Sabtu, 12 Februari 2011

Rayu si dia lewat kelima inderanya !

Rayu Si Dia Lewat Kelima Inderanya

Pelukan hangat pun diperlukan oleh pria. Pelukan bisa membantu meningkatkan rasa keterikatan dan membantu meningkatkan hubungan seksual pasangan.


Rabu, 9/12/2009 | 14:36 WIB
KOMPAS.com - Kita tahu, bahwa pria adalah mahluk visual. Namun, bukan berarti untuk mengundangnya beraksi hanya bisa dengan menstimulasi indera visualnya saja. Coba stimulasi indera lainnya dengan cara berikut:
Indera penglihat
Para peneliti dari Universitas Rochester, New York meneliti 149 pria untuk mengukur tingkat menarik atau tidaknya wanita berdasar foto yang diberi bingkai berwarna putih, keabuan, biru, hijau, dan merah. Warna merah tentunya menempati posisi terutama. Disimpulkan dari penelitian tersebut, warna merah seringkali diasosiasikan dengan hati, hari Valentine, pakaian dalam, dan semacamnya. Intinya, warna merah memiliki arti seksi. Jadi, coba untuk memilih pakaian berwarna merah untuk menstimulasi pemandangannya.
Indera penciuman
Tak perlu menyemprot banyak parfum, karena aroma alami tubuh ternyata bagian peningkat gairah yang cukup besar. “Kita semua memiliki aroma tubuh yang berbeda dan unik,” ungkap Sharon Moalem, PhD, penulis How Sex Works. Aroma tubuh kita memiliki kekuatan untuk memicu semacam gairah dan memerankan peran yang cukup penting. Jadi, Anda tak perlu memusingkan diri dengan berpikir mana parfum yang akan dipakai, atau membalurkan lotion ke sekujur tubuh sebelum bercinta dengannya. Selama tubuh bersih dan tidak memiliki masalah bau badan, aroma alami tubuh Anda adalah afrodisiak baginya.
Indera pengecap
Bukalah sekotak cokelat. Menyuapinya dengan cokelat saja sudah menjadi hal yang sensual untuknya, sementara rasa cokelat yang mampu melepas hormon serotonin di otak tentu akan membuatnya lebih terstimulasi. Serotonin merupakan hormon yang menginduksi rasa tenang, senang, dan kepuasan, mirip perasaan saat kita sedang jatuh cinta.
Indera pendengar
Bersuaralah! Salah satu keluhan yang dimiliki pria terhadap wanita adalah ketika wanita tidak menimbulkan suara ketika mencapai keintiman. Anda tak harus berteriak sekeras-kerasnya, lenguhan ringan seperti “mmmh...” atau “ya, di sana!” akan bisa membantunya merasa lebih percaya diri dan lebih bergairah.
Indera peraba
Anda pikir hanya Anda yang suka dipeluk? Jangan salah. Pria pun suka berpelukan. Ketika pria atau wanita mendapatkan sentuhan menenangkan dari pasangannya, otak akan melepaskan oksitosin, semacam hormon cinta. Hal tersebut akan semakin memperkuat ikatan Anda dan dia, sekaligus membantu membuat aktivitas seksual lebih baik.

NAD

Editor: din http://ceriwis.us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman