Rabu, 11 Maret 2009

Jadikan Blog sebagai Ladang Uang

By Joko Susilo | Comments (161) | Trackbacks (4)
Anda pasti sudah tahu apa itu blog. Mungkin anda malah sudah punya blog sendiri. Tapi, apa anda sudah tahu kalau blog anda itu bisa menghasilkan uang? Kalau belum, bagaimana cara mendapat uang dari blog?

Ok, saya jelaskan perlahan dan bertahap. Begini…sebagai orang yang berminat dengan bisnis internet, kita mesti tahu apa saja yang bisa jadi ladang uang. Karena ini penting buat perkembangan bisnis. Dan blog termasuk yang berpotensi untuk menambah penghasilan affiliate program yang kita jalankan.

Sebelum melangkah lebih mendalam, mari kita mulai dari jenis-jenis blog. Blog yang banyak digunakan orang saat ini bisa dibagi dalam lima model:

Blog Affiliate. Dalam blog affiliate, biasanya para affiliate marketer menambahkan link affiliate yang mereka miliki.
Web publisher blog. Blog model ini kurang lebih sama seperti media cetak. Ada content berupa artikel dan gambar, juga ada iklan. Jika anda ingin membuat model blog semacam ini, sebaiknya perhatikan isi (content) anda. Baik artikel yang anda tulis maupun gambar yang anda tampilkan. Tujuannya? Ya apalagi kalau bukan supaya banyak pengunjung yang mengunjungi blog anda. Harapannya, agar banyak yang tertarik pasang iklan di blog anda.
Sales blog.Blog ini sama seperti toko online. Biasanya, para pengusaha offline juga menjual produk mereka di internet. Barang-barang yang dipajang pun kadang sama seperti barang yang mereka jual secara offline.
Service blog. Jika sales blog menjual produk, service blog tentu menjual jasa. Jika anda punya keahlian tertentu, anda bisa promosikan jasa anda di sini. Keuntungan menggunakan blog, selain anda bisa tampil beda dari layanan jasa yang pernah ada, juga memperluas jangkauan pemasaran anda.
Blog network.Blog network atau jaringan blog adalah blog jenis web publisher yang bergabung jadi satu. Jadi isi blog network ini bisa terdiri dari puluhan atau bahkan ratusan blog. Tujuan dari blog network biasanya untuk meluaskan jaringan online anda. Supaya anda bisa punya banyak link ke blog-blog lain.
Oya, anda juga bisa menggabungkan jenis-jenis blog di atas untuk meluaskan pemasaran produk atau penjualan anda. Nah, ide paling cerdas yang bisa anda wujudkan adalah membuat blog yang menggabungkan antara jenis blog affiliate dengan jenis blog yang lain. Mungkin bisa anda gabungkan antara blog affiliate, sales blog dan web publisher jadi satu. Selain dapat uang dari penjualan produk affiliate, anda juga bisa dapat uang dari iklan!

Menarik bukan? Tapi… ingat, isi yang anda tampilkan di blog harus sesuai. Kalau produk-produk yang anda tampilkan tidak sesuai dengan isi web publisher dan produk affiliate anda, ini bisa gawat! Pengunjung bisa langsung memvonis blog anda norak. Alias isinya tidak sesuai dan campur aduk.

Jadi, anda mesti pintar-pintar memadukan dan menyesuaikan isi blog. Setuju? Silakan berkreasi dan buat blog anda sebagai ladang uang!

Senin, 09 Maret 2009

Sukses atau Gagal ada di Tangan anda

By Joko Susilo | Comments (29) | Trackbacks (4)
Saat mulai kenal bisnis internet, bagaimana perasaan anda? Mungkin ragu-ragu, pesimis, atau bahkan tidak percaya bisa kaya dari internet.

Ya… kadang memang begitulah kenyatannnya. Sering kita sendiri yang membuat “tembok penghalang” kesuksesan bagi diri kita. Kita terlalu pesimis memandang hidup. Seolah nasib yang tengah dialami tidak bisa diubah.

Begitupun mungkin dalam affiliate program. Para pemula yang berminat dengan affiliate program mungkin mengira bisnis ini sangat sulit dijalankan. Pertama kali kenal kita pasti tidak mudeng semua istilah yang ada di model bisnis ini. Pemahaman kita nol! Apalagi kalau kita malas belajar. Maka perasaan kita yang awalnya pesimis terhadap affiliate program akan makin terbukti.

Padahal, pasti jalan keluarnya adalah banyak belajar. Caranya bisa membaca, sering browsing, atau berdiskusi tentang affiliate program. Mau tidak mau kita harus berani bersusah payah demi menaklukkan ketidak-tahuan kita. Tidak ada ilmu yang datang sendiri tanpa dicari. Betul?

Kita sering lupa dengan lirik lagunya Bang Rhoma Irama, “berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.” Nah, itulah kenapa saya sering mengatakan kalau niat dan semangat adalah modal pertama dan utama. Tanpa niat dan semangat, kita tidak akan rela berakit-rakit dan berenang-renang?

Ok… selain sifat manusia yang kadang malas belajar, malas kerja keras, dan suka yang intan-instan, ada penyebab lain kenapa kita gagal di affiliate program. Apa saja itu? Anda penasaran?

Cepat menyerah. Banyak sumber mengatakan berdasar fakta yang ada selama ini, dari sepuluh orang yang berbisnis internet, sembilan diantaranya mengalami kegagalan. Apa penyebabnya? Alasan utamanya karena kita terlalu cepat menyerah. Kita tidak bisa menjaga semangat secara teratur. Kita jadi terlalu bersemangat di awal dan cepat lelah setelahnya.
Cepat bosan. Kita cepat bosan mengerjakan hal-hal yang detil. Misalnya, kita bosan melakukan riset. Atau, bosan menjaga trafic situs web affiliate yang kita punya.
Ingin sukses tanpa berusaha. Nah, ini salah satu kelemahan kita yang paling menyusahkan. Belum apa-apa menjalankan affiliate program kita sudah tidak tahan ingin mendapat banyak komisi.
Mogok di tengah jalan. Kita gampang berhenti sebelum target kita tercapai. Misal, saat belajar pembuatan situs web, entah belajar HTML, upload file dan gambar, atau membuat sales letter, belum selesai belajarnya sudah berhenti.
Miliki pengetahuan dasar. Kita bisa saja meminta bantuan orang lain untuk menjalankan situs web (melakukan outsource). Tapi, anda pun baiknya tahu bagaimana cara kerja situs web dan bagaimana mengontrolnya.
Terlalu asyik belajar. Poin terakhir ini kebalikan dari poin di atas. Kita terlalu lama terjebak menguasai pembuatan situs web. 90% dari waktu kita habis untuk belajar membuat situs web. Padahal, ada hal yang paling penting dilakukan. Yaitu, menjalankan target traffic yang sudah kita tentukan dan mengarahkan traffic yang ada menjadi customers setia.
Dari semua hambatan di atas, kira-kira apa ya solusinya?

Ya… sebaiknya kita pintar-pintar membagi waktu dan semangat. Ingat time is more than money. Waktu adalah salah satu penentu kesuksesan kita. Setiap detik adalah peluang mengantarkan kita lebih dekat dengan kesuksesan.

Belajar dari nol itu memang sulit. Tapi, bukan berarti tidak bisa kan? Dan, saat asyik-asyiknya belajar kita jangan terlena dan lupa dengan fokus. Fokus yang mana? Ya… menjual produk merchant. Ingat, meningkatkan pembelian produk adalah tujuan akhir dari affiliate marketer. Semakin banyak produk merchant kita jual, semakin banyak komisi yang kita dapat.

Dan semua itu anda yang menentukannya sendiri. Kesuksesan atau kegagalan ada di tangan anda. Jadi silakan pilih…. Semua pilihan ada konsekuensinya. Dan jalani pilihan anda dengan sepenuh hati.

Selamat memilih!

5 Tipe Headline untuk Sales Letter anda

By Joko Susilo | Comments (23) | Trackbacks (4)
Anda pernah membaca koran? Pasti pernah. Siapa sih zaman sekarang yang tidak pernah baca koran? Walau tidak setiap hari, tapi kita pasti pernah membacanya.

Saat anda membaca koran halaman mana yang anda baca lebih dulu? Depan? Belakang? Atau halaman tengah?

Kebanyakan orang membaca pasti dari depan ya? Karena kita biasanya mencari tahu headline lebih dulu. Di dalam headline inilah letak informasi yang terpenting hari itu. Ya… setidaknya dengan membaca judul headline kita tahu apa yang sedang “hot” hari ini.

Nah, sekarang kita akan bicarakan headline. Bukan headline koran, tapi headline sales letter untuk situs web affiliate. Kita sebut saja headline ini kepala tulisan. Sebenarnya bukan cuma sales letter yang perlu headline. Di setiap halaman web kita juga perlu kepala tulisan untuk mengawali seluruh isi halaman.

Sama seperti headline dalam surat kabar, headline di sini juga berisi informasi terpenting dalam sales letter atau halaman web anda. Dan letaknya juga di atas (namanya saja head (kepala)). Headline inilah yang berfungsi menarik perhatian pengunjung pertama kali.

Headline ini harus menarik! Supaya pengunjung jatuh cinta dengan sales letter kita sejak pandangan pertama. Apalagi anda sedang memasarkan produk. Dengan sales letter yang menarik, pengunjung akan berminat membeli.

So, sebagai affiliate marketing, anda harus jeli memilih headline yang paling tepat. Ok…di bawah ini tipe headline yang bisa anda gunakan untuk sales letter.

1. News Headline
Headline semacam ini berisi informasi yang belum pernah pengunjung ketahui. Biasanya headline jenis ini digunakan untuk mengenalkan produk terbaru yang belum pernah ada. Atau setidaknya belum diketahui orang banyak. Misal, sales letter untuk produk mesin fotocopy warna.

2. Promise Headline
Headline jenis ini menjanjikan sesuatu pada pengunjung jika mereka mengikuti anjuran yang anda berikan. Misal seperti kalimat, “Segera gabung dan klik join now. Anda akan dapat ebook gratis.!”

3. Selective Headline
Anda bingung apa maksudnya selective headline? Ya, selective headline berarti memilih pengunjung. Headline ini langsung mengarah pada kelompok pengunjung tertentu. Tidak berlaku untuk semua pengunjung. So, dengan kata lain, headline ini khusus untuk sales letter yang produknya memiliki pangsa pasar tertentu.

Misal, “perawatan istimewa bagi anda yang mempunyai masalah dengan kesuburan rambut indah anda.”

Kekurangan sales letter ini tidak menjaring semua pengunjung. Jadi bagi mereka yang tidak punya masalah dengan kesuburan rambut tidak akan membaca sales letter anda lebih lanjut.

4. Curiosity Headline
Tujuan headline ini sebagai pemancing minat pengunjung agar tertarik membaca sales letter anda lebih lanjut. Atau dengan kata lain headline jenis ini mampu membuat pengunjung penasaran.

Contoh, “cara aman mengatasi insomnia.” Meski tidak semua orang mengalami insomnia, tapi banyak yang ingin tahu bagaimana cara mengatasi kesulitan tidur. Karena, sesekali dalam hidup seseorang pasti pernah mengalami kesulitan tidur. Apalagi bagi mereka yang hidup penuh dengan tekanan pekerjaan atau sering mengalami stress.

Nah, apa anda sering stress? Semoga tidak ya.

5. Demand Headline
Biasanya produk dari headline jenis ini bisa menarik semua pengunjung. Ya, pangsa pasarnya lebih luas. Seperti apa?

Misal, “Bagaimana mendapat uang dengan cara mudah? Di sini jawabannya!” semua orang pasti tertarik dengan sales letter demikian. Siapa yang tidak ingin mudah mendapat uang? Nah, kalau banyak pengunjung yang penasaran dengan cara mendapat uang dengan mudah, berarti sales letter ini berhasil.

Yupp!! Headline ini biasanya menjawab ambisi banyak orang. Tapi, hati-hati dengan pilihan kata yang anda gunakan. Sebaiknya, jangan gunakan kata-kata yang berlebihan. Nanti pengunjung malah lari dari situs web anda. Karena, mereka susah percaya dengan kata-kata yang “selangit”.

Pembagian jenis headline ini tidak bertujuan mengikat kreativitas anda. Anda boleh juga kok menggabungkan jenis-jenis headline ini (headline hybrid). Selama penggunaanya efektif untuk sales letter produk, penggabungan ini sah-sah saja.

Oya, ada satu hal lagi yang perlu anda perhatikan dalam membuat headline. Jangan menulis headline menggunakan huruf besar semua. Karena, penulisan dalam huruf besar bisa mengurangi minat pengunjung dalam membaca sales letter. Anda boleh menggunakan huruf besar untuk kata-kata pilihan dan sifatnya penting.

Hmmm… sekarang anda pilih model headline yang mana?

Mengapa Pengunjung Meng-“klik” Link anda?

By Joko Susilo | Comments (40) | Trackbacks (0)
“Klik-klik-klik…” “Semoga banyak pengunjung yang meng-klik link affiliate saya…”

Sebagai affiliate marketer, bukankah anda berdoa demikian? Atau anda tidak pernah berdoa?

Ya, kita memang sebaiknya berdoa. Anda ingat apa yang pernah dikatakan Aa Gym?

Selain berusaha kita juga perlu berdoa. Maaf, bukan maksud saya ceramah. Tapi, kalau dipikir-pikir doa itu bisa membuat kita percaya diri dan tetap semangat!

Semangat inilah yang jadi bekal kita menuju top affiliate. Kalau sudah modal semangat, apapun tantangannya kita tidak akan gentar. Betul tidak? Ya, seperti yang kita ketahui, yang namanya semangat itu kan naik turun seperti kurs rupiah. Jadi kalau tidak ada fondasi yang kuat, semangat ini gampang lari kemana-mana.

Ngomong-ngomong anda sudah pernah berdoa untuk jadi affiliate sukses belum? Ok… kalau belum, bagaimana kalau kita berdoa dulu… ?

Nah, kalau sudah berdoa, sekarang anda harus meningkatkan semangat anda tadi untuk mempelajari kenapa pengunjung mau meng-klik link affiliate anda. Ingat ya… semangatnya harus semangat baja. Jangan setengah-setengah. Nanti kesuksesan anda juga jadi setengah-setengah. ?

Ok… let’s done to the business…

Mengapa pengunjung mau meng-klik link affiliate anda? Kelihatannya pertanyaan ini sepele ya? Tapi, coba anda jawab dulu. Kira-kira apa alasan yang paling tepat?

Kalau menurut saya, ada tiga hal utama yang membuat pengunjung mengklik link affiliate. Tiga hal ini menjadi juru kunci kesuksesan anda.

1. Link anda muncul di top 10 hasil pencarian keyword.
Jadi, saat pengunjung browsing melalui search engine, usahakan link anda muncul dalam 10 link teratas di halaman pertama. Kenapa? Karena, jika link anda tidak muncul dalam halaman ini, anggap saja keyword anda tidak terdeteksi. Selain itu, anda jadi punya terlalu banyak saingan. Mata pengunjung tidak bisa langsung fokus tertuju ke link anda. So, kemungkinan pengunjung datang ke situs web anda jadi semakin kecil.

Coba bayangkan saat anda sedang browsing. Bisa dipastikan anda hanya akan fokus pada satu atau dua halaman pertama saja. Anda jarang meluangkan waktu untuk mengklik “next,” next”, dan “next”.

Jadi, anda harus benar-benar ekstra hati-hati dalam memasukkan keyword.

2. Judul dan isi tulisan yang menarik.
Keyword-focused content page (KFCP) adalah deskripsi singkat yang muncul di halaman pencarian search engine. Biasanya berupa kumpulan judul dan rangkuman isi situs web. Rangkuman ini tergantung pada keyword yang anda pakai.

Nah, jika judul dan ringkasan ini sudah membuat pengunjung bosan, pasti mereka tidak akan berminat mengklik link anda. Jadi, usahakan buat tulisan semenarik mungkin.

3. Isi situs web yang memenuhi keinginan pengunjung
Jika pengunjung sudah mengklik link dan masuk dalam situs web anda, mereka akan langsung mencari apa yang mereka inginkan.

Apapun yang anda suguhkan di dalam situs anda, pengunjung menganggap semua itu benar. Dan, apapun yang anda anjurkan biasanya akan mereka ikuti. Jadi, tulislah yang bermanfaat bagi mereka. Dan tentu isi tulisan anda juga harus bergizi. Anda tahu maksud saya kan?

Ketika pengunjung sudah sampai pada tahap ke-3, biasanya mereka sudah punya minat yang lebih pada situs web anda. Pengunjung juga pasti merasa senang karena sudah menemukan apa yang ia cari. Browsing itu makan waktu, energi, dan biaya. Jadi, kalau kita sudah mendapat yang sreg, kita pasti puas.

So, pengunjung pasti tertarik membeli produk affiliate anda. Anda senang? Saya juga senang…

Membius Pengunjung dengan Sales Letter

By Joko Susilo | Comments (24) | Trackbacks (1)
Dalam situs web affiliate anda, apakah pembeli produk anda sudah banyak?

Jika belum, kira-kira apa yang kurang dari situs web anda? Mungkin menurut anda desain situs web sudah bagus. Tidak ada yang berlebihan, loadingnya pun cepat. Nah, kira-kira apa ya yang jadi biang kerok, penghambat penjualan anda?

Untuk mencoba menjawab permasalahan ini, coba anda jawab pertanyaan ini dulu. “apakah sales letter yang anda buat sudah bisa membius pengunjung?”

Ingat ya, sales letter itu juga nyawa situs web ataupun blog affiliate anda. Jika tidak ada pengunjung yang “ngeh” dengan sales letter anda, ya… jangan harap ada pembeli.

Nah, untuk membuat sales letter yang membius… baca dulu yang di bawah ini…

Pikirkan pengunjung. Ya, kita jangan memikirkan diri sendiri saat membuat sales letter. Tapi, pikirkan bagaimana perasaan pengunjung saat membaca sales letter kita. So, jangan buat sales letter yang terlalu “narsis”. Sebaiknya kita jangan melulu ngomong tentang diri kita sendiri. Karena pengunjung bosan dengan ulasan yang berlebihan. Ya… kecuali kalau kita sudah cukup dikenal oleh pembaca. Justru ke”narsis”an bisa jadi motivasi pembaca. Missal kita bisa menulis tentang pencapaian dan kecakapan kita. Tapi, ya tetap saja… jangan berlebihan!
Pikirkan manfaat produk anda. Bagaimanapun yang namanya orang membeli itu karena mereka butuh. Dan karena mereka ingin mengambil manfaat dari produk anda. Jadi kadang-kadang pembeli tidak peduli dengan keunggulan produk anda. Mereka berpikir, “Kalau saya tidak membutuhkan produk ini dan tidak ada manfaatnya buat saya, kenapa saya harus membelinya?”
Logika Vs Emosi. Poin ini kebalikan dari poin no 2 di atas. Kalau tadi kita membahas pengunjung membeli karena mereka butuh, sekarang kita bahas pengunjung membeli karena mereka tidak butuh. Maksudnya bagaimana?? Contohnya, ya… para pengunjung yang hobi shopping. Mereka sering kali membeli barang yang tidak mereka butuhkan tapi mereka inginkan. Nah, ini tugas anda membuat pengunjung membeli yang mereka inginkan. Jadi, gunakan kata-kata yang bisa menimbulkan emosi untuk membeli. Jangan cuma kata-kata penuh emosi! Tahu kan bedanya?
Pengalaman pribadi. Banyak orang yang tertarik dengan pengalaman pribadi. Jika anda memasang pengalaman pribadi dalam sales letter anda, tentu ini efektif. Karena sales letter yang demikian mampu membujuk pengunjung. Anda bisa ceritakan pengalaman anda setelah memakai produk yang anda jual.
Susun kata-kata anda dalam bentuk list atau daftar. Jangan menulis poin-poin tentang produk anda dalam bentuk paragraph. Agar, pengunjung bisa jelas membaca apa saja menfaat produk anda. Dan, mereka bisa langsung membaca apa yang mereka cari. Oya, jangan lupa untuk membuat tulisan pendek dan to the point.
Tidak perlu mengejar kesempurnaan. Tujuan sales letter itu menjual produk. Jadi, jangan terjebak dengan membuat sales letter yang bahasanya sempurna. Ejaan dan tata bahasa yang benar saja sudah cukup. Jadi, anda tetap menunjukkan profesionalisme. Dan, yang terpenting pengunjung mengerti maksud anda.
Uji coba. Untuk mengetahui keberhasilan sales letter, anda harus mengujinya. Yupp!! Hasil uji coba bisa anda lihat dengan angka penjualan. Jika penjualan anda sudah tinggi, bisa dikatakan sales letter anda mampu membius pengunjung.
Satu hal yang tidak kalah penting, saat anda membuat sales letter bayangkan anda sedang berbicara dengan teman dekat anda. Ingat, pengunjung yang membaca sales letter punya kebutuhan masing-masing. Jika anda bisa berempati pada kepentingan mereka, penjualan anda akan meningkat!

11 Cara Efektif Mengubah Landing Page

By Joko Susilo | Comments (27) | Trackbacks (0)


Berubah adalah hukum alam. Berubah adalah kebutuhan. Mengapa saya berpendapat demikian?

Ya, ini ada hubungannya dengan landing page anda. Jika anda ingin terus memikat pengunjung, jangan pernah ragu untuk berubah. Jika landing page anda sudah bisa menggaet banyak pembeli, anda masih harus berpikir untuk mengubah landing page anda.

Tapi, jangan sembarang berubah. Ada beberapa langkah yang wajib anda perhatikan dalam melakukan perubahan. Tujuannya, sudah pasti menambah pembeli dan menjaring sebanyak mungkin contact pengunjung.

Selain itu, perubahan ini juga bisa anda buat jika anda ingin membuat image situs web anda berubah. Ah! Saya jadi ingat kenapa banyak brand-brand terkenal mengubah logo mereka. Misalnya saja logo bank-bank nasional.

Ok… sekarang kita bahas perubahan yang bisa anda lakukan dengan landing page anda.

1. Buat perubahan halaman
Pikiran untuk mengubah halaman sebaiknya sudah anda camkan dalam hati kecil anda jauh sebelum anda mulai membuat sebuah landing page. Maksudnya bagaimana? Begini, ketika anda mulai membuat satu landing page, anda juga harus punya cadangan desain landing page yang lain. Misal, tentang desain perubahan newsletter.

Maka sewaktu-waktu anda memutuskan untuk melakukan perubahan, anda sudah siap.

2. Buat riset kecil-kecilan
Riset ini berguna untuk mengetahui apa yang pengunjung anda cari dari situs web anda. Pelajari juga produk apa yang biasa mereka cari. Dan, silakan buat gambaran pengunjung ideal yang biasa mampir ke situs anda. Ingat, selanjutnya ubah landing page anda sesuai dengan tipe pengunjung sasaran anda.

3. Hapus bagian landing page yang tidak perlu
Pengunjung datang ke situs anda karena mereka ingin hal-hal yang spesifik. Mereka ingin segera dapat apa yang mereka cari. Jadi, jangan buyarkan konsentrasi mereka dengan bagian yang tidak penting.

Warna dan tipografi sebenarnya bermanfaat untuk situs anda. Dua hal ini bisa jadi arahan pengunjung. Tapi, jangan membuat terlalu banyak gambar yang bisa menyita perhatian pengunjung anda. So, koreksi semua gambar yang anda tampilkan. Jika berlebihan segera hapus!

4. Pindahkan navigasi
Anda bisa membuat selingan dengan memindahkan navigasi anda. Tapi, jangan pindahkan bagian navigasi yang tempatnya sudah diakrabi pengunjung. Misalnya tentang letak link anda.

5. Fokus
Tujuan utama landing page itu mencegah pengunjung anda pergi kemana-mana. Jadi, sebisa mungkin jangan biarkan pengunjung anda mengklik bagian selain promosi produk anda.

6. Tanyakan email saja
Jika anda meminta pengunjung mendaftar di newsletter, tanyakan saja alamat email mereka. Hindari bertanya terlalu komplit. Pengunjung bisa beranggapan situs web anda terlalu birokratis.

7. Tes, tes, dan tes
Setelah menyelesaikan semua desain landing page yang baru, jangan lupa untuk menguji coba. Nah, kemudian lagi-lagi anda harus bertanya pada diri sendiri.

Apakah semua bagian landing page sudah fokus pada pembelian?
Apakah iklan yang anda buat sudah bisa menyampaikan pesan untuk membeli?
Sudahkah anda mengurangi bagian yang membuyarkan konsentrasi pengunjung?
Apakah landing page ini bisa meningkatkan kualitas brand anda?
Yup!! jangan sembarang mengubah landing page ya… Sesuaikan dengan kebutuhan anda. Selamat berubah… dan buat landing page yang dinamis ya… jangan membosankan.

6 Pertanyaan untuk Landing Page anda

By Joko Susilo | Comments (24) | Trackbacks (0)
Saat anda mengunjungi satu situs web affiliate, apakah anda bingung halaman situs ini tergolong landing page atau bukan?

Ok, kalau anda masih bingung bagaimana bentuk landing page, silakan buka halaman ini, dia digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke situs formulabisnis.com. Seperti itulah yang disebut landing page.

Apa anda masih bingung? Gampangnya begini. Jika sebuah halaman situs web berisi keterangan singkat atau review mengenai produk atau program tertentu, dan mengarahkan pengunjung kepada produk utama, inilah yang disebut landing page.

Oya, saya kira tidak perlu menjelaskan bagian-bagian landing page lagi. Tapi tenang…saya masih akan berkutat dengan landing page.

Mengapa? Karena landing page adalah portal pembelian anda. So, ini sangat penting menunjang keberhasilan situs web anda. Landing page yang bagus bisa membujuk hati pengunjung untuk melakukan pembelian.

Yah… sebuah situs web affiliate bisa dikatakan berhasil jika ia mampu menjaring banyak pembeli. Dan… apalagi sih yang perlu anda lakukan dengan landing page situs web affiliate anda agar banyak pembeli?

Pertama, fokus pada pengunjung! Anda tidak perlu memikirkan yang macam-macam tentang landing page anda. Fokuskan saja perhatian anda pada pengunjung yang akan datang di situs web anda.

Sama halnya dengan penjualan offline. Kalau ada salesmen yang datang ke rumah, biasanya kita enggan menerima mereka. Meskipun kita tidak harus membeli produk yang mereka tawarkan, kita akan langsung menolak mereka melakukan demo produk.

Kira-kira kenapa ya kita bersikap demikian cuek pada salesmen? Hmmm… mungkin karena kita tidak ingin termakan rayuan mereka dan akhirnya dengan senang hati membeli produk mereka.

Nah, pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian ini? (jadi seperti sekolah ya? J) intinya, orang-orang itu malas kalau mesti membeli (sukanya gratisan! J) Apa lagi kalau membeli barang-barang yang tidak begitu kita butuhkan. Kita biasanya lebih gengsi beli barang di mall daripada dari sales. Anda setuju dengan saya?

Ok… Sekarang kita kembali ke pengunjung situs web. Coba kalau kita posisikan diri kita di posisi pengunjung situs kita. Saat kita melihat landing pages, apa yang akan kita lakukan? Mungkin anda akan berpikiran, “ah! Iklan-iklan nggak penting. Aku nggak butuh barang kayak gini kok! Dan, kita akan langsung menutup halaman situs web itu.

Untuk mensiasati hal ini, kita harus membuat landing page yang “mempesona.” Untuk itu kita perlu bertanya pada diri sendiri. Pertanyaan ini tentu untuk mengkritisi landing page yang anda buat.

Apa landing page ini sudah cocok seperti ini?
Apa landing page ini sudah seperti yang saya bayangkan sebelumnya?
Kalau saya jadi pengunjung, apa saya akan tertarik dengan produk yang dipromosikan?
Apakah landing page ini sudah terlihat meyakinkan?
Apakah semua keunggulan produk dan testimoni yang saya pasang di situs ini tampak terpercaya?
Kira-kira loading ke halaman ini cepat atau tidak?
Ok. Sekarang coba kita lihat landing page kita masing-masing. Dan, ajukan pertanyaan di atas untuk mengkritik diri sendiri.

Hmm.. kira-kira bagaimana jawabannya? Sudahkah anda merasa puas dengan jawaban anda sendiri? Kalau anda bingung bagaimana mengkritik diri sendiri, atau anda tidak puas dengan jawaban sendiri, silakan meminta bantuan orang lain. Anda bisa menginterogasi mereka dengan pertanyaan di atas. Setidaknya, anda bisa mendapat jawaban yang lebih objektif.

So, selamat mengkritik diri sendiri.

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman