Sabtu, 10 Desember 2011

Buat yang Suka Ngintip , Masuk Sini gan....

Buat yang Suka Ngintip , Masuk Sini gan....:






sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

KPK: Nunun Ditangkap di Bangkok

KPK: Nunun Ditangkap di Bangkok:
Foto Nunun Nurbaeti dalam persidangan Panda Nababan (ANTARA)

VIVAnews - Nunun Nurbaeti, buronan kasus cek pelawat ke Dewan Perwakilan Rakyat, ditangkap di Bangkok, Thailand. Petang ini, istri politikus Partai Keadilan Sejahtera Adang Daradjatun itu tiba di Indonesia.

"(Informasi) benar itu, sekarang ke KPK saja," kata Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha, saat dihubungiVIVAnews, Sabtu 10 Desember 2011.

Nunun Nurbaeti diduga ditangkap Interpol dari Polisi Kerajaan Thailand. Kemudian Nunun diantar personel polisi dan KPK ke Indonesia dan diperkirakan akan iba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 17.40 sore ini.

Nunun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 ini pada Mei 2011. Keterlibatan Nunun dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini beberapa kali disebut dalam persidangan terdakwa Dudhie Makmun cs. Dalam persidangan terungkap bahwa cek pelawat yang diterima Dudhie cs berasal dari Nunun melalui Arie Malangjudo.

Namun, Nunun tak kunjung bisa dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus itu. Bahkan saat beberapa anggota dewan juga duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Nunun tak kunjung berhasil ditemukan. Nunun raib setelah beralasan sakit dan berobat ke luar negeri. (eh)
sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

Renungan Wujud Cinta Apa Adanya

Renungan Wujud Cinta Apa Adanya:

Suami saya adalah seorang insinyur. Saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Namun, semua itu tidak pernah saya dapatkan.

Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan”. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.



Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

Dia termenung dan akhirnya berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan … “Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.

Saya melanjutkan untuk membacanya.

“Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya.

Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.

Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.

Kamu selalu pegal-pegal pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.

Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi “aneh”. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.



Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.

Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.

Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.

Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.



“Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.



Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

Renungan 5 Pelajaran Berharga

Renungan 5 Pelajaran Berharga:

1. Pelajaran Penting ke-1
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini. Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya...? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak.

"Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"!" Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".



2. Pelajaran Penting ke-2 Penumpang yang Kehujanan
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini
sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk menda patkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda.

7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu." Tertanda Ny.Nat King Cole.

Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA




3. Pelajaran penting ke-3 : Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.
Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih di hadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya.... "Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak... dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..." ujarnya.

Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.

Anda bisa lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sangpelayan uang tip yang "layak"......


4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi, untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan. Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat, untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan jalan dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu.

Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup kita.


5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarel awan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku". Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang.

Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar... katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter...?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.
Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya...
sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

Aku Cantik gak...?

Aku Cantik gak...?:





sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

Cerita Kelam Janda Korban Pembantaian di Rawagede (1)

Cerita Kelam Janda Korban Pembantaian di Rawagede (1): TIBA-TIBA tidur Cawi (90) terjaga, gara-gara suara derap sepatu yang banyak sekali. Mirip suara sepatu tentara. “Ada apa yah,” tanya Cawi dalam hati, menceritakan kisahnya


Waktu itu, matahari belum memancarkan cahayanya. Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB, sebentar lagi azan subuh berkumandang.

Belum sempat ia beranjak dari alas tidur, suara keras menggedor rumahnya yang hanya terbuat dari kayu dan bambu, sehingga begitu keras suaranya. “Ada apa,” tanya Cawi dengan penuh cemas ke ratusan tentara Belanda yang menggeledah rumahnya.

“Ada laki-laki di rumah ini,” tanya tentara Belanda dengan bahasa Indonesia yang tidak begitu bagus. Cawi pun menjawab, “Sejak gelap (dinihari) bapak ke sawah,” jawab Cawi terbata-bata.

Pasukan Belanda pun pergi, ia lega tidak terjadi sesuatu. Namun, selang 30 menit, usai azan subuh, suara tembakan, ‘dor dor dor’ berkali-kali disertai suara mortir dan sangat lama membuat bising telinga.

“Bising sekali pagi itu, karena suara senapan tak henti-hentinya,” kata Cawi mengingat kejadian subuh itu.

Waktu itu, tanggal 9 Desember 1947, tepatnya hari Selasa. sebanyak 300 lebih pasukan Belanda yang dipimpin Mayor Alphons Wijman ternyata sedang mencari pejuang negeri ini, bernama Kapten Lukas Kustario.

Karena tak ditemukan orang yang dicari Belanda, Mayor Alphons memerintahkan anak buahnya untuk mengumpulkan semua laki-laki dewasa dan berjajar di lapangan. Sejak itulah, pasukan Belanda menghabisi semua suami dan laki-laki dewasa.

Cawi yang belum mengetahui suara senapan yang didengarnya itu telah membunuh suaminya dan suami perempian lainnya. Waktu itu, dia tidak tahu karena masih bersembunyi di rumah. Tidak berani ke luar rumah.

“Saya tidak tahu itu ada pembantaian dan suami emak salah satu korbannya,” tuturnya. Perasaannya tak karuan cemas. Sorenya, barulah dia bersama perempuan lainnya memberanikan keluar mencari jenazah suaminya yang dibunuh Belanda.

“Emak temukan suami emak persis di pinggir sungai. Tapi sudah tak bernyawa,” Dia pun memeluknya, sambil mengelus luka bekas tembak di kepala suaminya yang tembus ke belakang.

Saat itu, dia baru sadar ternyata telah terjadi pembantaian besar-besaran terhadap kaum lelaki di kampungnya di Rawagede.

Ratusan janda menangisi jasad suamianya yang tergeletak sia-sia. “Saat itu juga kaum perempuan menggotong dan menguburkan sendiri mayat suaminya dengan peralatan seadanya,” katanya.

Ada yang membwa cangkul, golok, dan bahkan sendok semen. Asalkan bisa membuat lubang yang kira-kira bisa mengubur. Bahkan ada mayat yang dikubur dangkal, tidak sampai satu meter. Sehingga bau mayat begitu menyengat.

Rata-rata para perempuan yang merupakan ibu-bu mengubur jenazah suaminya di pekarangan rumah masing-masing. “Kalo suami emak dikubur disamping rumah, pada besoknya hari Rabu,”

Usianya kini sudah menginjak 90 tahun, pandangannya sudah tidak begitu jelas, tapi ingatannya masih kuat. Bila mengingat masa kelam itu, dia menangis. Bahkan ketika berkisah kepada okezone.

Saksi hidup lainnya, bercerita seputar tragedi berdarah yang membuat ratusan nyawa melayang. Adalah Basaden (74), waktu itu ia masih berumur 11 tahun.

Dia masih ingat betul bagaimana tentara Belanda membunuh kaum lelaki dewasa di subuh hari. Waktu itu, saat pembantaian hujan turun deras disertai kilat.

“Yang paling banyak dibunuh di Stasion Rawagede, banyak mayat bergelimpang pada menumpuk seperti sampah disana,” ucapnya sambil menunjuk jari telunjuknya ke lokasi tempat pembantaian.

Namun, lanjut Basaden, militer Belanda tidak membantai anak kecil dan ibu-ibu. Pasukan Belanda masuk ke setiap rumah untuk mencari lelaki dewasa.

“Tentara Belanda waktu itu masuk ke rumah untuk mencari bapak. Lalu di jawab Ibu kalau bapak tidak di rumah. Padahal mah bapak lagi ngumpet di bawah tempat penyimpanan padi, saya masih inget banget itu,” ujarnya tertawa.

Setelah kejadian itu, kampung Rawagede dikenal sebagai kampung janda, lantaran para kepala keluarga, suami mereka dibantai hidup-hidup.

Ada 483 Makam

Tragedi Rawagede adalah peristiwa pembantaian oleh tentara Belanda terhadap ratusan penduduk Kampung Rawagede yang sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat, 9 Desember 1947.

Waktu itu, Belanda melancarkan agresi militer pertamanya disaat menjelang subuh dan tidak sedikit jumlah korban yang berjatuhan di Rawagede, sebanyak 483 nyawa melayang.

Jumlah ini berdasarkan data yang tercatat di depan makam Pahlawan Sampurna Raga di Karawang.

Disebutkan, yang menjadi korban aksi brutal militer Belanda di Rawagede pada 9 Desember 1947 tercatat 431 orang, 1 Januari-Oktober 1947 tercatat 35 orang dan untuk 1 Juli-November 1947 tercatat 17 orang.

Sehingga jumlah keseluruhan 483 orang. Dan dari jumlah ini yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sampurna Raga hanya 281 orang.

Saksi sejarah Basedan menuturkan tragedi berdarah yang membuat ratusan nyawa melayang. Basaden mengatakan bahwa disaat pembantaian yang dilakukan oleh militer Belanda cuaca pada saat itu hujan deras disertai kilat.

Kata Basaden, datangnya pasukan Belanda ke Rawagede dikarenakan ada mata-mata Belanda sehingga pada tanggal 9 Desember, Belanda datang serta menculik.

“Yang paling banyak dibunuh di Statiun Rawagede, banyak mayat bergelimpang pada menumpuk seperti sampah disana,” ucap pria kelahiran 1937 kepada okezone di Karawang, Jum’at (9/12/2011) sambil menunjuk jari telunjuknya ke lokasi temapt pembantaian.

Namun, lanjut Basaden, militer Belanda tidak membantai anak kecil dan ibu-ibu. Pasukan Belanda masuk setiap rumah untuk mencari bapak-bapak.

Dalam operasinya, Belanda selalu menyebut nama Kapten Lukas Kustario yang memang menjadi target Belanda untuk dibunuh.

Waktu itu, Belanda menyangka Kapten Lukas Kustario, yang merupakan Komandan Kompi Siliwangi yang diduga bersembunyi di Kampung Rawagede.

Namun, pasukan belanda tidak menemukan Kapten Lukas dan akhirnya pasukan Belanda memerintahkan agar semua warga laki-laki untuk berdiri, dan secara membabi buta pasukan Belanda menembak semua laki-laki yang berdiri dihadapannya.

sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

Samurai-X Versi Manusia Akan Dirilis 2012

Samurai-X Versi Manusia Akan Dirilis 2012:

Berikut Infonya yang diambil dari situs tokyohive.com:




Takeru Sato as Kenshin Himura

The live action film for “Rurouni Kenshin“ finished filming on November 21st, and fans of the popular manga series got a first look at ‘Kenshin’ himself, played by actor Sato Takeru.

Filming for the movie began back in August, and the shoot was held in Kyoto, Shiga, Tottori, Okayama, Hyogo, and Osaka with a total of 1,200 extras.

Reportedly, William Ireton (who presided over the production of the movie) has already begun preparations to distribute it overseas. He stated, “We believe that ‘Kenshin’ will be loved by audiences all over the world.” Sato also commented, “I screamed ‘It’s over~!’ because I was relieved that we were able to finish filming it safely, and I felt a sense of freedom. I want many people to watch the movie, especially the fans of the original manga.”



“Rurouni Kenshin” is one of Japan’s more famous manga, originally serialized through “Weekly Shonen Jump” during 1994 ~ 1999. Its comics (totaling to 28 volumes) have published over 50 million copies.

The manga follows the story of ‘Himura Kenshin’ who was known and feared as the assassin “Hitokiri Battousai”; after experiencing a personal trauma, he starts a personal journey as a wanderer after the Meiji Restoration, pledging that he would do “no more killing.”

Sato plays ‘Kenshin’, and his female co-star is Takei Emi, who plays the heroine “Kamiya Kaoru“; Aoi Yu, Aoki Munetaka, Tanaka Taketo, and Eguchi Yosuke are also the part of the main cast.

The movie will be released on August 25th, 2012.


Emi Takei as Kaoru Kamiya

Actress Emi Takei (Taira no Kiyomori, Asuko March!) will play the role of Kaoru Kamiya, a teacher of the Kamiya Kasshin-ryū style, a swords style used to protect people. Otomo Keishi (Ryomaden), the director for the movie stated:

“Without a doubt, Takei-san is an actress who will become big. Even with an innocent face, she has the will for this work. I feel that she has the chance of becoming big by playing various roles. Along with her age (17), I couldn’t think of anyone else to play the role of Kaoru.”

Emi Takei answered:

“I am happy and excited, yet at the same time very nervous to star in the film adaptation of a comic loved by many people. For the filming, I am learning sword fighting and posture. I feel my spirit will be put in good shape by each and every one of these movements. With the teamwork of the staff and my co-stars, I want to make this a film everyone will enjoy. I want to challenge myself with all my might. Please look forward to it.”


Taketo Tanaka as Yahiko Myojin


Yuu Aoi as Megumi Takani


Munetaka Aoki as Sanosuke Sagara

The October issue of Shueisha's Jump Square magazine have finally confirmed the actors that will play Sanosuke and Megumi in the upcoming live action movie adaptation of Nobuhiro Watsuki's period manga “Rurouni Kenshin”!

Yuu Aoi (Hana and Alice, Honey and Clover) will play Megumi Takani, while Munetaka Aoki (The Last Message Umizaru, The Girl Who Leapt Through Time) will play Sanosuke Sagara. Moreover, Taketo Tanaka will take on the role of Yahiko Myōjin aka Yoshi.

The live action adaptation of Rurouni Kenshin is produced by Warner Bros. Picture Japan, and slated for summer 2012 release. Another Cast:

Koji Kikkawa as Jine Udo



A musician and actor, Kikkawa Koji (Let's Dance With Papa, Kamen Rider W) will be playing “Udo Jin-e” who has a strong desire for killing people. He has his own aesthetic on killing, and is willing to do anything to achieve his end.
Yosuke Eguchi as Hajime Saitō



Yosuke Eguchi (Shonan Bakusozoku, Tokyo Love Story) will be “Saito Hajime” who is a rival of Kenshin. This character is based on the real-life personage who was the captain of the third unit of the Shinsengumi, and he is written as a dark hero in the manga. Eguchi commented, “I hope that the audience would be able to feel some kind of roots of Japanese through ‘Rurouni Kenshin’.” This will be the first time for Eguchi to work with the director, Otomo Keishi.

Teruyuki Kagawa as Kanryū Takeda


Lastly, Kagawa Teruyuki (From Up on Poppy Hill, 20th Century Boys) will be “Takeda Kanryu” who is a cold-blooded industrialist. One of the most memorable scenes of this character would be where Takeda shoots the Gadling gun at his mansion, and it will be shown in the movie.

Kamiya Dojo, Kenshin's Sakaba-sword & Sanosuke's Zanba-sword, creator photographed on set

Hisashi Sasaki, deputy directorof Shueisha's Shonen Manga group, posted four photographs from the set of the live-action Rurouni Kenshin film on Wednesday. He posted photographs of the Kamiya Dojo (outsideand inside), Kenshin's Sakaba-sword and Sanosuke's Zanba-sword on the set, andRurouni Kenshin manga creator Nobuhiro Watsuki himself watching the set.









sumber

Jangan lupa di like...
@osserem Follow juga ya....

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman