Kamis, 09 Oktober 2008

Menggunakan Pengaruh dan Kekuatan







“The measure of a man is what he does with power.
– Ukuran nilai seorang manusia adalah apa yang ia lakukan dengan kekuatannya.”
Pittacus

Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda. Dengan kemampuan tersebut manusia mengejar cita-cita, dan mewujudkan harapan serta mengemban tanggung jawabnya. Semakin tinggi cita-cita yang berhasil ia capai, berarti semakin besar kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya. Pada saat itulah manusia mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar.

Dalam hal ini saya ingin belajar dari kehidupan seorang R.A Kartini. Hingga saat ini, kharisma tokoh wanita yang lahir di desa Mayong pada tanggal 21 April 1879 itu benar-benar luar biasa. Kharismanya tercipta dikarenakan cara Kartini dalam menggunakan pengaruh dan kekuatannya. Kata Henry Ward Beecher, “Greatness lies not in being strong, but the right use of strength. – Prestasi yang besar bukan dikarenakan kekuatan, melainkan cara menggunakan kekuatan yang baik dan benar.”

Kekuatan dan pengaruh berasal dari berbagai segi, misalnya dari segi fisik, materi, spiritual, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Kekuatan utama R.A Kartini dalam berjuang dan memelopori emasipasi wanita di Indonesia adalah ilmu pengetahuan dan semangat juangnya yang tinggi. Dengan latar belakang dan pendidikan Belanda serta ilmu pengetahuan setelah mengeksplorasi kekayaan budayanya sendiri, Kartini berusaha menciptakan perubahan dalam realitas kehidupan masyarakat pada saat itu.

Dengan kekuatan itu pula, Kartini bercita-cita seluruh wanita di sekelilingnya bebas mendapatkan pendidikan membaca dan menulis. Melalui pendidikan, Kartini berharap wanita-wanita Indonesia mampu mengembangkan diri secara positif, meninggalkan budaya yang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan jaman, serta melestarikan budaya tradisional. Lebih jauh, Kartini ingin kaumnya menyadari akan hak dan harga diri sebagai individu dan perlunya identitas sebagai warga negara.

Ide dan cita-cita tersebut ia tuangkan lewat surat-suratnya kepada Hildred Geertz. Menurut Geertz, Kartini menulis surat-surat itu sejak berusia 20-an tahun hingga ia meninggal dunia pada usia 24 tahun. Lewat tulisan-tulisan penanya, Kartini mengapresiasikan hidup dan upayanya untuk suatu kebebasan melalui ekspresi yang sangat kreatif.

Upaya keras Kartini untuk menciptakan perubahan mulai menampakkan hasil, ketika ia mendapatkan ijin membuka sekolah wanita di rumahnya pada tahun 1903. Dengan penuh semangat dan ketekunan, Kartini merancang sendiri program dan sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter wanita-wanita muda, membekali mereka dengan keterampilan, pendidikan, seni dan sastra.

Namun setahun setelah pernikahannya pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia saat melahirkan anak pertama. Kartini tidak sempat melihat sekolah wanita pertama yang dibuka pada tahun 1916. Sekolah-sekolah itu merupakan sekolah perintis yang mendobrak tirani keterbatasan wanita Indonesia.

Kehidupan, kreatifitas, dan inovasi dari seorang Kartini telah menjadi tonggak sejarah, karena membawa perubahan besar terhadap kemajuan kaum wanita Indonesia. Kini semakin banyak wanita Indonesia berprestasi di berbagai bidang. Mereka merupakan realitas yang menunjukkan bahwa ide-ide dan pemikiran Kartini telah terwujud.

Bukan saja Kartini yang dapat menggunakan pengaruh dan kekuatannya. Mahatma Gandhi menerangkan bahwa, “Strength does not come from physical capacity. It comes from an indomitable will. – Kekuatan bukan hanya berasal kapasitas fisik, melainkan bersumber dari kemauan keras.” Artinya, selama masih ada kemauan serta semangat kemandirian, maka selalu ada peluang bagi kita untuk menciptakan perubahan.

Pengaruh dan kekuatan itu memang akan memberikan kualitas yang berbeda. Karena cara menggunakan pengaruh dan kekuatan ikut menentukan hasilnya. Mereka yang mengetahui bagaimana menggunakan pengaruh dan kekuatan itu kemungkinan besar memperoleh suatu dampak positif yang signifikan.

Misalnya orang-orang yang mempunyai peran penting sebagai figur publik atau sebagai pimpinan dalam bidang-bidang tertentu, maka pengaruh dan kekuatan mereka memberikan manfaat yang semakin besar pula. Jackie Chan dan Miss World merupakan contoh tokoh yang menggunakan pengaruh dan kekuatan dengan cara yang tepat. Kedatangan mereka ke Aceh beberapa waktu yang lalu tentu saja berpengaruh terhadap pembentukan opini positif dan simpati dunia terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang telah menimpa masyarakat Aceh.

Tetapi pengaruh dan kekuatan dari seseorang bisa menjelma menjadi tirani dan menyengsarakan manusia lain, jika kapasitas tersebut disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau digunakan melakukan penyimpangan-penyimpangan. William Shakespeare menerangkan, “O, it is excellent to have a giant's strength, but it is tyrannous to use it like a giant. – Mempunyai kekuatan yang besar akan sangat mengagumkan. Tetapi kekuatan itu akan menjadi tirani yang mengerikan jika digunakan seperti raksasa.”

Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan secara positif titipan Tuhan Yang Maha Esa berupa pengaruh dan kekuatan yang kita miliki saat ini. Kita dapat belajar dari R.A Kartini atau siapapun tokoh di dunia ini, yang tidak saja melaksanakan peran mereka dengan benar tetapi telah menggunakan pengaruh dan kekuatan mereka untuk menciptakan kemajuan. Ladang mereka dalam menciptakan suatu keadaan yang lebih baik bagi orang lain dan masyarakat sebenarnya masih selalu terbuka lebar dan tidak jauh dari kita.

* Andrew Ho dapat dihubungi melalui email: andrewhosc@hotmail.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman