Kamis, 09 Oktober 2008

KEBERANIAN YANG DAPAT MENGUBAH KEHIDUPAN




“Tears will not erase your sorrow; hope does not make you successful; courage will get you there."
– Air mata tidak akan menghapus dukamu; berharap tidak akan membuatmu sukses; hanya keberanian yang bisa membawamu kesana.
Johni Pangalila

Setiap hari kita mempunyai peluang yang menguntungkan, entah itu dalam skala kecil maupun besar. Bila kita cukup berani, maka peluang-peluang tersebut akan menjadi keberuntungan yang besar. Sebab keberanian akan menimbulkan aksi yang signifikan.

Keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak terlalu merisaukan kemungkinan-kemungkinan buruk. Aristotle mengatakan bahwa, “The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menahklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan.” Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.

Beberapa abad yang silam Virgil mengatakan, “Fortune favors the bold. – Keberuntungan menyukai keberanian.” Marilah kita belajar dari para tokoh olah raga yang mempunyai prestasi berskala internasional, yaitu Carl Lewis, Michael Jordan, Marilyn King dan lain sebagainya. Mereka mempunyai keberanian yang tinggi untuk menepis segala kekhawatiran akan keterbatasan dalam diri mereka. Karena itulah mereka mampu berprestasi di bidang olah raga dan tampil sebagai tokoh yang berkarakter.

Kita juga mempunyai peluang yang sama besar di bidang yang sama ataupun di bidang lain, misalnya di bidang seni, politik, bisnis, ilmu pengetahuan, filsafat dan lain sebagainya. Tetapi apakah kita sudah mempunyai cukup keberanian menangkap peluang yang datang setiap hari itu dan mengubahnya menjadi prestasi hidup?

Hanya diri kita yang mampu mengukur apakah keberanian kita cukup besar? Marilyn King mengatakan bahwa keberanian kita secara garis besar dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu visi (vision), tindakan nyata (action), dan semangat (passion). Ketiga hal tersebut mampu mengatasi rasa khawatir, ketakutan, dan memudahkan kita meraih impian-impian.

Berdasarkan visi atau tujuan yang ingin kita capai, satu hal yang terpenting adalah kita harus menciptakan kemajuan. Menurut Vince Lombardi, seorang pelatih rugby ternama di dunia, upaya menciptakan kemajuan akan berjalan secara bertahap. Adanya perubahan menjadikan diri kita berani membuat kemajuan yang lebih besar. Karena itu Anthony J. D'Angelo menegaskan, “Don't fear change, embrace it. – Jangan pernah takut pada perubahan, tetapi peluklah ia erat.” Maka perjelas visi, supaya berpengaruh signifikan terhadap keberanian.

Sementara itu, peluang datang terkadang dengan cara yang tidak terduga. Samuel Johnson mengatakan bahwa, “Whatever enlarges hope will also exalt courage. – Apapun yang dapat memperbesar harapan, maka ia juga akan meningkatkan keberanian.” Artinya, tindakan kerja untuk mengubah peluang akan meningkatkan harapan sekaligus keberanian memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik atau menanggung resiko kegagalan sekalipun. Jika sudah mengetahui secara pasti apa yang kita inginkan dan sudah melakukan tindakan, maka hal itu akan meningkatkan keberanian untuk tidak pernah menyerah sebelum benar-benar berhasil.

Faktor ketiga yang berpengaruh terhadap tingkat keberanian adalah semangat (passion). Mungkin kita akan terinspirasi semangat seorang olah ragawan Carl Lewis. Dirinya tidak merasa khawatir atau takut akan mengalami kekalahan dalam pertandingan karena ia mempunyai semangat yang tinggi. Semangat Carl Lewis memompa keberaniannya melewati bermacam kesulitan, sehingga ia berhasil meraih 22 medali emas diantaranya : 9 dari olimpiade/Games, 8 dari World Championship, 2 dari Pan America Games.

Ayahnya adalah orang yang paling berjasa dibalik keberaniannya itu. Ayahnya adalah orang yang tidak pernah bosan memberikan dorongan motivasi. Sehingga ketika ayahnya meninggal dunia pada tahun 1987 akibat serangan penyakit kanker, Carl Lewis menguburkan salah satu medali emas dari perlombaan lari 100 m yang paling disukai ayahnya. Dia berjanji untuk mendapatkan kembali medali itu. Semangat Carl Lewis meningkatkan keberaniaannya menembus halangan, hingga ia kembali berhasil mengumpulkan 9 medali emas beberapa tahun kemudian.

Carl Lewis adalah salah satu contoh orang sukses. Ia mempunyai keberanian yang tinggi untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa atau tidak akan pernah dikerjakan oleh orang-orang yang biasa-biasa saja. Mereka konsisten menciptakan kemajuan terus menerus. Ekhorutomwen E.Atekha menerangkan, “All you need to keep moving is your ability to keep being courageous. – Segala sesuatu yang menggerakkan dirimu adalah kemampuanmu untuk memacu keberanian.” Mereka senantiasa mempunyai keberanian yang tinggi untuk mengubah kehidupan karena mereka mempunyai visi, melakukan aksi dan mempunyai semangat yang luar biasa.*

*Andrew Ho adalah salah satu motivator terbaik di Asia. Ia dapat dihubungi di email: andrewhosc@hotmail.com

Menggunakan Pengaruh dan Kekuatan







“The measure of a man is what he does with power.
– Ukuran nilai seorang manusia adalah apa yang ia lakukan dengan kekuatannya.”
Pittacus

Manusia mempunyai kemampuan yang berbeda. Dengan kemampuan tersebut manusia mengejar cita-cita, dan mewujudkan harapan serta mengemban tanggung jawabnya. Semakin tinggi cita-cita yang berhasil ia capai, berarti semakin besar kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya. Pada saat itulah manusia mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menciptakan dampak positif yang lebih besar.

Dalam hal ini saya ingin belajar dari kehidupan seorang R.A Kartini. Hingga saat ini, kharisma tokoh wanita yang lahir di desa Mayong pada tanggal 21 April 1879 itu benar-benar luar biasa. Kharismanya tercipta dikarenakan cara Kartini dalam menggunakan pengaruh dan kekuatannya. Kata Henry Ward Beecher, “Greatness lies not in being strong, but the right use of strength. – Prestasi yang besar bukan dikarenakan kekuatan, melainkan cara menggunakan kekuatan yang baik dan benar.”

Kekuatan dan pengaruh berasal dari berbagai segi, misalnya dari segi fisik, materi, spiritual, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Kekuatan utama R.A Kartini dalam berjuang dan memelopori emasipasi wanita di Indonesia adalah ilmu pengetahuan dan semangat juangnya yang tinggi. Dengan latar belakang dan pendidikan Belanda serta ilmu pengetahuan setelah mengeksplorasi kekayaan budayanya sendiri, Kartini berusaha menciptakan perubahan dalam realitas kehidupan masyarakat pada saat itu.

Dengan kekuatan itu pula, Kartini bercita-cita seluruh wanita di sekelilingnya bebas mendapatkan pendidikan membaca dan menulis. Melalui pendidikan, Kartini berharap wanita-wanita Indonesia mampu mengembangkan diri secara positif, meninggalkan budaya yang sudah tidak lagi relevan dengan perkembangan jaman, serta melestarikan budaya tradisional. Lebih jauh, Kartini ingin kaumnya menyadari akan hak dan harga diri sebagai individu dan perlunya identitas sebagai warga negara.

Ide dan cita-cita tersebut ia tuangkan lewat surat-suratnya kepada Hildred Geertz. Menurut Geertz, Kartini menulis surat-surat itu sejak berusia 20-an tahun hingga ia meninggal dunia pada usia 24 tahun. Lewat tulisan-tulisan penanya, Kartini mengapresiasikan hidup dan upayanya untuk suatu kebebasan melalui ekspresi yang sangat kreatif.

Upaya keras Kartini untuk menciptakan perubahan mulai menampakkan hasil, ketika ia mendapatkan ijin membuka sekolah wanita di rumahnya pada tahun 1903. Dengan penuh semangat dan ketekunan, Kartini merancang sendiri program dan sistem pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan karakter wanita-wanita muda, membekali mereka dengan keterampilan, pendidikan, seni dan sastra.

Namun setahun setelah pernikahannya pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia saat melahirkan anak pertama. Kartini tidak sempat melihat sekolah wanita pertama yang dibuka pada tahun 1916. Sekolah-sekolah itu merupakan sekolah perintis yang mendobrak tirani keterbatasan wanita Indonesia.

Kehidupan, kreatifitas, dan inovasi dari seorang Kartini telah menjadi tonggak sejarah, karena membawa perubahan besar terhadap kemajuan kaum wanita Indonesia. Kini semakin banyak wanita Indonesia berprestasi di berbagai bidang. Mereka merupakan realitas yang menunjukkan bahwa ide-ide dan pemikiran Kartini telah terwujud.

Bukan saja Kartini yang dapat menggunakan pengaruh dan kekuatannya. Mahatma Gandhi menerangkan bahwa, “Strength does not come from physical capacity. It comes from an indomitable will. – Kekuatan bukan hanya berasal kapasitas fisik, melainkan bersumber dari kemauan keras.” Artinya, selama masih ada kemauan serta semangat kemandirian, maka selalu ada peluang bagi kita untuk menciptakan perubahan.

Pengaruh dan kekuatan itu memang akan memberikan kualitas yang berbeda. Karena cara menggunakan pengaruh dan kekuatan ikut menentukan hasilnya. Mereka yang mengetahui bagaimana menggunakan pengaruh dan kekuatan itu kemungkinan besar memperoleh suatu dampak positif yang signifikan.

Misalnya orang-orang yang mempunyai peran penting sebagai figur publik atau sebagai pimpinan dalam bidang-bidang tertentu, maka pengaruh dan kekuatan mereka memberikan manfaat yang semakin besar pula. Jackie Chan dan Miss World merupakan contoh tokoh yang menggunakan pengaruh dan kekuatan dengan cara yang tepat. Kedatangan mereka ke Aceh beberapa waktu yang lalu tentu saja berpengaruh terhadap pembentukan opini positif dan simpati dunia terhadap bencana gempa bumi dan tsunami yang telah menimpa masyarakat Aceh.

Tetapi pengaruh dan kekuatan dari seseorang bisa menjelma menjadi tirani dan menyengsarakan manusia lain, jika kapasitas tersebut disalahgunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau digunakan melakukan penyimpangan-penyimpangan. William Shakespeare menerangkan, “O, it is excellent to have a giant's strength, but it is tyrannous to use it like a giant. – Mempunyai kekuatan yang besar akan sangat mengagumkan. Tetapi kekuatan itu akan menjadi tirani yang mengerikan jika digunakan seperti raksasa.”

Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan secara positif titipan Tuhan Yang Maha Esa berupa pengaruh dan kekuatan yang kita miliki saat ini. Kita dapat belajar dari R.A Kartini atau siapapun tokoh di dunia ini, yang tidak saja melaksanakan peran mereka dengan benar tetapi telah menggunakan pengaruh dan kekuatan mereka untuk menciptakan kemajuan. Ladang mereka dalam menciptakan suatu keadaan yang lebih baik bagi orang lain dan masyarakat sebenarnya masih selalu terbuka lebar dan tidak jauh dari kita.

* Andrew Ho dapat dihubungi melalui email: andrewhosc@hotmail.com.

Berpikir Negatif Tidak Menguntungkan



“No empowerment is so effective as self-empowerment. In this world, the optimists have it, not because they are always right, but because they are positive. Even when wrong, they are positive, and that is the way of achievement. – Tidak ada kekuatan yang paling efektif dibandingkan kekuatan dari dalam diri sendiri. Di dunia ini, hanya orang-orang optimis yang mempunyai kekuatan besar. Bahkan ketika segalanya berjalan keliru, mereka tetap positif dan itulah jalan menuju prestasi.”
David Landes - California

Berdasarkan beberapa penelitian ilmiah disimpulkan bahwa berpikir negatif memberikan pengaruh buruk yang lebih besar dibandingkan dengan dampak positifnya. Salah satu pengaruh berpikir negatif adalah melemahkan sistem kekebalan tubuh. Berpikir negatif juga menyebabkan seseorang tertekan dan kehilangan banyak energi. Dampak yang lebih buruk dari berpikir negatif adalah mengakibatkan seseorang tidak mampu lagi berbuat sesuatu untuk menciptakan prestasi maupun kebahagiaan.

Kisah asmara sepasang muda-mudi berikut ini menjelaskan bagaimana pikiran yang negatif menyebabkan kisah asmara itu kandas begitu saja. Tragedi itu bermula ketika pemuda tersebut harus pergi berjuang ke medan perang. Pada saat menghadapi peperangan, kaki kanannya putus terkena bom. Ia merasa tidak lagi pantas memiliki gadis pujaan hati karena cacat kaki.

Terpaksa ia meminta bantuan temannya agar memberitahu kekasihnya itu bahwa ia sudah gugur di medan peperangan. Pasca kejadian itu, ia justru melalui hari-hari dengan keputusasaan, karena ia masih sangat mencintai wanita itu. Hingga suatu ketika ia mendengar bahwa mantan kekasihnya akan segera menikah.

Pemuda tersebut merasa senang bercampur sedih. Di satu sisi ia senang kekasih hatinya sudah dapat menemukan pengganti, tetapi ia sedih karena kekasihnya akan segera menjadi milik orang lain. Pemuda tersebut ingin melihat mantan kekasihnya tersenyum bahagia. Ia sengaja datang pada acara pernikahan dan terus memperhatikan wanita itu secara diam-diam.

Tetapi ia sangat terperanjat ketika melihat calon suami kekasihnya itu. Sebab pria itu adalah teman seperjuangan yang terputus kedua kakinya akibat perang. Pemuda tersebut sangat menyesal mengapa dulu ia berpikir negatif dan terburu-buru memutuskan untuk mengundurkan diri karena kakinya terputus satu. Mengapa ia tidak menemui kekasihnya terlebih dahulu dan menanyakan secara langsung? Tetapi semua sudah terlambat, pemikiran negatif hanya meninggalkan penyesalan.

Kisah tersebut sebenarnya menegaskan bahwa kita seharusnya memikirkan kemungkinan terbaik terlebih dahulu, sebelum memikirkan kemungkinan terburuk. Sebab apa yang terjadi di depan nanti mungkin jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Semoga kita mempunyai satu kesamaan pendapat bahwa berpikir positif itu jauh lebih menguntungkan.

Karena itu budayakan berpikir positif dalam hidup Anda. Kemampuan berpikir positif terbentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang positif pula. Berikut ini merupakan tips mengkondisikan diri agar setiap saat berpikir positif.

Tips yang pertama adalah mengurangi informasi negatif. Mungkin Anda cenderung lebih sering mendengar berita tentang tragedi maupun tindak kejahatan, penindasan, penyelewengan dan lain sebagainya. Tetapi berita tentang keharmonisan, kepedulian, kejujuran dan cinta kasih seringkali luput dari perhatian. Maka mulai saat ini kurangi informasi tentang hal-hal yang negatif.

Pada saat yang sama, konsumsi berita-berita yang membangkitkan optimisme. Ada baiknya jika Anda berusaha bergaul hanya dengan orang-orang yang secara pasti memberikan masukan positif terhadap cara berpikir. Brian Tracy mengatakan, “Get around the right people. Associate with positive, goal-oriented people who encourage and inspire you. – Bergaulah dengan orang yang tepat. Bekerjasamalah dengan orang yang positif, yang berorientasi kepada hasil, mereka yang membangkitkan semangat dan menginspirasikan banyak hal kepadamu.” Dengan demikian, lambat laun cara berpikir Anda akan lebih positif.

Tips yang kedua adalah memfokuskan diri hanya kepada hal-hal yang positif. Dalam hal ini Anda dituntut untuk lebih mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa. Daripada memikirkan tentang sesuatu yang hilang dalam hidup, akan lebih baik bila Anda membuat daftar anugrah Tuhan YME yang membuat Anda merasa lebih bersyukur.

Contohnya jika Anda sedang kesal atas kemalangan yang menimpa, mungkin berupa ban kempes, macet, pekerjaan belum beres, kehilangan dan lain sebagainya. Daripada terus memikirkan kemalangan itu, apakah tidak sebaiknya Anda merenungkan betapa besar anugrah Tuhan Yang Maha Esa, karena keajaiban kerja milyaran sel dalam tubuh Anda. Anugerah itu memungkinkan Anda tetap bernafas, melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Pada saat itulah, Anda akan dapat merasakan bahwa kemalangan yang sedang Anda alami tidaklah seberapa dibandingkan anugrah Tuhan YME. Sehingga Anda dapat berpikir positif lagi dan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Tips selanjutnya adalah menerima kejadian apa adanya dan menghilangkan kesan negatif atau trauma. Namun jika trauma itu benar-benar sulit dihilangkan, bukan berarti itu merupakan tanda-tanda kelemahan Anda. Cobalah sekali lagi memikirkan solusi-solusi konstruktif dan melakukan sesuatu yang memudahkan usaha Anda melupakan segala trauma atau kesan negatif.

Sebaiknya praktekkan beberapa tips tersebut minimal dalam kurun waktu satu bulan. Pada saat itu Anda dapat menilai bahwa cara berpikir sangat menentukan apakah Anda mampu memperoleh hasil negatif ataukah positif. Kata Zig Ziglar, “It's not the situation, but wheather we react (negative) or respond (positive) to the situation that's important. – Bukan persoalan situasinya yang tidak tepat, yang terpenting adalah bagaimana kita mereaksi atau merespon situasi tersebut.” Pada saat yang sama Anda akan dapat menilai apakah benar berpikir positif sangat memudahkan Anda menjalani kehidupan ini? Setelah itu barulah Anda boleh memutuskan untuk berpikir negatif ataukah berpikir positif saja. Saya sangat yakin Anda mengerti mana yang harus dipilih!

*Andrew Ho adalah salah satu motivator terbaik di Asia. Ia dapat dihubungi di email: andrewhosc@hotmail.com.

Make A Life, Not Merely A Living - Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup






“Your successes and happiness are forgiven you only if you generously consent to share them. – Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain.”
Albert Camus

Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita. Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Find a meaningful need and fill it better than anyone else. – Kejarlah sesuatu yang bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada secara lebih baik dari siapapun.”

Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita menjadi lebih berarti. Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk belajar. Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hidup. Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan, kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka tingkatkan terus kemauan belajar.

Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat dengan impian yang diidamkan. Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif. Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala sesuatu yang berharga bagi manusia.

Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power (kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan), prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25 tahun kemudian.

Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal. Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street. Tetapi Jesse mati bunuh diri.

Orang ke empat adalah “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri. Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, ia mati bunuh diri. Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhir hidupnya. Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang lain. Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat. Namun ia meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.

Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti.

Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat kebaikan. Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan Perancis, AndrĂ© Gide, mendefinisikan kebaikan itu sebagai berikut; “True kindness presupposes the faculty of imagining as one's own the suffering and joys of others. – Kebaikan yang sesungguhnya adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan orang lain.”

Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup, motivasi, dan kemajuan sikap dan ekonomi. James Allen, penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan, “Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan buruk tidak mungkin mendatangkan hasil baik.”

Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih berarti. Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu dimanapun dan apapun pekerjaan kita.

*Andrew Ho adalah salah satu motivator terbaik di Asia. Ia dapat dihubungi di email: andrewhosc@hotmail.com.

Pahami Tujuan Hidup




“People with goals succeed because they know where they're going.
– Orang-orang yang mempunyai suatu target berhasil mencapai sukses, sebab mereka mengetahui kemana arah langkah mereka.”
Earl Nightingale

Bayangkan jika kita melihat seekor kucing yang mengejar seekor tikus. Kemana pun tikus berlari maka kucing itu pun akan memperhatikan dengan pandangan yang sangat tajam dan sewaktu-waktu dengan sigap menyergap sang tikus. Tingkah kucing yang berlari kian kemari mengejar tikus tentu suatu pemandangan yang wajar.

Namun persepsi kita akan berbeda jika salah satu di antara kedua binatang tersebut tidak kelihatan. Misalnya saja hanya kucingnya yang nampak, sedangkan tikusnya tidak. Maka tingkah kucing itu tentu membuat kita tertawa. Sebab kita tidak mengetahui sasaran yang sedang dibidik oleh kucing tersebut.

Kiasan di atas dapat diartikan bahwasanya manusia mempunyai keunikan bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, di antara manusia juga mempunyai perbedaan tujuan hidup. Si A misalnya boleh merasa aneh dengan tingkah laku Si B, sebab Si A tidak mengetahui tujuan yang hendak dicapai oleh Si B.

Henry Ford mempunyai bakat dan tujuan hidup yang berbeda dengan Walt Disney, Andrew Carnegie, dan lain sebagainya. Henry Ford mempunyai tujuan memproduksi dan mendistribusikan mobil berkualitas secara masal. Sedangkan Walt Disney mempunyai tujuan hidup membahagiakan orang lain melalui hiburan. Lalu Andrew Carnegie ingin memproduksi dan medistribusikan baja ke seluruh dunia, dan masih banyak contoh lainnya. Faktanya, orang-orang yang sukses di dunia itu pasti mempunyai tujuan hidup.

Masing-masing di antara kita tentu juga mempunyai tujuan hidup. Tetapi saya heran mengapa tujuan hidup sebagian besar manusia di dunia ini tidak mampu berperan penting dalam mencapai kesuksesan? Setelah sekian lama saya mengamati, rupanya penyebab utama tujuan hidup itu tidak dapat berfungsi sebagai langkah penting untuk mencapai kesuksesan adalah ketidakmampuan kita sendiri dalam memahami dan mendefisikan tujuan hidup tersebut.

Sebagian besar di antara kita memang mempunyai tujuan hidup, tetapi terkadang jumlah tujuan hidup itu bisa sampai ratusan. Sifat tujuan hidup itu pun masih rancu atau tidak terperinci secara pasti. Agar hal itu tidak terjadi, maka sebaiknya buatlah konsep mengenai tujuan hidup untuk jangka waktu tertentu, misalnya untuk 1 minggu ke depan, 1 bulan atau satu tahun ke depan.

Pengambilan keputusan merupakan tahap selanjutnya yang sangat penting. Untuk itu berpikirlah lebih dalam, jernih dan terkontrol sebelum benar-benar memutuskan apa tujuan hidup Anda. Sebuah pepatah bijak mengatakan, “Your decisions determine your direction, and your direction determines your destiny. – Keputusanmu menentukan arah tujuan, dan tujuanmu menentukan keberuntunganmu.” Karena itu Anda akan memerlukan lebih banyak informasi agar dapat memutuskan sebuah tujuan hidup yang paling tepat.

Sebagai contoh adalah keputusan Nelson Mandela. Berdasarkan pengalaman dan latar belakang kehidupannya, ia memilih tujuan hidup membebaskan rakyat Afrika Selatan dari tekanan politik rasialisme. Sejak tahun 1942, ia sering terlibat aksi-aksi dan organisasi politik. Kehidupan Nelson berubah sebagai konsekuensi atas keputusannya terjun ke dunia politik.

Sepanjang tahun 1950-an, Mandela selalu menjadi korban tekanan kekuasaan. Nelson dipenjarakan bertahun-tahun, berpindah-pindah dari penjara pulau Robben, Pollsmoor di Cape Town, dan penjara Victor Verster. Ia baru dibebaskan pada tanggal 11 Februari 1990.

Nelson berhasil menerima hadiah Perdamaian Nobel pada tahun 1993 dan terpilih menjadi Presiden Afrika Selatan untuk masa jabatan 10 Mei 1994 hingga Juni 1999. Semua berawal dari keputusannya memperjuangkan hak asasi manusia dan persamaan ras di Afrika Selatan sebagai tujuan hidup. Karena itu membuat keputusan mengenai apa tujuan hidup Anda merupakan langkah yang sangat penting.

Setelah membuat keputusan mengenai tujuan hidup, maka langkah berikutnya adalah menuliskan tujuan hidup tersebut. Menuliskan tujuan hidup dimaksudkan untuk memudahkan Anda memahaminya. Jika tujuan hidup itu ditulis, itu artinya Anda sudah menciptakan instruksi yang jelas mengenai apa yang harus Anda lakukan dan bagaimana mengembangkan rencana berikutnya.

Langkah-langkah tersebut sangat efektif digunakan untuk dapat memahami tujuan hidup. Pemahaman terhadap tujuan hidup sangat penting sebab proses pencapaian tujuan hidup berkembang dari pemikiran hingga menjadi sketsa, dari sketsa ke tindakan, dan dari tindakan ke pencapaian yang sesungguhnya. Goethe mengatakan, “Hal terbesar di dunia ini bukanlah dimana Anda berdiri, melainkan kemana Anda akan pergi.” Itu artinya, jika Anda mampu menetapkan, memahami dan memperjelas tujuan hidup, maka kemungkinan untuk meraih sukses juga akan lebih besar.

*Andrew Ho adalah salah satu motivator terbaik di Asia. Ia dapat dihubungi di email: andrewhosc@hotmail.com

Bertanggung Jawab Terhadap Kehidupan






“If it is to be, it is up to me
Jika segalanya harus terjadi, maka semua itu akan tergantung pada diriku sendiri.”
– Unknown –

Bila pepatah lama tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa kita, kurang lebih artinya adalah ‘hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri’. Apa yang akan terjadi terhadap diri Anda di tahun-tahun mendatang sepenuhnya terletak di tangan Anda. Begitupun segala kemungkinan target yang bakal Anda capai di tahun-tahun tersebut tergantung pada diri Anda sendiri.

Untuk mendapatkan kemungkian hasil yang optimal dibutuhkan sebuah sikap bertanggung jawab terhadap anugrah kehidupan ini. “The price of greatness is responsibility. – Harga sebuah kesuksesan besar adalah sikap yang bertanggung jawab,” tegas Winston Leonard Spencer Churchill. Oleh sebab itu, aspirasikan rasa tanggung jawab kita terhadap hidup ini dengan sebaik-baiknya.

Menurut saya ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggung jawab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah mengenali dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri sendiri. Bersamaan dengan hal itu, kita juga harus memahami tujuan hidup ini agar langkah yang kita kerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi.

Satu hal yang ingin saya tegaskan bahwasanya kehidupan atau kesuksesan kita selanjutnya tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar depan. Tanggung jawab kita dalam merespon keadaan lebih menentukan keberhasilan. Suatu keadaan yang sama, tetapi bila direspon secara berbeda maka akan memberikan hasil yang berbeda pula.

Sebagai contoh adalah kehidupan mengenai sepasang saudara kembar di Amerika Serikat. Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 1950-an. Keluarga pasangan saudara kembar ini berantakan. Sang kakak merespon keadaan itu secara positif, dan bertekad untuk sukses dalam kehidupan. Berkat usaha keras dalam belajar dan tekadnya yang besar, maka ia berhasil menjadi senator ternama di Amerika Serikat.

Sedangkan saudara kembarnya sendiri melihat kekacauan dalam keluarganya itu secara negatif. Sehingga ia kehilangan kendali dan selalu berusaha menhancurkan diri sendiri. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara seumur hidup karena melakukan tindak kejahatan yang sangat fatal. Tidak ada orang lain yang harus dipersalahkan. Kesalahannya sendiri merupakan penyebab dari nasib buruknya itu.

Dalam kisah tersebut terdapat perbedaan rasa tanggung jawab hidup yang besar. Faktor pembeda yang pertama adalah kepahaman terhadap potensi dalam diri masing-masing individu. Sang kakak merasa memiliki potensi yang cukup untuk ia kembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu ia merasa bertanggung jawab untuk dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

Sedangkan sang adik sama sekali tidak melihat potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga sang adik tidak merasa mampu mengemban tanggung jawab kehidupan ini dengan baik. Selain itu, sang kakak sudah menetapkan tujuan yang pasti, sehingga setiap langkahnya terarah. Sedangkan sang adik tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. Sehingga ia merasa tidak perlu bertanggung jawab terhadap kehidupan ini.

Sementara sang kakak selalu menyikapi keadaan secara positif. Di lain pihak sang adik tidak melihat sisi positif dari bencana yang menimpa keluarga mereka. Perbedaan tingkat rasa tanggung jawab hidup diantara mereka berdua telah menyebabkan perbedaan nasib yang sangat besar pula.

Sekali lagi saya tegaskan, hanya diri kita sendirilah yang bertanggung jawab menentukan kehidupan seperti apa yang kita harapkan. Sedangkan orang lain tidak bertanggung jawab terhadap nasib ataupun kesuksesan kita. Peran orang lain hanya bersifat sebagai instrumen yang melengkapi usaha kita. Zig Ziglar mengatakan, “You are the only one who can use your ability. It is an awesome responsibility. – Anda adalah satu-satunya orang yang dapat menggunakan kemampuan Anda sendiri. Hal itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda.”

Kalaupun suatu hal buruk menimpa kita, maka sikapi keadaan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Einstein memberikan petunjuk, “We have to do the best we can. This is our sacred human responsibility. – Kita harus melakukan yang terbaik. Itu merupakan tanggung jawab kita sebagai umat manusia.” Artinya, kita senantiasa dituntut untuk menjalankan peran atau tanggung jawab hidup ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga kehidupan kitapun senantiasa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

* Andrew Ho adalah penulis buku best seller, salah satu motivator terbaik di Asia, dan juga seorang pimpinan sebuah perusahaan direct selling. Ia dapat dihubungi di email: andrewhosc@hotmail.com.

Memerangi Tekanan Waktu




Dalam era yang menuntut kita untuk menyelesaikan segala hal dengan cepat seperti saat ini, kita akan sangat mudah terjebak dalam rutinitas yang padat. Anda atau diri saya sendiri mungkin sedang bekerja keras untuk mencapai suatu karir yang penting atau membesarkan usaha. Tak jarang kesibukan seperti itu menempatkan kita pada sebuah tekanan waktu.

Ada sebuah kisah tentang keluarga yang semula hidup sederhana. Berkat kerja keras pasangan suami istri itu dapat membangun sebuah bisnis yang cukup besar. Tetapi mereka lupa dan benar-benar terjebak dalam kesibukan yang sangat menyita waktu. Bahkan mereka menjadi sangat jarang berkomunikasi dengan Ani, 4 tahun, putri semata wayang mereka.

Suatu ketika Ani bermain dan melukis diri dan keluarganya. Kerinduan pada kehangatan kasih sayang sebuah keluarga ia luapkan pada lukisan yang ia goreskan pada mobil mahal kesayangan ayahnya. Ia tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan akan memancing amarah orang tuanya.

Tatkala sang ayah mengetahui mobil mahalnya penuh dengan goresan coretan-coretan, maka ia sangat marah. Dengan penuh amarah, sang ayah langsung menghukum Ani. Sampai-sampai pergelangan tangan kanan Ani terluka. Selama dua hari tak dihiraukannya, sampai pada akhirnya diketahui bahwa luka sudah parah dan baru segera dilarikan ke rumah sakit. Tetapi sudah terlambat, dokter mengatakan bahwa pergelangan tangan Ani harus diamputasi.

Pada saat Ani tersadar sedang dirawat di rumah sakit dan tangan kanannya tidak ada, ia menangis dan memohon ampun kepada ayahnya. Ia mengira tangan kanannya disembunyikan oleh ayahnya. Ia berkata, “Ayah, saya berjanji tidak akan mencorat-coret mobil Ayah lagi. Saya berjanji tidak akan nakal lagi. Tapi tolong Ayah, kembalikan tangan kanan saya.”

Sang ayah menangis mendengar kalimat-kalimat penyesalan yang terlontar dari mulut putrinya. Ia sangat menyesal karena telah menghukum Ani, putri yang sangat ia cintai. Padahal sebelumnya ia mengira bahwa kesuksesan yang berhasil ia bangun dan mobil mahal itu sangat berharga. Maka sejak kejadian itu ia merasa bahwa harta dan kesuksesan yang telah ia peroleh begitu hampa dan tidak berarti sama sekali. Akhirnya, ia bunuh diri karena tidak tahan menyadari kenyataan pahit tentang dirinya.

Sebenarnya bekerja keras hingga lupa waktu bukan hanya terjadi pada orang tua Ani saja. Banyak sekali orang-orang yang terlalu hanyut dengan pekerjaan untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama orang-orang yang berada di kota-kota besar. Akibatnya, mereka menjadi buta karena kehilangan identitas dan cenderung bersikap reaktif karena tidak lagi peka pada hal-hal yang akan terjadi.

Dampak berikutnya yang mereka rasakan adalah kehidupan yang terasa begitu hampa. Hal itu merupakan realita yang tidak dapat disangkal lagi. Sebuah organisasi Tom Peters meneliti dan telah menemukan fakta bahwa lebih dari 50% pebisnis eksekutif di Amerika merasa ‘emptyness’ atau kehidupan yang hampa.

Pada dasarnya, berlomba-lomba berusaha keras bukanlah suatu hal yang keliru. Tetapi jangan sampai padatnya kesibukan menjadikan kita kehilangan identitas. Oleh sebab itu, jangan pernah lupa meluangkan waktu khusus untuk menyadari kenyataan tentang diri sendiri, yaitu hal-hal yang paling berharga bagi kita dan apa saja yang bisa kita lakukan.

Langkah seperti itu merupakan suatu bentuk refleksi diri dan akan sangat membantu kita dalam menempatkan prioritas. Bila kita benar-benar berkomitmen untuk mencapai prioritas tersebut maka kita akan mudah memerangi tekanan waktu, dimana kita lebih siap meningkatkan kemampuan, merespon keadaan atau tantangan yang semakin besar dengan baik serta menjadikan kehidupan kita semakin berarti.

Bacalah satu pesan di bawah ini :

Luangkan waktu untuk bekerja, Ia adalah hadiah bagi kesuksesan.
Luangkan waktu untuk saling mencintai, Ia adalah hidup yang suci.
Luangkan waktu untuk bermain, Ia merupakan rahasia dari awet muda.
Luangkan waktu untuk membaca, Ia adalah asas pengetahuan.
Luangkan waktu untuk membantu teman, Ia adalah sumber kegembiraan.
Luangkan waktu untuk impian, Ia menghidupkan harapan.
Luangkan waktu untuk tertawa, Ia merupakan bumbu kehidupan.
Luangkan waktu untuk iman, Ia jalan ketakwaan.
Luangkan waktu untuk berdoa, Ia mendekatkan dirimu dengan Tuhan dan membersihkan debu bumi dari matamu.

Selamat mencoba !

* Andrew Ho adalah motivator Asia dan penulis buku best seller Highway to Success.

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman