Banyak orang dalam perjalanan mencapai sukses, sering kali mengalami kegagalan demi kegagalan secara beruntun. Pada akhirnya membuat mereka menyerah. Tapi apakah benar mereka gagal? Sebenarnya, kemungkinanbesar mereka tidaklah gagal, tetapi menyerah terlalu cepat untuk mencapai sukses.
Kegagalan dalam suatu bidang usaha dimana banyak orang yang sudah terbukti bisa sukses, sebenarnya tidak akan terjadi,asalkankitamau belajar dari orang yang sukses dibidang tersebut dan kita mengerti tentang konsep “Large Number” atau konsep “Angka Besar”.
Konsep inilah yang digunakan oleh Kolonel Sanders yang berhasil menawarkan resep KFC-nya pada orang ke 1008 dan juga Thomas Alva Edison yang berhasil menciptakan lampu pijar pada percobaan ke 10.082.
Konsep ini sudah biasa digunakan dalam kehidupan umum. Bahkan digunakan juga oleh para pengemis! Coba saja anda simak, di perempatan lampu merah manapun dapat dijumpai banyak pengemis. Saat mobil berhenti, pengemis akan datang dan dengan nada memelas menyampaikan kepada kita, “Pak, sudah 2 hari saya belum makan Pak!”, Pintanya berkali-kali. Jika kita tidak hiraukan, maka mereka akan pergi dan pindah ke mobil berikutnya. Dipampanglah mimik wajah yang lemas dan berkata lagi, “Bu, 2 hari saya belum makan, tolong saya Bu...!”. Hal ini dilakukannya berkali-kali sampai ada yang mau memberikan uang kepadanya karena rasa tidak tega. Jika lampu hijau menyala, mereka akan pergi, dan kembali lagi saat lampu merah. Karena mereka percaya, dari sekian banyak pengemudi, pasti ada satu-dua orang yang iba. Hal ini berlanjut terus dari pagi sampai sore. Dan para pengemis pun bisa mendapatkan uang yang cukup banyak. Bahkan, sebuah rumor dari luar negeri, ada orang muda terdidik yang khusus menjadi pengemis sebagai profesi hingga bisa membeli sebuah apartemen. Nah, mengapa ini bisa terjadi? Karena mereka memahami konsep “Large Number”.
Konsep “large number” juga banyak digunakan dalam berbagai industri penjualan. Di industri tertentu, berdasarkan data statistik, kalau kita menawarkan produk kepada 10 orang, maka ada kemungkinan 1 orang yang mau. Mungkin anda pernah berkata, “Wah, saya sudah lakukan 10x bahkan sampai 15x, tapi belum ada yang mau juga!”
Bisa jadi memang betul anda belum berhasil, tapi apakah faktor eksternal yang menyebabkan ketidakberhasilan itu? Sudahkan anda periksa diri? Apakah pada saat bertemu orang, penampilan dan cara bicara sudah profesional? Apakah anda benar-benar mengerti kebutuhan lawan bicara?Sudahkan berkonsultasi dengan seorang mentor handal? Coba anda renungkan.
Nah, untuk mendapatkan hasil yang optimal dari konsep ini, anda bisa memadukan konsep “Large Number” dengan “berpikir positif” sehingga merubah cara anda dalam berpikir dan bertindak. Begini caranya, misalkan omzet untuk penjualan anda kepada 1 orang itu Rp. 10jt. Simple saja, Rp. 10jt itu dibagi rata ke 10 orang. Jadi, setiap bertemu 1 orang berarti nilainya Rp. 1jt. Jika orang pertama tidak mau, maka anda berkata, “walaupun belum mau, Waah, saya sudah dapat Rp. 1jt! Jika yang ke 2 tidak mau juga, maka anda pun berkata, “Wah.. saya sudah dapat Rp. 2jt nih! dan seterusnya.
Nah,kondisi ini akan membuat anda lebih bersemangat dan antusias sehingga akan menular ke lawan bicara. Semakin mendekati orang yang ke 10, maka anda akan semakin mendekati ke penjualan yang sesungguhnya. Dalam prakteknya, transaksi bisa terjadi pada orang ketujuh bahkan orang ketiga atau keempat..
Jadi, ubahlah mindset anda! Maka Puncak Kesuksesan akan berada di anak tangga berikutnya!
Salam sukses luar biasa!
Jumat, 10 April 2009
Saber, Santep dan Haji Berkat
Pada suatu ketika, di sebuah pulau yang terpencil, hiduplah dua orang pemuda yang bernama Saber dan Santep. Pekerjaan mereka adalah menangkap ikan dengan cara memancing di tepi pantai.
Namun terdapat perbedaan antara Saber dan Santep. Santep bekerja seperlunya saja, dan ia menangkap ikan secukupnya hanya untuk kebutuhan makan sehari-hari. Walaupun hari masih panjang, ketika Santep sudah mendapatkan ikan yang dia butuhkan, maka Santep akan pulang ke rumah untuk memasak ikan yang sudah ditangkap dan menyantapnya sampai habis sampai tidak bersisa. Setelah itu Santep akan bersantai-santai ditepi laut sambil bercengkrama dengan teman-temannya.
Namun berbeda dengan apa yang Saber lakukan. Saber selalu bekerja keras untuk menangkap ikan yang lebih besar dan lebih banyak dari sekedar apa yang ia butuhkan. Walaupun Saber sudah mendapatkan ikan yang ia butuhkan untuk makan, ia masih terus mencari ikan sampai larut malam. Hal ini dikarenakan Saber mempunyai sebuah impian untuk mengembangkan sumber daya yang ia miliki sehingga dapat menangkap ikan lebih banyak lagi.
Ia hanya menghabiskan sebagian dari hasil tangkapannya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, sisanya ia jual ke pasar untuk menghasilkan uang. Lama kelamaan uang yang dikumpulkannya telah cukup untuk membeli sampan sehingga dia bisa menangkap ikan di tengah laut.
Suatu hari Saber berbincang-bincang dengan Santep. Saber berkata: “Hai Santep, bagaimana hasil tangkapan kamu belakangan ini?” Santep menjawab: ”Ya, seperti biasa, saya dapatkan satu dua ekor ikan. Tapi cukuplah untuk makan.” Lalu Saber berkata: “Kenapa kamu tidak pakai sampan saja?” Santep menjawab: “Wah, saya tidak ada duit untuk membelinya..” Saber berkata : “Ya kamu harus nabung. Nanti kalau dapat uang banyak kamu juga bisa beli.”
Santep agak menyindir : “Wah, repotlah. Seperti kamu, tiap hari kerja siang malam. Akhirnya bertahun-tahun kemudian baru bisa beli sampan ini. Tapi hasil tangkapan ditengah laut juga tidak terlalu banyak.” Saber menjawab : “Tapi ini kan baru permulaan. Saya masih belajar. Nanti saya yakin setelah saya mahir menggunakan jaring, hasilnya pasti banyak.“ Santep mencibir: “Ya, mungkin saya tidak sesabar kamu. Lagi pula, saya kalau lakukan itu, saya tidak punya waktu untuk bergaul dengan teman-temanku. Belum lagi bahaya yang mengancam jika memancing ditengah laut!”
Saber melanjutkan: “Saya punya impian, saya mau punya kapal ikan besar...” belum selesai Saber cerita, Santep sudah memotong. “Wah, Saber, janganlah kamu bermimpi. Dalam silsilah keturunan dari kakek nenek dan orang tua kita, tidak ada satupun yang bisa punya kapal. Apa lagi kita tidak berpendidikan. Jadi janganlah bermimpi.” Singkat cerita, Santep tetap pada pendiriannya sementara Saber tetap percaya akan impiannya. Kehidupan terus berjalan dan Saber terus berpikir keras bagaimana ia bisa mencapai hasil yang berlipat ganda.
Pada suatu musim, terjadilah bencana. Terjadi perubahan drastis di lingkungan sekitar perairan mereka. Ikan-ikan semakin sedikit. Saber mulai ambil ancang-ancang untuk pindah sementara Santep masih tetap betah disitu. Akhirnya mereka berpisah karena Saber pindah ke desa lain yang terletak lebih jauh.
Saber makin giat bekerja keras siang dan malam karena dia sangat ingin mencapai impiannya. Lambat laun, uang yang dikumpulkan Saber sudah cukup banyak. Dia bukan saja mampu membeli sampan tapi juga bisa membeli kapal kecil. Saber sudah tidak kerja sendiri lagi, dia mempekerjakan beberapa orang lain untuk mengoperasikan kapalnya dan membantunya menangkap ikan.
Bertahun-tahun berlalu ketika Santep sudah sangat kecapekan karena harus kerja semakin keras, ia baru sadar bahwa ikan yang mau ditangkap semakin sulit dari tepi pantai saja sementara dia tidak punya uang untuk membeli sampan. Akhirnya dia pergi ke desa seberang. Ternyata banyak sekali orang yang berprofesi sebagai nelayan didesa tersebut.
Sebagian dari orang tersebut bekerja dengan seorang saudagar yang bernama Haji Berkat. Ia disarankan orang-orang desa agar melamar kerja kepada Haji Berkat. Santep menurut saja karena dia tidak punya pilihan lain. Tapi betapa kagetnya Santep mengetahui ternyata Haji Berkat adalah Si Saber teman sedesanya dulu. Sebaliknya Saber dengan senang hati menerima Santep untuk bekerja kepadanya dengan mengoperasikan salah satu kapalnya yang baru saja ia beli.
Ternyata, beberapa tahun ini Saber telah bekerja keras dan bekerja cerdik sehingga dia menjadi seorang saudagar nelayan pemilik puluhan kapal ikan. Dari hasil yang terkumpul tersebut, Saber bisa pakai untuk beli kapal-kapal. Setelah itu dia baru beli rumah dan naik haji. Itu sebabnya namanya menjadi Haji Berkat, karena dia juga menjadi berkat untuk orang-orang desa sehingga bisa mengubah nasib.
Sekarang Saber sudah bisa bersantai dirumah bersama keluarganya. Sementara armadanya dikendalikan banyak orang-orang desa yang ditolongnya. Anaknya juga sudah tamat dari sekolah tinggi sehingga bisa bantu Pak Saber mengembangkan bisnisnya. Bagaimana dengan Santep? Dia masih bisa bekerja sebagai nelayan di armada Saber tapi seiring dengan usia sekarang hasil kerjanya pun hanyalah cukup untuk dia dan keluarganya. Hanya sedikit uang yang bisa ditabung untuk masa tuanya.
Nah Great Readers, bagaimana dengan anda? Apakah anda adalah orang yang berpola pikir dan bekerja seperti Santep atau sebaliknya anda adalah seorang Saber? Salam sukses luar biasa !
Jika anda ingin tahu bagaimana caranya untuk bekerja keras dan bekerja cerdas seperti Saber bersama kami, anda dapat menghubungi kami di 0815 46060 888/021-7211221
(Cerita ini disadurkan dari inspirasi yang saya ceritakan di acara TV dan majalah Info Kebayoran
Namun terdapat perbedaan antara Saber dan Santep. Santep bekerja seperlunya saja, dan ia menangkap ikan secukupnya hanya untuk kebutuhan makan sehari-hari. Walaupun hari masih panjang, ketika Santep sudah mendapatkan ikan yang dia butuhkan, maka Santep akan pulang ke rumah untuk memasak ikan yang sudah ditangkap dan menyantapnya sampai habis sampai tidak bersisa. Setelah itu Santep akan bersantai-santai ditepi laut sambil bercengkrama dengan teman-temannya.
Namun berbeda dengan apa yang Saber lakukan. Saber selalu bekerja keras untuk menangkap ikan yang lebih besar dan lebih banyak dari sekedar apa yang ia butuhkan. Walaupun Saber sudah mendapatkan ikan yang ia butuhkan untuk makan, ia masih terus mencari ikan sampai larut malam. Hal ini dikarenakan Saber mempunyai sebuah impian untuk mengembangkan sumber daya yang ia miliki sehingga dapat menangkap ikan lebih banyak lagi.
Ia hanya menghabiskan sebagian dari hasil tangkapannya untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, sisanya ia jual ke pasar untuk menghasilkan uang. Lama kelamaan uang yang dikumpulkannya telah cukup untuk membeli sampan sehingga dia bisa menangkap ikan di tengah laut.
Suatu hari Saber berbincang-bincang dengan Santep. Saber berkata: “Hai Santep, bagaimana hasil tangkapan kamu belakangan ini?” Santep menjawab: ”Ya, seperti biasa, saya dapatkan satu dua ekor ikan. Tapi cukuplah untuk makan.” Lalu Saber berkata: “Kenapa kamu tidak pakai sampan saja?” Santep menjawab: “Wah, saya tidak ada duit untuk membelinya..” Saber berkata : “Ya kamu harus nabung. Nanti kalau dapat uang banyak kamu juga bisa beli.”
Santep agak menyindir : “Wah, repotlah. Seperti kamu, tiap hari kerja siang malam. Akhirnya bertahun-tahun kemudian baru bisa beli sampan ini. Tapi hasil tangkapan ditengah laut juga tidak terlalu banyak.” Saber menjawab : “Tapi ini kan baru permulaan. Saya masih belajar. Nanti saya yakin setelah saya mahir menggunakan jaring, hasilnya pasti banyak.“ Santep mencibir: “Ya, mungkin saya tidak sesabar kamu. Lagi pula, saya kalau lakukan itu, saya tidak punya waktu untuk bergaul dengan teman-temanku. Belum lagi bahaya yang mengancam jika memancing ditengah laut!”
Saber melanjutkan: “Saya punya impian, saya mau punya kapal ikan besar...” belum selesai Saber cerita, Santep sudah memotong. “Wah, Saber, janganlah kamu bermimpi. Dalam silsilah keturunan dari kakek nenek dan orang tua kita, tidak ada satupun yang bisa punya kapal. Apa lagi kita tidak berpendidikan. Jadi janganlah bermimpi.” Singkat cerita, Santep tetap pada pendiriannya sementara Saber tetap percaya akan impiannya. Kehidupan terus berjalan dan Saber terus berpikir keras bagaimana ia bisa mencapai hasil yang berlipat ganda.
Pada suatu musim, terjadilah bencana. Terjadi perubahan drastis di lingkungan sekitar perairan mereka. Ikan-ikan semakin sedikit. Saber mulai ambil ancang-ancang untuk pindah sementara Santep masih tetap betah disitu. Akhirnya mereka berpisah karena Saber pindah ke desa lain yang terletak lebih jauh.
Saber makin giat bekerja keras siang dan malam karena dia sangat ingin mencapai impiannya. Lambat laun, uang yang dikumpulkan Saber sudah cukup banyak. Dia bukan saja mampu membeli sampan tapi juga bisa membeli kapal kecil. Saber sudah tidak kerja sendiri lagi, dia mempekerjakan beberapa orang lain untuk mengoperasikan kapalnya dan membantunya menangkap ikan.
Bertahun-tahun berlalu ketika Santep sudah sangat kecapekan karena harus kerja semakin keras, ia baru sadar bahwa ikan yang mau ditangkap semakin sulit dari tepi pantai saja sementara dia tidak punya uang untuk membeli sampan. Akhirnya dia pergi ke desa seberang. Ternyata banyak sekali orang yang berprofesi sebagai nelayan didesa tersebut.
Sebagian dari orang tersebut bekerja dengan seorang saudagar yang bernama Haji Berkat. Ia disarankan orang-orang desa agar melamar kerja kepada Haji Berkat. Santep menurut saja karena dia tidak punya pilihan lain. Tapi betapa kagetnya Santep mengetahui ternyata Haji Berkat adalah Si Saber teman sedesanya dulu. Sebaliknya Saber dengan senang hati menerima Santep untuk bekerja kepadanya dengan mengoperasikan salah satu kapalnya yang baru saja ia beli.
Ternyata, beberapa tahun ini Saber telah bekerja keras dan bekerja cerdik sehingga dia menjadi seorang saudagar nelayan pemilik puluhan kapal ikan. Dari hasil yang terkumpul tersebut, Saber bisa pakai untuk beli kapal-kapal. Setelah itu dia baru beli rumah dan naik haji. Itu sebabnya namanya menjadi Haji Berkat, karena dia juga menjadi berkat untuk orang-orang desa sehingga bisa mengubah nasib.
Sekarang Saber sudah bisa bersantai dirumah bersama keluarganya. Sementara armadanya dikendalikan banyak orang-orang desa yang ditolongnya. Anaknya juga sudah tamat dari sekolah tinggi sehingga bisa bantu Pak Saber mengembangkan bisnisnya. Bagaimana dengan Santep? Dia masih bisa bekerja sebagai nelayan di armada Saber tapi seiring dengan usia sekarang hasil kerjanya pun hanyalah cukup untuk dia dan keluarganya. Hanya sedikit uang yang bisa ditabung untuk masa tuanya.
Nah Great Readers, bagaimana dengan anda? Apakah anda adalah orang yang berpola pikir dan bekerja seperti Santep atau sebaliknya anda adalah seorang Saber? Salam sukses luar biasa !
Jika anda ingin tahu bagaimana caranya untuk bekerja keras dan bekerja cerdas seperti Saber bersama kami, anda dapat menghubungi kami di 0815 46060 888/021-7211221
(Cerita ini disadurkan dari inspirasi yang saya ceritakan di acara TV dan majalah Info Kebayoran
All You Can Eat
Beberapa tahun yang lalu, ada seseorang yang bertanya kepada saya, apakah dia boleh mempunyai impian yang besar? Seperti memiliki rumah bertingkat dengan halaman luas, sementara kondisi keuangannya pada saat itu jelas tidak memungkinkan hal itu terwujud, bahkan berhemat bertahun-tahun pun belum tentu membantu merealisasikan impiannya. Setelah mendengar ungkapan hatinya, akhirnya saya menuturkan sebuah cerita tentang Joko dan Jono yang hendak makan di restoran “All You Can Eat”. Begini ceritanya.
Pada suatu hari, Joko yang sudah hidup makmur di kota mengajak teman sekolah semasa di desa, bernama Jono, yang baru datang ke Jakarta untuk makan di restoran “All You Can Eat”. Joko tahu Jono pasti sedang sangat lapar dan juga belum pernah makan makanan yang enak di kota.
Tiba-tiba, Hp Joko berbunyi dan dia mengangkat telepon. Ini adalah telepon dari klien besar Joko dari luar negeri. Karena sinyal tidak bagus, Joko pamit pada Jono untuk menelepon di luar restoran. Joko minta Jono agar makan apa saja yang dia suka dan jangan tunggu dia kembali karena dia harus telepon ke luar dulu.
Karena Jono terbiasa dengan hidup susah di desa, hanya dengan melihat nasi berkepul saja dia sudah sangat senang sekali. Lalu, ia menyantap nasi putih dengan lahap dan tambah beberapa kali. Namun, ia tidak berani mengambil makanan lain, karena takut harganya terlalu mahal. Akhirnya ia hanya makan nasi putih, minumnya pun hanya air putih saja karena tidak pernah minum minuman lain. Di dalam hatinya berkata, “Ah, saya makan nasi dan air putih saja agar bisa menghemat uang Joko”.
Ketika Joko kembali, ia terheran melihat hanya ada piring nasi dan air putih saja di depan Jono. Tidak ada sisa makanan lain sedikit pun. Dengan penuh rasa ingin tahu Joko bertanya, “Lho, kamu kok makan nasi putih dan air putih saja? Kenapa tidak makan yang lain?” Dengan mimik kekenyangan, Jono menjawab “Wah, saya makan nasi dan air putih saja, agar kamu tidak usah bayar terlalu mahal!”
Ketika mendengar jawaban itu, Joko hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut atas “ketidak-tahuan” temannya itu.
Para pembaca yang budiman, “Sesungguhnya kesempatan ada dimana-mana bagi setiap orang”. Jika banyak orang mengatakan bahwa jaman sekarang adalah jaman yang susah dan resesi ekonomi terus melanda, saya yakin pasti tetap selalu ada banyak kesempatan bagi kita semua untuk dapat berhasil dan maju. Namun terkadang kita bertindak seperti Jono, hanya memakan nasi putih dan minum air putih saja, padahal kita bisa makan daging ataupun makan makanan yang enak jika kita mengetahuinya.
Tuhan telah menyediakan segalanya agar kita bisa meraih dan menikmatinya, bahkan dari sejak kita dilahirkan. Apakah kita berani bermimpi untuk menikmati kualitas hidup yang enak atau bahkan lebih enak lagi? Atau kita sudah puas dengan kualitas hidup yang biasa-biasa saja?
Jangan biarkan “ketidak tahuan” membuat anda tidak mendapatkan apa yang selayaknya bisa anda dapatkan, yaitu kesuksesan yang luar biasa, bahkan mungkin melebihi apa yang anda dapatkan sekarang. Jangan lupa ikuti edisi selanjutnya dan salam sukses luar biasa !
(Cerita ini disadurkan dari buku Your Great $uccess Starts From Now karangan Bpk. Thomas Sugiarto yang saat ini telah mendapatkan peringkat Best Seller dan sudah memasuki cetakan ke tiga)
Pada suatu hari, Joko yang sudah hidup makmur di kota mengajak teman sekolah semasa di desa, bernama Jono, yang baru datang ke Jakarta untuk makan di restoran “All You Can Eat”. Joko tahu Jono pasti sedang sangat lapar dan juga belum pernah makan makanan yang enak di kota.
Tiba-tiba, Hp Joko berbunyi dan dia mengangkat telepon. Ini adalah telepon dari klien besar Joko dari luar negeri. Karena sinyal tidak bagus, Joko pamit pada Jono untuk menelepon di luar restoran. Joko minta Jono agar makan apa saja yang dia suka dan jangan tunggu dia kembali karena dia harus telepon ke luar dulu.
Karena Jono terbiasa dengan hidup susah di desa, hanya dengan melihat nasi berkepul saja dia sudah sangat senang sekali. Lalu, ia menyantap nasi putih dengan lahap dan tambah beberapa kali. Namun, ia tidak berani mengambil makanan lain, karena takut harganya terlalu mahal. Akhirnya ia hanya makan nasi putih, minumnya pun hanya air putih saja karena tidak pernah minum minuman lain. Di dalam hatinya berkata, “Ah, saya makan nasi dan air putih saja agar bisa menghemat uang Joko”.
Ketika Joko kembali, ia terheran melihat hanya ada piring nasi dan air putih saja di depan Jono. Tidak ada sisa makanan lain sedikit pun. Dengan penuh rasa ingin tahu Joko bertanya, “Lho, kamu kok makan nasi putih dan air putih saja? Kenapa tidak makan yang lain?” Dengan mimik kekenyangan, Jono menjawab “Wah, saya makan nasi dan air putih saja, agar kamu tidak usah bayar terlalu mahal!”
Ketika mendengar jawaban itu, Joko hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kecut atas “ketidak-tahuan” temannya itu.
Para pembaca yang budiman, “Sesungguhnya kesempatan ada dimana-mana bagi setiap orang”. Jika banyak orang mengatakan bahwa jaman sekarang adalah jaman yang susah dan resesi ekonomi terus melanda, saya yakin pasti tetap selalu ada banyak kesempatan bagi kita semua untuk dapat berhasil dan maju. Namun terkadang kita bertindak seperti Jono, hanya memakan nasi putih dan minum air putih saja, padahal kita bisa makan daging ataupun makan makanan yang enak jika kita mengetahuinya.
Tuhan telah menyediakan segalanya agar kita bisa meraih dan menikmatinya, bahkan dari sejak kita dilahirkan. Apakah kita berani bermimpi untuk menikmati kualitas hidup yang enak atau bahkan lebih enak lagi? Atau kita sudah puas dengan kualitas hidup yang biasa-biasa saja?
Jangan biarkan “ketidak tahuan” membuat anda tidak mendapatkan apa yang selayaknya bisa anda dapatkan, yaitu kesuksesan yang luar biasa, bahkan mungkin melebihi apa yang anda dapatkan sekarang. Jangan lupa ikuti edisi selanjutnya dan salam sukses luar biasa !
(Cerita ini disadurkan dari buku Your Great $uccess Starts From Now karangan Bpk. Thomas Sugiarto yang saat ini telah mendapatkan peringkat Best Seller dan sudah memasuki cetakan ke tiga)
iklan tung desem
Belajar Menjadi Milliarder, Dimulai dengan 24 Prinsip Milliarder yang Mencerahkan !
Stop Kerja Anda, Jika Anda belum Tahu Prinsip seorang Milliarder Menghasilkan
Rahasia Terdahsyat 2009 : 24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan
Tantangan Untuk Anda , Menjadi Miliarder dengan 24 Prinsip Dahsyat ini !
Stop Belajar Menjadi Milliarder dari Orang yang tidak Praktek, Temukan disini Cara Sesungguhnya....
3 Baris
Rahasia 24 Prinsip Milliarder yang akan membuat Anda menjadi Dahsyat
Revolusi kehidupan dan finansial Anda dengan eBook Dahsyat ini
Segera Klik Disini, untuk Mengetahui cara Termudahnya
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Jika Selama ini Anda tidak menemukan Jalan terang untuk menjadi seorang Miliarder
Sudah Seharusnya Anda Mengetahui cara dari seseorang yang Sudah Praktek
dan berhasil, Segera Kunjungi sebelum saingan Anda mengetahuinya
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
4 Baris
Akhirnya sebuah eBook maha Dahsyat 24 Prinsip Milliarder yang Mencerahkan
Prinsip-prinsip yang telah mengubah orang biasa menjadi Dahysat
Segera Klik Disini, untuk mengetahui Cara Termudah Untuk Meniru
Sebelum Saingan Anda yang memberitahukan Rahasia ini kepada Anda !
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Akhirnya Muncul Sudah ! Panduan "24 Prinsip Milliarder " yang akan Memandu
Anda dalam menemukan Jalan Menjadi Milliarder, Terbukti Menghasilkan
banyak murid dan testimonial yang Luar Biasa. Temukan Rahasianya dari
Orang yang benar-benar Praktek, Garansi 100% mendapatkan manfaat !
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
5 Baris
Jika Anda Belum Mengetahui Rahasia bagaimana menjadi seorang miliarder
dalam waktu 3 tahun atau kurang, kemungkinan besar Anda telah melewatkan sebuah
Rahasia Terdahsyat di Tahun ini, Bagaimana seorang Tung Desem Waringin
Menjadi Milliarder dengan menerapkan 24 prinsip Miliarder, dan sekarang
Rahasia itu akan diungkapkan kepada Anda, segera Klik Link dibawah ini
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Akhirnya Seorang Pelatih Sukses mau angkat suara tentang bagaimana
beliau bisa menjadi Miliarder dalam waktu 3 tahun , dengan menggunakan
24 Prinsip, Temukan Rahasianya di Panduan "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan "
Segera tingkatkan KEKAYAAN Anda dengan mengetahui Rahasia Terdahsyat
ini, kunjungi sekarang Juga.. Klik Link dibawah ini
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Stop Kerja Anda, Jika Anda belum Tahu Prinsip seorang Milliarder Menghasilkan
Rahasia Terdahsyat 2009 : 24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan
Tantangan Untuk Anda , Menjadi Miliarder dengan 24 Prinsip Dahsyat ini !
Stop Belajar Menjadi Milliarder dari Orang yang tidak Praktek, Temukan disini Cara Sesungguhnya....
3 Baris
Rahasia 24 Prinsip Milliarder yang akan membuat Anda menjadi Dahsyat
Revolusi kehidupan dan finansial Anda dengan eBook Dahsyat ini
Segera Klik Disini, untuk Mengetahui cara Termudahnya
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Jika Selama ini Anda tidak menemukan Jalan terang untuk menjadi seorang Miliarder
Sudah Seharusnya Anda Mengetahui cara dari seseorang yang Sudah Praktek
dan berhasil, Segera Kunjungi sebelum saingan Anda mengetahuinya
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
4 Baris
Akhirnya sebuah eBook maha Dahsyat 24 Prinsip Milliarder yang Mencerahkan
Prinsip-prinsip yang telah mengubah orang biasa menjadi Dahysat
Segera Klik Disini, untuk mengetahui Cara Termudah Untuk Meniru
Sebelum Saingan Anda yang memberitahukan Rahasia ini kepada Anda !
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Akhirnya Muncul Sudah ! Panduan "24 Prinsip Milliarder " yang akan Memandu
Anda dalam menemukan Jalan Menjadi Milliarder, Terbukti Menghasilkan
banyak murid dan testimonial yang Luar Biasa. Temukan Rahasianya dari
Orang yang benar-benar Praktek, Garansi 100% mendapatkan manfaat !
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
5 Baris
Jika Anda Belum Mengetahui Rahasia bagaimana menjadi seorang miliarder
dalam waktu 3 tahun atau kurang, kemungkinan besar Anda telah melewatkan sebuah
Rahasia Terdahsyat di Tahun ini, Bagaimana seorang Tung Desem Waringin
Menjadi Milliarder dengan menerapkan 24 prinsip Miliarder, dan sekarang
Rahasia itu akan diungkapkan kepada Anda, segera Klik Link dibawah ini
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Akhirnya Seorang Pelatih Sukses mau angkat suara tentang bagaimana
beliau bisa menjadi Miliarder dalam waktu 3 tahun , dengan menggunakan
24 Prinsip, Temukan Rahasianya di Panduan "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan "
Segera tingkatkan KEKAYAAN Anda dengan mengetahui Rahasia Terdahsyat
ini, kunjungi sekarang Juga.. Klik Link dibawah ini
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
TDW University - Mengapa yang kaya Semakin Kaya
Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
TDW University - Rencana Menjadi Kaya
Seberapa cepatkah anda menjadi kaya?
Keterangan :
Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan
arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai
membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah
mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar
rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana,
mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya.
Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan
untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan
sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.
Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja
akan sulit sekali untuk menjadi kaya.
Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut
yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang
akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat
atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter,
pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.
Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin.
Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki
“Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka
merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.
“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.
Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan
rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan
rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.
Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti
yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan
dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau
berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;
2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti
yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan
kita mencapai impian tersebut, Let It Go!
3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama
atau belajar kepada orang tersebut.
4. Gunakan faktor kali atau leverage.
Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.
Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?
Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!
untuk melengkapi rencana Anda menjadi Kaya silahkan download materi tambahan :
eBook 24 Prinsip Miliarder yang mencerahkan oleh Tung Desem Waringin
silahkan klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Keterangan :
Jika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan
arsitek itu bersama anda membuat rencana. Tetapi ketika orang yang sama memulai
membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, mereka tidak pernah
mendesain rencana finansial untuk hidup mereka. Mereka tidak mempunyai garis besar
rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana,
mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya.
Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan
untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan
sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.
Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja
akan sulit sekali untuk menjadi kaya.
Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut
yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang
akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat
atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter,
pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.
Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin.
Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki
“Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka
merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.
“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.
Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan
rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan
rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.
Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti
yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits. Jadi kita harus menentukan
dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau
berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;
2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti
yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan
kita mencapai impian tersebut, Let It Go!
3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama
atau belajar kepada orang tersebut.
4. Gunakan faktor kali atau leverage.
Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.
Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?
Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!
untuk melengkapi rencana Anda menjadi Kaya silahkan download materi tambahan :
eBook 24 Prinsip Miliarder yang mencerahkan oleh Tung Desem Waringin
silahkan klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Kamis, 09 April 2009
TDW University - Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya
Kekayaan adalah sama dengan kemampuan untuk terus bertahan hidup
dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Keterangan:
Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa
rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan
gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka
harus mulai menjual asset atau berhutang.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang
10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki
uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai
penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki
yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa
besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih
besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang
masuk tanpa harus bekerja.
Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju,
tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson
bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya
adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya
1,2 juta USD/tahun.
Pertanyaan penting kali ini adalah:
1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan
gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive
income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja.
Keterangan:
Penelitian yg dilakukan oleh Gallup International menunjukkan bahwa
rata-rata eksekutif ibukota & Asia kaya mampu bertahan 90 hari dengan
gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti kerja. Setelah itu mereka
harus mulai menjual asset atau berhutang.
Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang
10 juta rupiah. Sebagian orang merasa tidak kaya walaupun sudah memiliki
uang 10 milyar. Menurut majalah Forbes kaya adalah orang yang mempunyai
penghasilan 1 juta US keatas setahunnya. Sedangkan menurut Robert T. Kiyosaki
yang mengutip dari gurunya Buckminster Fuller bahwa kaya adalah bukan berapa
besar active income anda melainkan kaya adalah apabila passive income lebih
besar dari biaya hidup. Yang dimaksud passive income disini adalah uang yang
masuk tanpa harus bekerja.
Sebagai perbandingan Mike Tyson, dia menghasilkan 300 juta USD sewaktu bertinju,
tapi hari ini bangkrut dan masih berhutang 35 juta USD. Maka sebetulnya Mike Tyson
bukan termasuk kaya, termasuk pula di dalam kategori orang yang bukan kaya
adalah orang-orang yang punya penghasilan 1 Juta USD/tahun namun pengeluarannya
1,2 juta USD/tahun.
Pertanyaan penting kali ini adalah:
1.) Bila besok anda berhenti kerja, berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan
gaya hidup anda sekarang tanpa harus menjual asset-asset anda?
2.) Lalu bagaimana kita bisa kaya menurut versi Robert T. Kiyosaki dimana passive
income lebih besar dari biaya hidup?
Jadi sebetulnya menurut Robert T. Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan
passive income lebih besar dari biaya hidup.
Cara membuat passive income:
- Royalti dari hak cipta
- Rumah yang disewakan/ dikostkan
- Saham-saham yang menghasilkan deviden
- Reksadana
- Usaha-usaha yang menghasilkan
Buatlah rangkaian rencana sumber pasif income anda. Sesuatu yang anda sukai dan dapat anda
kerjakan sementara anda mengerjakan apa yang anda kerjakan sekarang.
Dan untuk mendapatkan materi tambahan eBook "24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan"
senilai Rp. 250.000,- oleh Tung Desem Waringin bisa Anda dapatkan di :
http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=7543
Langganan:
Postingan (Atom)
instanx
Total Tayangan Halaman
Categories
- abdul muid badrun (2)
- Acha Septriasa (4)
- ade asep syafruddin (4)
- alexandra dewi (1)
- alpiyanto (1)
- andrew ho (91)
- Ardian syam (22)
- arief yuntanu (2)
- arif gunawan (40)
- arif yustanu (1)
- artikel (13118)
- bambang trim (1)
- beni bevly (1)
- berita (3795)
- BLOGERNAS (1)
- damardi darmawangsa (13)
- danang a akbarona (2)
- dany chandra (3)
- dewi lestari (1)
- Dian Sastro (1)
- didik darmanto (2)
- dodi mawardi (2)
- DOWNLOAD EBOOK GRATIS (234)
- edi zaqeus (1)
- edit (110)
- eko jalu santoso (1)
- eni kusuma (11)
- goenardjoadi goenawan (1)
- hari subagya (7)
- haryanto kandani (4)
- hendra (10)
- ida kuraeny (1)
- indra cahya (1)
- iqnatius muk kuang (8)
- jennie s bev (1)
- johanes koraang (1)
- joko susilo (47)
- joni liu (2)
- joshua w utomo (2)
- joycelina (1)
- kerjadarirumah (4)
- kristopher david (1)
- lamser aritonang (1)
- Luna maya (15)
- m ichsan (41)
- m ikbal (1)
- Mariana Renata (1)
- marsello ginting (1)
- marzuki usman (3)
- Mieke Amalia (1)
- mugi subagya (1)
- muk kuang (1)
- Mulan Jameela (1)
- original artikel (103)
- profil (3)
- pujiono (1)
- rab a broto (4)
- Revalina S. Temat (3)
- riyanto s (4)
- ronal frank (2)
- roni jamaludin (1)
- ruby herman (1)
- ruddy kusnadi (1)
- rudy lim (19)
- sansulung john sum (1)
- saumimam saud (1)
- stephen barnabas (1)
- suryanto wijaya (3)
- syahril syam (17)
- tan bonaventura andika sumarjo (1)
- tanadi santoso (1)
- tante girang (454)
- thomas sugiarto (8)
- tung desem waringin (4)
- undang a halim (1)
- walpaper (50)