Selasa, 21 Oktober 2008

SEKARANG ANDA SUDAH KAYA

Oleh: Sugeng Widodo

”Barangkali tidak terpikir bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki aset yang jika dinilai dengan Rupiah tak terhitung jumlahnya. Dengan aset pribadi yang dimiliki saat ini setiap orang layak mendapatkan yang terbaik. Sayangnya sebagian besar orang belum menyadari fakta ini dan akhirnya aset yang besar itu cenderung diabaikan begitu saja.”

Kalau Anda diminta untuk menunjukkan satu hal saja yang membuktikan bahwa Anda adalah orang kaya, apa jawaban Anda? Saya berpendapat jawaban yang paling tepat adalah anugerah Tuhan berupa kehidupan. Singkatnya, kita masih hidup saja itu sudah merupakan kekayaan yang luar biasa nilainya. Semua yang kita capai dan kita miliki menjadi tidak bernilai di dunia ini kalau kita tidak hidup. Apa pun keadaan kita jika masih hidup, kita layak bersyukur.

Ingat bahwa kehidupan ini adalah pemberian Allah. Setiap saat apabila Dia menghendaki bisa saja mencabut pemberian itu dari kita. Ingin bukti, pada tahun 2007 setidaknya ada dua selebriti kita yang meninggal dunia secara mendadak. Belum hilang ingatan kita pada Juli 2007 Taufik Savalas, komedian, presenter, pemain sinetron, dan bintang iklan terkenal meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Purworejo Jawa Tengah dalam perjalanan pulang ke Jakara. Padahal hari sebelumnya ia sehat wal afiat.

Di penghujung 2007 tepatnya pertengahan Desember, komedian, pemain sinetron, dan bintang iklan terkenal yang Basuki juga meninggal secara mendadak ketika sedang bermain futsal di Cibubur Jakarta. Padahal, sebelumnya, menurut keluarga, almarhum tidak ada tanda-tanda sakit.

Oleh karena itu, banyak hal selain kehidupan ini yang perlu kita syukuri. Sebut saja misalnya, kita masih bisa bangun setiap pagi, tidur setiap malam, hidung untuk bernapas, mulut untuk makan, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kaki untuk berjalan, tangan untuk bekerja, keluarga, teman, tubuh yang sehat, otak untuk berpikir, hati untuk merasakan, kesadaran bertuhan, waktu 24 jam sehari, dan maupun yang lainnya.

Jadi, rasanya kita tidak ada alasan lagi untuk merasa berkecil hati, tidak percaya diri, merasa kurang beruntung, stres, dan sebagainya. Fakta membuktikan banyak potensi terdapat di dalam diri kita. Semua potensi itu merupakan aset yang nilai ekonominya bukan sekadar jutaan rupiah, miliaran rupiah, bahkan bisa tak terhingga nilainya tergantung kita memaknainya.

Tubuh yang Sehat dan Kesempatan
Setelah kehidupan barangkali kekayaan kita kedua yang paling penting dalam hidup ini adalah kesehatan dan kesempatan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menegaskan begitu tinggi nilai kesehatan dan kesempatan. Beliau bersabda, ”Ada dua macam kenikmatan yang sering diabaikan oleh sebagian besar orang yaitu kesehatan dan kesempatan.”

Tak seorang pun yang membantah bahwa saat ini biaya perawatan di rumah sakit tergolong mahal. Jika Anda sakit dan dirawat di rumah sakit, paling cepat tiga hari baru pulang. Biaya untuk perawatan di rumah sakit selama tiga hari itu memakan biaya jutaan bahkan bisa puluhan juta rupiah tergantung jenis penyakit.

Coba diermati lagi lebih detail, berapa rupiah Anda menghargai nilai satu tangan Anda. Apakah Anda bersedia dibayar 100 juta rupiah untuk satu tangan Anda? Bagaimana dengan kaki Anda, mata, telinga, hidung, organ tubuh lain seperti ginjal, jantung, hati, otak di kepala, dan sebagainya. Berapa nilai rupiah semua yang ada di dalam diri kita sungguh tak ternilai harganya.

Coba bayangkan, kalau fungsi otak kita diambil oleh Tuhan. Mungkin akibat suatu kecelakaan, kita mengalami kerusakan di bagian otak sehingga otak itu tidak lagi berfungsi secara normal. Apa yang terjadi, mungkin syaraf-syafaf tubuh kita tidak berfungsi sehingga ada bagian-bagian tubuh kita menjadi tidak berfungsi dengan baik. Hidup kita pun menjadi tidak berguna seperti yang kita inginkan. Artinya, berapa nilai otak kita? Anda tentu setuju kalau dikatakan bahwa nilai otak kita sungguh luar biasa. Tak seorang pun yang berakal sehat mau ditukar otaknya dengan apa pun di dunia ini.

Jika tubuh sehat banyak kesempatan terbuka bagi kita untuk melakukan apa pun yang kita inginkan. Kesempatan mencari nafkah untuk keluarga. Kesempatan untuk belajar meningkatkan keahlian dan komptetensi. Kesempatan menyiapkan bekal di akhirat melalui prestasi ibadah. Kesempatan untuk bercinta dengan kekasih. Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kesempatan menikmati hobi, dan masih banyak kesempatan lain.

Mental dan Spiritual
Kalau yang fisik dalam bentuk organ tubuh yang kelihatan saja begitu tinggi nilainya apalagi yang tidak tampak, seperti pikiran, perasaan, dan kesadaran kita termasuk yang bersifat spiritual. Banyak hal yang tidak tampak oleh mata tetapi perannya sangat besar dalam hidup kita. Sayangnya karena hal-hal yang tidak tampak itu menjadi bagian dari hidup kita yang sudah biasa kita alami maka kita pun cenderung kurang memperhatikan. Padahal segala sesuatu yang tidak tampak itu boleh jadi kekuatannya justru sangat dahsyat.

Anda ingin tahu buktinya? Anda percaya keberadaan Tuhan. Bagi kita yang percaya keberadaan Tuhan, kehadiran Tuhan dalam hidup kita dan di alam ini sungguh mutlak dan penentu segala-galanya.

Penjelasan yang lebih sederhana misalnya tentang pikiran. Banyak pakar di bidang pengembangan diri mengungkapkan betapa pikiran memiliki kekuatan yang besar. Salah satu kekuatan pikiran adalah kekuatan daya tarik. Jika Anda memiliki suatu ide maka ide itu akan menarik segala sesuatu yang sesuai dengan ide tersebut.

Jika Anda seorang agen asuransi punya ide bahwa tahun ini merencanakan punya penghasilan setahun sebesar Rp 1 miliar dari hasil komisi. Ide ini kalau terus-menerus terlintas dalam pikiran Anda dan akhirnya Anda pun percaya bahwa penghasilan sebesar itu dapat direalisasikan, maka seiring dengan jalannya waktu Anda pun akan menarik semua hal yang sesuai dengan ide tersebut.

Anda akan dibimbing oleh pikiran bawah sadar Anda melalui pengaktifan sistem reticular untuk membantu Anda mewujudkan ide itu menjadi kenyataan. Misalnya, Anda akan memiliki ide kreatif untuk mencari prospek yang potensial, Anda akan bertemu dengan orang-orang tepat, Anda akan melihat pasar-pasar potensial siap untuk digarap, dan akhirnya Anda pun dapat mewujudkan ide Anda menjadi nyata.

Perasaan termasuk benda yang tak kelihatan, tetapi memilki kekuatan yang dahsyat. Anda ingat peristiwa bom yang meledak di Kuta, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hotel Marriot, dan berbagai peristiwa teror yang memakan banyak korban. Semua itu juga buah dari ledakan perasaan mungkin marah, benci, atau kerinduan untuk mati syahid. Intinya perasaan memiliki kekuatan menggerakkan suatu tindakan.

Mari kita lihat pengalaman kita sendiri sehari-hari. Sebagai agen asuransi Anda tentu berkewajiban berkunjung ke prospek untuk presentasi penjualan. Lalu mengapa Anda merasa berat untuk meninggalkan rumah, meninggalkan kantor, untuk pergi bertemu dengan prospek. Pernahkah Anda mengalami perasaan malas, jenuh, kecewa, sakit hati, marah, sehingga Anda akhirnya memlih tidak berkunjung ke prospek dan lebih memilih tinggal di kantor atau di rumah saja? Itu menunjukkan bahwa perasaan, benda yang tidak tampak, juga berperan besar untuk membuat Anda bertindak atau tidak.

Pikiran dan perasaan kita apabila dikelola dengan baik maka akan menjadi kekuatan kita untuk meraih banyak hal yang kita inginkan. Sebaliknya, apabila kita tidak secara sengaja mengelola dengan baik pikiran dan perasaan kita, maka otomatis kita pun akan mudah dikendalikan pikiran dan perasaan kita sendiri yang mungkin justru dapat merugikan kita sendiri.

Aspek lain yang tidak dapat diremehkan adalah aspek spiritual dalam diri kita. Kesadaran kita untuk memaknai apa yang kita miliki, kita lakukan, dan apa yang ada di lingkungan ikut menentukan apakah kita dapat menikmati hidup ini atau tidak.

Secara faktual, motivasi yang memiliki kekuatan sangat besar untuk mengubah hidup kita adalah motivasi yang bersumber dari nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai spiritual bisa bersumber dari manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai spiritual memang tidak selalu berhubungan dengan agama. Tetapi, nilai-nilai spiritual yang dapat menjamin hidup kita menjadi lebih baik dan berbahagia adalah nilai-nilai spiritual yang dikaitkan dengan keberadaan Tuhan.

Pikiran dan perasaan maupun spiritual kita sungguh merupakan aset yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan level kehidupan kita menjadi lebih baik. Semua tergantung pada Anda pribadi. Mau atau tidak, bisa atau tidak, menggunakan semua aset itu untuk beranjak dari keadaan Anda sekarang kepada keadaan yang lebih baik lagi.

Pengalaman dan Jaringan Sosial
Perjalanan hidup kita selama ini dalam bentuk pengalaman maupun hubungan sosial sesungguhnya juga bagian dari kekayaan kita yang siap untuk dijadikan modal meraih masa depan gemilang.

Berapa usia Anda sekarang? Bukankah sepanjang hidup Anda selama ini mengandung banyak pengalaman sekaligus hubungan dengan banyak orang lain. Pengalaman dan orang-orang yang telah Anda kenal sejak Sekolah Dasar, SMP, SMU, dan Perguruan Tinggi adalah aset Anda.

Ada ungkapan bijak ”Pengalaman adalah guru yang paling baik”. Pengalaman hidup Anda bertahun-tahun sesungguhnya merupakan tabungan yang nilainya tinggi. Tabungan itu bisa berupa pengetahuan, keterampilan, maupun teman. Tabungan yang bersumber dari pengalaman itu dapat menjadi petunjuk serta modal untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Kabar baiknya, Anda pun bisa belajar dari pengalaman orang lain yaitu teman, atasan, maupun keluarga Anda. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, Anda bisa menyingkat waktu karena tidak perlu mengalami sendiri dalam kurun waktu yang panjang. Bahkan, Anda pun bisa menghemat energi dan usia Anda untuk hal-hal yang lebih penting.

Secara spesifik saya perlu menekankan pentingnya modal sosial atau jaringan sosial bagi Anda. Sesuai dengan profesi Anda di bidang penjualan termasuk agen asuransi jiwa, Anda membutuhkan jaringan sosial yang besar. Siapa yang Anda kenal, siapa yang mengenal Anda, bahkan siapa yang dikenal oleh teman-teman Anda, bisa membantu Anda meraih keberhasilan bisnis.

Intinya, untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memperbaiki kondisi ekonomi, kita membutuhkan modal sosial yaitu: Pertama, jaringan sosial berupa nama-nama yang telah Anda kenal. Kedua, kemampuan Anda mengembangkan jaringan sosial. Jika kita mampu meningkatkan dan memberdayakan secara efektif modal sosial yang menjadi bagian kekayaan kita ini maka keberhasilan tinggal menunggu waktu saja.

Anda Layak Mendapatkan yang Terbaik
Fakta-fakta yang ada di dalam diri maupun di sekitar kita menunjukkan bahwa sesungguhnya setiap orang dan kita semua adalah orang kaya. Jika Anda masih merasa berat hati menerima pernyataan di atas, mungkin tepatnya, setiap orang berpotensi menjadi orang kaya.

Dengan segala potensi yang kita miliki, sungguh kita layak dan sangat layak menjadi orang hebat dan memiliki level kesejahteraan yang baik, lebih baik, dan lebih baik lagi. Untuk mewujudkannya memang tidak mudah seperti membalikkan tangan. Diperlukan usaha, waktu, kemampuan, dan kerja keras.

Itu juga berarti tidak alasan bagi kita untuk merasa tidak punya modal, tidak punya bakat, bahkan tidak boleh ada perasaan sedikit pun dalam diri kita bahwa kita tidak layak mendapatkan kehidupan yang baik. Kita punya hak, potensi, dan kesempatan yang sama untuk meraih kehidupan yang baik bagi diri maupun keluarga. Ingat kita semua layak mendapatkan yang terbaik dan apa yang kita inginkan.

Mulai sekarang kita perlu mengganti citra diri yang sebelumnya negatif dan tidak mendukung kita, dengan membentuk citra diri baru yang positif. Citra diri sebagai orang yang layak sukses, sejahtera, dan bahagia. Dengan kata lain kita harus memandang diri kita sendiri sebagai orang yang memiliki kemampuan menjadi orang sukses, orang sejahtera, dan orang yang hidup bahagia. Tidak boleh ada lagi pikiran, perasaan, dan pandangan negatif terhadap diri sendiri.

Singkatnya kita harus berdamai dengan diri sendiri dulu. Kita harus memaafkan diri kita sendiri yang selama ini telah memdang diri sendiri secara negatif. Memaafkan orang lain yang selama ini telah meremehkan kita. Lupakan semua pengalaman negatif di masa lalu.

Saatnya sekarang kita menyadari bahwa diri kita adalah orang berpotensi untuk menjadi orang sukses, kaya dan terhormat. Anda layak mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini termasuk kekayaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi. Nikmati saja hidup ini. Jalani sesuai dengan kemampuan terbaik Anda. Terus tantang diri untuk naik ke level lebih tinggi. Anda mampu.[sw]

* Sugeng Widodo, S.Sos, MM, AAIJ, LUTCF adalah alumnus Fisip Universitas Indonesia tahun 1999 dan program magister manajemen STIE Dharma Bumiputera tahun 2000. Saat ini ia menjabat Kepala Bagian Pemberdayaan Organisasi, Divisi Askum, AJB Bumiputera 1912. Ia adalah alumnus SPP workshop “Cara Gampang Menerbitkan Buku Sendiri” Angkatan I yang suka menulis artikel di harian “Bisnis Indonesia” dan majalah “Proteksi”. Sugeng dapat dihubungi di: sugeng_widodo@bumiputera.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman