri. Mereka menularkan semangat kepada dunia untuk bangkit, melawan keterbatasan, dan berprestasi. Seorang pembawa acara dari sebuah stasiun televisi Perancis berkomentar, ”Inilah hadiah terindah dari China untuk dunia.”
Dari momen tersebut saya dapat merasakan bahwa penerimaan terhadap kekurangan dan kepercayaan diri mereka sangat penting untuk mencapai prestasi demi prestasi dan hidup lebih bahagia. Bagaimana dengan kita? Sebenarnya kita juga mempunyai kemampuan untuk menerima kekurangan diri kita sendiri dan memiliki kepercayaan diri. Tetapi seiring waktu berlalu dan beberapa hal, maka penerimaan dan rasa percaya diri itu mulai berkurang. Beberapa hal berikut ini mungkin dapat membantu Anda untuk berteman dengan kekurangan dan membangun kepercayaan diri.
Pertama, definisikan arti kesuksesan menurut versi Anda sendiri. Sebab rasa percaya diri berkaitan erat dengan konsep tentang arti kesuksesan. Konsep yang jelas tentang arti kesuksesan akan membantu Anda menemukan gambaran tentang beberapa hal yang Anda butuhkan atau langkah-langkah yang harus Anda lakukan.
Selanjutnya biasakan untuk selalu berpikir positif akan segala kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki. Semakin positif yang Anda pikirkan, semakin positif pula hasil yang akan Anda dapatkan. Tidak ada yang lebih kuat dan kreatif dibandingkan dengan pikiran Anda.
Kemudian, milikilah visi, karena visi dapat meningkatkan energi dan semangat. Semakin besar energi dan semangat yang Anda miliki, semakin mudah meningkatkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap diri Anda. Umumnya orang-orang yang mencintai diri mereka selalu mempunyai visi dan tertantang untuk meningkatkan visi mereka.
Milikilah rasa syukur kepada Tuhan YME, bahwa Tuhan YME menciptakan segala sesuatu yang terbaik untuk setiap manusia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ia miliki. Jangan mengeluh, karena hidup adalah hadiah terindah dari Tuhan YME. Dengan demikian Anda akan dapat menerima kekurangan, dan merasa nyaman dengan diri Anda dengan segala keunikan yang tidak dimiliki orang lain.
Menerima kekurangan dan meningkatkan kepercayaan diri sangat bermanfaat untuk meningkatkan 4 hal, yaitu vitalitas, semangat, energi, dan kegigihan. Empat hal tersebut sangat kita perlukan untuk melakukan hal-hal positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Jadi jangan pernah mengabaikan diri sendiri, karena bagaimanapun juga masing-masing diantara kita berhak hidup senang dan bahagia.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com
)
Langganan:
Postingan (Atom)
instanx
Total Tayangan Halaman
Categories
- abdul muid badrun (2)
- Acha Septriasa (4)
- ade asep syafruddin (4)
- alexandra dewi (1)
- alpiyanto (1)
- andrew ho (91)
- Ardian syam (22)
- arief yuntanu (2)
- arif gunawan (40)
- arif yustanu (1)
- artikel (13118)
- bambang trim (1)
- beni bevly (1)
- berita (3795)
- BLOGERNAS (1)
- damardi darmawangsa (13)
- danang a akbarona (2)
- dany chandra (3)
- dewi lestari (1)
- Dian Sastro (1)
- didik darmanto (2)
- dodi mawardi (2)
- DOWNLOAD EBOOK GRATIS (234)
- edi zaqeus (1)
- edit (110)
- eko jalu santoso (1)
- eni kusuma (11)
- goenardjoadi goenawan (1)
- hari subagya (7)
- haryanto kandani (4)
- hendra (10)
- ida kuraeny (1)
- indra cahya (1)
- iqnatius muk kuang (8)
- jennie s bev (1)
- johanes koraang (1)
- joko susilo (47)
- joni liu (2)
- joshua w utomo (2)
- joycelina (1)
- kerjadarirumah (4)
- kristopher david (1)
- lamser aritonang (1)
- Luna maya (15)
- m ichsan (41)
- m ikbal (1)
- Mariana Renata (1)
- marsello ginting (1)
- marzuki usman (3)
- Mieke Amalia (1)
- mugi subagya (1)
- muk kuang (1)
- Mulan Jameela (1)
- original artikel (103)
- profil (3)
- pujiono (1)
- rab a broto (4)
- Revalina S. Temat (3)
- riyanto s (4)
- ronal frank (2)
- roni jamaludin (1)
- ruby herman (1)
- ruddy kusnadi (1)
- rudy lim (19)
- sansulung john sum (1)
- saumimam saud (1)
- stephen barnabas (1)
- suryanto wijaya (3)
- syahril syam (17)
- tan bonaventura andika sumarjo (1)
- tanadi santoso (1)
- tante girang (454)
- thomas sugiarto (8)
- tung desem waringin (4)
- undang a halim (1)
- walpaper (50)