Senin, 12 September 2011

Makanan Indonesia Tersohor di Dunia

Makanan Indonesia Tersohor di Dunia:


Makanan Indonesia Tersohor di Dunia-Selain kekayaan seni dan budaya, Indonesia dikenal memiliki keragaman
kuliner yang membuat lidah bergoyang. Sate, nasi goreng, nasi padang,
nasi rames, dan rendang adalah sederet sajian nusantara yang sohor di
mancanegara.

"Di Belanda, ada hampir 1.000 restoran yang
menyajikan masakan Indonesia. Di New York, nasi padang dan nasi rames
yang paling berkembang dan dikenal," kata Dirjen Kerja Sama ASEAN,
Djauhari Oratmangun, dalam sebuah perbincangan pekan lalu. "Di Eropa,
banyak restoran Indonesia masuk dalam daftar restoran terbaik."

Chef
Yonki Gunawan, koordinator Indonesian Chef Association (ICA), sepakat
bahwa banyak masakan Indonesia yang dikenal masyarakat dunia. "Masakan
Indonesia yang paling dikenal rendang dan nasi goreng. Kue yang paling
dikenal lapis legis dan roti bluder, yang justru dipopulerkan
orang-orang Belanda," ujarnya.

Mengandalkan kekuatan rempah,
kuliner Indonesia kerap mendapat klaim sebagai sajian paling berbumbu
ke-2 setelah India. Kelihaian memadukan rempah inilah yang kemudian
menjadikan masakan Indonesia terkesan unik dan sulit ditiru.

Tak
berlebihan jika kuliner nusantara mendapat perhatian serius agar
lestari. Promosi tak boleh putus agar kuliner nusantara tak 'dicuri'
bangsa lain. Salah satu promosi yang efektif antara lain melalui
keterlibatan di festival kuliner internasional.

"Kami sering
ikut festival makanan internasional di luar negeri, biasanya dilakukan
oleh teman-teman dari kedutaan. Terakhir kita ikut festival masakan
internasional di Thailand," ujar Djauhari.

Keikutsertaan
festival makanan internasional menjadi penting di tengah menjamurnya
restoran-restoran yang menyajikan masakan internasional di tanah air,
serta banyaknya chef-chef internasional yang datang untuk mempelajari
kuliner nusantara. Ini bisa menjadi ancaman jika kita enggan
melestarikannya.

Meski demikian, Djauhari optimistis bahwa
masakan Indonesia akan tetap dikenal sebagai masakan khas Indonesia,
tanpa takut 'dicuri' negara lain. "Memang mendaftarkan pada UNESCO
sangat perlu, tapi yang paling penting adalah kita melestarikannya dan
mempromosikannya sebagai bagian dari budaya Indonesia," ucapnya.

Selain
selalu ikut serta dalam festival masakan internasional di luar negeri,
kementrian luar negeri juga berusaha mengadakan festival kuliner
internasional di tanah air. Tujuannya, menyebarkan budaya kepada
masyarakat Indonesia dan perwakilan negara lain.

Festival
terdekat adalah 'ASEAN Plus Culinary Festival' yang akan diadakan di La
Piazza Kelapa Gading, 16-18 September mendatang. Selain menu-menu
nusantara yang kaya rempah, festival juga menyajikan masakan dari
negara-negara ASEAN dan mitra dialognya seperti China, Jepang, Pakistan,
New Zealand, dan India.

Terlepas niat melestarikan makanan
tradisional masing-masing negara, festival kuliner internasional juga
bertujuan semakin mempererat hubungan masyarakat dunia. Mungkin
istilahnya, dari perut naik ke hati. "Rasa cinta bisa datang dari
makanan," ujar Djauhari.(vivanews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman