Senin, 29 Agustus 2011

Lebih 300 Pemudik Tewas Sebelum Berlebaran



Lebih 300 Pemudik Tewas Sebelum Berlebaran
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mudik sudah menjadi tradisi tahunan bagi umat Muslim di Indonesia. Namun, seiring bertambahnya jumlah pemudik, sudah ratusan yang meregang nyawa sebelum tiba di kampung halaman untuk berlebaran.



Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan mencatat hingga Senin pagi, 29 Agustus 2011, jumlah penumpang mencapai 5.097.788 pemudik. Jumlah itu merupakan pemudik yang menggunakan semua moda transportasi, khususnya di jalur Jawa.



Ironisnya, pada H-3 Lebaran (Senin), sudah banyak kecelakaan di arus mudik lebaran tahun ini. Bahkan, data Kemenhub mencatat kecelakaan telah menyebabkan 320 orang meninggal dunia, 619 luka berat, dan 1.320 orang luka ringan.



Selain di darat, kecelakaan dengan korban tewas juga terjadi di penyebrangan laut. Setidaknya, 12 korban tewas saat mudik dengan menggunakan kapal laut, menurut data Kemenhub.



"Kami belum tahu mengenai spesifikasi (data). Jika berdasarkan tahun lalu memang (mayoritas kecelakaan) berasal dari roda dua," kata Pengawas Posko Harian Angkutan Lebaran Terpadu Kemenhub, Ichwanul Idrus, di Jakarta, Senin, 29 Agustus 2011.

Tidak Berhati-hati

Data Kemenhub mencatat hingga Senin pagi, 29 Agustus 2011, lebih dari 5 juta pemudik kembali ke kampung halaman dengan semua jenis moda transportasi. Adapun rinciannya adalah: jumlah penumpang angkutan jalan darat mencapai 1.507.943 orang, kereta api 564.832, laut 303.629, penyeberangan laut 1.215.477, dan penumpang angkutan udara 1.505.907.

Menilik data, sebagian besar kecelakaan di darat dialami pengendara sepeda motor. Ini sejalan dengan fakta bahwa pemudik yang menggunakan sepeda motor meningkat secara signifikan.



Data Kementerian Perhubungan mencatat, pemudik yang menggunakan sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 12,91 persen. Tahun ini, tercatat ada 669.914 motor yang digunakan untuk mudik ke kampung halaman. Bandingkan dengan tahun lalu, yang hanya sebanyak 593.301 motor.



Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengatakan belum mengetahui faktor peningkatan pemudik dengan menggunakan motor. "Ya, ini akan jadi bahan evaluasi kami, apakah ekonomi mereka lebih baik atau bagaimana, nanti akan kami lihat," kata dia.



Mengenai kecelakaan terbanyak yang dialami sepeda motor, Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa mengatakan penyebab utama kecelakaan lalu lintas saat mudik adalah pengendara motor yang tidak berhati-hati saat akan menyalip kendaraan di depannya.



Ketidakseimbangan dan kondisi fisik yang tidak fit akibat lelah menempuh perjalanan jarak jauh, menjadi kombinasi mematikan.



Berdasarkan data kepolisian, pada Operasi Ketupat 2010 jumlah kendaraan terlibat kecelakaan pada arus mudik 2010 itu mencapai 387 kendaraan. Sepeda motor pun menempati porsi terbesar, yaitu 237 motor.



Data itu juga memperlihatkan, kendaraan yang terlibat kecelakaan meningkat tahun 2010, yaitu sebesar 21,32 persen--dengan kecelakaan motor 18,70 persen.

Jutaan Pemudik

Kementerian Perhubungan juga menjelaskan puncak kepadatan mudik terjadi pada H-6 hingga H-4, atau Jumat hingga Minggu. Jumlah pemudik mulai berkurang kemarin karena tren libur panjang.



"(Hari Senin) cenderung berkurang di darat, jalanan lancar. Penyeberangan Merak-Bakauheni juga terpantau semakin berkurang, Gilimanuk juga berkurang. Jumlah keseluruhan kami belum pantau, kami masih akan rekap," kata Ichwanul.



"Trennya memang H-1. Besok Lebaran memang ada penurunan dan ini kan libur panjang, dimulai sejak Jumat kemarin. Jadi, puncaknya memang terjadi Jumat dan Sabtu," lanjut Ichwanul.



Kapolri Jenderal Timur Pradopo sudah memperkirakan tingkat kriminalitas juga akan meningkat saat mudik. "Kinerja jajaran polri harus dioptimalkan, dengan cara bertindak efektif dalam mengantisipasi kerawanan yang terjadi," kata Timur.

Dalam menjaga keamanan selama bermudik, Kapolri membagi pengamanan dalam karakteristik dan intensitas ke 10 pengamanan prioritas, di antaranya Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Bali, Polda Sumatera Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda Lampung dan Banten.

"Targetnya terwujud rasa aman dalam beribadah, mudik, berwisata keseluruhan, sehingga terwidnya keselamaan lalu lintas, baik moda laut, darat dan udara baik mudik maupun arus balik, serta terjamin distribusi bahan pokok dan bahan bakar," ujar mantan Kapolda Metro Jaya ini. (ren)



vivanews




////////////

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman