Rabu, 06 Mei 2009

DID YOU KNOW?

head>

Selasa, 05 Mei 2009

Lebih Penting Mana: Brand atau Produk?

Ketika masih kecil, saya sering kebingungan saat ditanya lebih dulu mana antara ayam dan telur? Pertanyaan itu memang hanya guyonan, tapi sampai sekarang saya tak mendapat jawaban tepat.

Nah, bagaimana jika pertanyaan itu saya lemparkan pada anda dengan isi berbeda. Karena anda pebisnis internet, pertanyaannya menjadi lebih penting mana produk atau brand?

Sebagian orang menganggap produk lebih penting karena itu aset utama dalam sebuah bisnis. Benar, bisnis anda tak akan berjalan tanpa produk. Tapi bagaimana dengan brand?

Saat anda meluncurkan sebuah produk, mungkin sudah ada ratusan atau ribuan produk yang sama di pasaran. Anda sulit menarik perhatian pasar, jika produk anda tak punya brand.

Brand adalah keistimewaan yang membedakan perusahaan atau produk anda dengan perusahaan atau produk lain. Jika anda ingin memilikinya anda harus cermat mengamati ciri khas produk anda. Amati dan temukan keunikannya.

Menciptakan brand tidak sesulit yang anda kira. Jika anda mau, anda bisa menciptakannya dari hal-hal sederhana. Bahkan anda bisa memulainya dari sesuatu yang dianggap remeh.

Ketika saya jalan-jalan di Wonosobo contohnya. Di kota itu ada satu jenis mie yang sangat terkenal. Namanya mie ongklok. Kata pedagangnya, mie ini dimasak dengan cara diongklok-ongklok. Setelah mie direbus, mie diangkat sambil digoyang-goyangkan. Karena kebiasaan itu sampai sekarang orang mengenal mie ini dengan sebutan mie ongklok. Mie jenis ini laris manis justru karena cara masaknya unik. Mie tersebut bukan lagi sekedar produk, tapi sudah menjadi brand.

Seperti juga yang dilakukan para produsen sepeda motor. Yang mereka jual adalah Honda yang irit atau Yamaha yang secepat kilat. Jadi bukan sekedar menjual sepeda motor. Brand tersebut yang mampu mengangkat nilai sebuah produk.

Hal yang sama bisa kita tanyakan pada diri kita. Apakah kita menjual ebook, kursus online, membership, atau brand?

Jawabnya jelas. Pertama kita butuh produk/jasa. Kemudian mem-branding-nya untuk meningkatkan nilai produk di mata konsumen.

Bukan hanya pemilik produk yang butuh brand. Banyak affiliate marketer yang tanpa harus repot membuat produk sendiri, bisa menjual lebih banyak berkat brand-nya. Contohnya seperti Mas Arief yang terkenal dengan Support Your Succes-nya. Mas Ricky Nova yang terkenal sangat ahli sebagai affiliate marketer. Atau Mas Basuki Sutjijanto dengan salam 1%-nya.

Kalau anda ingin membranding produk anda, anda cukup cari keunikan produk anda dan kembangkan secara serius. Keunikan produk bisa terletak pada beberapa aspek, misalnya kelebihan, harga, layanan purna jual, atau jaminan.

Nah, sekarang coba anda ambil pen dengan selembar kertas. Tulislah ciri khas produk anda sekarang. Pilih salah satu ciri khas yang menurut anda paling menjual. Jika anda yakin dengan pilihan anda, saya yakin banyak pelanggan baru yang segera melirik produk anda.

Salam ACTION!

Rabu, 22 April 2009

Penting gak sich tukeran link?

http://www.jokosusilo.com/wp-content/themes/ElegantBlue/images/joko.gif

Buat Blogger Pemula seperti gue, penting banget tukeran link..
1. Kalo punya banyak link, maka Artikel kita akan cepat terindeks oleh Search Engine..
2. Punya banyak link itu akan membuat Rank kita naik..
3. Punya banyak link juga dapat meningkatkan page view..
4. Punya banyak link juga dapat mempermudah kita kalo mau jalan jalan ke rumah temen,
tinggal klik link tersebut..
5. Punya banyak link juga dapat memperbanyak temen..

Jadi jangan sungkan atau malu buat tukeran link.. Tapi untuk para master blogger, tukeran link ini gak berarti apa apa, dan gak menguntungkan mereka sama sekali.. Jadi emang agak susah (malah bisa dibilang susah banget) kalo mau tukeran link ma para master blogger tersebut..
Ya karena emang gak nguntungin mereka sama sekali.

Jadi ya sabar aja kalo ada ajakan kita untuk tukeran link gak di tanggepin.. Ayo ayo siapa yang mau tukeran link ama saya? nanti segera aku back link. Trims ...

Gue bikin artikel ini setelah melihat artikel postingannya mas rampadan
Hehehehe..


Sebenernya ini gak baik dalam hal Rank, tp dalam hal hanya untuk berbagi, buat gue, jadi gak masalah..
Semangt ngeblog.

Jumat, 10 April 2009

WUJUDKAN MIMPI ANDA SEPERTI BILLY MILLS

Mimpi adalah suatu harapan yang ingin kita capai. Semua orang sukses seperti Bill Gates, Walt Disney dan Thomas Alva Edison mengawali keberhasilan mereka dengan mimpi. Namun banyak orang berpikir mereka tidak mungkin memiliki talenta luar biasa seperti Bill Gates, Walt Disney atau pun Thomas Alva Edison.

Pemikiran bahwa kita tidak memiliki talenta orang hebat, prestasi saya biasa-biasa saja semacam itu membuat kita tidak bergerak meraih keberhasilan. Padahal keberhasilan mewujudkan mimpi kita adalah bukan hanya berpikir namun BERTINDAK.

Pernahkah Anda mendengar cerita tentang Billy Mills, juara lari jarak jauh 10.000 meter pada Olimpiade Tokyo tahun 1964? Meskipun saya berulang kali mendengar cerita Billy Mills, tetap membuat saya bergetar dan merasa energi untuk BERTINDAK mewujudkan mimpi saya. Baik saya akan ceritakan perjuangan Billy Mills;

Awalnya, prestasi Billy tidaklah istimewa. Rekor waktu yang dicapainya biasa-biasa saja. Namun Billy punya mimpi besar menjadi juara olimpiade. Jadi, apa yang dilakukannya?

Tak gentar dengan catatan rekor olimpiade yang sekitar 28 menit, sementara prestasi puncaknya hanya 30 menit. Mungkin Anda bertanya, apa susahnya kalau hanya selisih satu menit lima puluh detik. Jangan salah, bila Anda berlaga di bidang ini, beda 0,1 detik saja bisa jadi Anda sudah berada di luar lima besar. Lalu, apa yang dia lakukan? Dia mulai mengejar ketinggalan 50 detik pertama dengan berlari 25 trek. Pada tahap pertama ini, dalam setiap trek dia akan meningkatkan kecepatannya sebesar dua detik. Tahap berikutnya, dia melakukan pengurangan waktu dengan sisa waktu 1 menit berikutnya . Untuk melakukan semua itu, dia melatih diri selama empat tahun.

Kunci kemenangan Billy terletak pada penggunaan kekuatan pikiran bawah sadarnya. Setiap hari Billy terus memercayai, dia bisa berlari bersama para pelari terhebat di dunia dan mengalahkan mereka sehingga menjadi juara di Olimpiade. Setiap hari Billy selalu membayangkan, memvisualisasikan, dan meresapi emosi kemenangan itu ratusan kali. Setiap hari Billy berlaku seolah-olah SUDAH menjadi sang juara, BUKAN AKAN menjadi juara.

Saat Olimpiade berlangsung, Billy Mills benar-benar berada di antara pelari-pelari terbaik dari berbagai negara di belahan dunia. Di putaran terakhir, ketika Billy masih menduduki posisi ketiga, saat itu dia hampir menyerah. Pada saat-saat genting seperti itu, secara fisik dia sudah sangat lelah. Kalau menggunakan logika, pasti BADANNYA sudah berteriak keras, “Hei Billy, BERHENTILAH, SAYA SUDAH SANGAT CAPEK! KASIHANILAH SAYA...!”

Tapi bukan itu yang terjadi padanya. Billy yang terbiasa melakukan visualisasi terus berlari. Kekuatan alam bawah sadarnya mendorong penuh semangat, ”AYO, COBA SEKALI LAGI! COBA SEKALI LAGI! KAMU BISA MENANG! KAMU BISA MENANG! KAMU BISA MENANG! Ternyata benar, pada jarak belasan meter terakhir, secara mengejutkan ia bergerak melewati pelari di posisi kedua, dan kemudian melewati posisi yang pertama..! Tanpa disadarinya, dalam hitungan nol koma sekian detik Billy Mills berhasil menjadi juara dunia lari 10.000 meter dengan catatan waktu 28.24.01. Fantastis!

Rekaman dokumentasi detik-detik terakhir saat Biily Mills mencapai garis finish saat perlombaan dapat dilihat di youtube.com. Rekaman itu masih membuat saya merinding.

Mimpi akan menjadi kenyataan jika kita percaya sebelum melihat kematangan dan secara sistematis BERTINDAK sampai mencapai kesuksesan.


PERTAPA BIJAK

Konon, suatu hari di sebuah gunung nan tinggi di daratan Cina Utara, hiduplah seorang pertapa yang sangat bijak. Banyak orang desa yang menghadapi masalah pergi mencari jawaban kepadanya. Kebijakan beliau begitu termasyhur hingga ke berbagai desa yang sangat jauh. Suatu hari, ada seorang pemuda yang sangat pintar, tapi sombong, ingin menguji seberapa bijak orangtua tersebut.

Lalu dia mendatangi orang tua tersebut dan berkata, “Wahai orang bijak, katanya Anda bisa memberikan jawaban yang tepat atas semua pertanyaan orang desa. Hari ini saya memunyai sebuah pertanyaan untukmu.” Lalu dia mengulurkan tangannya. Terlihatlah ada seekor anak burung di dalam genggamannya. Lalu dia berkata, “Bapak tua, menurut Anda, burung yang ada di dalam tangan saya ini hidup atau mati?”

Si pertapa melihat pemuda tersebut tersenyum menyeringai, seolah-olah dia sudah pasti menang. Kemudian dia berkata, “Anak muda... burung ini hidup atau mati hanya bisa dijawab oleh dirimu sendiri. Jika kamu mendengar suara malaikat jahat, maka burung itu akan mati di tanganmu. Jika kamu mendengar suara malaikat baik, burung itu akan kamu lepaskan dan dia akan hidup. Nah, sekarang pertanyaan saya adalah suara siapakah yang engkau dengar dalam hatimu? ”

Para pembaca yang budiman, di dalam hati kita selalu ada 2 malaikat yang bersemayam. Satu adalah malaikat baik dan satunya lagi malaikat jahat. Di dalam hati kita, kedua malaikat ini sering berantam. Pertempuran ini sering membuat kita sulit membuat keputusan. Tapi kalau sudah membiasakan diri untuk mendengar yang baik, maka penentuan siapa yang menang atas pertempuran ini adalah mudah.

tags: pertapa, bijak, pertapa bijak

Kita adalah sang juara ketika kita dilahirkan

Perjalanan hidup kita dimulai saat Tuhan “menciptakan” kita melalui perantaraan orangtua kita, yang menyalurkan sekitar 200.000.000 - 400.000.000 sperma dengan misi satu kali jalan yaitu menemukan ovum (telur) di rahim Ibu.

Jika dibandingkan dengan ukuran manusia, perjalanan sperma dalam rahim ibu kita sampai bertemu dengan ovum atau sel telor setara dengan perjalanan seorang manusia dewasa yang menempuh jarak 9 mil dengan menyusuri terowongan yang banyak jebakannya. Sebagian besar sperma akan tersesat, kelelahan, dan gugur dalam perjalanan. Hanya beberapa ratus yang bisa mencapai daerah sekitar indung telur. Dan pada akhirnya, umumnya hanya satu sperma yang bisa membuahi ovum. Setelah itu, kulit ovum menjadi keras sehingga sperma yang lain tidak bisa masuk dan gugur. Jadi, sejak di dalam kandungan orangtua, kita sudah menjadi sang juara di antara “400 juta saudara sperma” yang lain yang sudah gugur.

Namun kita kadang sering tidak percaya bahwa kita adalah sang juara. Kita sering merasa bahwa dilahirkan tanpa potensi. Setiap manusia memiliki potensi menjadi juara, sekalipun memiliki kekurangan namun jika kita telah lahir di dunia kita adalah juara.

Oom Liem juara pengusaha. Sebelum menjadi pengusaha sukses Oom Liem memiliki keyakinan bahwa dia bisa sukses meskipun awalnya tidak memiliki apa-apa.

Jika Tukul Arwana cepat menilai bahwa muka dia ‘muka sial’ karena sering diejek orang maka tidak mungkin sekarang Tukul kini menjadi jutawan karena potensi melawaknya. Atau Thomas Alva Edison meskipun diejek guru nya sebagai anak idiot saat di Sekolah Dasar,namun dia yakin bahwa dia adalah orang sukses dan terbukti dengan penemuan lampu pijarnya.

Nah, apakah ada alasan bahwa kita bukan sang juara? Mereka-mereka yang sukses kebanyakan menggunakan kekurangan diri sebagai pendorong menuju kesuksesan seperti sperma kecil yang tetap terus berenang agar dapat mencapai indung telur kehidupan. Jadilah sang juara yang dapat bermakna untuk masyarakat bukan merugikan masyarakat. Semuanya mulai dari anda sendiri. Satu langka pertama dan sekarang juga

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman