Kamis, 16 Oktober 2008

MENJAGA KELANGSUNGAN KEHIDUPAN KELUARGA





Masyarakat Indonesia pada umumnya, masih enggan atau mengabaikan pentingnya perencanaan asuransi. Bila mereka didatangi oleh agen asuransi, maka mereka akan menghindar. Hal ini mungkin juga dikarenakan oleh agen asuransi itu sendiri, di mana mereka seringkali menjual dengan paksa atau push selling. Agen asuransi seringkali menjual produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan kliennya, sehingga klien merasa dirugikan. Motivasi yang timbul dari sebagian agen asuransi adalah mendapatkan komisi terbesar dari jenis produk asuransi yang ada bukan kebutuhan atau keinginan dari kliennya.

Dengan latar belakang cerita diatas, masyarakat kita menjadi enggan bila berhubungan dengan perusahaan asuransi. Mereka belum menjadikan asuransi sebagai salah satu kebutuhan bagi kelangsungan kehidupan keluarga. Oleh karenanya saya mencoba untuk memberikan ulasan seputar pentingnya asuransi bagi keuangan keluarga, baik jangka pendek maupun panjang. Sebagai contoh, asuransi jiwa (life insurance). Jenis asuransi yang paling tua ini memberikan perlindungan terhadap pihak yang ditinggalkan (keluarga, ahli waris) bila seseorang meninggal dunia, baik secara tiba-tiba maupun sesuai dugaan. Perlindungan ini bersifat finansial. Namun, perlindungan finasial ini dapat memberikan dampak psikologis dan sosial-emosional lainnya. Sekurang-kurangnya mereka tidak sampai merasa kehilangan seluruh dukungan finansial dari orang yang meninggal dunia.

Anda mungkin tidak membutuhkan asuransi jiwa
Dalam merencanakan proteksi, maka langkah pertama adalah menentukan apakah Anda membutuhkan asuransi untuk proteksi? Secara singkat asuransi jiwa merupakan penyisihan dana untuk memproteksi atau menjaga kelangsungan kehidupan keluarga yang dicintai. Bila Anda tidak memiliki tanggung jawab finansial untuk orang lain (keluarga), Anda tidak membutuhkan asuransi jiwa.

Bila Anda masih lanjang dan belum menikah maka mungkin akan lebih baik bila Anda membeli asuransi kesehatan (bila tidak ada benefit dari perusahaan). Atau mungkin Anda dapat membeli asuransi untuk penyakit-penyakit kristis atau biasa disebut asuransi critical illness. Dengan asuransi ini, bila Anda terdiagnosa, maka Anda akan mendapatkan uang sekaligus atau lum sump, yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Anda.

Bagi mereka yang masih lanjang, membeli asuransi jiwa dalam jumlah terbatas dapat juga dilakukan. Hal ini tentunya harus dibarengi dengan investasi yang dilakukan secara berkesinambungan.

Bagi mereka yang memiliki kekayaan dalam jumlah yang besar, membeli asuransi mungkin tidak dibutuhkan. Asuransi berguna untuk melindungi keluarga yang ditinggalkan dari kerusakan tatanan keuangan, bila terjadi risiko, maaf meninggal, maka keluarga yang ditinggal tidak merasa kesulitan dalam hal keuangan karena jumlah dana yang ditinggalkan sudah cukup besar bagi keluarganya.

Menentukan berapa besar kebutuhan asuransi menjadi langkah awal
Masyarakat kebanyakan, mencari tau terlebih dahulu beban biaya dari produk asuransi, kemudian menentukan berapa besar harga yang mereka sanggupi. Ini merupakan pendekatan yang terbalik. Sebaiknya, langkah awal adalah menentukan berapa besar uang pertanggungan yang Anda butuhkan. Hal ini sangat dipengaruhi oleh banyak hal, misalkan usia anak-anak Anda, gaya hidup yang diinginkan oleh keluarga, dan berapa besar kemampuan pasangan Anda untuk menutupi kehilangan dari penghasilan bulanan.

Bila Anda membutuhkan asuransi jiwa untuk tujuan terntentu, misalkan menjaga kelangsungan investasi untuk biaya pendidikan anak, perhitungan besarnya uang pertanggungan yang dibutuhkan menjadi lebih mudah.

Bila membaca diberbagai buku teks seputar keuangan keluarga, paling tidak Anda menyiapkan 6 kali dari pendapatan kotor Anda atau 10 kali pendapatan bersih. Mungkin saja nilai ini cukup bagi sebagian keluarga tapi mungkin juga kurang bagi sebagian lain. Tapi paling tidak Anda memiliki acuan dalam menentukan nilai uang pertanggungan yang dibutuhkan untuk melindungi keluarga dari kekacauan dalam aspek finansial.

Saya sudah menjabarkan secara detail perhitungan kebutuhan asuransi jiwa bagi keluarga dalam pembahasan terdahulu dengan judul artikel “tips cara menghitung uang pertanggungan asuransi jiwa”.

Asuransi berjangka, merupakan permulaan terbaik
Mempertanyakan jenis produk asuransi apa yang sebaiknya dibeli terkadang membuat banyak orang mengabaikan pentingnya proteksi bagi keluarga. Bila Anda mencari bentuk produk yang sesuai dengan pendapatan Anda atau biaya yang harus dikeluarkan, asuransi jiwa berjangka mungkin bisa menjadi awal terbaik.

Asuransi jiwa berjangka dapat diambil setiap tahun dan diperpanjang di tahun depan atau Anda dapat membelinya uantuk jangka waktu yang Anda tentukan misalkan 5 tahun, 10 tahun, bahkan 20 tahun. Bila Anda membeli asuransi berjangka tahunan, biaya premi tahunannya akan selalu naik. Karena premi asuransi melihat probalitas angka kemtian Anda akan semakin naik dengan bertambahnya usia. Sedangkan bila Anda membeli term asuransi berjangka 10 tahun, maka perusahaan asuransi akan menghitung biya premi yang rata atau flat selama jangka waktu 10 tahun.

Selama Anda membayar premi setiap bulannya, proteksi asuransi Anda akan tetap berlaku. Sedangkan bila Anda gagal membayar premi tahunan, proteksi asuransi Anda akan habis dengan batas waktu (grace period) yang sangat pendek—satu bulan. Asuransi ini tidak memiliki nilai tunai. Artinya, jika anda meningal dunia pada tenggang waktu yang ditentukan, maka keluarga Anda akan menerima uang pertanggungan secara utuh. Namun, jika sampai habis masa berlakunya Anda belum meninggal dunia, maka premi yang telah Anda bayarkan tidak akan anda terima kembali sepeser pun. Jadi, bila Anda tidak meningal dunia pada masa pertangungan yang dibatasi waktunya, maka uang Anda "hilang".


Membeli asuransi berjangka dan menginvestasikan sisanya—hanya berlaku bila Anda melakukannya.

Beberapa orang bertanya, bagaimana dengan produk asuransi yang memberikan nilai tunai? Seperti unit-link. Di mana Anda dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan yang Anda inginkan. Apakah sebaiknya membeli asuransi jenis ini atau membeli asuransi term dan menginvestasikan sisanya?

Bila Anda membandingkan kedua hal ini, membeli asuransi term dan menginvestasikan sisanya akan memberikan hasil yang lebih baik bila Anda secara sadar terus melakukan investasi. Bila Anda gagal atau menunda investasi karena hal-hal tertentu, hasil yang diperoleh bukan tidak mungkin lebih sedikit dari nilai tunai yang diberikan oleh produk unit-link.

Bila Anda termasuk yang sulit untuk menyisihkan dana untuk diinvestasikan secara regular setiap bulan, produk asuransi unit-link bisa menjadi alternatif. Produk ini memberikan keuntungan dari jenis investasi yang bisa kita pilih dan proteksi yang ada bersamanya. Dengan membeli prduk ini, setiap tahun (bila Anda membayar premi setiap tahun) Anda akan ditagih jumlah premi yang sama dimana sebagian akan diinvestasikan (semakin lama semakin besar porsi investasi dibandingkan dengan proteksi) dan sebagian lain proteksi dan biaya-biaya administrasi lainnya. Untuk lebih jelasnya, kami pernah membahas produk unit-link dalam pembahsan kami terdahulu dengan judul artikel “unitlink sebagai alternatif pilihan produk”.

Ilustrasi perhitungan di asuransi dengan nilai tunai bukanlah janji
Asuransi jiwa ada juga yang memiliki nilai tunai. Asuransi jenis ini menggabungkan proteksi dan tabungan. Contoh jenis produk asuransi ini, whole life atau asuransi dwiguna. Bila Anda mempertimbangkan untuk membeli asuransi jenis ini, agen penjual asuransi akan memberikan illustrasi perhitungan nilai tunai yang mungkin Anda dapat. Ilustrasi ini merupakan daftar angka-angka panjang yang memusingkan kepala. Secara singkat, perhitungan ini memberikan gambaran kepada Anda pertumbuhan dari nilai tunai yang ada sesuai dengan pembyaran premi asuransi yang Anda miliki.

Permasalahannya, banyak pembeli asuransi yang salah mengartikan ilustrasi ini. Mereka beranggapan bahwa nilai ini adalah pasti atau dijamin. Bila terjadi penurunan bunga SBI, seperti yang terjadi satu tahun belakangan ini, nilai tunai yang akan didapat akan tertinggal jauh dari perhitungan ilustrasi karena bunga yang diapakai berubah menjadi lebih rendah.

Menurut hemat kami ada dua cara yang dapat membantu Anda untuk mengatasi problema seperti ini. Pertama, bila Anda mempertimbangkan untuk membeli asuransi dengan nilai tunai, minta kepada agen penjual asuransi untuk menghitung nilai tunai bila terjadi penurunan bunga SBI sampai yang terendah (biasanya sekitar 6%). Dengan begitu Anda mengetahui nilai tunai terendah yang dapat Anda peroleh dari premi asuransi yang Anda bayarkan setiap tahunnya.

Cara kedua untuk mengatasi kekagetan, bila terjadi perbedaaan antara hitungan ilustrasi dengan fakta yang terjadi adalah dengan meminta kepada agen asuransi untuk melihat perkembangan dari nilai tunai setiap tahunnya. Dengan begitu Anda dapat mengikuti perkembangan serta mengetahui pertumbuhan dari tabungan yang Anda lakukan di produk asursnsi tersebut.

Demikianlah beberapa ulasan seputar perencanaan asuransi khususnya asuransi jiwa. Secara singkat dikenal asuransi jiwa berjangka, whole life dan asuransi dwiguna. Asuransi berjangka tidak memiliki nilai tunai. Asuransi jenis ini menyerupai asuransi general. Asuransi whole life memiliki nilai tunai. Sedangkan asuransi dwiguna memiliki benefit hidup. Di mana ada tahapan yang didapat oleh pemegang polis saat masaih hidup. Contoh asuransi ini adalah asuransi pendidikan, di mana setiap anak Anda masuk sekolah Anda akan mendapatkan tahapan berupa uang tunai.

Semoga ulasan kali ini memberikan manfaat bagi Anda dan keluarga dalam merencanakan perencanaan proteksi bagi keluarga.[]

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari Primaplanner

TIP DAN TRIK TERBEBAS DARI LILITAN UTANG





Salah satu tabloid keuangan di Indonesia, baru-baru ini menjadikan utang kartu kredit sebagai judul di halaman muka. Kalau Anda membaca berita yang diulas di dalamnya, jelas sekali bahwa terjadi peningkatan angka kredit ¡§seret¡¨ yang mencapai 6-7 persen, yang sebelumnya kurang dari 5 persen. Bukan itu saja, di dalam ulasanan tersebut juga disebutkan bahwa jumlah tunggakan tagihan pun meningkat, dari sekitra 7 persen menjadi mendekati angka 10 persen.

Apa pasalnya? Ada yang mengatakan karena keluarnya Peraturan Bank Indoensia berkaitan dengan kartu kredit. Batas minimal pembayaran tagihan yang tadinya hanya 5 persen naik menjadi 10 persen. Dan ada juga yang mengatakan karena turunya kondisi ekonomi yang dipacu dengan kenaikan BBM. Kenaikan harga BBM sudah pasti akan memicu kenaikan harga barang-barang yang lainnya.

Nah, kalau Anda mendengar berita ini, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk yang dibebani dengan berbagai kesulitan cicilan bulanan kartu kredit yang membengkak? Atau Anda termasuk yang terbebas dari kesulitan ini?

Dalam kesempatan ini saya ingin menawarkan langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan agar keluar dari lilitan utang berkepanjangan.

Mengembangkan perencanaan manajemen utang
Bila Anda pada posisi di mana pengeluaran bulanan yang diperlukan tidak dapat dipenuhi dengan pendapatan regular bulanan, langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengembangkan perencanaan menajemen utang. Langkah ini dapat membantu Anda keluar dari lilitan utang yang memberatkan dan tetap menjalani kehidupan keuangan keluarga dengan cukup walau dengan keterbatasan. Langkah-langkah di bawah ini tidak akan memperbaiki keuangan Anda dalam semalam, Anda harus melakukan dengan regular dan kesabaran.

Untuk mengembangkan perencanaan menajemen utang, ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Cari tau dengan siapa Anda beutang dan berapa jumlah terutang
2. Tentukan berapa nilai yang bisa Anda sisihkan untuk pembayaran
3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah utang ini

1. Cari tau dengan siapa Anda beutang dan berapa jumlah terutang
Langkah pertama dan terpenting adalah dengan mencari tau dengan siapa Anda berutang dan berapa saldo utang yang masih sisa. Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda cantumkan dari daftar ini seperti:

„X Nama kreditur, alamat dan nomor telpon.
„X Kolateral bila ada
„X Saldo akhir utang
„X Jumlah pembayaran yang masih tersisa
„X Besarnya cicilan bulanan yang harus dibayar
„X Tanggal jatuh tempo
„X Jumlah dan tanggal pembayaran terakhir

2. Tentukan berapa nilai yang bisa Anda sisihkan untuk pembayaran
Nah, sekarang Anda memiliki data berkaitan dengan utang-utang Anda. Selanjutnya, adalah mencari dana untuk membayar cicilan utang yang semakin membengkak. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat catatan pengeluaran setiap bulannya dan cari lubang di mana Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda untuk menambah jumlah cicilan yang dibutuhkan.

Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah menjual aset yang Anda miliki. Hal ini tentunya bila utang Anda sudah sangat tinggi dan Anda sangat kesulitan untuk dapat membayar cicilan walau hanya sebatas minimumnya saja.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menambah pendapatan bulanan, misalkan dengan bekerja paruh waktu akan lebih sering mengambil lembur. Tapi yang perlu disadari adalah, langkah ini hanyalah sementara. Keluar dari masalah utang yang melilit kencang membutuhkan tekad dan kesabaran.

3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah utang ini
Setelah melakukan kedua langkah di atas, tentunya saat ini Anda sudah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi utang Anda, berapa besar yang harus dibayarkan setiap bulannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi semua utang yang masih tersisa. Langkah selanjutnya adalah menentukan berapa besar cicilan untuk setiap kreditur dan berapa lama waktu yang diperlukan. Usahakan waktu tersebut tidak melampaui masa tiga (3) tahun.

Perencanan pembayaran cicilan dapat dilakukan dengan beberapa pola pembayaran, misalkan Anda mengalokasikan dana dalam jumlah yang sama bagi setiap kreditur. Atau Anda dapat menggunakan pola di mana pembayaran terbesar dilakukan pada utang dengan bunga yang terbesar dan jumlah yang terbesar.

Di bawah ini adalah contoh pola pembayaran yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan utang yang masih tersisa. Contoh berikut berdasarkan evaluasi mengeluaran, Anda memiliki kapasitas untuk mencicil sebebsar Rp1.500.000 setiap bulannya.

Saran kami, alokasikan dana lebih besar untuk utang dengan bunga yang paling tinggi. Urutannya adalah jumlah bunga yang tertinggi dibayarkan lebih besar selanjutnya sampai yang terkecil.

Contoh berikut merupakan alokasi di mana pembayaran terbesar dialokasikan kepada utang dengan bunga tertinggi.

Utang kartu kredit A: Saldo utang=Rp5.600.000 -- Bunga=2.90% -- Cicilan minimum=Rp280.000 -- Yang dibayarkan=Rp350.000
Utang kartu kredit B: Saldo utang=Rp4.900.000 -- Bunga=3.25% -- Cicilan minimum=Rp245.000 -- Yang dibayarkan=Rp425.000
Utang kartu kredit C: Saldo utang=Rp8.000.000 -- Bunga=1.89% -- Cicilan minimum=Rp484.500 -- Yang dibayarkan=Rp375.000
Utang kartu kredit D: Saldo utang=Rp9.000.000 -- Bunga=1.69% -- Cicilan minimum=Rp902.100 -- Yang dibayarkan=Rp350.000
Total =Rp1.500.000 Utang kartu kredit A: Saldo utang=Rp5.600.000 -- Bunga=2.90% -- Cicilan minimum=Rp280.000 -- Yang dibayarkan=Rp350.000

Sangat penting bagi Anda untuk membayar semua utang yang Anda miliki. Dalam kondisi di mana Anda Anda tidak mencukupi untuk membayar cicilan minimum maka Anda alokasikan menurut prioritas Anda. Saran kami, bayar utang dengan bunga terbesar bayarkan yang paling banyak, seperti contoh kedua.[]

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari Primaplanner

MASALAH KEUANGAN YANG HARUS DIHINDARI






Persoalan keuangan pribadi sering kali dilupakan dan diabaikan. Padahal bila melihat sebuah perusahaan, pola perencanaan yang dilakukan di perusahaan hampir sama dengan perencanaan yang seharusnya dilakukan dalam keluarga. Dengan keterbatasan sumber pendanaan, perusahaan berusaha untuk dapat mecapai apa yang dicanangkan melalui strategi perencanaan. Seharusnya keluarga juga demikian. Penghasilan bulanan yang diterima setiap bulan secara regular sudah seharusnya Anda alokasikan dengan efisien untuk dapat mencapai semua tujuan yang Anda dan keluarga miliki.

Dalam kaitannya dengan keputusan atau cara pandang keuangan yang Anda lakukan selama ini, kami mencoba memberikan saran-saran dalam beberapa keputusan keuangan yang sebaiknya Anda hindari. Karena menurut hemat kami, keputusan ini akan berdampak terhadap kestabilan keuangan keluarga Anda.

Tidak serius mengatasi perihal hutang (khususnya hutang kartu kredit)
Hutang kartu kredit sangat membahayakan kestabilan keuangan keluarga. mengapa? Memiliki hutang kartu kredit akan membuat Anda stres. Mengetahui bahwa Anda berhutang kepada sebuah perusahaan dan Anda dibebani bunga yang bisa mencapai 40% lebih pertahunnya. Ketakutan Anda tidak dapat melunasi hutang tersebut dan akan selalu menghantui Anda siang dan malam.

Kartu kredit sudah merupakan alat bantu pembayaran yang lazim di sebagian masyarakat kita, bahkan kecenderungannya mereka melihat bahwa kartu kredit sudah merupakan gaya hidup. Ia bahkan memberikan banyak peluang tambahan bagi konsumen pengguna untuk mendapatkan kemudahan baik dalam bertransaksi maupun skema pembayaran yang bisa dicicil.

Salah satu kemudahan dari kartu kredit adalah alat untuk mengambil uang tunai melalui ATM. Tapi Anda harus ingat, mengambil uang tunai dengan kartu kredit melalui ATM sangat membebani Anda. Bila Anda mengambil tunai melalui ATM dengan kartu kredit maka:

a) Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu.

b) Bunga bulanan secara langsung akan berlaku, tidak ada masa tenggang atau grace period pada transaksi melalui ATM.

c) Bunga yang dikenakan lebih tinggi dari bunga biasa yang dibebankan dalam tagihan pembelanjaan biasa, paling tidak 4% per bulan. Dimana setahun lebih dari 48% (bunga berbunga).

Jadi bila ditinjau dari hal-hal tersebut diatas maka kami tidak menganjurkan untuk mengambil uang tunai melalui ATM dengan kartu kredit. Karena selain beban administratif yang tinggi, bunga yang dibebani kepada Anda tinggi. Akan tetapi kemudahan ini tentu saja dapat digunakan terutama disaat keadaan sangat darurat.

Jangan terjebak dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh lembaga pengeluar kartu kredit. Sebaiknya sebagai konsumen pemegang kartu kredit Anda harus waspada dan hati-hati. Karena terkadang kemudahan dapat mencelakakan.

Berkaitan dengan penggunaan kertu kredit, kami menyarankan untuk menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran keperluan sehari-hari atau biaya bulanan yang sudah dianggarkan. Sehingga bila tagihan bulanan datang, Anda dapat langsung membayar lunas. Karena pengeluaran dengan kartu kredit yang Anda lakukan sudah masuk dalam anggaran bulanan yang Anda dan keluarga tetapkan.

Berinvestasi dalam produk yang berisiko tinggi, berharap menjadi cepat kaya
Banyak sekali bermunculan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan yang berlipat ganda melalui iklan-iklan di berbagai media masa. Banyak masyarakat yang tergiur dengan tawaran investasi jenis ini, keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

Kami mengharapkan agar Anda sebagai konsumen waspada akan hal ini, teliti sebelum membeli. Karena banyak dari tawaran itu hanya berupa pepesan kosong. Mengharapkan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat, yang didapat hanyalah kerugian dan dapat mengakibatkan kerusakan tatanan keuangan keluarga yang sudah terbangun.

Masyarakat kebanyakan percaya bahwa untuk mencapai kesusksesan dalam berinvestasi sangat bergantung dengan kemampuan Anda untuk menginvestasikan dalam jumlah besar dan kemampuan Anda untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Sebenarnya kedua hal ini tidak sepenuhnya benar. Untuk mencapai kekayaan dalam arti keuangan memerlukan waktu dan ketekutan untuk mencapainya. Pola investasi “dollar cost averaging” merupakan solusinya. Yaitu dengan menyisishkan sebagian penghasilan bulanan selama jangka waktu yang Anda tentukan untuk mencapai tujuan yang diimpikan.

Prinsip dasar dari investasi adalah semakin tinggi tingkat pengembalian suatu produk investasi akan diikuti dengan risiko yang tinggi pula. Jadi dapat diyakini bahwa tidak ada investasi, apalagi dengan tingkat pengembalian yang tinggi tapi tanpa resiko. Benar tidak? Tapi mengapa banyak investor maupun individu yang terjerumus ke dalam investasi jenis ini? Banyak sebab yang bisa menjelaskan hal ini. Mungkin saja individu tersebut tidak mengetahui atau mempelajari perihal investasi yang akan dibelinya. Atau mungkin saja mereka terbuai dengan janji-janji yang diberikan. Dalam keadaan ekonomi yang semrawaut seperti sekarang ini, membuat banyak investor individu tergiur karenanya. Keuntungan tinggi yang diharapkan, kerugian atau kehilangan yang didapat.

Menunda-nunda menabung untuk pendidikan anak-anak Anda
Hampir setiap orang mengeluhkan besarnya biaya pendidikan, apalagi bila dibayangkan 15 tahun mendatang saat anak kita mulai memerlukannya. Kunci keberhasilan menyiapkan dana pendidikan sangat sederhana, mulailah mempersiapkannya dari sekarang dan melakukannya dengan konsisten selama jangka waktu yang dibutuhkan. Sekali lagi mulailah sekarang jangan menundanya, minggu depan, bulan depan apalagi tahun depan. Memulai lebih awal memberikan keuntungan dari besarnya dana yang harus disisihkan tiap bulannya untuk mencapai total dana yang diinginkan.

Ikuti contoh berikut: besarnya harag yang harus dibayar akibat kebiasaan menunda-nunda.

Sebut saja tujuan keuangan yang ingin Anda capai adalah menyiapkan biaya pendidikan anak Anda masuk kuliah (universitas). Anak Anda sekarang baru berusia 3 tahun. Anda masih memiliki waktu kurang lebih 15 tahun (saat anak Anda masuk kuliah). untuk menyiapkan biaya masuk kuliah dan selama di perkuliahan. Bila biaya pendidikan diperkirakan sebesar Rp200 juta 15 tahun mendatang, maka bila Anda memulainya sekarang, dengan melakukan investasi secara teratur setiap bulan dengan hasil investasi 15% pertahun maka Anda membutuhkan dana setiap bulannya untuk diinvestasikan sekitar Rp300.000-an. Sedangkan bila Anda menundanya sampai 5 tahun mendatang, dengan bunga investasi sama dan nilai yang ingin dicapai sama maka kebutuhan dana untuk investasikan akan membengkak hampir 3 kali lipat. Bila menundanya 5 tahun untuk memulai maka Anda membutuhkan dana setiap bulannya untuk diinvestasikan sekitar Rp800.000-an. Bagaimana, apakah Anda masih ingin menundanya? Lakukanlah sekarang. Jangan Anda menundanya.

Semoga bermanfaat!!

* M. Ichsan adalah perencana keuangan dari Primaplanner.

KONSEP “COMPOUND INTEREST”





Secara mendasar bunga biasa hanya memberikan keuntungan dari investasi awal yang ditempatkan. Misal, Anda menempatkan dana sebesar Rp1 juta rupiah, dan diperjanjikan akan diberikan keuntungan sebesar 6% per tahunnya. Nah, dengan bunga biasa di akhir tahun pertama Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp60.000. Kemudian di tahun kedua Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp60.000 dan seterusnya. Perhitungan keuntungan hanya diperoleh dari investasi awal saja.

Sedangkan konsep bunga berbunga berbeda. Dari investasi awal yang Rp1 juta Anda akan mendapatkan keuntungan diakhir tahun sebesar Rp60.000. di tahun selanjutnya, perhitungan investasi berdasarkan investasi awal ditambah dengan hasil investasi di tahun sebelumnya (Rp1 juta + Rp60.000), jadi keuntungan yang iddapat di tahun kedua menjadi Rp63.600. Di tahun selanjutnya keuntungan dihitung berdasarkan, (Rp1.060.000 + Rp63.600) x 6% = Rp67.416 dan seterusnya.

Jelas sekali dari contoh di atas, bahwa konsep bunga-berbunga memberikan keuntungan yang lebih besar. Tapi mengapa banyak orang yang gagal untuk memanfaatkan keuntungan dari konsep ini? Karena konsep ini adalah sebuah proses bukan hasil. Seperti halnya perencanaan keuangan yang Anda kembangkan, itu merupakan proses bukan hasil akhir. Banyak orang yang tidak memahami untuk mencapai tujuan akhir tentunya harus melalui proses. Seorang juara marathon kelas dunia, harus berlatih keras agar dapat menjadi yang terbaik. Prosesnya bagi mereka adalah berlatih dengan giat.

”The Rule of 72”
Rule 72 adalah cara mudah untuk mengestimasi bagaimana dana Anda dapat berkembang pada tingkat suku bunga yang berbeda. Ini dapat memberikan masukan kepada Anda untuk merencanakan tabungan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Rule 72 ini membantu Anda menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dana Anda berkembang menjadi dua kali lipat. Caranya: dengan membagi 72 dengan bunga yang Anda peroleh dari investasi yang ditempatkan. Hasilnya adalah waktu yang dibutuhkan dana Anda untuk tumbuh menjadi dua kali lipat. Misalkan, bunga yang Anda peroleh dari tabungan adalah sebesar 6%, maka dana Anda akan bertumbuh menjadi dua kali lipat dalam waktu 12 tahun (72/6 = 12).

Sebaliknya, bila Anda membagi 72 dengan jangka waktu yang dibutuhkan untuk mejadikan dana Anda bernilai dua kali lipat, maka perhitungan itu akan memberikan tingkat suku bunga yang harus Anda dapatkan untuk mencapai tujuan tersebut. Cobalah dengan kondisi Anda saat ini.

Lebih Lanjut dengan “Rule 72”—Interval
Jangka waktu yang dibutuhkan agar dana Anda berkembang menjadi dua kali lipat disebut sebagai interval. Sebagai illustrasi, misalkan Anda ingin mempersiapkan kebutuhan pensiun Anda di usia 55 tahun. Saat ini Anda berusia 30 tahun. Bila instrument yang Anda pilih memberikan tingkat suku bunga sebebsar 6%, jadi dana yang Anda miliki akan menjadi dua kali lipat dalam 12 tahun. berapa banyak interval yang terjadi selama proses perencanaan tersebut?

Jawabnya, kurangi usia Anda, 30 tahun dari waktu tujuan keuangan yang diinginkan, 55 tahun, hasilnya 25 (55-30). Bagi nilai tersebut (25) dengan 12 = 2,1 interval. Jadi bila saat ini Anda memiliki dana sebebsar Rp100 juta, dana Anda bisa bernilai Rp200 juta di usia Anda 42 tahun dan sebesar Rp400 juta di usia Anda 54 tahun.

Nah sekarang, bila Anda bisa mendapatkan tingkat suku bunga yang lebih baik, sebut saja 10%, maka uang Anda akan berlipat dua setiap 7,2 tahun. Berapa interval yang Anda miliki sekarang? Jadi, 25 dibagi 7,2 = 3,5. Ini berarti bahwa dana awal Rp100 juta yang Anda miliki bisa menjadi Rp1 miliar di saat Anda berusia 55 tahun. Sayangnya, tingkat suku bunga yang lebih tinggi, berarti semakin tinggi pula risikonya. Sedikit yang bisa menerima risiko yang lebih besar, kecuali mereka memahami apa arti risiko investasi dan apa yang terjadi bila mereka tidak mengambilnya.

Dalam hal investasi, ada dua risiko yang harus dihadapi oleh setiap individu. Mereka harus menghadapi risiko kehilangan modal awal karena harus melikuidasi investasi di saat pasar sedang turun atau risiko kehilangan daya beli karena adanya inflasi. Oleh karenanya, menyeimbangkan antara dampak inflasi dan tingkat risiko yang sebaiknya diambil menjadi sangat penting untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

Memahami Kekuatan Interval
Sekarang kita tau berapa lama waktu yang dibutuhkan Rp1 menjadi Rp2, itu bergantung pada tingkat suku bunga yang diperoleh. Nah sekarang, berapa waktu yang dibutuhkan Rp2 menjadi Rp3? Atau Rp4 menjadi Rp5? Mari kita pelajari dari diagram di atas, di mana dibutuhkan satu interval penuh untuk melipat gandakan Rp1 menjadi Rp2.

Di interval kedua, di mana Rp2 menjadi Rp4 rupiah dalam satu interval penuh. Jadi dapat disimpulkan bahwa Rp2 menadi Rp3 hanya membutuhkan setengah interval (1/2). Sekarang bagaimana dengan Rp4 menjadi Rp5 rupiah? Rp4 menjadi Rp5 rupiah hanya membutuhkan seperempat (1/4) interval.

Jadi kalau kita lihat di sini, sangat jelas bahwa compound interest bukan merupakan persamaan linear. Tapi itu merupakan fungsi geometrik. Fungsi linear adalah 1, 2, 3, 4 dan seterusnya. Sedangkan fungsi geometrik adalah 1, 2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya. Perhatikan bahwa perkembangannya akan semakin besar dengan berjalannya waktu. Jelas sekali disini bahwa compound interest sangat menguntungkan. Pikirkan, dibutuhkan waktu 12 tahun (dengan asumsi tingkat bunga 6%) untuk mencapai pertumbuhan di interval pertama. Tapi hanya membutuhkan waktu 6 tahun di interval kedua untuk memberikan perkembangan yang sama. Akan tetapi, hanya membutuhkan waktu 3 tahun di interval ketiga untuk memperoleh pertumbuhan yang sama. Jadi sapat disimpulkan bawah compound interest akan bertambah keuntungan bila Anda tetap menjalannya selama jangka waktu yang lama.

Jangan Memutus Rantai Compound Interest
Jelas sekali dari ulasan di atas bahwa membutuhkan waktu untuk melihat dampak yang dinamis dari compound interest. Oleh karena itu, kami anjurkan agar Anda jangan pernah memutuskan rantai dari compound interest. Apa yang terjadi bila Anda memutuskannya? Maka Anda akan kembali ke interval pertama (kurva awal) dan harus memulai kembali interval baru (lihat diagram dibawah ini). Bila Anda memutuskan rantai compound interest maka Anda harus memulainya dari awal kembali.

Bila Anda TIDAK memutus rantai compound interest maka hasilnya akan dirasakan sangat besar di 3 tahun terakhir.

Banyak orang yang gagal untuk mempertahankan rantai compound interest karena berbagai hal. Hal ini mungkin saja terjadi karena di awal-awal tahun perkembangan dari investasi dirasa sangat lambat—membosankan. Sehingga mereka memutuskan untuk mencairkannya. Saran yang bisa kami sampaikan adalah miliki tujuan keuangan yang spesifik, karena dengan adanya tujuan tersebut akan lebih memotivasi Anda untuk tetap mempertahankan investasi sampai jangka waktu yang diinginkan. Apalagi bila tujuan tersebut adalah tujuan jangka panjang.

Semoga ulasan ini membuka mata kita semua akan dampak compound interest terhadap investasi yang kita tempatkan. Akhir kata, ada tiga hal yang bisa mempercepat pertumbuhan investasi yang Anda miliki, pertama adalah modal awal yang ditempatkan. Tapi itu bukanlah segalanya. Anda bisa melakukan dengan berkala. Kedua, adalah tingkat pengembalian. Tentunya semakin tinggi ekspektasi tingkat keuntungan akan berdampak juga terhadap kenaikan risikonya. Sesuaikan dengan toleransi risiko Anda, jangka waktu serta kebutuhan akan tingkat likuiditas. Dan terakhir adalah waktu. Saran kami, laukan program menabung sedini mungkin, manfaatkan dampak compound interest dengan waktu yang Anda miliki.[]

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari PrimaPlanner.

MEMBANGUN KESEJAHTERAAN MASA DEPAN






Bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi keuangan Anda? Dibutuhkan kerja keras dan cerdas, yaitu dengan memperoleh sebagian kecil dari penghasilan setiap bulan untuk mengakumulasi kekayaan. Waktu adalah teman terbaik dalam hal investasi. Oleh karenanya jangan tunda lagi, mulailah sekarang.

Orang-orang miskin akan tetap miskin karena mereka selalu melakukan kebiasaan mereka, yaitu mendapatkan penghasilan dan selalu membelanjakan penghasilan mereka untuk kebutuhan sekarang yang mengakibatkan mereka gagal dalam memulai dalam mengumpulkan kekayaan.

Ada beberapa trik yang harus diperhatikan agar kesejahteraan yang diinginkan dapat dicapai.

Bangun Kebiasaan Menabung Sejak Muda
Anda baru mendapatkan pekerjaan? Mulailah sekarang. Memulai dari usia muda akan memberikan hasil berlipat dengan berjalannya waktu. Kembangkan strategi menabung jangka panjang. Anda bertanya, bagaimana bila sekarang kita sudah tidak terlalu muda lagi, sebut saja di usai 30-an tahun, bagaimana kita dapat mengumpulkan kekayaan seperti mereka memulainya dari usia dini? Memang dari setiap tahun Anda menundanya, Anda tidak dapat mendapatkan kembali waktu tersebut dengan perkembangan uang Anda. Ada pribahasa yang mengatakan lebih baik terlambat dari pada tidak melakukan sama sekali.

Mulai dengan Nilai yang Kecil Tapi Berkelanjutan
Mencapai apa yang sering disebut belakangan ini dengan kebebasan finansial tidak harus dengan investasi yang besar. Hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan Anda setiap bulan dan menginvestasikannya, Anda juga dapat mencapai itu semua.

Dimulai dengan hanya 10% dari penghasilan Anda setiap bulan dan meningkat sejalan dengan penghasilan Anda yang meningkat. Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus menyisihkannya di depan. Jadi jangan setelah Anda menggunakannya untuk kebutuhan bulanan baru Anda berpikir untuk menyisihkan uang untuk diinvestasikan. Tapi begitu Anda menerima uang dari gaji bulanan maka sisihkan terlebih dahulu 10% dari pendapatan Anda dalam bentuk investasi. 10% dari penghasilan tidak akan banyak merubah gaya hidup yang Anda jalani sekarang. Jadi tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda guna memulai menyisihkan uang untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda inginkan.

Sisihkan dan Investasikan Secara Berkesinambungan
Dengan penghasilan yang terbatas, maka Anda harus dapat melakukan penyisihan uang dari keterbatasan itu secara regular. Pola investasi dollar cost averaging menjadi sangat diperlukan. Lakukan penyisihan uang untuk tujuan masa depan Anda secara terus menerus. Dengan investasi sedikit pada awalnya, dengan berjalannya waktu dan terus menyisihkan dana, pada akhirnya akan terkumpul juga dana yang besar.

Waktu adalah satu-satunya yang akan membuat uang sedikit yang Anda investasikan menjadi kekayaan. Seseorang yang berusia 20 tahun, menyisihkan uang setiap bulannya sebanyak Rp200 ribu dengan tingkat pengembalian investasi 14% akan berjumlah Rp.500 juta dalam waktu 45 tahun, hanya sekitar Rp6700 per harinya. Jarang sekali kita temui, pemuda berusia 20 tahunan yang sudah memulai meyisihkan dananya untuk masa depan walau dalam besaran yang sedikit.

Investasikan Secara Bijaksana
Bila kita belajar dari mereka atau orang-orang yang bisa disebut kaya, mereka tidak akan pernah membiarkan uang mereka berdiam diri tidak beranak-binak. Bila hitungan yang bisa disisihkan terlalu sedikit maka mereka akan menyimpannya dalam tabungan, begitu jumlahnya sudah mencukupi maka mereka akan menempatkannya dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dan tentunya dengan tingkat toleransi resiko yang bisa ditanggung.

Dalam kehidupan keuangannya tidak pernah mereka menyimpannya dalam bentuk tunai di tangan kecuali apa yang mereka butuhkan untuk kebutuhan harian. Jadi selama masa investasi mereka tidak pernah membiarkan uangnya untuk mendekam di rumah dan dibiarkan tidak berkembang. Jadi biarkan uang Anda beranak-binak.

Jangan Biarkan Apa Pun Menghambat Anda Menabung
Setiap orang pastinya akan mengalami perubahan dalam siklus kehidupannya, perubahan baik maupun perubahan buruk. Bagi mereka, orang-orang kaya, siklus kehidupan tidak merubah niat mereka di awal untuk dapat menyisihkan uangnya secara regular. Walau di saat-saat susah sekalipun mereka terus melakukan penyisihan dan menginvestasikannya untuk tujuan masa depan.

Pernahkan Anda menyalahkan sesuatu yang mengakibatkan Anda tidak dapat menabung untuk tujuan masa depan Anda? Karena baru saja berpindah lokasi kerja yang membutuhkan berbagai kebutuhan menyebabkan Anda tidak menyisihkan uang Anda untuk tujuan masa depan. Menikah atau membesarkan anak-anak karena kebutuhan akan biaya yang sangat besar juga bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan penyisihan untuk kehidupan masa depan mereka.

Anda bisa menyebutkan berbagai alasan untuk tidak melakukannya tapi ingat bahwa semua yang Anda lakukan sekarang akan berakibat di masa depan. Bila Anda tidak menyisihkan uang secara regular maka tujuan keuangan berupa kebebasan finansial, hanyalah tinggal impian. Tapi sebaliknya, bila Anda melakukan penyisihan terhadap uang penghasilan Anda setiap bulannya walau dalam keadaaan susah sekalipun, maka besar kemungkinan atau hampir bisa dipastikan Anda akan mencapai apa yang diimpikan, kebebasan finansial.

Jadi dari ulasan di atas, kami berharap Anda menangkap beberapa pelajaran yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan masa depan Anda, yaitu kebebasan finansial. Satu hal yang sangat penting dalam ulasan ini adalah untuk mencapai kebebasan finansial dalam arti keuangan maka sudah seharusnya Anda menyisihkan uang dari penghasilan bulanan Anda secara regular dan lakukanlah terus selama kehidupan Anda walau nilainya tidak terlalu besar. Waktulah yang akan membantu Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan di masa depan. Satu kata terakhir dari kami, lakukanlah sekarang jangan tunda lagi.[]

* M Ichsan adalah seorang financial planner dari PrimaPlanner

KONSEP ANUITAS





Anuitas adalah jenis alat investasi yang digunakan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi para pensiunan. Anuitas merupakan satu-satunya instrumen keuangan yang menawarkan jaminan penghasilan seumur hidup. Anuitas melakukan pembayaran berkala dalam periode tertentu seumur hidup. Fungsi dasar anuitas adalah memberikan proteksi terhadap kesulitan ekonomi karena seseorang hidup lebih lama dari sumber keuangan pribadinya. Periode pada saat premi disetorkan untuk membeli anuitas dikenal sebagai periode pengakumulasian dan periode di mana pembayaran anuitas dilakukan dikenal sebagai periode pendistribusian.

Dalam istilah anuitas jiwa murni, perusahaan asuransi jiwa akan menjamin pembayaran manfaat bulanan secara teratur kepada peserta anuitas (annuitant) seumur hidupnya. Jika pembayaran manfaat dilakukan untuk periode tertentu tetapi hanya selama peserta anuitas hidup, kontrak seperti itu dikenal sebagai anuitas jiwa sementara. Manfaat anuitas terdiri dari tiga bagian yaitu modal, bunga dan manfaat bagi ahli waris. Modal dibentuk dari pembayaran premi yang dibayarkan peserta dalam periode pengakumulasian. Bunga adalah hasil yang didapat dari dana yang berasal dari dana yang dibayarkan ketika dana tersebut jatuh tempo dan manfaat ahli waris adalah dana yang dikembalikan kepada peserta sebelum kematiannya. Manfaat-manfaat ini akan tersedia bagi ahli waris anuitas kelompok.

Perusahaan asuransi jiwa membuat struktur produk ini berdasarkan tabel mortalita dan perkiraan pengembalian hasil investasi. Dari informasi ini, mereka dapat menghitung anuitas kelompok untuk usia tertentu, jumlah pembayaran bulanan yang mereka jamin bisa lakukan bagi setiap peserta tanpa mengikis lebih awal dana yang telah diakumulasi anuitas kelompok. Dalam prinsip anuitas, hukum pelaksanaan rata-rata memperbolehkan jaminan penghasilan seumur hidup bagi setiap peserta anuitas. Sebagian orang akan hidup sampai usia 65, yang kita anggap sebagai ukuran rata-rata nasional. Sebagian lainnya akan hidup melebihi angka ini sedangkan yang lainnya akan meninggal dunia lebih awal.

Produk anuitas dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara karena adanya perbedaan persepsi mengenai tanggal mulai manfaat berlaku, bagaimana premi dibayar, bagaimana dana anuitas diinvestasikan, penyerahan manfaat dan metode yang digunakan dalam menghitung manfaat. Beberapa cara umum dalam mengklasifikasikan anuitas termasuk yang berikut ini:

a. Anuitas premi tunggal vs premi berkala. Ada dua cara pembayaran anuitas dan metode pembayaran dapat digunakan sebagai pengklasifikasian alat investasi ini. Anuitas bisa dibeli dengan premi tunggal di mana anuitas segera dimulai atau dengan premi berkala selama beberapa tahun di mana anuitas akan di mulai di kemudian hari (ditunda).

b. Anuitas murni vs pasti. Anuitas juga bisa diklasifikasikan menurut kewajiban perusahaan asuransi kepada pemegang polis. Anuitas murni melakukan pembayaran manfaat kepada peserta anuitas seumur hidup peserta tersebut, terlepas dari panjang pendeknya jangka waktu tersebut. Anuitas dianggap likuid secara penuh pada saat peserta anuitas meninggal tanpa ada hubungan dengan harta waris peserta anuitas. Sebaliknya, suatu anuitas bisa mempunyai fitur pengembalian (refund). Instrumen ini dikembangkan karena adanya keberatan-keberatan atas penalti terhadap porsi modal pokok yang tidak digunakan jika peserta meninggal terlalu dini. Oleh karena itu, bahkan anuitas jiwa murni menyediakan penghasilan maksimum per dolar jumah modal pokok, anuitas ini tidak populer.

Perusahaan asuransi menggunakan fitur pengembalian untuk membuat anuitas lebih menarik bagi pemegang polis potensial. Salah satu variasi yang paling umum adalah anuitas dengan jumlah pembayaran terjamin. Periode penjaminan bisa bervariasi meskipun untuk produk periode pasti selama 15 tahun, berarti bahwa perusahaan asuransi akan mulai melakukan pembayaran manfaat selama 15 tahun terlepas dari meninggalnya peserta anuitas, merupakan pilihan umum yang ditawarkan. Saldo yang belum dibayarkan akan diserahkan kepada harta waris peserta anuitas.

Nah, kalau bisa disimpulkan dari penjelasan singkat mengenai program anuitas, sebenarnya program ini memberikan kepastian pendapatan saat Anda memasuki masa pensiun karena distribusi pendapatan bulanan akan dilakukan sampai Anda meninggal dunia. Jadi dalam hal ini Anda terhindari dari kemungkinan kehilangan atau kehabisan pendapatan selama Anda menjalani masa pensiun sampai meninggal.[mi]

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari Primaplanner

KEBIASAAN MENUNDA



KEBIASAAN MENUNDA - 16 Desember 2006 - 11:18 (Diposting oleh: Editor)



Dalam bahasa keuangan keluarga, “waktu adalah uang”. Bila Anda menunda keputusan keuangan yang harus diambil maka hal ini bisa merusak Anda tapi bila Anda melakukannya lebih dini, hal ini bisa memberikan kesejahteraan. Benar begitu? Semua keputusan ada di tangan Anda.

Ric Edelman, perencana keuangan andal dari Amerika, menyebutkan dalam bukunya yang bertajuk The Truth about Money, sedikitnya ada empat masalah utama yang membuat orang gagal menciptakan kehidupan yang sejahtera sebagaimana mereka harapkan, yakni:

1. Sikap suka menunda-nunda (procrastination);
2. Kebiasaan menghabiskan (spending habits);
3. Inflasi yang terus meningkat (inflation); dan ...
4. Pajak (taxes)

Dua hal pertama yang disebutkan Edelman lebih merupakan masalah personal/pribadi, sementara dua hal lainnya boleh dikatakan sebagai masalah “sosial”. Atau dapat juga dikatakan bahwa dua hambatan pertama merupakan faktor “internal”, sementara dua yang lainnya bersifat “eksternal”.

Faktor “internal” harus diatasi dan diselesaikan pada level personal. Sikap suka menunda-nunda perencanaan keuangan, merupakan faktor utama tidak tercapainya kehidupan sejahtera di masa datang. Menunda perencanaan keuangan guna mempersiapkan biaya-biaya pendidikan anak, misalnya, dapat berdampak buruk kalau dilihat dalam jangka panjang. Akibatnya, anak-anak yang kita cintai mungkin saja akan kehilangan kesempatan untuk dapat menikmati proses pembelajaran di lembaga-lembaga yang bermutu baik karena keterbatasan biaya. Dalam hal persiapan dana pensiun juga sama. Mereka yang tidak mempersiapkannya jauh-jauh hari––idealnya dalam rentang waktu 30-40 tahun sebelum masa pensiun itu––boleh jadi akan menyusahkan pihak lain (baik keluarga maupun pemerintah) di masa mendatang.

Berbeda dengan faktor “internal” yang lebih merupakan tanggung jawab pribadi, faktor “eksternal” berkaitan dengan kondisi sosial dan perekonomian suatu negara. Tidak banyak orang yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi dan mengatur soal perpajakan dalam suatu negara. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor poleksosbudhankam yang sangat kompleks yang bahkan bisa melampaui kemampuan suatu pemerintahan karena hubungan-hubungan dalam skala regional sampai internasional-global. Yang mungkin dapat dilakukan oleh orang perseorangan dalam mengatasi hal ini adalah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan muncul dengan menarik pelajaran dari sejarah masa lalu. Artinya, sekalipun inflasi dan pajak tidak dapat kita kontrol, namun kita tetap dapat menentukan sikap pribadi terhadap hal-hal tersebut.

Biaya mahal yang harus dibayar!
Waktu adalah faktor terbesar dalam menentukan nilai uang. Sebut saja, Anda menabung sebesar Rp10 juta dengan bunga 8 persen per tahun/net. Dalam satu tahun ke depan tentunya Anda akan mengharapkan nilai investasi Anda akan lebih besar dari Rp10 juta atau nilainya bertumbuh menjadi Rp10.800.000. Bila Anda menyimpannya di bawah bantal, maka nilai Rp10 juta akan tetap bernilai Rp10 juta satu tahun mendatang. Malah mungkin berkurang karena adanya inflasi.

Temuan paling penting dalam sejarah keuangan adalah bunga majemuk (compound interest). Prinsip bunga majemuk adalah, hasil bunga yang didapat dari investasi akan ditambahkan kembali ke investasi awal dan dibungakan kembali. Jadi hasil yang akan Anda peroleh dalam tahun-tahun mendatang bukan hanya dari investasi awal yang Anda tempatkan tapi juga dari bunga yang dihasilkan selama uang itu diinvestasikan.

Mari kita lihat perhitungan yang sebenarnya. Seperti contoh di atas, bila Anda menabung sebesar Rp10 juta dengan bunga 8 persen per tahun/net. Satu tahun ke depan nilainya bertumbuh menjadi Rp10.800.000. Anda terus menginvestasikannya. Begitu tahun kedua berjalan, maka Anda akan mendapatkan 8 persen keuntungan lagi tapi bukan dari nilai Rp10 juta tapi dari nilai Rp10,800,000 atau di akhir tahun kedua nilai ivestasi Anda akan bertambah menjadi Rp11,664,000. Semakin panjang masa investasi maka nilai investasi Anda juga akan bertambah sejalan dengan perhitungan bunga berbunga.

Berapa pun tingkat suku yang Anda peroleh dari investasi yang dilakukan, waktu akan memberikan tingkat pengembalian yang luar biasa. Tapi dengan tingkat suku bunga lebih tinggi satu poin saja, nilai keutungan yang mungkin diperoleh akan jauh bertambah.

Andi berusia 25 tahun, Tuti 35 tahun, dan Anto 45 tahun. Masa pensiun bagi mereka adalah diusia 55 tahun. Lihat perkembangan investasi yang mereka lakukan setiap bulan sejumlah Rp1 juta dengan tingkat suku bunga 8 persen. Dalam kehidupan nyata, pajak berpengaruh dan menurunkan jumlah keuntungan yang bisa Anda peroleh.

Jelas terlihat dari tabel di atas, harga yang harus dibayar akibat kebiasaan menunda sangat mahal. Bila Anda menunda 10 tahun (usia Anda saat ini 25), dengan nilai investasi Rp100 juta dan asumsi bunga 6 persen, di usia 55 tahun, Anda hanya memperoleh dana sekitar Rp320 juta. Bila tidak menundanya Anda bisa memperoleh sekitar Rp574 juta.

Satu-satunya tindakan yang harus Anda ambil adalah melakukan perencanaan keuangan keluarga yang menyeluruh sekarang. Jangan tunda lagi, berapapun usia Anda saat ini. Karena menunda keputusan seputar keuangan keluarga harus dibayar mahal di masa datang. Take action, now!![mi]

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari Primaplanner.

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman