Rabu, 24 Agustus 2011

Inilah Eksportir Emas Perhiasan Terbesar RI





Toko emas
KerinciGoogle.com, - Provinsi Jawa Timur (Jatim) selama ini tercatat sebagai eksportir emas terbesar di Indonesia. Di wilayah timur Pulau Jawa ini, 35 persen industri perhiasan emas tumbuh dan berkembang menjadi perusahaan besar.



Hal tersebut disampaikan Gubernur Jatim Soekarwo usai membuka pameran perhiasan emas Internasional Jewellery Fair (IJF) ke-16 di Hotel
Shangri-La Surabaya, Jum’at 19 Agustus 2011. "Untuk ekspor emas, Jatim berada di peringkat satu, karena 35 persen industri perhiasan emas, besar di Jatim," katanya.



Dari catatan Pemerintah Provinsi Jatim diketahui bahwa ekspor emas nasional pada semester I-2011 diperkirakan mencapai US$412,99 juta, setara Rp3,72 triliun. Dari jumlah tersebut, ekspor perhiasan Jatim mencapai US$146,2 juta (Rp1,31 triliun) atau 35,4 persen dari nilai ekspor nasional.



Pada semester II-2011, ekspor emas Jatim diprediksi naik 40 persen, yakni sekitar US$200 juta (Rp1,8 triliun). Sehingga dalam setahun, total ekspor perhiasan emas Jatim diperkirakan mencapai US$350 juta (Rp3,15 triliun).



Soekarwo mengatakan, Jatim saat ini memiliki setidaknya 24 unit industri perhiasan emas skala besar dan menengah. Selain itu, Jatim juga mempunyai 1.854 unit usaha industri kecil perhiasan di sentra-sentra industri kecil perhiasan emas, perak dan batu mulia yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.



Sejumlah daerah yang terkenal dengan sentra bisnis perhiasan emas diantaranya, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, Lamongan, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan. Usaha sektor perhiasan emas ini telah mampu menyerap tenaga kerja hingga 17.600 orang.



"Jatim sudah menjadi pusat pengrajin emas, tetapi harus ada upaya agar ada nilai tambah. Kelemahannya adalah soal desain," lanjutnya.



Sementara itu, Ketua Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jeffry Thumewa menegaskan, pameran perhiasan emas yang dilaksanakan di Jatim merupakan ajang promosi para pengrajin emas, perak dan berlian. "Industri lokal harus maju, karena itu kita undang peserta dari luar negeri untuk melihat potensi bahan baku dan hasil karya pengrajin yang belum terekspos, dan menjadi tolok ukur dengan melihat trend desain di pasar internasional," katanya. Laporan: Tudji Martudji | Surabaya (adi)



Sumber : VIVAnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman