Diceritakan tentang sebuah kejadian yang dialami dua orang pemancing yang sama-sama hebat, berinisial A dan B. Kedua pemancing itu selalu mendapatkan banyak ikan. Pernah kedua pemancing tersebut didatangi oleh 10 pemancing lain ketika memancing di sebuah danau. Seperti biasa, kedua pemancing itu mendapatkan cukup banyak ikan. Sedangkan 10 pemancing lainnya hanya bisa gigit jari, karena tak satupun ikan menghampiri kail mereka.
Ke sepuluh pemancing amatir itu ingin sekali belajar cara memancing kepada kedua pemancing hebat tersebut. Tetapi keinginan mereka tidak direspon oleh pemancing berinisial A. Sebaliknya, pemancing berinisial A tersebut menunjukkan sikap kurang senang dan terganggu oleh kehadiran pemancing-pemancing amatir itu.
Tetapi pemancing berinisial B menunjukkan sikap yang berbeda. Ia bersedia menjelaskan tehnik memancing yang baik kepada ke-10 pemancing lainnya, dengan syarat masing-masing diantara mereka harus memberikan seekor ikan kepada B sebagai bonus jika masing-masing diantara mereka mendapatkan 10 ekor ikan. Tetapi jika jumlah ikan tangkapan masing-masing diantara mereka kurang dari 10, maka mereka tidak perlu memberikan apapun.
Persyaratan tersebut disetujui, dan mereka dengan cepat belajar tentang tehnik memancing kepada B. Dalam waktu dua jam, masing-masing diantara pemancing itu mendapatkan sedikitnya sebakul ikan. Otomatis si B mendapatkan banyak keuntungan. Disamping mendapatkan ‘bonus’ ikan dari masing-masing pemancing bimbingannya, si B juga mendapatkan 10 orang teman baru. Sementara pemancing A, yang pelit membagi ilmu, tidak mendapatkan keuntungan sebesar keuntungan yang didapatkan oleh si B.
Pesan:
Kisah di atas menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermanfaat bila diamalkan. “Hanya dengan cara kita mengembangkan orang lain yang membuat kita berhasil selamanya,” kata Harvey S. Fire Stone. Karena tindakan tersebut disamping menjadikan kita lebih menguasai ilmu pengetahuan, kita juga mendapatkan keuntungan dari segi finansial, pengembangan hubungan sosial, dan lain sebagainya. “Jika Anda membantu lebih banyak orang untuk mencapai impiannya, impian Anda akan tercapai,” imbuh Zig Ziglar, seorang motivator ternama di Amerika Serikat.
Bentuk pemberian tak harus berupa uang, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya, melainkan juga dalam bentuk kasih sayang, perhatian, loyalitas, motivasi, bimbingan dan lain sebagainya semampu yang dapat kita berikan. “Make yourself necessary to somebody. – Jadikan dirimu berarti bagi orang lain,” kata Ralph Waldo Emerson. Kebiasaan memberi seperti itu selain memudahkan kita memperluas jalinan hubungan sosial, tetapi juga membangun optimisme karena merasa kehidupan kita lebih berarti.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
Sabtu, 13 September 2008
MEMETIK MANFAAT DARI KEKURANGAN DAN KEMALANGAN
“I see only the objective, therefore the obstacles must give way. – Saya hanya memperhatikan secara obyektif. Karenanya setiap tantangan yang harus saya hadapi justru memberi saya jalan keluar.”
~ Napolean Bonaparte
Kekurangan dan kemalangan merupakan suatu hal yang sangat dihindari orang. Bahkan mayoritas manusia merasa malu mengakui kekurangan yang mereka miliki. Mereka beranggapan bahwa kekurangan hanya akan menjadi obyek cemoohan. Bahkan mereka berpikir bahwa kekurangan adalah penghalang untuk mendapatkan perlakuan ataupun kehidupan yang layak.
Pemikiran seperti itu tentu saja tak hanya menyiksa diri sendiri, melainkan membunuh kesempatan untuk hidup lebih baik. Bukankah jauh lebih baik jika kita menerima, mencintai dan menghargai diri sendiri apa adanya? Karena manusia diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala kelebihan dan kekurangan.
Bila saja kita bersedia mengintropeksi diri, tentu masing-masing diantara kita mempunyai keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Bila kita bersedia menjadikan kekurangan tersebut sebagai sumber motivasi untuk menjadi lebih baik, tentu kita akan dapat memanfaatkan kelebihan yang kita miliki menjadi bernilai luar biasa.
Salah satu contoh sebagai referensi belajar kita adalah Hirotada Ototake. Remaja di Jepang ini dilahirkan cacat, tanpa kedua tangan dan kaki. Kenyataan tersebut tidak membuat Hirotada bersusah hati. Sebaliknya, dalam sebuah buku No One’s Perfect, Hirotada mencurahkan isi hati bahwa kekurangan yang ia miliki bukan penghalang baginya untuk bekerja keras, menikmati humor dan hidup bahagia.
Satu lagi orang Indonesia yang sangat berbakat dalam melukis, namanya Patricia Saerang. Ia merupakan satu diantara ratusan pelukis berbakat yang tergabung dalam MFPA (Mouth and Foot Painting Artists – pelukis dengan mulut dan kaki). Meskipun cacat ia menyalurkan jiwa seni lukis lewat guratan kanvas dengan kaki kirinya. Karya lukisan Patricia sangat menakjubkan, bahkan salah satunya menghiasi kartu pos yang beredar di Indonesia.
Hirotada Ototake dan Patricia Saerang merupakan contoh personifikasi yang memilih untuk tidak menyesali atau malu atas kekurangan mereka. Mereka juga tidak berusaha menyalahkan siapapun. Mereka hanya berusaha mensyukuri apa yang sudah mereka miliki dan mengasah potensi yang masih sangat besar di dalam diri mereka.
Jika Hirotada Ototake dan Patricia Saerang dengan keadaan fisik yang serba kurang sudah mampu menciptakan prestasi luar biasa, lalu bagaimana dengan kita? “Strength is a matter of a made up mind. – Kekuatan berasal dari pola pikir,” kata John Beecker. Jadi tanamkan dalam pikiran kita bahwa manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jangan lagi meratapi kekurangan melainkan pikirkan bagaimana mengasah potensi lainnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari.
Selain memiliki kekurangan dan kelebihan, manusia seperti kita tentu juga mengalami keberuntungan maupun kemalangan, seperti kisah fiksi berikut ini yang menceritakan tentang seorang peternak lembu. Diceritakan bahwa peternak itu sangat rajin mengurus lembu-lembunya hingga berkembang dari belasan menjadi 250 ekor lembu. Setiap pagi dengan gembira ia menggiring lembu-lembu itu ke padang rumput yang luas dan tumbuh subur di desanya.
Suatu hari salah satu lembu tersebut hilang. Setelah ia mencari kesana kemari, ia menemukan bangkai lembu itu di pinggir sungai bekas dimangsa singa. Kehilangan satu lembu membuat peternak itu betul-betul frustasi. Hatinya terlampau sedih kehilangan salah satu lembunya. Tetapi yang sangat mengejutkan adalah ketika tiba-tiba ia menggiring 249 lembu yang tersisa terjun ke jurang sehingga mati semuanya.
Sangat ironis nasib peternak lembu itu. Sikap yang tak dapat menerima kemalangan menjadikan peternak itu kehilangan seluruh lembunya. Itulah gambaran menyedihkan tentang nasib seseorang apabila tidak dapat menerima kemalangan.
Berdasarkan kisah tersebut kita dapat memetik satu pelajaran bahwa mensyukuri apa yang sudah ada di genggaman jauh lebih menguntungkan dibandingkan terus memikirkan apa yang terlepaskan. Tak ada gunanya terus meratapi kemalangan, karena hanya akan menimbulkan frustasi. Sebaliknya bila kita mensyukuri apa yang masih ada di genggaman, memeliharanya dengan baik dan mempertajam kemampuan, tentu manfaat yang bakal kita peroleh akan jauh lebih besar.
Bagaimanapun kehidupan ini terus berjalan, sekalipun kita sedang dalam keadaan sangat susah atau gembira, sedang beruntung atau dalam keadaan paling sulit sekalipun. Sebagai manusia kita harus selalu dapat menerima kenyataan dengan lapang dada, memelihara sikap dan motivasi positif, serta tetap menjalankan tanggung jawab dengan sepenuh hati. Hanya dengan cara tersebut kita dapat memetik manfaat yang sangat menguntungkan dari setiap kemalangan maupun kekurangan kita.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
~ Napolean Bonaparte
Kekurangan dan kemalangan merupakan suatu hal yang sangat dihindari orang. Bahkan mayoritas manusia merasa malu mengakui kekurangan yang mereka miliki. Mereka beranggapan bahwa kekurangan hanya akan menjadi obyek cemoohan. Bahkan mereka berpikir bahwa kekurangan adalah penghalang untuk mendapatkan perlakuan ataupun kehidupan yang layak.
Pemikiran seperti itu tentu saja tak hanya menyiksa diri sendiri, melainkan membunuh kesempatan untuk hidup lebih baik. Bukankah jauh lebih baik jika kita menerima, mencintai dan menghargai diri sendiri apa adanya? Karena manusia diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala kelebihan dan kekurangan.
Bila saja kita bersedia mengintropeksi diri, tentu masing-masing diantara kita mempunyai keunikan yang tidak dimiliki orang lain. Bila kita bersedia menjadikan kekurangan tersebut sebagai sumber motivasi untuk menjadi lebih baik, tentu kita akan dapat memanfaatkan kelebihan yang kita miliki menjadi bernilai luar biasa.
Salah satu contoh sebagai referensi belajar kita adalah Hirotada Ototake. Remaja di Jepang ini dilahirkan cacat, tanpa kedua tangan dan kaki. Kenyataan tersebut tidak membuat Hirotada bersusah hati. Sebaliknya, dalam sebuah buku No One’s Perfect, Hirotada mencurahkan isi hati bahwa kekurangan yang ia miliki bukan penghalang baginya untuk bekerja keras, menikmati humor dan hidup bahagia.
Satu lagi orang Indonesia yang sangat berbakat dalam melukis, namanya Patricia Saerang. Ia merupakan satu diantara ratusan pelukis berbakat yang tergabung dalam MFPA (Mouth and Foot Painting Artists – pelukis dengan mulut dan kaki). Meskipun cacat ia menyalurkan jiwa seni lukis lewat guratan kanvas dengan kaki kirinya. Karya lukisan Patricia sangat menakjubkan, bahkan salah satunya menghiasi kartu pos yang beredar di Indonesia.
Hirotada Ototake dan Patricia Saerang merupakan contoh personifikasi yang memilih untuk tidak menyesali atau malu atas kekurangan mereka. Mereka juga tidak berusaha menyalahkan siapapun. Mereka hanya berusaha mensyukuri apa yang sudah mereka miliki dan mengasah potensi yang masih sangat besar di dalam diri mereka.
Jika Hirotada Ototake dan Patricia Saerang dengan keadaan fisik yang serba kurang sudah mampu menciptakan prestasi luar biasa, lalu bagaimana dengan kita? “Strength is a matter of a made up mind. – Kekuatan berasal dari pola pikir,” kata John Beecker. Jadi tanamkan dalam pikiran kita bahwa manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan. Jangan lagi meratapi kekurangan melainkan pikirkan bagaimana mengasah potensi lainnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari.
Selain memiliki kekurangan dan kelebihan, manusia seperti kita tentu juga mengalami keberuntungan maupun kemalangan, seperti kisah fiksi berikut ini yang menceritakan tentang seorang peternak lembu. Diceritakan bahwa peternak itu sangat rajin mengurus lembu-lembunya hingga berkembang dari belasan menjadi 250 ekor lembu. Setiap pagi dengan gembira ia menggiring lembu-lembu itu ke padang rumput yang luas dan tumbuh subur di desanya.
Suatu hari salah satu lembu tersebut hilang. Setelah ia mencari kesana kemari, ia menemukan bangkai lembu itu di pinggir sungai bekas dimangsa singa. Kehilangan satu lembu membuat peternak itu betul-betul frustasi. Hatinya terlampau sedih kehilangan salah satu lembunya. Tetapi yang sangat mengejutkan adalah ketika tiba-tiba ia menggiring 249 lembu yang tersisa terjun ke jurang sehingga mati semuanya.
Sangat ironis nasib peternak lembu itu. Sikap yang tak dapat menerima kemalangan menjadikan peternak itu kehilangan seluruh lembunya. Itulah gambaran menyedihkan tentang nasib seseorang apabila tidak dapat menerima kemalangan.
Berdasarkan kisah tersebut kita dapat memetik satu pelajaran bahwa mensyukuri apa yang sudah ada di genggaman jauh lebih menguntungkan dibandingkan terus memikirkan apa yang terlepaskan. Tak ada gunanya terus meratapi kemalangan, karena hanya akan menimbulkan frustasi. Sebaliknya bila kita mensyukuri apa yang masih ada di genggaman, memeliharanya dengan baik dan mempertajam kemampuan, tentu manfaat yang bakal kita peroleh akan jauh lebih besar.
Bagaimanapun kehidupan ini terus berjalan, sekalipun kita sedang dalam keadaan sangat susah atau gembira, sedang beruntung atau dalam keadaan paling sulit sekalipun. Sebagai manusia kita harus selalu dapat menerima kenyataan dengan lapang dada, memelihara sikap dan motivasi positif, serta tetap menjalankan tanggung jawab dengan sepenuh hati. Hanya dengan cara tersebut kita dapat memetik manfaat yang sangat menguntungkan dari setiap kemalangan maupun kekurangan kita.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
MENGEJAR IMPIAN
“When the legends die, the dreams end; there is no more greatness. – Ketika legenda sudah mati, tentu impian-impian itu juga sudah berakhir; tak akan ada lagi kejayaan.”
~ Tecumseh of the Shawnees
Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang kaya dan terkenal dan lain sebagainya.
Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda sendiri.
Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.
Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih baik dalam berbagai hal.
Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.
Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya bergelimang kesuksesan.
Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan. Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di Malaysia. “Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru,” katanya.
Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk menjemput impian tersebut.
Tindakan yang saya maksud adalah melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri pada tujuan. Jika tidak dapat melakukan tindakan secara lebih cepat, Anda dapat memulainya secara perlahan. Tetapi pastikan Anda selalu melakukan sesuatu untuk tiba pada impian itu.
Belajar dari salah seorang teman saya yang bermimpi suaminya kelak adalah pria yang sukses dalam karir dan mencintai dirinya sepenuh hati. Oleh sebab itu ia sangat berhati-hati memilih teman dekatnya. Sampai-sampai mayoritas teman-teman dan kerabatnya pesimis, karena di usia sudah memasuki 30 tahun ia belum menemukan pendamping.
Tetapi kemauannya begitu kuat dan tidak pernah putus asa mencari sekaligus menunggu. Di usia 35 tahun barulah ia berhasil menemukan pria yang dia impikan. Meskipun agak terlambat, tetapi ia berhasil mendapatkan apa yang sangat ia dambakan. Bahkan sekarang kebahagiaannya semakin lengkap setelah dikaruniai seorang anak lelaki.
Selain tindakan, untuk sampai kepada impian juga butuh sikap konsisten. Artinya Anda siap menghadapi tantangan dalam proses pencapaian impian, sekalipun Anda harus keluar dari zona nyaman. “In Dreams Begin Responsibilities. Tanggung jawab bermula dari sebuah impian,” kata Delmore Schwartz. Sekali Anda bersikap konsisten, maka Anda akan selalu menemukan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan hingga tiba pada tujuan.
Seperti teman saya lainnya sebut saja Desi, meskipun baru berusia 30 tahun ia mempunyai karir sangat cemerlang dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi ia masih mempunyai impian untuk menyelesaikan pendidikan sarjana yang tertunda sejak 7 tahun yang lalu.
Demi mengejar impian tersebut ia tidak segan keluar dari zona nyaman. Sebagaimana Jiminy Cricket menyatakan, “When your heart is in your dreams, no request is too extreme. – Ketika impian itu tertanam di hati Anda, tak kan ada yang terasa berat untuk dilakukan.” Oleh sebab itu, Desi justru menikmati aktivitasnya belajar di sebuah universitas swasta di Jakarta dua kali dalam satu minggu. Sesampainya di rumah ia juga masih menyempatkan diri untuk belajar. Motivasinya semata-mata hanya ingin mengejar impian yang tertunda, bukan sekedar mencari selembar ijasah atau tergiur posisi lebih strategis di kantor setelah mendapatkan gelar sarjana nanti.
Impian mungkin hanya merupakan khayalan belaka. Tetapi jika impian tersebut disertai dengan tindakan, sikap konsisten, dan kemauan untuk berjuang keras meskipun harus keluar dari zona nyaman ditambah dengan rasa syukur dan doa maka akan menjadikan diri kita lebih pintar, kreatif dan kehidupan kita lebih terarah. Jika Anda ingin meningkatkan produktivitas diri dan kualitas kehidupan, maka pastikan Anda mempunyai impian dan berusaha maksimal untuk mengejarnya.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
~ Tecumseh of the Shawnees
Setiap orang mempunyai impian. Masing-masing orang tentu memiliki impian berbeda-beda. Ada yang mempunyai impian menjadi miliarder papan atas di dunia, mempunyai bisnis yang besar, mempunyai yayasan sosial yang besar dan canggih, berpengaruh dan terkenal di seluruh jagat, menjadi profesor ternama, menemukan mesin spektakuler, menjadi pelawak terkenal di seluruh dunia, mendapatkan pasangan hidup yang kaya dan terkenal dan lain sebagainya.
Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi Anda sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan Anda sendiri.
Ada yang lebih cepat mewujudkan impian, ada pula yang lambat, bahkan ada yang tidak berhasil karena tidak melakukan langkah apa pun untuk mewujudkan impian tersebut. Ibarat Anda mengendarai mobil menuju sebuah tujuan yaitu impian tadi, terkadang lebih cepat sampai atau lebih lambat karena kondisi jalan berkelok, bergelombang atau banyak batu sandungan. Tak jarang diantara kita tak pernah sampai ke tempat tujuan karena hanya menggerutu dan mengutuk kondisi medan jalan yang sulit ditempuh atau terlalu lama tidur di tepi jalan.
Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui. Ada saja tantangan meskipun Anda sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha yang berulang-ulang, perhatian dan perjuangan ekstra. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri Anda menjadi lebih baik dalam berbagai hal.
Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan Anda. Maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.
Jonathan, teman saya semasa SMA begitu mencintai dunia bisnis dan bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di dunia tersebut. Beberapa tahun kemudian usahanya berkembang pesat dan menggurita. Hidupnya bergelimang kesuksesan.
Namun di usia 40 tahun ia tersadar akan impiannya mengabdi di dunia pendidikan. Sehingga ia memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan. Kemudian ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Saat ini ia sudah menjadi seorang profesor di sebuah universitas ternama di Malaysia. “Setelah mengelilingi seputaran, baru aku temui diriku yang sebenarnya. Kini aku memulai kehidupanku yang baru,” katanya.
Sebenarnya masih banyak lagi contoh orang-orang yang sudah berhasil meraih impian. Jika mereka berhasil, lalu mengapa sebagian besar diantara kita belum mencapainya? Seperti yang sudah saya singgung tadi, jawabannya adalah karena kita belum melaksanakan tindakan untuk menjemput impian tersebut.
Tindakan yang saya maksud adalah melakukan sesuatu untuk mendekatkan diri pada tujuan. Jika tidak dapat melakukan tindakan secara lebih cepat, Anda dapat memulainya secara perlahan. Tetapi pastikan Anda selalu melakukan sesuatu untuk tiba pada impian itu.
Belajar dari salah seorang teman saya yang bermimpi suaminya kelak adalah pria yang sukses dalam karir dan mencintai dirinya sepenuh hati. Oleh sebab itu ia sangat berhati-hati memilih teman dekatnya. Sampai-sampai mayoritas teman-teman dan kerabatnya pesimis, karena di usia sudah memasuki 30 tahun ia belum menemukan pendamping.
Tetapi kemauannya begitu kuat dan tidak pernah putus asa mencari sekaligus menunggu. Di usia 35 tahun barulah ia berhasil menemukan pria yang dia impikan. Meskipun agak terlambat, tetapi ia berhasil mendapatkan apa yang sangat ia dambakan. Bahkan sekarang kebahagiaannya semakin lengkap setelah dikaruniai seorang anak lelaki.
Selain tindakan, untuk sampai kepada impian juga butuh sikap konsisten. Artinya Anda siap menghadapi tantangan dalam proses pencapaian impian, sekalipun Anda harus keluar dari zona nyaman. “In Dreams Begin Responsibilities. Tanggung jawab bermula dari sebuah impian,” kata Delmore Schwartz. Sekali Anda bersikap konsisten, maka Anda akan selalu menemukan kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan hingga tiba pada tujuan.
Seperti teman saya lainnya sebut saja Desi, meskipun baru berusia 30 tahun ia mempunyai karir sangat cemerlang dan mempunyai keluarga yang harmonis. Hidupnya sukses dan bahagia. Tetapi ia masih mempunyai impian untuk menyelesaikan pendidikan sarjana yang tertunda sejak 7 tahun yang lalu.
Demi mengejar impian tersebut ia tidak segan keluar dari zona nyaman. Sebagaimana Jiminy Cricket menyatakan, “When your heart is in your dreams, no request is too extreme. – Ketika impian itu tertanam di hati Anda, tak kan ada yang terasa berat untuk dilakukan.” Oleh sebab itu, Desi justru menikmati aktivitasnya belajar di sebuah universitas swasta di Jakarta dua kali dalam satu minggu. Sesampainya di rumah ia juga masih menyempatkan diri untuk belajar. Motivasinya semata-mata hanya ingin mengejar impian yang tertunda, bukan sekedar mencari selembar ijasah atau tergiur posisi lebih strategis di kantor setelah mendapatkan gelar sarjana nanti.
Impian mungkin hanya merupakan khayalan belaka. Tetapi jika impian tersebut disertai dengan tindakan, sikap konsisten, dan kemauan untuk berjuang keras meskipun harus keluar dari zona nyaman ditambah dengan rasa syukur dan doa maka akan menjadikan diri kita lebih pintar, kreatif dan kehidupan kita lebih terarah. Jika Anda ingin meningkatkan produktivitas diri dan kualitas kehidupan, maka pastikan Anda mempunyai impian dan berusaha maksimal untuk mengejarnya.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
Selasa, 26 Agustus 2008
BERTUMBUH HINGGA TANPA BATAS
“A person is limited only by the thoughts that he chooses. – Kapasitas seseorang dibatasi oleh pemikirannya sendiri.”
~ James Allen
As A Man Thinketh
Setiap saat masing-masing di antara kita bisa melakukan hal yang luar biasa dengan berpikir berbeda. Anda sebenarnya juga bisa berkembang puluhan kali lipat. Semua itu tergantung pada pola pikir Anda sendiri.
Anehnya hampir semua orang cenderung langsung kecewa, marah, frustrasi ketika sampai pada situasi kurang menguntungkan atau tidak berhasil. Mereka sama sekali tidak berpikir positif saat menghadapi tantangan, yang salah satunya berbentuk kegagalan. Padahal, seandainya mereka tetap optimis, dalam kondisi terburuk pun mereka pasti dapat memulai lagi langkah-langkah untuk bertumbuh lebih dari yang pernah mereka bayangkan.
Optimis adalah syarat penting untuk dapat bertumbuh optimal dari kondisi Anda saat ini. Langkah selanjutnya yang tak kalah penting agar Anda bertumbuh secara fenomenal adalah menciptakan impian. Ketika Anda sudah berani bermimpi, maka rasa percaya diri akan tumbuh dan lebih siap menghadapi tantangan. Selanjutnya impian tersebut membantu Anda berpikir lebih positif, sehingga Anda dapat menikmati proses perubahan menuju pertumbuhan.
Langkah penting lainnya adalah memahami diri sendiri dan impian yang ingin dicapai. Pemahaman akan diri sendiri dan impian merupakan landasan untuk menempatkan prioritas dan fokus. Selain itu, pemahaman terhadap terhadap diri sendiri dan tujuan juga sangat memengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan untuk bertumbuh tanpa batas.
Setelah itu, Anda sebaiknya memfokuskan diri pada faktor yang dapat menyokong keberhasilan. Misalnya, Anda berdagang jagung dan jual beli mobil bekas. Di antara keduanya, berdagang jagung memberikan kontribusi 80% terhadap pertumbuhan pendapatan Anda. Sehingga Anda harus lebih intensif mengerjakan jual beli jagung dibandingkan jual beli mobil bekas. Penghasilan Anda tentu meningkat berlipat ganda dalam waktu singkat.
Contoh lain adalah Anda bermimpi untuk menjadi seorang profesor terkenal. Tetapi, kegiatan Anda di bidang bisnis dan pendidikan sama-sama menyita waktu. Setelah Anda cermati, ternyata aktivitas di dunia bisnis lebih menyokong keinginan Anda mewujudkan impian menjadi seorang profesor. Maka, fokuskan energi dan pikiran Anda lebih banyak kepada dunia bisnis tersebut. Dengan kata lain, faktor pendukung mayoritas yang semakin mendekatkan diri Anda terhadap impian itulah yang harus Anda kerjakan secara intensif.
Sementara itu, Anda juga harus berusaha meningkatkan kemampuan. Sebab jika kemampuan Anda lebih baik, maka Anda juga pasti dapat melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik untuk mencapai tujuan itu. Karenanya, dedikasikan diri untuk terus belajar, sebagaimana Jay Sidhu menekankan hal itu dalam pernyataannya berikut ini.
“If you are aware of your weakness and are constantly learning, your potential is virtually limitless. You can build something that will be a legacy. – Jika Anda paham kekurangan yang Anda miliki dan berusaha belajar terus menerus, sebenarnya potensi Anda itu hampir tidak terbatas. Anda dapat membangun sesuatu yang dapat diwariskan,” katanya.
Misalnya setiap hari Anda belajar dan dapat memperbaiki kemampuan 0,1%, berarti dalam satu minggu kemampuan dan produktivitas Anda meningkat 0,5%, dalam satu bulan 2%, dan 26% setiap tahun. Efek komulatifnya pasti semakin besar di tahun-tahun berikutnya. Jika setiap hari Anda meningkatkan kemampuan, sangat dimungkinkan perkembangan profesional maupun personal Anda akan terus berlangsung hingga tanpa batas.
Segeralah memutuskan untuk meningkatkan kualitas personal dan profesional Anda, misalnya dengan belajar dari buku, radio, kursus tambahan, seminar, dan lain sebagainya, karena proses tersebut sedikit demi sedikit akan merubah kahidupan Anda. Sementara itu, belajarlah dan menerapkan ide yang lebih baik setiap hari.
“Haste in every business brings failure. – Sikap terburu-buru dalam urusan apapun menyebabkan kegagalan,” demikian kata Herodotus. Kiranya langkah yang tidak kalah penting adalah tetap bersabar dan berprasangka positif terhadap apa pun hasil yang dapat Anda capai. Jangan berharap terjadi perubahan dramatis dalam waktu singkat.
Catatlah dalam pikiran dan hati bahwa menjadi lebih baik dari hari ke hari tentu berpengaruh terhadap masa depan Anda. Efek positif sekecil apa pun tetapi berkelanjutan pasti lebih baik dibandingkan tidak memulai satu langkahpun hari ini. Jika Anda tetap kreatif memanfaatkan waktu dari hari ke hari, terutama untuk meningkatkan kemampuan dan memfokuskan energi demi mewujudkan impian, percayalah bahwa suatu saat Anda pasti dapat mengoptimalkan potensi dan terus bertumbuh tanpa batas.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
~ James Allen
As A Man Thinketh
Setiap saat masing-masing di antara kita bisa melakukan hal yang luar biasa dengan berpikir berbeda. Anda sebenarnya juga bisa berkembang puluhan kali lipat. Semua itu tergantung pada pola pikir Anda sendiri.
Anehnya hampir semua orang cenderung langsung kecewa, marah, frustrasi ketika sampai pada situasi kurang menguntungkan atau tidak berhasil. Mereka sama sekali tidak berpikir positif saat menghadapi tantangan, yang salah satunya berbentuk kegagalan. Padahal, seandainya mereka tetap optimis, dalam kondisi terburuk pun mereka pasti dapat memulai lagi langkah-langkah untuk bertumbuh lebih dari yang pernah mereka bayangkan.
Optimis adalah syarat penting untuk dapat bertumbuh optimal dari kondisi Anda saat ini. Langkah selanjutnya yang tak kalah penting agar Anda bertumbuh secara fenomenal adalah menciptakan impian. Ketika Anda sudah berani bermimpi, maka rasa percaya diri akan tumbuh dan lebih siap menghadapi tantangan. Selanjutnya impian tersebut membantu Anda berpikir lebih positif, sehingga Anda dapat menikmati proses perubahan menuju pertumbuhan.
Langkah penting lainnya adalah memahami diri sendiri dan impian yang ingin dicapai. Pemahaman akan diri sendiri dan impian merupakan landasan untuk menempatkan prioritas dan fokus. Selain itu, pemahaman terhadap terhadap diri sendiri dan tujuan juga sangat memengaruhi rasa percaya diri dan keyakinan untuk bertumbuh tanpa batas.
Setelah itu, Anda sebaiknya memfokuskan diri pada faktor yang dapat menyokong keberhasilan. Misalnya, Anda berdagang jagung dan jual beli mobil bekas. Di antara keduanya, berdagang jagung memberikan kontribusi 80% terhadap pertumbuhan pendapatan Anda. Sehingga Anda harus lebih intensif mengerjakan jual beli jagung dibandingkan jual beli mobil bekas. Penghasilan Anda tentu meningkat berlipat ganda dalam waktu singkat.
Contoh lain adalah Anda bermimpi untuk menjadi seorang profesor terkenal. Tetapi, kegiatan Anda di bidang bisnis dan pendidikan sama-sama menyita waktu. Setelah Anda cermati, ternyata aktivitas di dunia bisnis lebih menyokong keinginan Anda mewujudkan impian menjadi seorang profesor. Maka, fokuskan energi dan pikiran Anda lebih banyak kepada dunia bisnis tersebut. Dengan kata lain, faktor pendukung mayoritas yang semakin mendekatkan diri Anda terhadap impian itulah yang harus Anda kerjakan secara intensif.
Sementara itu, Anda juga harus berusaha meningkatkan kemampuan. Sebab jika kemampuan Anda lebih baik, maka Anda juga pasti dapat melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik untuk mencapai tujuan itu. Karenanya, dedikasikan diri untuk terus belajar, sebagaimana Jay Sidhu menekankan hal itu dalam pernyataannya berikut ini.
“If you are aware of your weakness and are constantly learning, your potential is virtually limitless. You can build something that will be a legacy. – Jika Anda paham kekurangan yang Anda miliki dan berusaha belajar terus menerus, sebenarnya potensi Anda itu hampir tidak terbatas. Anda dapat membangun sesuatu yang dapat diwariskan,” katanya.
Misalnya setiap hari Anda belajar dan dapat memperbaiki kemampuan 0,1%, berarti dalam satu minggu kemampuan dan produktivitas Anda meningkat 0,5%, dalam satu bulan 2%, dan 26% setiap tahun. Efek komulatifnya pasti semakin besar di tahun-tahun berikutnya. Jika setiap hari Anda meningkatkan kemampuan, sangat dimungkinkan perkembangan profesional maupun personal Anda akan terus berlangsung hingga tanpa batas.
Segeralah memutuskan untuk meningkatkan kualitas personal dan profesional Anda, misalnya dengan belajar dari buku, radio, kursus tambahan, seminar, dan lain sebagainya, karena proses tersebut sedikit demi sedikit akan merubah kahidupan Anda. Sementara itu, belajarlah dan menerapkan ide yang lebih baik setiap hari.
“Haste in every business brings failure. – Sikap terburu-buru dalam urusan apapun menyebabkan kegagalan,” demikian kata Herodotus. Kiranya langkah yang tidak kalah penting adalah tetap bersabar dan berprasangka positif terhadap apa pun hasil yang dapat Anda capai. Jangan berharap terjadi perubahan dramatis dalam waktu singkat.
Catatlah dalam pikiran dan hati bahwa menjadi lebih baik dari hari ke hari tentu berpengaruh terhadap masa depan Anda. Efek positif sekecil apa pun tetapi berkelanjutan pasti lebih baik dibandingkan tidak memulai satu langkahpun hari ini. Jika Anda tetap kreatif memanfaatkan waktu dari hari ke hari, terutama untuk meningkatkan kemampuan dan memfokuskan energi demi mewujudkan impian, percayalah bahwa suatu saat Anda pasti dapat mengoptimalkan potensi dan terus bertumbuh tanpa batas.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN

“When life hand you a lemon, squeeze it and make lemonade.”
— W. Clement Stone
Tantangan begitu identik dengan kehidupan manusia. Pemanasan global adalah topik yang sedang hangat bila kita berbincang tentang tantangan. Sebelum betul-betul menjadi bencana besar bagi seluruh umat manusia, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Salah satunya adalah diselenggarakannya Konferensi UNFCCC di P. Bali, yang mendesak kesadaran masyarakat dunia untuk memelihara kelestarian alam, di antaranya tidak menggunduli hutan, bertanggung jawab terhadap pengolahan limbah, reboisasi, mengurangi polusi udara dan lain sebagainya.

Tantangan yang tidak kalah berat di negeri kita adalah bencana alam, di antaranya banjir, gempa, gunung meletus, tanah longsor dan lain sebagainya. Banjir di Jakarta 1 Februari 2008 misalnya, itu sangat merepotkan, menyebabkan kerugian dan pemborosan besar-besaran, karena macet di mana-mana dan kegiatan ekonomi tentu juga terhambat. Banyak waktu terbuang sia-sia. Saya merupakan salah satu di antara ribuan warga Jakarta yang terperangkap di jalanan puluhan jam karena macet luar biasa.
Tantangan lainnya adalah gejolak ekonomi di seluruh belahan dunia, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga minyak mentah yang menggila. Masalah tersebut menimbulkan iklim bisnis yang suram di dunia termasuk di Indonesia. Kelesuan ekonomi mengancam kelangsungan usaha. Akibatnya, banyak perusahaan mengurangi produksi atau bahkan bangkrut, lalu mengurangi jumlah karyawan. Akibatnya persaingan kerja semakin tinggi, karena jumlah pengangguran semakin banyak sedangkan peluang kerja semakin sedikit.
Sementara itu BBM industri sudah naik per 1 Maret 2008. Sementara di tengah daya beli masyarakat yang menurun, harga kebutuhan pokok termasuk minyak goreng dan minyak tanah juga terus merangkak naik. Masalah ekonomi semakin menghimpit kehidupan masyarakat, selanjutnya memicu kriminalitas dan masalah sosial lainnya.
Saat sekarang bangsa Indonesia akan segera menyongsong perhelatan pemilihan presiden dan wakilnya tahun depan (2009). Situasi politik di Indonesia akan menghangat. Tentu saja kita berharap semoga proses menuju perhelatan akbar itu tidak diwarnai teror bom dan kerusuhan seperti di Pakistan dan Nigeria, agar tidak ikut menambah panjang tantangan yang harus kita hadapi.
Tantangan akan terus bermunculan di belahan dunia mana pun. Semakin hari tantangan tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan gejolak di dunia yang penuh ketidakpastian. Sehingga kita harus segera melakukan langkah-langkah konstruktif, sebab semakin lama tantangan yang harus kita hadapi bukan semakin mudah. Segera lakukan sesuatu agar tidak menjadi korban dari tantangan kehidupan melainkan menjadi pemenang karena berhasil melampaui tantangan tersebut dengan baik.
Langkah penting pertama yang harus segera kita lakukan menghapuskan kata frustrasi dalam kamus kehidupan. Jika Anda harus berhadapan dengan kegagalan atau kepedihan yang secara positif disebut dengan tantangan, maka luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi kesalahan yang mungkin Anda lakukan. Kemudian segeralah bangkit.
Boleh saja Anda berduka karena tantangan yang harus Anda hadapi. Tetapi, jangan membiarkan diri Anda terkalahkan olehnya. “If you are not committed to getting better at what you are doing, you are bound to get worse. – Jika Anda tidak berkomitmen untuk mengerjakan tanggung jawab Anda dengan lebih baik, maka Anda selamanya Anda akan terperangkap dan kian terpuruk,” kata Pat Riley dalam bukunya yang berjudul The Winner Within.
Petiklah manfaatnya dengan menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, meliputi memperbaiki pola pikir, sikap, meningkatkan kekuatan spiritual, etos kerja, kemampuan dan lain sebagainya. “Jangan berharap sesuatu yang lebih baik, berharaplah Anda yang lebih baik,” kata Jim Rohn. Bila hal itu Anda lakukan, maka dalam jangka waktu tertentu Anda akan mampu mengerjakan suatu pekerjaan atau peluang baru dengan lebih baik dan mental yang lebih kuat.
Setelah itu, segera manfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan. Sebuah pepatah mengatakan, “The future belongs to the competent. – Masa depan adalah milik mereka yang mempunyai keahlian lebih baik.” Orang-orang yang berilmu dan mempunyai keahlian lebih mampu menjelang masa depan gemilang. Karena di tengah badai tantangan sekalipun mereka dapat bersikap optimis dan kreatif.
Salah satu contoh sebut saja Roy Wibisono, seorang peneliti sekaligus pengusaha keramik di Semarang-Jawa Tengah. Di tengah impitan tekanan ekonomi seperti sekarang, usaha keramik yang ia tekuni justru makin berkibar. Daya kreativitasnya memanfaatkan lumpur Porong Lapindo dan pasir dari letusan Gunung Merapi menghasilkan karya keramik yang unik dan bernilai jual tinggi. Siapa yang mengira bahwa apa yang disebut sebagai bencana dapat menjadi sumber penghasilan yang prospektif di tangan Roy Wibisono dengan ilmu pengetahuan dan kreativitas yang dimilikinya.
Sedangkan langkah lain yang harus Anda lakukan adalah mengontrol pengeluaran. Sebesar apa pun penghasilan Anda tidak akan pernah cukup jika Anda bergaya hidup konsumtif. Ciptakan kesadaran untuk tidak berutang. Gunakan kartu kredit hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk komsumtif.
Sebaliknya, belajarlah menabung dan investasi. Sisakan minimal 20 persen dari total pendapatan setiap bulan. Kemudian tingkatkan terus jumlah tabungan dan investasi Anda karena tindakan tersebut dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.
Selain merencanakan keuangan untuk hari depan, pikirkan pula perlindungan terhadap kesehatan. Sisihkan sebagian kecil dari uang Anda untuk menjamin semua biaya pengobatan di kemudian hari. Dengan cara demikian Anda akan mendapatkan manfaat yang sangat besar di masa depan dan hidup lebih nyaman di hari tua.
Hidup bersahaja adalah pilihan yang sangat bijaksana di tengah harga semua kebutuhan pokok semakin mahal. Hidup lebih sehat meskipun Anda tetap mempertahankan pola kesederhanaan. Selain mengurangi pengeluaran, hidup bersahaja sangat efektif untuk menjaga harta dan keselamatan Anda, karena tidak akan menyebabkan kecemburuan sosial yang dapat memicu tindak kriminal.
Secara garis besar, kunci keberhasilan menghadapi tantangan kehidupan yang semakin berat adalah bersikap optimis, atau memupuk ketahanan mental. Kalau dalam peribahasa Tionghoa dikatakan, “Nian nian nan guo, nian nian guo.” Artinya, kehidupan setiap tahun akan semakin sulit, tetapi dengan ketabahan semua tantangan itu akan dapat dilalui dengan baik.
Sementara di tengah tantangan itu kita juga harus bertindak lebih bijaksana dan berhati-hati. Perhitungkan segala tindakan hanya untuk mencapai manfaat hingga jangka panjang. “You must have long term goals to keep you from being frustrated by short term failures. – Kamu harus punya tujuan jangka panjang untuk menghindarkan dirimu dari frustasi terhadap kegagalan jangka pendek,” kata Charles Sherwood Noble (1873-1957), seorang mantan tuan tanah yang jatuh pailit tetapi berhasil bangkit dan membangun kesuksesan kembali 1 tahun kemudian.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di: www.andrewho-uol.com.
BERANI MENYUARAKAN KEBENARAN
“If people would dare to speak …, there would be a good deal less sorrow in the world a hundred years hence. – Jika orang-orang berani bicara …, dipastikan kesedihan di dunia ini akan berkurang bahkan dalam seratus tahun berikutnya.”
~ Samuel Butler
The Way of All Flesh
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah nyata yang terjadi di Cina tentang kecelakaan tragis di area Tiger Taming Hill. Kisah nyata tersebut mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Berawal ketika 3 begundal yang kejam dan bengis memaksa seorang wanita sopir bis untuk melakukan tindak asusila.
Sementara itu sebagian besar penumpang tidak sedikit pun peduli. Hati nurani mereka seakan tertutup rapat. Namun ada seorang pria paruh baya yang berusaha melawan keganasan para begundal itu dengan sekuat tenaga dan berteriak kepada rekannya sesama penumpang agar mau menolong. Tetapi usahanya sia-sia, karena tak satupun diantara para penumpang itu bergeming. Sehingga pria itupun terjungkal kesakitan setelah dihajar oleh 3 begundal.
Setelah diperlakukan tidak senonoh, si sopir cantik itu justru berubah menjadi bersikap aneh. Ia tidak menunjukkan kesedihan, namun berlaku kasar kepada pria yang tadi berusaha menolongnya. Dengan nada suara keras sopir wanita tersebut balik mengusir pria tadi agar segera turun dari bis dan mengancam tidak akan mengemudikan bis bila pria tersebut nekat bertahan.
Pria tersebut menolak pergi. Tetapi tiba-tiba beberapa penumpang lain yang bertubuh kekar menyeret pria tersebut turun lalu melemparkannya di jalanan tanpa belas kasihan sedikit pun. Pria itupun tersungkur bersama tas bawaannya.
Sopir tersebut kemudian mengemudikan bis dengan kecepatan sangat tinggi. Tak seorangpun menduga bila sopir wanita itu tiba-tiba menghempaskan arah kemudi bis ke tebing curam. Keesokan harinya berbagai media surat kabar mengabarkan kecelakaan tragis yang menewaskan seluruh penumpang termasuk sang sopir cantik. Sebuah surat kabar menyebutkan bahwa pria paruh baya itu menangis histeris setelah membaca berita tersebut dari surat kabar.
Kita dapat melihat begitu berat menjalani peran seperti sosok pria paruh baya yang ada dalam kejadian di atas. Upaya yang begitu keras untuk menolong justru membuatnya dimusuhi dan dihajar habis-habisan oleh para begundal yang kejam. Ia harus menghadapi kenyataan pahit, karena usahanya meneriakkan moralitas kandas di tengah sikap para penumpang yang acuh tak acuh.
Memang selalu ada risiko bila kita mencoba berbicara entah lewat kata-kata maupun perbuatan yang berlandaskan moralitas. Tetapi bercermin dari kisah tersebut, ternyata kita akan menanggung risiko yang lebih buruk atas kebisuan. Mungkin kita akan semakin sering melihat, mendengar, atau bahkan mengalami sendiri kisah tragis itu, apabila kita tidak peduli alias membutakan mata terhadap tindak apa pun yang mengabaikan moralitas.
Jadi jangan ragu untuk menyuarakan kebenaran. Tetapi terlebih dahulu perbaiki diri, terutama sikap kita agar sesuai dengan nilai-nilai moralitas. Bersikaplah waspada untuk terus memperbaiki diri, karena perubahan itu terjadi secara perlahan tanpa kita sadari.
Sementara itu, kumpulkan keberanian sebelum menghadapi situasi yang tidak menguntungkan. “Summon your courage, whatever it takes to get that courage, wherever that source of courage is for you. – Kumpulkan keberanianmu, bagaimanapun caranya dan dimanapun Anda bisa mendapatkannya,” kata Dr. Marsha Houston, dekan fakultas studi komunikasi universitas Alabama-AS. Keberanian Anda akan semakin besar untuk mengungkapkan ketidaksepahaman hati bila didasari motivasi ingin menegakkan moralitas.
Kita dapat melihat bagaimana keberanian Sumidjan, seorang tokoh penggiat gerakan anti KKN asal Bontang. “Saya prihatin dengan keadaan bangsa ini. Kalau dibiarkan (KKN), bangsa ini akan bangkrut,” demikian ujar Sumidjan. Pria yang hanya tamatan SLTP itu beranggapan bahwa para koruptor adalah biang keterpurukan rakyat kecil sehingga mereka hidup terlunta-lunta. Sumidjan kerap berdemo dan mengkritik penguasa di kota Bontang.
Motivasi Sumidjan semata-mata adalah ingin moralitas ditegakkan di kalangan pejabat, wakil rakyat, pemerintahan maupun penegak hukum. Tak mengherankan jika ia pantang menyerah meskipun sering menjadi korban tindak kekerasan, diancam dan dihajar preman saat berdemo. Pria yang sudah mendapatkan Tiga Pilar Award 2007 dari Meneg PAN Taufik Effendi itu juga telah dilaporkan ke polisi dan divonis penjara 3 bulan, dan rumahnya nyaris dibakar, usahanya berjualan es campur di Bontang disabotase dan lain sebagainya. Semua itu tidak membuatnya surut langkah, bahkan sampai saat ini ia bertambah gencar melakukan aksi demo memprotes para koruptor yang tidak bermoral.
Jangan pula kita takut untuk menyuarakan kebenaran, selama tindakan tersebut dilakukan untuk membela kepentingan semua orang tanpa membeda-bedakan. “Jika Anda menjuluki seseorang secara rasis, maka sebuah tembok akan membentengi Anda dan dirinya. – If you simply call someone a racist, a wall goes up,” ungkap Dr. K.E. Supriya, seorang profesor ahli komunikasi di Universitas Wisconsin-Milwaukee, dan ahli dalam aturan gender dan indentitas budaya dalam komunikasi.
Menyuarakan kebenaran adalah salah satu cara untuk memberi makna bagi diri kita sebagai umat manusia. Namun di tengah kultur kehidupan yang semakin individualis dan mendewakan materialisme seperti saat ini, upaya menyuarakan kebenaran pasti mendapatkan tantangan cukup berat. Tetapi selama kita berkomitmen untuk memperjuangkan nilai-nilai moralitas maka suatu saat pasti kita akan memetik hasil yang positif pula.[aho]
* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
~ Samuel Butler
The Way of All Flesh
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah kisah nyata yang terjadi di Cina tentang kecelakaan tragis di area Tiger Taming Hill. Kisah nyata tersebut mengungkap detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Berawal ketika 3 begundal yang kejam dan bengis memaksa seorang wanita sopir bis untuk melakukan tindak asusila.
Sementara itu sebagian besar penumpang tidak sedikit pun peduli. Hati nurani mereka seakan tertutup rapat. Namun ada seorang pria paruh baya yang berusaha melawan keganasan para begundal itu dengan sekuat tenaga dan berteriak kepada rekannya sesama penumpang agar mau menolong. Tetapi usahanya sia-sia, karena tak satupun diantara para penumpang itu bergeming. Sehingga pria itupun terjungkal kesakitan setelah dihajar oleh 3 begundal.
Setelah diperlakukan tidak senonoh, si sopir cantik itu justru berubah menjadi bersikap aneh. Ia tidak menunjukkan kesedihan, namun berlaku kasar kepada pria yang tadi berusaha menolongnya. Dengan nada suara keras sopir wanita tersebut balik mengusir pria tadi agar segera turun dari bis dan mengancam tidak akan mengemudikan bis bila pria tersebut nekat bertahan.
Pria tersebut menolak pergi. Tetapi tiba-tiba beberapa penumpang lain yang bertubuh kekar menyeret pria tersebut turun lalu melemparkannya di jalanan tanpa belas kasihan sedikit pun. Pria itupun tersungkur bersama tas bawaannya.
Sopir tersebut kemudian mengemudikan bis dengan kecepatan sangat tinggi. Tak seorangpun menduga bila sopir wanita itu tiba-tiba menghempaskan arah kemudi bis ke tebing curam. Keesokan harinya berbagai media surat kabar mengabarkan kecelakaan tragis yang menewaskan seluruh penumpang termasuk sang sopir cantik. Sebuah surat kabar menyebutkan bahwa pria paruh baya itu menangis histeris setelah membaca berita tersebut dari surat kabar.
Kita dapat melihat begitu berat menjalani peran seperti sosok pria paruh baya yang ada dalam kejadian di atas. Upaya yang begitu keras untuk menolong justru membuatnya dimusuhi dan dihajar habis-habisan oleh para begundal yang kejam. Ia harus menghadapi kenyataan pahit, karena usahanya meneriakkan moralitas kandas di tengah sikap para penumpang yang acuh tak acuh.
Memang selalu ada risiko bila kita mencoba berbicara entah lewat kata-kata maupun perbuatan yang berlandaskan moralitas. Tetapi bercermin dari kisah tersebut, ternyata kita akan menanggung risiko yang lebih buruk atas kebisuan. Mungkin kita akan semakin sering melihat, mendengar, atau bahkan mengalami sendiri kisah tragis itu, apabila kita tidak peduli alias membutakan mata terhadap tindak apa pun yang mengabaikan moralitas.
Jadi jangan ragu untuk menyuarakan kebenaran. Tetapi terlebih dahulu perbaiki diri, terutama sikap kita agar sesuai dengan nilai-nilai moralitas. Bersikaplah waspada untuk terus memperbaiki diri, karena perubahan itu terjadi secara perlahan tanpa kita sadari.
Sementara itu, kumpulkan keberanian sebelum menghadapi situasi yang tidak menguntungkan. “Summon your courage, whatever it takes to get that courage, wherever that source of courage is for you. – Kumpulkan keberanianmu, bagaimanapun caranya dan dimanapun Anda bisa mendapatkannya,” kata Dr. Marsha Houston, dekan fakultas studi komunikasi universitas Alabama-AS. Keberanian Anda akan semakin besar untuk mengungkapkan ketidaksepahaman hati bila didasari motivasi ingin menegakkan moralitas.
Kita dapat melihat bagaimana keberanian Sumidjan, seorang tokoh penggiat gerakan anti KKN asal Bontang. “Saya prihatin dengan keadaan bangsa ini. Kalau dibiarkan (KKN), bangsa ini akan bangkrut,” demikian ujar Sumidjan. Pria yang hanya tamatan SLTP itu beranggapan bahwa para koruptor adalah biang keterpurukan rakyat kecil sehingga mereka hidup terlunta-lunta. Sumidjan kerap berdemo dan mengkritik penguasa di kota Bontang.
Motivasi Sumidjan semata-mata adalah ingin moralitas ditegakkan di kalangan pejabat, wakil rakyat, pemerintahan maupun penegak hukum. Tak mengherankan jika ia pantang menyerah meskipun sering menjadi korban tindak kekerasan, diancam dan dihajar preman saat berdemo. Pria yang sudah mendapatkan Tiga Pilar Award 2007 dari Meneg PAN Taufik Effendi itu juga telah dilaporkan ke polisi dan divonis penjara 3 bulan, dan rumahnya nyaris dibakar, usahanya berjualan es campur di Bontang disabotase dan lain sebagainya. Semua itu tidak membuatnya surut langkah, bahkan sampai saat ini ia bertambah gencar melakukan aksi demo memprotes para koruptor yang tidak bermoral.
Jangan pula kita takut untuk menyuarakan kebenaran, selama tindakan tersebut dilakukan untuk membela kepentingan semua orang tanpa membeda-bedakan. “Jika Anda menjuluki seseorang secara rasis, maka sebuah tembok akan membentengi Anda dan dirinya. – If you simply call someone a racist, a wall goes up,” ungkap Dr. K.E. Supriya, seorang profesor ahli komunikasi di Universitas Wisconsin-Milwaukee, dan ahli dalam aturan gender dan indentitas budaya dalam komunikasi.
Menyuarakan kebenaran adalah salah satu cara untuk memberi makna bagi diri kita sebagai umat manusia. Namun di tengah kultur kehidupan yang semakin individualis dan mendewakan materialisme seperti saat ini, upaya menyuarakan kebenaran pasti mendapatkan tantangan cukup berat. Tetapi selama kita berkomitmen untuk memperjuangkan nilai-nilai moralitas maka suatu saat pasti kita akan memetik hasil yang positif pula.[aho]
* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com.
MANISAN KERAMAHAN
Di tengah kehidupan globalisasi yang semakin sarat dengan persaingan dan tantangan seperti sekarang tidak hanya dibutuhkan usaha keras tetapi juga cerdas untuk dapat bertahan atau meningkatkan prospek bisnis maupun kualitas kehidupan kita. Bersikap ramah merupakan alternatif yang cerdas untuk kita pergunakan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Berikut ini beberapa manfaat dari keramahan diantara segudang manfaat lainnya.
Mendapatkan kondisi jasmani sehat merupakan salah satu manfaat dari bersikap ramah. Karena tersenyum sebagai bentuk keramahan ternyata dapat merangsang produksi hormon serotonin dan memacu produksi sistem kekebalan tubuh. Hormon tersebut membantu menjadikan kita lebih sehat, segar, dan tenang sehingga memungkinkan kita melakukan banyak aktifitas produktif. Sebaliknya, sikap cemberut dan ketus atau marah memicu produksi hormon-hormon yang bersifat meracuni tubuh sehingga mengurangi tingkat kesehatan kita.
Keramahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan juga dikarenakan keramahan tidak memerlukan banyak energi. Sebaliknya, bersikap tidak ramah atau ketus dan cemberut memerlukan gerak banyak otot, sehingga dapat menguras energi. Tubuh akan terasa lebih cepat letih dan sakit. Itulah mengapa bersikap tersenyum ramah sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, karena terbukti efisien dan efektif.
Sementara itu, senyum dan sapa yang ramah dapat mendorong keinginan orang lain untuk kembali bertemu atau terus berdekatan dengan Anda. Mereka melakukan hal itu karena merasa lebih nyaman dengan keramahan sikap Anda. Itulah mengapa keramahan dinyatakan sebagai langkah sikap yang dapat menimbulkan kesan mendalam dan tidak terlupakan, meskipun mungkin pertemuan yang terjadi cukup singkat atau sudah berlalu cukup lama.
Keramahan juga sudah terbukti mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Jadi, jangan berkecil hati memiliki penampilan yang biasa-biasa saja. Lengkapi penampilan Anda dengan senyum dan keramahan yang tulus dari dasar hati. Niscaya keramahan menjadikan Anda memiliki daya tarik paling memikat bagi siapa pun.
Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan mengendalikan emosi mendatangkan banyak keuntungan dalam kehidupan kita. Bersikap ramah dengan bersikap santun dan hormat kepada siapa pun merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan mengendalikan emosi. Semakin Anda sering berlatih mengendalikan emosi, maka Anda akan semakin mudah memetik keuntungan dalam berbagai situasi sesulit apa pun.
Kelembutan dalam keramahan sikap laksana guyuran air es dingin mematikan panas api yang berkobar. Kekakuan atau kemarahan dapat luluh seketika oleh keramahan yang Anda berikan setulus hati. Keramahan yang tulus ikhlas tak jarang menumbuhkan kesetiaan untuk menjaga hubungan tetap terjalin indah dan saling memberikan manfaat.
Keramahan juga berguna untuk meningkatkan prospek bisnis, meskipun di tengah situasi ekonomi global semakin lesu dan persaingan yang semakin kuat seperti saat ini. Keramahan dalam pelayanan mengistimewakan nilai dari produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kesuksesan rumah makan Mamink Daeng Tata di Jakarta.
Rumah makan yang didirikan H. Mamink sejak tahun 1993 itu tidak sekadar menyuguhkan makanan yang mengesankan di lidah. Menurut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata, keistimewaan rumah makan tersebut adalah layanan manis pemilik dan semua karyawanan. Mereka tidak segan-segan menyapa bahkan mengantarkan tamu sampai ke mobil.
Demi memelihara keakraban dan kesetiaan para tamu, pihak rumah makan tersebut juga tidak segan mengirim SMS kepada para pelanggan yang sudah lama tidak berkunjung. Alhasil, rumah makan yang sederhana itu setiap hari selalu ramai pengunjung. Bahkan tak jarang para pengunjung harus rela bersabar untuk mendapat tempat.
Berbagi dengan orang lain tidak harus selalu sama dengan pengorbanan materi. Bersikap ramah adalah cara yang paling mudah sekaligus murah untuk berbagi. Cobalah tersenyum manis sambil menyapa dengan sopan dan lembut, niscaya itu merupakan amal baik Anda yang disukai banyak orang tak mudah dilupakan.
Keramahan tidak akan menyebabkan efek samping yang mematikan kecuali manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan, hubungan sosial, bisnis, spiritual, dan lain sebagainya. Nikmat manisnya keramahan tentu saja berbeda dengan manis gula yang dapat menyebabkan diabetes, kebutaan, dan penurunan fungsi organ dalam tubuh lainnya. Beberapa manfaat keramahan tersebut di atas terasa begitu manis seumpama manisan, jadi jangan buang waktu lagi untuk segera menikmatinya.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di: www.andrewho-uol.com.
Mendapatkan kondisi jasmani sehat merupakan salah satu manfaat dari bersikap ramah. Karena tersenyum sebagai bentuk keramahan ternyata dapat merangsang produksi hormon serotonin dan memacu produksi sistem kekebalan tubuh. Hormon tersebut membantu menjadikan kita lebih sehat, segar, dan tenang sehingga memungkinkan kita melakukan banyak aktifitas produktif. Sebaliknya, sikap cemberut dan ketus atau marah memicu produksi hormon-hormon yang bersifat meracuni tubuh sehingga mengurangi tingkat kesehatan kita.
Keramahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kesehatan juga dikarenakan keramahan tidak memerlukan banyak energi. Sebaliknya, bersikap tidak ramah atau ketus dan cemberut memerlukan gerak banyak otot, sehingga dapat menguras energi. Tubuh akan terasa lebih cepat letih dan sakit. Itulah mengapa bersikap tersenyum ramah sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, karena terbukti efisien dan efektif.
Sementara itu, senyum dan sapa yang ramah dapat mendorong keinginan orang lain untuk kembali bertemu atau terus berdekatan dengan Anda. Mereka melakukan hal itu karena merasa lebih nyaman dengan keramahan sikap Anda. Itulah mengapa keramahan dinyatakan sebagai langkah sikap yang dapat menimbulkan kesan mendalam dan tidak terlupakan, meskipun mungkin pertemuan yang terjadi cukup singkat atau sudah berlalu cukup lama.
Keramahan juga sudah terbukti mampu meningkatkan daya tarik seseorang. Jadi, jangan berkecil hati memiliki penampilan yang biasa-biasa saja. Lengkapi penampilan Anda dengan senyum dan keramahan yang tulus dari dasar hati. Niscaya keramahan menjadikan Anda memiliki daya tarik paling memikat bagi siapa pun.
Sebagaimana diketahui bahwa kemampuan mengendalikan emosi mendatangkan banyak keuntungan dalam kehidupan kita. Bersikap ramah dengan bersikap santun dan hormat kepada siapa pun merupakan latihan yang sangat efektif untuk meningkatkan kecerdasan mengendalikan emosi. Semakin Anda sering berlatih mengendalikan emosi, maka Anda akan semakin mudah memetik keuntungan dalam berbagai situasi sesulit apa pun.
Kelembutan dalam keramahan sikap laksana guyuran air es dingin mematikan panas api yang berkobar. Kekakuan atau kemarahan dapat luluh seketika oleh keramahan yang Anda berikan setulus hati. Keramahan yang tulus ikhlas tak jarang menumbuhkan kesetiaan untuk menjaga hubungan tetap terjalin indah dan saling memberikan manfaat.
Keramahan juga berguna untuk meningkatkan prospek bisnis, meskipun di tengah situasi ekonomi global semakin lesu dan persaingan yang semakin kuat seperti saat ini. Keramahan dalam pelayanan mengistimewakan nilai dari produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini kita dapat belajar dari kesuksesan rumah makan Mamink Daeng Tata di Jakarta.
Rumah makan yang didirikan H. Mamink sejak tahun 1993 itu tidak sekadar menyuguhkan makanan yang mengesankan di lidah. Menurut Hendri Adnan, Relationship Manager Resto Mamink Daeng Tata, keistimewaan rumah makan tersebut adalah layanan manis pemilik dan semua karyawanan. Mereka tidak segan-segan menyapa bahkan mengantarkan tamu sampai ke mobil.
Demi memelihara keakraban dan kesetiaan para tamu, pihak rumah makan tersebut juga tidak segan mengirim SMS kepada para pelanggan yang sudah lama tidak berkunjung. Alhasil, rumah makan yang sederhana itu setiap hari selalu ramai pengunjung. Bahkan tak jarang para pengunjung harus rela bersabar untuk mendapat tempat.
Berbagi dengan orang lain tidak harus selalu sama dengan pengorbanan materi. Bersikap ramah adalah cara yang paling mudah sekaligus murah untuk berbagi. Cobalah tersenyum manis sambil menyapa dengan sopan dan lembut, niscaya itu merupakan amal baik Anda yang disukai banyak orang tak mudah dilupakan.
Keramahan tidak akan menyebabkan efek samping yang mematikan kecuali manfaat yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas kesehatan, hubungan sosial, bisnis, spiritual, dan lain sebagainya. Nikmat manisnya keramahan tentu saja berbeda dengan manis gula yang dapat menyebabkan diabetes, kebutaan, dan penurunan fungsi organ dalam tubuh lainnya. Beberapa manfaat keramahan tersebut di atas terasa begitu manis seumpama manisan, jadi jangan buang waktu lagi untuk segera menikmatinya.[aho]
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di: www.andrewho-uol.com.
Langganan:
Postingan (Atom)
instanx
Total Tayangan Halaman
Categories
- abdul muid badrun (2)
- Acha Septriasa (4)
- ade asep syafruddin (4)
- alexandra dewi (1)
- alpiyanto (1)
- andrew ho (91)
- Ardian syam (22)
- arief yuntanu (2)
- arif gunawan (40)
- arif yustanu (1)
- artikel (13118)
- bambang trim (1)
- beni bevly (1)
- berita (3795)
- BLOGERNAS (1)
- damardi darmawangsa (13)
- danang a akbarona (2)
- dany chandra (3)
- dewi lestari (1)
- Dian Sastro (1)
- didik darmanto (2)
- dodi mawardi (2)
- DOWNLOAD EBOOK GRATIS (234)
- edi zaqeus (1)
- edit (110)
- eko jalu santoso (1)
- eni kusuma (11)
- goenardjoadi goenawan (1)
- hari subagya (7)
- haryanto kandani (4)
- hendra (10)
- ida kuraeny (1)
- indra cahya (1)
- iqnatius muk kuang (8)
- jennie s bev (1)
- johanes koraang (1)
- joko susilo (47)
- joni liu (2)
- joshua w utomo (2)
- joycelina (1)
- kerjadarirumah (4)
- kristopher david (1)
- lamser aritonang (1)
- Luna maya (15)
- m ichsan (41)
- m ikbal (1)
- Mariana Renata (1)
- marsello ginting (1)
- marzuki usman (3)
- Mieke Amalia (1)
- mugi subagya (1)
- muk kuang (1)
- Mulan Jameela (1)
- original artikel (103)
- profil (3)
- pujiono (1)
- rab a broto (4)
- Revalina S. Temat (3)
- riyanto s (4)
- ronal frank (2)
- roni jamaludin (1)
- ruby herman (1)
- ruddy kusnadi (1)
- rudy lim (19)
- sansulung john sum (1)
- saumimam saud (1)
- stephen barnabas (1)
- suryanto wijaya (3)
- syahril syam (17)
- tan bonaventura andika sumarjo (1)
- tanadi santoso (1)
- tante girang (454)
- thomas sugiarto (8)
- tung desem waringin (4)
- undang a halim (1)
- walpaper (50)