Senin, 26 September 2011

MIMPI EROTIS, MIMPI SELINGKUH HINGGA MIMPI LIAR

MIMPI EROTIS, MIMPI SELINGKUH HINGGA MIMPI LIAR: "MIMPI EROTIS, MIMPI SELINGKUH HINGGA MIMPI LIAR"

Mimpi yang membangkitkan gairah seksual bisa membantu kehidupan seksual di alam nyata. Tapi waspadai bila terlalu sering bermimpi. Bangun tidur terasa menggairahkan? Aha, bisa jadi Anda baru saja mimpi “indah” tentang suatu peristiwa yang sensual. Itulah yang disebut mimpi erotis; bermimpi tentang hal-hal yang mendatangkan kesenangan seksual. Tak peduli apa jenis kelamin Anda, entah pria atau wanita, Anda bisa saja mengalami mimpi erotis.


Menurut Dr. Gerard Paat, MPH, dari RS Sint. Carolus, ada beberapa faktor yang membuat seseorang mengalami mimpi erotis. “Mimpi erotis bisa muncul ketika keinginan-keinginan erotis tertentu yang tak terpenuhi atau terpenuhi tapi kurang memuaskan,” jelasnya. Misalnya, Anda terlalu lama tak melakukan hubungan seks, tak punya pasangan, atau pasangan kurang menggairahkan.

“Nah kekurangan-kekurangan ini kemudian terkompensasi dalam mimpi karena keiinginan yang tak terpuaskan.” Sebaliknya, mimpi erotis juga bisa datang kala kehidupan seks justru sangat memuaskan. “Jadi, karena sangat memuaskan, hal tersebut sampai terulang di dalam mimpi,” lanjut konsultan perkawinan dan seksologi ini. Misalnya, Anda mendapatkan pasangan yang menggairahkan sehingga aktivitas seksual jadi meningkat. Nah, karena semakin sering berhubungan seks, gairah seks ini memicu datangnya mimpi erotis.

WANITA LEBIH BERSIFAT KEMESRAAN
Kendati pria dan wanita bisa mengalami mimpi erotis, namun apa yang diimpikannya tidaklah sama. Perbedaan ini muncul lantaran dalam kehidupan sehari-hari, anggapan maupun cara gairah seks yang timbul pada pria dan wanita juga berbeda. Bagi pria, ungkap Gerard, terobsesi pada seks adalah normal.

“Coba saja perhatikan, kalau pria, baru lihat wanita saja sudah berencana dan megkhayalkan hal-hal yang sensual. Pria juga bisa terangsang dengan mudah, terutama lewat pancaindera, seperti penglihatan, pendengaran dan penciuman.” Bahkan, banyak pria dalam kehidupan nyata yang hanya memikirkan seks. Tak demikian halnya dengan wanita. “Wanita itu, kan, gairah seksualnya berkaitan erat dengan masalah-masalah emosional. Kalau tercipta suasana emosional yang menyenangkan, baru bisa muncul seks,” ungkap Gerard lebih lanjut.

Jadi, berbeda dengan pria, wanita lebih mudah terangsang oleh hal-hal yang sifatnya psikis atau emosional. “Mungkin lewat pendengaran juga bisa terangsang, tapi hanya bila mendengar kata-kata yang manis dan mesra,” tambahnya. Nah, dengan adanya perbedaan tersebut, terang Gerard, “mimpi erotis pada pria diwarnai oleh chauvinisme, yaitu keinginan untuk menaklukkan dan machoisme, yakni hal-hal yang berkaitan dengan maskulinitas dan kejagoannya.”

Jadi, mimpinya pun sesuatu peristiwa sensual yang membuatnya tampak hebat. Misalnya, mimpi dikejar-kejar perempuan, mimpi dikerubungi wanita-wanita telanjang, berhubungan seks dengan artis pujaannya, bahkan mimpi memperkosa dan kejadian-kejadian lain yang membuatnya tampak hebat. Sebaliknya pada wanita, mimpi erotisnya lebih bersifat kemesraan. Jadi, pada hal-hal yang psikis. Misalnya, bertemu pria yang memuji-muji kecantikannya, membisikkan kata-kata mesra, mengelus-elus rambutnya, dan sebagainya. Jadi, impiannya lebih mengarah pada hubungan mesra yang menyentuh sifat kewanitaannya.

MEMBANTU KEHIDUPAN SEKS
Tentu saja, karena namanya mimpi erotis dan isinya berkaitan dengan peristiwa yang sensual, maka siapapun yang mengalaminya bisa sampai orgasme dalam mimpi, lo. Malah pernah ada suatu penelitian mengenai mimpi erotis terhadap sekelompok pria. Sebelum tidur, penis mereka ditempeli perangko. Esoknya, beberapa pria dari kelompok tersebut yang ketika diteliti kembali, ternyata perangkonya sudah robek dan pakaian dalamnya basah. Hal ini disebabkan mereka mengalami ereksi sehingga perangkonya robek dan pakaian dalamnya basah lantaran ejakulasi.

Dari penelitian tersebut juga sekaligus membuktikan, impotensi pada pria seringkali bukan disebabkan faktor fisik. Terbukti, dalam mimpinya, ia bisa mengalami ereksi. Pasalnya, dalam mimpi, ia tak sadar dan hambatan psikis pun tak ada sehingga ereksi spontan terjadi. “Mungkin karena dalam kehidupan nyata ada perasaan tertekan, ada keterbatasan moral, sehingga emosi dan keinginan seksual yang tertahan.

Nah, segala yang tertahan ini kemudian muncul dalam mimpi.” Nah, rangsangan-rangsangan yang didapat waktu tak sadar ini, menurut Gerard, bisa menjadi permulaan dalam kegiatan seks yang kita inginkan. Jadi, semacam foreplay. Ini sangat bermanfaat bagi yang mengalami kesulitan ereksi di kehidupan nyata. Pasalnya, alat-alat tertentu seperti alat vital dan zona erotis lainnya, dengan rangsangan yang tak sadar itu, jadi menegang lagi untuk bereaksi.

Dengan demikian, mimpi erotis melatih rangsangan kejiwaan atau pikiran. “Kalau dulunya tak terangsang, sulit ereksi, tapi karena ‘dilatih’ dengan mimpi erotis, dia jadi mudah terangsang dalam kenyataannya. Hal ini disebabkan alat-alat tubuh yang menegang karena terangsang pada waktu mimpi, terlatih begitu akan digunakan dalam hubungan seks yang sesungguhnya.”

Manfaat lain dari mimpi erotis ialah bisa membuat seseorang jadi lebih berani. Bila Anda seorang istri yang pemalu atau enggan mengambil peran dominan di hadapan suami ketika intim di ranjang, atau punya keinginan dan gaya yang lain saat berhubungan seks namun malu mengutarakannya pada suami, nah, dalam mimpi, semua rasa malu dan sungkan tersebut akan hilang. Tiba-tiba Anda jadi berani minta apa saja dan mendapatkannya. Pengalaman mimpi juga membuat Anda lebih berani mempraktekkan dan menyiapkan hal-hal yang Anda inginkan. Asyik, kan!

PERHATIKAN FREKUENSI MIMPI
Kendati demikian, bila keseringan mimpi erotis juga enggak bagus. Kita harus cari tahu penyebabnya. Menurut Gerard, bisa jadi karena keinginan berlebihan tentang seks atau terlalu berorientasi pada seks. Bahkan, bisa juga berkaitan dengan suatu kelainan karena mimpi erotis yang dialaminya berkaitan dengan hal-hal yang abnormal. Misalnya, mimpi berhubungan seks sambil menyiksa dan hal-hal yang abnormal lainnya seperti sadisme ataupun masochisme. Bila mimpi erotis yang demikian terus-menerus terjadi, kita harus mulai waspada pada diri sendiri, “karena bisa jadi itu merupakan pembawaan yang belum kentara. Jadi, sifatnya masih laten, belum manifes dan terlihat, namun bila tak diwaspadai bisa muncul di kemudian hari,” terang Gerard.

Tapi, tak usah cemas karena intensitasnya bisa dikurangi, yakni dengan menekan keinginan atau obsesi yang berlebihan tentang seks tadi. “Carilah kesibukan supaya perhatian itu bisa dialihkan. Jadi, jangan sampai terbawa ke dalam mimpi.” Pasalnya, meskipun dilakukan dalam keadaan tak sadar, namun seringkali merupakan bawaan dari alam bawah sadar. Jadi, semacam keinginan yang terpendam.

“Bisa jadi orang bermimpi erotis tiga atau empat kali dalam seminggunya karena berangkat dari obsesi. Awalnya karena ia sering berfantasi, sering mengkhayalkan hal-hal demikian sehingga terbawa ke dalam mimpi. Tentunya bila seseorang selalu terobsesi dengan obyek seksual, akan sangat mungkin obsesi-obsesi itu muncul dalam mimpi.” Apakah dengan demikian bisa dikatakan negatif, menurut Gerard, ya, enggak juga. Cuma masalahnya, kenapa sampai harus terobsesi dengan seks, apalagi jika sudah menikah.

“Apakah hubungan suami-istrinya terganggu atau karena pembawaan kita menjadikan seks itu sesuatu yang paling penting? Kedua hal ini, kan, memerlukan penanganan,” tutur Gerard. Jika penyebabnya adalah hubungan suami-istri yang tak baik, ya, harus dicari, dong, apa penyebabnya dan bagaimana jalan keluarnya. Jika persoalannya adalah terobsesi dengan pikiran-pikiran seksual, selalu menganggap seks itu paling penting, ya, enggak tepat juga. “Seks memang penting tapi bukan yang terpenting.

Karena ternyata, yang jadi penyebab utama perceraian bukanlah seks, melainkan ketidakcocokan, komunikasi, dan relasi yang terganggu karena kepribadian yang saling bertentangan.” Seks, terang Gerard lebih lanjut, pada umumnya hanya merupakan akibat dari relasi suami-istri yang kurang baik tapi bukan merupakan penyebab utama .”Jadi, janganlah terlalu mengagung-agungkan seks sampai termimpi-mimpi,” tandasnya.

BERSELINGKUH DALAM MIMPI
Tak jarang terjadi, seseorang yang bermimpi erotis sampai mengerang-erang kenikmatan atau malah menyebut nama lawan jenisnya. Bila hal itu sampai terjadi, tentulah akan menimbulkan kecemburuan pada pasangan. Bahkan, bukan tak mungkin akan diikuti dengan pertengkaran. Celaka, kan! Apalagi, mimpi sering menggambarkan obsesi atau keinginan-keinginan yang terpendam. Kita jadi berpikir, wah, jangan-jangan dia berniat berhubungan intim atau memang sudah berhubungan intens sampai terbawa mimpi segala. Jadi, wajar, dong, kalau kita cemburu. “Memang wajar,” ujar Gerard seraya melanjutkan, “asal jangan buru-buru marah dan panik.”

Pasalnya, mimpi tetap tak bisa dijadikan ramalan masa depan mengenai ketidaksetiaan atau pasangan kita memang berselingkuh. “Mimpi bisa mempunyai makna yang sangat kompleks, bisa saja pasangan Anda sedang ‘berpetualang seks’, merasa ingin menikmati hubungan intim dengan orang lain, tapi tak melakukannya.” Jadi, tegasnya, mimpi itu cuma gambaran ketidaksetiaan pasangan kita secara seksual tapi tak nyata dan bukan mengenai ketidaksetiaan pasangan pada kehidupan sesungguhnya.

Oleh karena sifatnya tak sadar, jadi tak punya konsekuensi konkret seperti dianggap tak bermoral karena menyeleweng. Cuma, itu merupakan suatu keinginan yang barangkali perlu dikoreksi agar jangan sampai berorientasi bahwa mimpinya itu harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Saran Gerard, daripada menyalahkan pasangan, lebih baik analisa bersama saja. “Diskusikan secara terbuka dengan hati dingin. Mungkin mimpi selingkuhnya itu merupakan kompensasi karena kehidupan seks yang didapatnya dari Anda kurang menggairahkan atau memuaskan. Jadi, bukan sungguh-sungguh refleksinya ingin berselingkuh.

Dari mimpinya, Anda bisa melihat kembali kehidupan seks Anda dan pasangan. Lewat mimpi, kita bisa menata kembali kehidupan kita dengan cara pandang dan penanganan yang baru,” tuturnya. Kesimpulannya, mimpi erotis merupakan sesuatu yang normal seperti mimpi-mimpi lain yang tiba-tiba muncul. Jadi, enggak ada jeleknya sehingga tak perlu diobati atau ditangani secara khusus. Bukankah kita melakukannya tanpa sadar? Yang penting, jangan sampai mimpi erotis dengan orang lain tersebut lantas ingin diaplikasikan. Tentunya akan mengganggu kehidupan perkawinan karena sama saja dengan berselingkuh betulan. Iya, kan! Santi Hartono

MIMPI YANG LIAR
Ternyata, mimpi erotis tak selalu menyenangkan, lo. Ada juga mimpi erotis yang terkesan liar dan bahkan terasa tak menyenangkan. Mimpi diperkosa atau memperkosa, misalnya, “itu juga mimpi seksual tapi tak menyenangkan,” ujar Gerard. Namun begitu, tak usah cemas mimpi tersebut merupakan gambaran harafiah dari hawa nafsu dan fantasi seksual Anda. Yang penting, mimpi erotis yang sifatnya liar dan aneh semisal berhubungan seks dengan beberapa orang sekaligus, jangan Anda jadikan motivasi untuk melakukannya di kehidupan nyata.
Source: Nova

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman