Selasa, 06 September 2011

Bisakah Hamil Padahal Sudah KB?

Bisakah Hamil Padahal Sudah KB?: Alat kontrasepsi banyak pilihannya. Pil adalah salah satunya. Bagaimana dengan tingkat efektivitasnya?

Menurut data dari World Contraception Day Bayer 2010 Schering Pharma Indonesia, pil cukup ampuh untuk merencanakan kehamilan. Namun tetap saja, semua kembali kepada Anda sebagai penggunanya. Disiplin dan motivasi diri menjadi kunci keberhasilan program keluarga berencana. Apalagi jika memilih pil yang tak boleh lupa diminum setiap hari.


Pil kontrasepsi menyenangkan asal tahu caranya, demikian pengakuan Ratna Indrayani yang telah mengonsumsi pil selama 14 tahun. Perempuan pengusaha di bidang komunikasi ini menyatakan, perencanaan keluarga termasuk dalam memiliki anak penting bagi penggila kerja sepertinya. Menjalani KB, bagi Ratna, adalah juga bentuk komitmen orangtua untuk memberikan yang terbaik bagi anak.

"Anak adalah titipan yang perlu dijaga sebaik mungkin," tuturnya dalam testimoni saat peringatan World Contraception Day 2010, yang diadakan oleh Bayer Schering Pharma Indonesia belum lama ini di Jakarta.

Keinginan untuk memberikan perawatan terbaik untuk buah hati menjadi motivasi Ratna berdisiplin menjalani KB dengan pil kontrasepsi. Sebelum memilih alat kontrasepsi, Ratna melakukan perencanaan matang dan pemikiran mendalam.

"Yang pertama saya pertanyakan adalah kapan bisa mengonsumsi pil. Selain itu, memahami diri bahwa KB adalah cara untuk menghasilkan kualitas SDM terbaik," paparnya. Dengan KB, Ratna merasa lebih mampu memprioritaskan diri untuk keluarga di tengah kesibukannya membangun karier dalam bisnisnya.

Tubuh perempuan bukan hanya alat reproduksi, katanya. Perempuan bisa memberdayakan dirinya lebih untuk menyejahterakan keluarga. Kesadaran pentingnya kontrasepsi inilah yang memotivasi Ratna untuk rutin mengonsumsi pil setiap hari, dan terhindar dari kebobolan.

Selalu bawa pil ke mana saja
Cara ampuh bagi Ratna agar tak terlupa minum pil KB adalah dengan selalu membawanya ke mana saja. Pekerjaan Ratna yang kerap kali tak teratur waktunya membuat Ratna harus menyiasati cara meminum pil kontrasepsi.

"Saya selalu memastikan, sekitar jam 21.00-23.00 harus minum pil. Nah, karena pekerjaan saya tak menentu waktunya, saya selalu bawa pil dalam tas setiap hari," kata ibu satu anak berusia 13 tahun ini.

Jadwal minum pil kontrasepsi juga perlu dipatuhi. Seperti Ratna yang terbiasa minum pil di malam hari pada waktu yang sudah diaturnya. Terlambat dua jam saja dari jadwal biasanya, fungsi pil tak lagi efektif. Inilah yang menyebabkan kebobolan, tambah Ratna, yang khawatir jika memiliki banyak anak.

"Jika harus ke luar negeri, minumlah pil sesuai jadwal yang sama. Meski terjadi perbedaan waktu, saya tetap minum pil dengan mengikuti waktu Indonesia," tuturnya, mencontohkan cara konsumsi pil kontrasepsi yang efektif dan membantunya merencanakan kelahiran. [kompas.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman