Kamis, 09 Oktober 2008

Lelang Biola




Dalam sebuah lelang ditawarkan sebuah biola. Tetapi pada saat harga dibuka pada tingkat 5.000 USD, para peserta lelang tidak merespon dengan baik. Sampai seseorang memungut biola tersebut, lalu memainkannya. Sesaat suasana menjadi hening. Hanya ada lantunan melodi yang berasal dari biola tersebut. Semua peserta lelang benar-benar terpukau.

Sungguh menakjubkan! Biola yang sama, tetapi setelah dimainkan dengan baik dan menghasilkan melodi yang indah, laku dua kali lipat dari harga yang ditawarkan, menjadi 10.000 USD. Anda akan sependapat bahwa perbedaan harga maupun respon terhadap biola itu terletak pada kemampuan dalam meningkatkan nilai dari benda tersebut.

Sama seperti kita. Setiap manusia memiliki kelebihan masing-masing yang saya sebut sebagai potensi. Potensi dari setiap manusia sangatlah besar. Tetapi terjadi perbedaan hasil dari potensi-potensi manusia, dikarenakan tingkat kemampuan mengoptimalkan nilai dari potensi diri. Setiap orang pun memiliki kesempatan yang sama besar untuk meningkatkan nilai diri guna mendapatkan kebahagiaan, kekayaan, maupun kesuksesan, dan lain sebagainya.

Adapun langkah awal untuk meningkatkan nilai diri kita adalah menciptakan tujuan dan menuliskan program kerja. Kejelasan tujuan maupun program kerja sangat penting untuk mendeskripsikan dan memfokuskan diri kepada apa yang seharusnya dilakukan. Kedua faktor tersebut jangan sampai terabaikan karena sangat mempengaruhi nilai diri kita.

Saya kira langkah selanjutnya untuk meningkatkan nilai diri adalah segera melangkah atau melakukan tindakan nyata dengan penuh optimisme. Bila sudah ada komitmen untuk berubah dan maju, jangan lagi menengok ke belakang. Selain untuk introspeksi diri, segala bentuk kenangan buruk, trauma, maupun kesalahan di masa lalu seharusnya segera dilupakan. “Kalau kita selalu menggunakan waktu untuk mencampuradukkan masa lalu, maka kita akan kehilangan masa depan,” kata Winson Churchil.

Sebagai contoh mereka yang telah berhasil karena segera melakukan langkah-langkah nyata dan meninggalkan kekurangan di masa lalu adalah negara Jepang dan Cina. Kedua negara tersebut tidak malu untuk mengakui kesalahan yang pernah mereka perbuat, dan dengan segala kerendahan hati meminta maaf atas perbuatan mereka di masa lalu. Setelah itu, mereka segera berkomitmen dan berusaha keras untuk berubah, memperbaiki diri dan membuktikan bahwa mereka adalah bangsa yang potensial.

Kini kita dapat menyaksikan kedua negara tersebut telah berhasil memperbarui keadaan mereka. Kedua negara tersebut tergolong sangat maju di bidang teknologi, ekonomi, perdagangan, dan lain sebagainya. Jadi jangan pernah meragukan kemampuan diri sendiri hanya karena pengalaman masa lalu yang buruk atau sebaliknya. Dengan cara itu kita bisa lebih optimis meningkatkan nilai diri.

Di lain kesempatan, kita sering melihat banyak sekali orang-orang yang hidup jauh lebih baik. Padahal mereka tidak mempunyai pendidikan, keterampilan dan kecerdasan seperti yang kita miliki. Rupanya semua itu dikarenakan mereka mampu meningkatkan nilai diri hanya dengan cara berpikir yang berbeda. Sebagaimana Leo Aikman yang mengatakan, “It isn’t what you know that counts, it’s what you think of in time. – Persoalannya bukan terletak pada apa yang Anda ketahui, melainkan kepada bagaimana Anda berpikir.” Maka salah satu langkah yang harus kita tempuh untuk meningkatkan nilai diri kita adalah memperbarui cara berpikir.

Berpikir positif dan optimis adalah cara berpikir yang terbaik. Sekali saja kita berpikir bahwa kita dapat mencapai sesuatu, maka sangat mengherankan pikiran juga akan segera berusaha mencari cara untuk mewujudkannya. James Allen dalam bukunya yang berjudul As A Man Thinketh mengatakan, “Seseorang dibatasi oleh pemikiran-pemikiran yang ia pilih sendiri. – A person is limited only by the thoughts that he chooses.”

Kisah tentang George Dantzig dalam karya Cynthia Kersey berjudul Unstoppable begitu mengesankan. Diceritakan George Dantzig adalah seorang mahasiswa yang sangat rajin belajar. Suatu ketika ia datang terlambat. Kuliah sang profesor sudah dimulai 20 menit sebelum ia datang.

George segera mencatat 2 soal matematika yang terpampang di papan tulis. Ia mengira 2 soal itu adalah tugas mata kuliah untuk diselesaikan di rumah. Dalam beberapa hari ia berhasil menyelesaikan kedua soal tersebut. Kemudian ia mengumpulkannya di meja kerja sang profesor.

Di suatu hari Minggu pagi pukul 6, sang profesor datang membangunkan George. Sang profesor memberitahu George bahwa sejak terlambat kuliah George sama sekali tidak mendengar penjelasan bahwa 2 soal di papan tulis itu merupakan soal matematika yang sangat sulit. Belum pernah ada ahli matematika atau Einstein sekalipun yang dapat menyelesaikan dua soal itu.

Sangat mengagumkan, George dapat menyelesaikan tidak hanya satu, tetapi dua soal sekaligus! Ternyata rahasianya hanya satu, karena George berpikir positif dan optimis. Ia sama sekali tidak tahu bahwa ia tidak bisa. Kisah tersebut sekaligus membuktikan betapa besar kekuatan pikiran yang positif dan optimis untuk meningkatkan nilai diri kita.

Sedangkan langkah berikutnya untuk menambah nilai diri adalah memupuk kasih sayang dan kepedulian terhadap kesulitan orang lain. Keinginan mendapatkan hasil yang berlebih untuk dapat berbagi dengan orang lain sangat bermanfaat memacu semangat kerja. Nilai diri kita akan meningkat seiring dengan produktifitas yang ditimbulkan oleh semangat kerja yang tinggi. Bila Anda ingin menambah nilai dengan cara ini, maka tantanglah diri Anda sendiri untuk menciptakan lebih banyak gagasan dan lebih giat berusaha.

Selain itu, bersikap rendah hati merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai diri. Rendah hati adalah kesadaran betapa sedikit yang kita ketahui atau miliki. Sebagaimana sebuah pepatah bijak menyebutkan, “The more you know, the less you get. – Semakin Anda tahu, Anda akan semakin merasa tidak tahu apa-apa.” Kesadaran yang ditimbulkan oleh sikap rendah hati itu bukan pertanda pesimis, melainkan menggugah kemauan untuk lebih giat dan banyak belajar, meningkatkan pengetahuan maupun kemampuan. Oleh sebab itu, bersikaplah rendah hati selalu, dan suatu ketika Anda akan merasakan keuntungan akan nilai diri Anda yang semakin tinggi.

Bila Anda membaca langkah-langkah yang saya uraikan di atas dengan seksama, maka Anda akan menyadari betapa mudahnya meningkatkan nilai diri. Bahkan terkadang hanya dengan melakukan sedikit saja perubahan, kita mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Oleh sebab itu, mulailah berusaha meningkatkan nilai diri meskipun hanya sedikit. Selanjutnya tingkatkan nilai diri secara berkesinambungan, dan suatu ketika Anda akan merasakan keuntungan dari nilai diri Anda yang semakin istimewa.

* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha.

Menempatkan Prioritas



“Many people fail in life, not for lack of ability or brains or even courage but simply because they have never organized their energies around a goal. – Banyak orang mengalami kegagalan, bukan karena tidak mempunyai kemampuan maupun kecerdasan atau bahkan keberanian, tetapi karena mereka tidak dapat mengorganisir energi mereka hanya untuk mewujudkan tujuan yang ingin mereka capai.”
Elbert Hubbard

Seorang profesor memasuki ruang kuliah sambil membawa ember transparan berukuran sedang, batu-batu besar, kerikil, pasir dan air. Kemudian profesor mata kuliah filosofi itu memasukkan batu-batu besar ke dalam ember, satu per satu hingga ember itu penuh oleh batu-batu berukuran besar. Semua mahasiswa heran dan memperhatikan dengan seksama.

Kemudian sang profesor mengajukan satu pertanyaan. “Apakah ember ini sudah tidak dapat diisi lagi?” tanya profesor memecah keheningan. Para mahasiswa serentak menjawab, “Ya. Masih bisa,” meskipun mereka melihat ember itu sudah penuh. Profesor itu tersenyum, lalu menuangkan kerikil ke dalam ember itu hingga tak tersisa satu kerikilpun di luar.

“Apakah kalian kira ember ini sudah tidak dapat diisi lagi?” tanya profesor. Para mahasiswa agak bingung. Mereka ragu-ragu. Suara mereka mulai terpecah. Sebagian mengatakan, “Tidak. Ember sudah penuh!” Sementara yang lain mengatakan, “Masih bisa.”

Jawaban mana yang benar akan terbukti setelah sang profesor menuangkan pasir. Ternyata seluruh pasir dapat masuk ke dalam ember itu, mengisi sela-sela batu besar dan kerikil. Profesor itu terus menuangkan pasir hingga ember itu terlihat penuh sesak oleh batu, kerikil dan pasir.

Para mahasiswa sudah dapat memastikan bahwa ember itu tidak akan dapat diisi lagi. Maka ketika profesor bertanya, “Apakah masih bisa diisi lagi?” Dengan kompak seluruh mahasiswa menjawab, “Tidak bisa.” Setelah mendengar jawaban para mahasiswanya, profesor itu menuangkan air ke dalam ember hingga tak tersisa. Terbukti sudah bahwa jawaban para mahasiswa tidak tepat, karena ternyata ember itu masih bisa diisi dengan air.

Nilai filosofis yang ingin disampaikan oleh profesor itu adalah manusia harus pandai menempatkan prioritas. Tempatkan impian-impian yang besar sebagai prioritas utama (yang diibaratkan sebagai batu-batu besar). Jangan sibuk mencari dan menempatkan hal-hal yang kecil (yang diibaratkan oleh kerikil, pasir dan air) terlebih dahulu, karena menyebabkan kita tidak bisa mendapatkan impian yang besar atau utama.

Kenyataan yang kita hadapi sehari-hari memang semua pekerjaan mengklaim sebagai prioritas penting dan meminta perhatian ekstra. Padahal dalam satu waktu kita dapat mengerjakan satu prioritas saja, tidak bisa semuanya. Menempatkan prioritas dengan tepat memang sangat sulit, meskipun setiap hari kita sudah sangat sibuk bekerja. Sehingga memerlukan kecermatan untuk dapat memanajemen prioritas yang sangat banyak.

Sebagaimana kita merasakan bahwa faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan kita adalah faktor kesehatan, keluarga, keuangan, kemampuan, hubungan sosial, pekerjaan dan keimanan. Bila kita bingung untuk memulai mengerjakan prioritas yang mana, maka sebaiknya prioritaskan dulu kepada hal-hal yang berkenaan dengan faktor-faktor tersebut. Prioritaskan masing-masing faktor tersebut dalam kadar yang sama. Sebab bila kita mengabaikan salah satu diantaranya, maka jalan kita menuju kesuksesan mungkin sedikit terhambat.

Misalnya saja Anda memberikan kadar prioritas yang lebih besar terhadap pekerjaan, melebihi kadar prioritas terhadap kesehatan, keimanan, keluarga, hubungan sosial, dan lain sebagainya. Mungkin kehidupan keluarga, hubungan sosial, spiritual, dan kesehatan akan menjadi korbannya. Atau mungkin jika Anda kurang memprioritas diri pada kondisi keuangan, maka kondisi prospek usaha Anda juga akan mengalami degradasi.

Bila memang kita benar-benar harus memilih mana yang harus diprioritaskan, maka sebaiknya prioritaskan pada kondisi spiritual dan kesehatan diri sendiri terlebih dahulu. Bila kondisi kesehatan dan keimanan kita prima, barulah kita dapat mengerjakan prioritas yang lain. Karena dengan kondisi kesehatan dan keimanan yang memadai akan menunjang upaya kita dalam menangani prioritas-prioritas yang lain dengan lebih baik.

Langkah selanjutnya adalah menuliskan prioritas yang akan kita kerjakan setiap hari. Sebagaimana sebuah pepatah bijak menjelaskan, “An unfailing success plan: At each day’s end, write down the six most important things to do tomorrow; number them in order of importance, and then do them. – Perencanaan Pencapaian Kesuksesan: Setiap malam, tuliskan sedikitnya 6 hal penting untuk dikerjakan besok; urutkan berdasarkan seberapa penting mereka, dan laksanakan semua rencana itu.”

Berikutnya bersikaplah konsisten untuk menyelesaikan prioritas yang terpenting dan tetapkan batas waktu, meskipun mungkin akan terasa kurang menyenangkan. Bersikap konsisten dalam mengerjakan prioritas yang terpenting menjadikan kita semakin mengenal dunia dan tempat dimana kita berada dan mendapatkan pengalaman baru yang lebih menyenangkan. “Manusia yang paling pandai adalah yang benar-benar mengerti akan hidup dimana ia ditempatkan,” kata Hellen Keller. Sehingga bersikap konsisten merupakan sinergi yang mempercepat dan menghemat waktu dalam menyelesaikan prioritas-prioritas yang lain.

Langkah-langkah tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi efektif digunakan untuk menyelesaikan prioritas-prioritas yang sangat banyak. Bila kita benar-benar dapat melaksanakan langkah-langkah tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan lusinan top prioritas tanpa kerja yang terlalu panjang, stres dengan jadwal yang padat, ataupun panik. Sebaliknya, Anda bahkan akan mempunyai banyak waktu untuk minum bir.

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, pengusaha, dan motivator.

Prinsip Pelikan





“Thus, races arose from an original coding which God pulled out as needed for adaptation to the environment.”
Walter Lang

Kutipan dari Walter Lang menyatakan bahwa peradaban umat manusia di dunia ini mengalami perkembangan karena senantiasa beradaptasi terhadap lingkungan. Kalimatnya itu menegaskan bahwa pencapaian perkembangan kehidupan kita saat ini pun tidak lepas dari proses yang menuntut kita untuk mengadaptasikan diri. Fenomena yang pernah terjadi pada burung-burung pelikan di pantai Monterey, California berikut ini telah menginspirasi saya untuk menjelaskan beberapa hal penting untuk meningkatkan daya adaptasi kita. Oleh sebab itu saya menyebutnya prinsip Pelikan.

Pantai Pelikan di California Amerika Serikat memang terkenal karena ciri khas burung pelikan yang hidup bebas di sekitar pantai tersebut. Burung-burung pelikan liar itu selalu mendapatkan makanan ikan segar berlimpah dari para nelayan ikan tuna. Mereka berkembang biak dan hidup damai di pantai tersebut.

Tetapi sejak pemerintah memberlakukan undang-undang yang melarang para nelayan menangkap ikan tuna di tempat itu, banyak sekali burung pelikan mati kelaparan. Para ilmuwan berusaha mengatasi persoalan itu dengan berbagai cara, tetapi tidak segera membuahkan hasil. Mereka khawatir burung-burung tersebut akan punah.

Kemudian mereka berinisiatif mendatangkan burung pelikan pesaing dari Florida. Para ilmuwan berharap akan terjadi pembauran dan perkawinan antara burung pelikan Monterey dan Florida, yang menghasilkan bibit pelikan-pelikan yang tangguh dan pandai mencari ikan sendiri. Tetapi dalam waktu singkat dan belum sempat terjadi perkawinan, burung pelikan Monterey sudah mampu berburu ikan sendiri. Kemajuan itu benar-benar menakjubkan.

Burung pelikan yang sudah terbiasa mendapatkan makanan dengan mudah dari para nelayan, tanpa perlu berusaha keras mencari ikan sendiri, cenderung tidak memiliki kekuatan untuk bertahan ketika situasi sudah mengarah pada krisis makanan. Mereka menghadapi kesulitan besar tatkala terjadi sedikit saja perubahan keadaan. Kesulitan yang mereka hadapi dikarenakan mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan beradaptasi.

Kata adaptasi mengacu pada penyesuaian hidup terhadap lingkungan yang terus berubah atau tidak pernah abadi. Secara teoritis seluruh mahluk hidup di dunia ini bersifat adaptif. Sementara kemampuan manusia beradaptasi terhadap bermacam musim maupun keadaan, menurut Henry David Thoreou, melebihi kemampuan mahluk lain di dunia ini. “Man is an animal who more than any other can adapt himself to all climates and circumstances,” katanya.

Manusia yang mampu mengoptimalkan daya adaptasinya terhadap situasi yang terus berubah adalah mereka yang telah mengalami kemajuan konstruktif, misalnya menjadi lebih sukses, lebih pintar, lebih bijaksana, lebih religius dan lain sebagainya. Kualitas diri yang lebih baik cenderung mampu menyiasati tantangan perubahan menjadi suatu peluang yang menguntungkan. Belajar merupakan kunci mewujudkan hal itu.

Berbenah diri sedikit, tetapi dilakukan secara berkesinambungan, lebih mudah meningkatkan kemampuan kita beradaptasi. Kemampuan beradaptasi terhadap tuntutan perubahan akan mendekatkan diri kita terhadap keberhasilan. Karena kesempatan besar akan selalu di depan mata, apabila kita selalu mengembangkan pengetahuan atau keahlian khusus.

Ingatlah perkataan Jose Ortega Gasset, “We distinguish the excellent man from the common man by saying that the former is the one who makes great demands on himself, and the latter who makes no demands on himself. – Kami membedakan orang yang berkualitas dengan orang yang biasa-biasa saja. Orang-orang yang berkualitas akan senantiasa meningkatkan kualitasnya sehingga ia semakin disukai, sedangkan orang yang tidak berkualitas sama sekali tidak melakukan hal itu.”

Kalaupun obyek yang kita pelajari kecil, tetapi akan besar artinya bila digabungkan dengan proses pengalaman belajar itu sendiri. Edmund Vance Cooke menyatakan bahwa semangat untuk mencoba bukan hanya untuk mencapai tujuan itu sendiri, melainkan memperoleh pelatihan dari proses pencapaian itu. “Perhaps the reward of the spirit who tries is not the goal but the exercise, katanya

Sementara bila kita memiliki tujuan jangka pendek maupun jangka panjang yang jelas, maka daya adaptasi kita akan lebih optimal. “All of us perform better and more willingly when we know why we're doing what we have been told or asked to do. – Kita semua menjadi lebih baik dan lebih bersemangat, ketika kita mengerti mengapa kita melakukan hal itu, ” terang Zig Ziglar.

Suatu tujuan yang jelas juga akan membantu kita mengindentifikasi elemen-elemen yang spesifik dari obyek. Terlebih bila standar obyek sudah benar-benar dapat kita mengerti, maka proses adaptasi akan lebih mudah kita jalani. Misalnya Anda ingin menjadi pebisnis jaringan yang handal, maka setidaknya Anda harus mengerti apa sebenarnya elemen prinsip bisnis jaringan. Jika Anda sudah cukup memahami elemen-elemen tersebut, maka Anda akan dengan mudah menyesuaikan diri agar menjadi seorang pebisnis jaringan yang berhasil.

Kemampuan beradaptasi memang sangat penting. Kemampuan tersebut akan meningkat dengan memupuk rasa kasih sayang dalam hati dan pikiran kita. Kalimat-kalimat dan sikap yang dihiasai dengan kasih sayang akan sangat memudahkan kita beradaptasi dengan lingkungan sosial. Tidak dapat dipungkiri bahwa hubungan sosial yang luas dan berkualitas adalah pertanda semakin besar peluang tercapainya keberhasilan.

Tetapi sebelum memperluas hubungan sosial, berhati-hatilah dalam memilih komunitas. Pilihlah komunitas yang terbaik sebagai obyek adaptasi, yaitu komunitas yang dipenuhi oleh orang-orang yang berpikiran positif, pekerja keras, dan optimis, penuh vitalitas dan semangat, dan lain-sebagainya yang serba positif. Boleh jadi mereka itulah orang-orang yang memacu diri kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan.

Keberhasilan saya inipun tidak lepas dari proses yang pernah saya alami. Sepanjang proses itulah saya banyak belajar agar mudah mengadaptasikan diri terhadap tuntutan-tuntutan perubahan. Kemampuan beradaptasi memang merupakan ujung tombak dari pencapaian kemajuan atau keberhasilan. Sayapun yakin akan selalu ada keajaiban bila ada semangat yang tinggi untuk terus mengadaptasikan diri terhadap perubahan.

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, pengusaha, dan motivator.

Rabu, 08 Oktober 2008

Hadiah Terindah Sepanjang Tahun 2006









Bala bencana di pulau Sumatra sampai Papua, dari mulai bencana banjir bandang, longsor, busung lapar, sampai gempa bumi menyambut tahun 2006. Tidak sedikit saudara-saudara kita yang merasakan kepedihan karena kehilangan segala yang teramat penting dalam kehidupan ini. Bencana itu kian menambah pelik persoalan yang harus dihadapi oleh bangsa ini.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa kepedihan itu sebenarnya bisa menjadi hadiah terindah bagi kita. Kepedihan yang kita alami akan menjadi hadiah yang terindah bila kita sadari bahwa kepedihan itu adalah sebuah titik balik untuk mencapai kesuksesan, kebahagiaan maupun kedamaian spritual. Maka kita harus dapat memetik hikmah dari semua itu.

Di penghujung tahun 2004 Aceh ditimpa gempa bumi dan tsunami. Ratusan ribu orang terhempas, kehilangan harta benda, sanak saudara, bahkan keluarga tercinta. Salah satu hadiah terindah dari bencana itu adalah dipersatukannya bangsa ini setelah sekian lama terlibat konflik dengan GAM (Gerakan Aceh Merdeka).

Contoh lain adalah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang sedang melanda berbagai tempat di negri ini. Sebenarnya itu merupakan teguran bagi orang-orang yang telah merusak lingkungan hidup dan mereka yang memiliki kekuatan supaya bertindak lebih bijaksana terhadap kelestarian lingkungan. Bila bencana ini diikuti dengan perubahan sikap yang lebih arif, maka kelestarian lingkungan akan terjaga dan bencana ini tidak terulang lagi.

Jangan pernah berkecil hati kalaupun diri kita sendiri harus menghadapi bencana, cobaan atau kehilangan segala yang teramat berarti. Kita bisa belajar dari orang yang pernah terserang penyakit jantung. Bila ia sudah merasakan betapa menderita karena sakit itu, maka setelah sembuh ia memiliki kesadaran yang lebih tinggi dalam mengatur pola makan, lebih giat berolah raga, dan semangat hidupnya lebih tinggi.

Contoh lain misalnya diantara kita mengalami kebangkrutan, maka jangan mengira segalanya sudah berakhir. Theodore Roosevelt menandaskan bahwa selalu ada keuntungan dibalik setiap tantangan, kegagalan, atau kekecewaan. “Every adversity, every failure, every heartache carries with it the seed on an equal or greater benefit,” ujarnya. Karena mungkin kebangkrutan itu menjadikan kita lebih cerdas memanajemen keuangan dan mencari peluang yang lebih menguntungkan.

Ada sesuatu yang jauh lebih baik dalam kehidupan ini. Bencana, kehilangan atau pengalaman seburuk apapun adalah hadiah terindah bila kita dapat menarik pelajaran berharga darinya. Dikatakan dalam sebuah pepatah Cina, “Batu permata tidak akan berkilau tanpa gesekan. Tidak ada orang yang menjadi lebih baik tanpa percobaan. The gem cannot be polished without friction, nor man perfected without trials.”

Langkah penting yang harus kita tempuh untuk mengubah pengalaman buruk menjadi hadiah yang terindah adalah menepiskan semua rasa takut maupun pesimisme untuk mencari sesuatu yang jauh lebih baik di dalam diri kita. Tantangan, hambatan, atau situasi yang teramat sulit itu sesungguhnya sebuah peringatan bahwa kita mempunyai kekuatan, tenaga dan energi untuk menghadapi semua itu.

Luangkan sedikit waktu untuk bernapas panjang. Pada saat itu Anda akan merasakan begitu banyak kesempatan, potensi dan kenikmatan yang selama ini Anda abaikan. Jangan terburu-buru ingin mengubah semuanya dalam sekejap.

Setelah itu lakukan tindakan dan perubahan kecil yang serba positif. “A positive attitude may not solve every problem but it makes solving any problem a more pleasant experience. – Sikap yang positif memang tidak memecahkan persoalan. Tetapi sikap seperti itu dapat menjadikan usaha kita dalam memecahkan setiap persoalan menjadi lebih menyenangkan,” kata Grant Fairley. Ciptakan kemajuan secara produktif dan konsisten. Hingga suatu ketika Anda akan begitu terpesona pada hasil yang Anda dapatkan.

Semula mungkin terasa begitu berat. Tetapi bila Anda memiliki sedikit keberanian, optimisme dan kemauan untuk memulai, maka Anda akan menyadari dan berkata, “Ternyata saya bisa melakukannya!” Apalagi jika Anda memfokuskan kekuatan, tenaga, dan energi di dalam diri, maka Anda tidak akan pernah merasa kesulitan untuk mengubah cobaan yang teramat sulit sekalipun menjadi sebuah hadiah terindah.

Kepedihan ada untuk disembuhkan. Persoalan ada untuk dijadikan palajaran. Setiap persoalan, kesedihan maupun kehilangan mengandung tujuan positif. Tidak jarang semua itu menjadikan kita jauh lebih baik, lebih kuat secara mental, emosional, dan spiritual. “The greater the difficulty the more glory in surmounting it. Skillful pilots gain their reputation from storms and tempests. – Semakin besar kesulitan, semakin besar kesuksesan bila kita dapat menyelesaikan atau memetik hikmah darinya. Contohnya para pilot mendapatkan reputasi besar karena mereka sudah sering melalui hujan badai,” terang Epictetus.

Kalaupun kita tidak dapat mengontrol apa yang akan terjadi pada diri kita, tetapi setidaknya kita dapat mengatur bagaimana kehidupan yang kita inginkan. Bisa saja kita menganggap kepedihan atau kehilangan yang menimpa sebagai hambatan. Tetapi kita juga dapat menjadikan kepedihan atau kehilangan itu sebagai hadiah yang terindah, karena menyediakan jalan supaya kita bisa bertumbuh, lebih baik dan lebih kuat. Buktikan!

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, pengusaha, dan motivator.

Sukses adalah pilihan hidup




“Kebebasan berarti memilih beban Anda.” Eudora Welty

Suatu hari anak saya memilih beberapa jenis permainan puzzle, semacam permainan menggabung-gabungkan potongan-potongan gambar. Anak saya kemudian memilih jenis puzzle yang terdiri dari 1.000 keping potongan gambar. Setelah menentukan pilihan, mulailah ia melaksanakan langkah-langkah menyusun keping demi keping puzzle.

Rupanya ia mempunyai strategi menyusun kepingan-kepingan gambar itu. Mula-mula ia membuat kerangka gambar. Kemudian ia mengelompokkan kepingan-kepingan itu berdasarkan warnanya. setelah itu barulah ia menyusun atau meletakkan kepingan-kepingan tersebut pada tempat yang semestinya.

Semakin banyak kepingan permainan itu, maka akan semakin sulit dikerjakan. Sebenarnya ia bisa saja memilih jenis permainan puzzle yang terdiri dari 5 keping, 6, keping dan seterusnya. Tetapi anak saya sengaja memilih permainan yang terdiri dari ribuan keping. Ia beralasan bahwa semakin sulit permainan akan menghasilkan gambar yang lebih berwarna, bernuansa indah, dan lain sebagainya.

Selain memperhatikan anak saya bekerja menyusun potongan gambar itu, saya juga sibuk berpikir. Jika tanggung jawab hidup semakin besar, mungkin kehidupan ini terasa lebih berat. Namun bila tanggung jawab tersebut dapat diselesaikan dengan baik, maka kehidupan inipun akan terasa lebih berarti, menyenangkan, berwarna dan nikmat.

Hakekat pencapaian kesuksesanpun tidak berbeda. Sama seperti yang dikatakan oleh Dwight D. Eisenhower. “The history of free men is never written by chance but by choice, their choice. – Sejarah seorang manusia merdeka tidak pernah tercipta secara kebetulan, melainkan tercipta karena pilihan mereka sendiri,” katanya. Hakekat kesuksesan adalah pilihan kita sendiri.

Terserah diri kita, akan memilih tanggung jawab hidup yang lebih besar ataukah sedikit? Jika mengambil tanggung jawab yang besar, maka kehidupan akan terasa lebih sulit tetapi mendapatkan nilai hidup yang lebih besar. Apakah kita ingin mendapatkan kehidupan yang sukses dan berharga? Jika Anda benar-benar menginginkannya, ada empat tanggung jawab yang paling mendasar dan menjamin keberhasilan Anda.

Tanggung jawab yang pertama adalah bersikap jujur. Orang-orang yang tulus dan jujur sangat mudah meraih kesuksesan bagi dirinya sendiri sekaligus orang lain. Mengapa demikian? Karena sikap jujur menjadikan kita mudah dipercaya orang lain. Selain itu, kita juga akan semakin percaya diri berusaha mencapai sukses di masa depan. Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Confidence is the companion of success. – Percaya diri merupakan pasangan dari kesuksesan.”

Tanggung jawab selanjutnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sukses dan bermakna adalah kemauan untuk berbagi dengan orang lain. Sadari satu prinsip bahwa ‘you reap what you sow’ – Anda akan memanen apa yang Anda tanam. Jika Anda memilih untuk hidup lebih sukses, maka jangan pernah membiarkan diri Anda pelit untuk berbagi dengan sesama.

“False happiness renders men stern and proud, and that happiness is never communicated. True happiness renders kind and sensible, and that happiness is always shared. – Kebahagiaan semu cenderung menjadikan seseorang kejam dan sombong, dan kebahagiaan seperti itu tidak akan pernah berarti. Kebahagiaan yang sesungguhnya menjadikan seseorang baik hati dan peka, dan kebahagiaan seperti itu yang akan sangat berharga dan bermakna tidak saja untuk diri sendiri,” kata Charles de Montesquieu.

Jika Anda berkeras untuk memilih kehidupan yang lebih sukses, maka tanggung jawab yang harus Anda laksanakan berikutnya adalah giat bekerja. Sejarah lebih banyak membeberkan fakta bahwa upaya yang bersungguh-sungguh selalu mewarnai dinamika kehidupan mayoritas orang-orang sukses di dunia ini. Bila Anda berkomitmen untuk bekerja keras berarti Anda sudah memastikan pada pilihan kehidupan yang lebih sukses.

Giat dalam arti mengerjakan pekerjaan yang benar, bukan pekerjaan yang kita sukai. Socrates mengatakan bahwa sesuatu yang sangat berharga bukan hal yang hanya bisa kita gunakan untuk hidup, melainkan untuk hidup dengan benar. “What most counts is not to live, but to live aright,” katanya. Bila Anda memilih untuk melakukan hal-hal yang benar, berarti Anda sudah memilih kehidupan yang sukses dan penuh integritas.

Sukses atau gagal adalah hasil dari apa yang kita pilih. “Events, circumstances, etc., have their origin in ourselves. They spring from seeds which we have sown. – Setiap kejadian, keadaan yang sedang kita alami, dan lain sebaginya…, kembali kepada diri kita sendiri. Semua itu berasal dari benih yang sudah kita tanam,” kata Henry David Thoreau. Apakah Anda memilih untuk hidup sukses, bahagia, dan bermakna dengan melaksanakan tanggung jawab seperti yang diuraikan diatas, ataukah sebaliknya? Semua pilihan ada di tangan Anda sendiri.

* Andrew Ho adalah penulis buku-buku best seller, seorang motivator, dan pengusaha

Berlibur Sambil Belajar






“The real voyage of discovery consists not in seeking new lands, but in seeing with new eyes. – Perjalanan pencarian sesungguhnya tidak hanya mencari pulau baru, melainkan melihat dengan cara pandang yang berbeda.”
Marcel Proust

Sepuluh tahun belakangan ini saya mengunjungi puluhan negri di lima benua di dunia. Berlibur ke luar negri bersama keluarga dan teman-teman dekat begitu menyenangkan. Kami sangat menikmati keindahan alam, budaya, adat dan makanan khas daerah yang kami kunjungi. Pengalaman itu membuat saya sangat terkesan, sekaligus ingin membagikan inspirasi dan semangat baru yang saya peroleh saat mengunjungi negri orang.

Ketika berkunjung ke Tembok Raksasa (The Great Wall) di Cina dan Piramida di Mesir saya membayangkan begitu hebat kedua bangsa itu. Karena di masa dahulu dimana segalanya masih sederhana saja mereka sudah mampu membangun karya besar dan menjadi icon keajaiban dunia. Kedua karya besar itu adalah bukti bahwa setiap insan di dunia ini sangat berpotensi, tak terkecuali Anda sendiri. Dalam era tehnologi secanggih saat ini, pasti sangat mungkin bagi kita untuk menciptakan mahakarya yang lebih luar biasa

Sewaktu berada di kota Tokyo, saya terkagum-kagum pada bangsa Jepang yang begitu disiplin dan tertib. Penduduk negara itu cukup padat begitupun lalu lintasnya. Tetapi pelayanan MRT atau Skyline sangat baik dan tertib, kemacetanpun jarang terjadi.

Sangat jauh berbeda dengan keadaan kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya di negri ini. Kemacetan tidak pernah sepi dari pemandangan setiap hari. Bayangkan berapa banyak waktu yang harus terbuang sia-sia ketika setiap hari terjebak kemacetan. Belum lagi pemborosan bahan bakar dan udara tercemar yang harus kita hirup.

Siapakah yang harus bertanggung jawab dan dipersalahkan atas keadaan tersebut ? “The only real mistake is the one from which we learn nothing. – Kesalahan satu-satunya adalah kita tidak mau belajar,” kata John Powell. Mengapa kita tidak belajar hidup tertib seperti bangsa Jepang?

Perjalanan mengunjungi peninggalan sejarah di Eropa Timur dan Eropa Barat membuat saya terkesan pada keseriusan warga dan pemerintah setempat dalam memelihara lingkungan dan peninggalan budaya bangsa. Saat melihat sungai-sungai di Swiss yang airnya jernih, tiba-tiba saya teringat sungai-sungai yang keruh dan banyak sampah.

Tiba-tiba pula saya teringat apa yang pernah diucapkan oleh Marion Wright Edelman. “You really can change the world if you care enough. – Anda pasti akan dapat merubah dunia ini jika Anda cukup peduli,” ujarnya. Seandainya ada sedikit saja kepedulian untuk menjaga lingkungan dan mengasihi sesama dari jutaan penduduk di negri ini digabungkan dan direalisasikan, mungkin kita tidak perlu jauh-jauh datang ke Eropa untuk melihat pemandangan yang menyejukkan mata dan merasakan suasana yang menyenangkan.

New Zealand adalah negri yang kaya obyek wisata. Padahal sewaktu saya berkunjung kesana, saya melihat kekayaan alam negri tersebut tidaklah seberapa. Tetapi masyarakat di negri itu sangat kreatif mengolah potensi wisata. Sehingga daya tarik negri itu tidak saja dikarenakan buah kiwi yang molek dan lezat, melainkan wisata dengan berbagai aktifitas yang menyenangkan, misalnya bungy jump dan the ludge.

Belajar dari New Zealand, sebenarnya sangat banyak peluang yang potensial bila kita bersedia mengasah dan mengolah kreatifitas. Dr. Wayne W. Dyer mengatakan, “Creativity means believing you have greatness. – Kreatifitas pertanda percaya bahwa Anda memiliki potensi.” New Zealand merupakan salah satu bukti, bahwa hanya dengan sedikit kreatifitas, negri tersebut menjadi salah satu negri tujuan wisata yang potensial dan ternama di dunia.

Dari New York saya mendapatkan sebuah gambaran masyarakat yang sangat maju dan modern karena menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Disana bermacam budaya, bangsa, agama, ras, dan bahasa hidup berdampingan, saling menghargai dan harmonis, karena mereka menganggap demokrasi itu sangat penting. “Democracy does not guarantee equality of conditions. It only guarantees equality of opportunity. – Demokrasi memang tidak menjamin suatu kesamaan kondisi. Tetapi demokrasi hanya akan menjamin sebuah kesamaan kesempatan,” tegas Irving Kristol. Untuk mencapai kemajuan yang berarti dan menekan perselisihan mungkin kita perlu lebih menanamkan budaya demokrasi dan harus banyak belajar dari masyarakat di sana.

Suatu ketika, saya mengunjungi Afrika Selatan. Disana saya senang berdiri di Cape Point (Tanjung Pengharapan) dan melihat pertemuan antara Samudra Atlantik dan Samudra India. Saya teringat pada para pelaut Belanda dan Portugis di jaman dahulu. Di satu sisi, prestasi mereka luar biasa karena tidak saja mampu melewati Tanjung Pengharapan itu, tetapi mereka juga menemukan dan pernah menahlukkan Indonesia dan Tanah Melayu (Malaysia).

Ilmu pengetahuan tentang keberanian bangsa Belanda dan Portugis serta pengalaman melihat samudra yang begitu luas itu sangat menyentuh hati. Seandainya keberanian kita sebesar milik para pelaut itu, pasti kita tidak akan pernah merasa kesulitan untuk menahlukkan lautan tantangan seluas apapun dan menggapai prestasi yang luar biasa.

Kemudian saat kami bermain dengan Pegium Afrika dan naik burung ostrik, saya mendapatkan pengalaman lucu. Burung ostrik memiliki kebiasaan unik. Burung tersebut akan cepat-cepat menyimpan kepala di bawah tanah, apabila diserang musuh. Ia mungkin berpikir kalau ia sendiri tidak melihat, maka musuhpun tidak akan melihatnya. Tentu kita tidak ingin berperilaku seperti burung ostrik bukan?

Luar biasa ! Sangat banyak hal yang dapat kita teladani dari negri orang. Kemajuan negri lain mungkin perlu kita jadikan referensi untuk lebih bersemangat berusaha menjadi lebih baik. Gandi mengatakan, jika kita ingin melihat dunia ini seperti apa yang kita inginkan, maka sebelumnya kita harus merubah diri kita seperti apa yang ingin kita saksikan di dunia ini. “You must be the change you wish to see in the world,” katanya.

* Andrew Ho adalah motivator dan penulis buku best seller

Kecantikan Seorang Wanita




Beauty can’t amuse you, but brainwork – reading, writing, thinking – can. – Kecantikan tidak akan membuat Anda senang, tetapi kepintaran – dengan cara banyak membaca, menulis, dan berpikir – bisa membuat Anda senang.”
Helen Gurley Brown

Artinya, kecantikan wanita itu bukan hanya diliat dari segi fisik. Kecantikan juga meliputi wawasan ilmu pengetahuan. Membaca, melatih diri menganalisa sesuatu dan berpikir sangat efektif meningkatkan kepintaran.

Pada tanggal 26 September 2005 saya berkesempatan menjadi juri dalam sebuah ajang pemilihan ratu kecantikan bernama Miss Chinese Cosmo Pageant 2005. Ajang serupa sebenarnya sudah 3 kali diselenggarakan di Beijing-Cina, tetapi baru pertama kali diadakan di Denpasar – Indonesia. Dari sekian banyak calon peserta, hanya 15 wanita saja yang lolos dan dikarantina selama satu minggu sebelum mengikuti ajang pemilihan ratu kecantikan tersebut.

Sebagai trainer sekaligus dewan juri, saya tidak sekedar memberikan poin lebih kepada mereka berdasarkan kecantikan dari segi fisik semata. Keahlian masing-masing peserta, termasuk kemampuan dalam menjawab pertanyaan secara spontan, sangat berpengaruh terhadap penilaian para juri. Saya kira, peserta yang sudah terbiasa membaca, menulis, dan berpikir sangat berpeluang memenangkan kontes tersebut.

Tetapi standar kecantikan dalam kontes pun pasti jauh berbeda dengan standar kecantikan kehidupan kita sehari-hari. Karena pada dasarnya kecantikan itu suatu konsep dengan multi difinisi. Saya sendiri mempunyai kriteria khusus dalam menilai kecantikan seorang wanita, dan mungkin itu akan berbeda dengan pendapat orang lain.

Di mata saya, setiap wanita itu cantik, dan masing-masing wanita memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh wanita lain. Setiap wanita memiliki kecantikan yang berasal dari hati dan jiwa dan bersifat permanen. Kecantikan seperti itu sering disebut dengan inner beauty atau keluhuran budi pekerti.

Seluruh dunia mengakui kecantikan Theresia dari Calcuta – India. Meskipun dari segi fisik, wanita tersebut renta, keriput, dan jauh dari standar wanita seksi. Tetapi setiap tindak tanduknya dihiasi dengan budi pekerti yang sangat luhur dan pancaran kasih sayang yang tulus dari dalam hati. Hal itu menjadikan sosok Theresia memiliki kecantikan yang menawan. Meskipun sudah cukup lama meninggal dunia, tetapi kecantikannya tidak pernah lekang oleh waktu.

Saya sengaja mengambil contoh Theresia dari Calcuta – India, karena saya ingin memaparkan bahwa kecantikan wanita itu jauh dari penampilan atau figurnya. Kecantikan seseorang merupakan paduan dari banyak sekali karakteristik yang indah, misalnya sikap, etika, sopan santun, kemandirian, kecerdasan, ketangkasan, humor, kemampuan bersosialisasi, kepekaan dan kasih sayang, religius, kemurahan hati dan lain sebagainya. Leonardo da Vinci menyebutkan, “Beauty adorns virtue. – Kecantikan memuja kebaikan.” Artinya siapapun memiliki kecantikan yang luar biasa apabila bersedia mempercantik hati atau jiwanya. Namun bila masih ada wanita yang merasa jelek, mungkin ia harus memperhatikan beberapa hal penting di bawah ini.

Yang pertama adalah meredam amarah atau keinginan untuk menyakiti orang lain, karena hal itu akan mengurangi aura kecantikan. Lagipula dalam ilmu kedokteran disebutkan bahwa amarah menyebabkan kerusakan sel syaraf sebanyak 50.000 sel. Dibutuhkan waktu lama atau sedikitnya 128 hari untuk memulihkan sel-sel tersebut seperti sedia kala.

Tidak mengherankan, betapun cantik dan menarik fisik seorang wanita, maka ia akan terlihat sangat jelek dan menyebalkan bila dirinya dikuasai amarah atau nafsu untuk menyakiti orang lain. Maka binalah sikap dan cara berpikir positif. Aura kecantikan Anda semakin bersinar terang dan diri Anda terlihat jauh lebih muda dan segar bila Anda selalu berpikir positif.

Yang kedua adalah mencintai diri sendiri tanpa syarat, apapun adanya diri Anda. Apabila Anda tidak mampu mencintai diri sendiri, maka Andapun tidak akan dapat mencintai dan menyayangi orang lain. Logikanya Anda tidak akan dapat memberikan sesuatu yang tidak Anda miliki.

Dengan terlebih dulu mencintai diri sendiri, maka Anda baru akan bisa memancarkan cinta dan kasih sayang kepada mahkluk di sekeliling Anda. Cinta dan kasih sayang yang tulus dari dalam hati menjadikan seluruh aspek di dalam diri Anda terlihat istimewa. Cinta dan kasih sayang akan memancarkan aura kecantikan Anda yang luar biasa.

Selain mencintai diri sendiri apa adanya, Anda juga dapat memupuk cinta dan kasih sayang kepada orang lain dengan melakukan visualisasi. Caranya adalah meluangkan beberapa waktu untuk membayangkan diri Anda berbagi kasih sayang dan berbuat kebaikan kepada orang lain. Lakukan visualisasi seperti itu dimanapun Anda berada, karena dapat meningkatkan energi cinta dan kasih sayang dari dalam diri Anda.

Hingga tanpa Anda sadari, suatu ketika sikap Anda juga akan penuh kasih sayang. Aura kecantikan Andapun akan memancar dengan sendirinya. Semakin banyak cinta yang Anda pancarkan tanpa syarat, maka semakin tinggi aura kecantikan yang Anda miliki.

Satu hal terpenting untuk diperhatikan bahwa kecantikan itu terpancar dari dalam hati yang damai. Aura kecantikan tidak dapat timbul dari dalam jiwa yang kosong dan hampa. Hati yang damai juga tidak dapat tergantikan oleh kekayaan, kemolekan tubuh dan wajah, ketenaran, posisi dan lain sebagainya.

Bersyukur dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan aktifitas yang lebih menjanjikan kedamaian hati. Luangkanlah lebih banyak waktu untuk bersyukur dan beribadah kepada Tuhan YME. Aura kecantikan akan terpancar lebih terang dari seseorang yang memiliki kedamaian spiritual, dimana ia menemukan harapan baru, optimisme dan kebahagiaan hakiki.

Pada dasarnya, penampilan memang penting supaya seorang wanita terlihat rapi, cantik dan menarik. Tetapi karakteristik itu ternyata jauh lebih penting, karena kecantikan yang berasal dari kemurnian hati dan jiwa lebih mudah menjadi pusat kekaguman banyak orang. Pesan saya, jagalah diri dan inner beauty atau keluhuran budi pekerti betapapun cantiknya Anda.


* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, trainer, dan penulis buku best seller.

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman