Senin, 26 September 2011

Kejam Banget! Bocah SD di Ogan Komering Ilir Diduga Diperkosa lalu Dibunuh

Kejam Banget! Bocah SD di Ogan Komering Ilir Diduga Diperkosa lalu Dibunuh:
Kejam Banget! Bocah SD di Ogan Komering Ilir Diduga Diperkosa lalu Dibunuh
Bocah SD di Ogan Komering Ilir Diduga Diperkosa lalu Dibunuh. Novi Fajar Wati alias Novi (11), murid kelas V SD Negeri 04 Tanjung Batu Ogan Ilir (OI), yang hilang sejak Senin (19/9/2011), ditemukan dalam kondisi mengenaskan di pinggiran desa pada Kamis pukul 15.30. Kuat dugaan korban diperkosa kemudian dibunuh pelaku.

Namun, semuanya masih dalam batas dugaan. Kepastian apakah korban diperkosa masih harus menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Umum Moehammad Hoesin Palembang.

Penemuan mayat Novi, warga Desa Tanjung Atap Barat, Kecamatan Tanjung Batu OI, sekitar 15 kilometer dari Indralaya ini, menggemparkan warga sekitar. Dugaan diperkosa muncul karena saat ditemukan, mayat yang sudah membusuk itu dalam posisi terlentang dan hanya memakai celana dalam, ditutupi daun dan ranting.

Kepala Polres OI AKBP Denny Dharmapala melalui Kepala Polsek Tanjung Batu AKP Edi Suratno mengatakan, ada temuan mayat bocah SD. Namun, belum diketahui penyebab kematian korban, termasuk dugaan bahwa korban diperkosa sebelum dibunuh. "Saat ini, mayat korban masih diotopsi, kita tunggu hasilnya untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata Edi Suratno.

Putri pasangan Muhlis (48) dan Patimah (44) itu pertama kali ditemukan Cek Dang dan Yusman serta warga lainnya yang memang mencarinya setelah tiga hari hilang. Warga mencurigai bau busuk menyengat itu berasal dari semak belukar di pinggiran desa.

Setelah ditelusuri, bau tidak sedap itu ternyata berasal dari mayat diduga Novi yang hilang sejak beberapa hari lalu. Warga yang menemukan mayat korban ini tidak berani mendekat. Mereka baru mendekat setelah petugas dari puskesmas dan Polsek Tanjung Batu tiba di lokasi penemuan mayat (TKP).

Petugas medis puskesmas dibantu anggota Polsek Tanjung Batu, dipimpin langsung Kepala Satuan Reksrim Aiptu Dwi Haryanto, yang tiba di TKP, langsung mengevakuasi mayat. Atas izin pihak keluarga mayat dikirim ke RSMH Palembang untuk diotopsi.

Sampai semalam, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban, hanya dugaan saja korban dibunuh karena melihat kondisi penemuan mayatnya.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian setempat menyebutkan, korban dinyatakan hilang Senin sekitar pukul 16.00 saat pulang dari sekolah Madrasah Nurul Yaqin Tanjung Atap Barat.

Orangtua korban semakin gelisah hingga malam harinya korban belum juga pulang ke rumah. Padahal, korban tidak pernah berbuat demikian sebelumnya. Sejak itu, korban dinyatakan hilang dan pencarian pun dilakukan. (Kompas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman