Selasa, 28 Oktober 2008

BANGKIT DARI PUING-PUING RERUNTUHAN

Oleh: Soesilowati

Saya seorang guru. Setiap hari saya berangkat ke sekolah dengan naik sepeda motor untuk bergaul, bercanda, bergembira, dan berbagi kebahagiaan yang terarah bersama anak-anak didik saya. Panas terik matahari kalau musim kemarau atau dinginnya air hujan yang menusuk tulang-tulang tangan di balik jas hujan manakala musim hujan. Belum lagi di tambah hirupan bau asap kendaraan bermotor, terutama yang berbahan bakar solar, sudah akrab dan biasa bagi saya. Bisa Anda membayangkannya?

Tiba-tiba pada suatu hari saya diberi kabar bahwa saya memenangkan sebuah undian yang sangat istimewa. Ya, bisa Anda bayangkan perasaan gembira, bahagia, syukur, takjub…., yang membuncah dalam hati saya. Saya mendapatkan hadiah “sebuah mobil Mercedes New S-Class”. Ya, seolah-olah seperti itu rasanya. Pasti Anda juga senang, gembira, syukur dan ……, pokoknya bahagia bangetlah jika mengalami keberuntungan seperti saya.

Segeralah rencana macam-macam yang indah-indah muncul dan menari-nari di benak kepala untuk menyambut kehadiran ‘hadiah istimewa’ itu. Yes!

Ya, pada tanggal 13 Nopember 2007 malam itu, untuk yang pertama kali, saya diberitahu oleh dokter kandungan saya kalau saya sedang mengandung anak kembar. “Oh! Twins! Two girls! Very very much thank you, my God!” Saat itu usia kandungan saya baru lima bulan. Semalaman saya tidak bisa tidur, memikirkan bakal kehadiran dua buah hati sekaligus. Sebelum hari itu, saya sudah bahagia bakal menerima hadiah ‘seorang’ bayi dari Tuhan, eh ternyata akhirnya malah diberi dua sekaligus.

Kebahagiaan saya dan suami jadi berlipat ganda. Sahabat pembelajar yang sudah menjadi orangtua dan terutama para ibu yang pernah mengandung, pasti bisa ikut merasakan kebahagiaan saya. Kehamilan selalu memberikan pengharapan dan kebahagiaan bagi seorang ibu. Apalagi jika kehamilan itu adalah kehamilan kembar. Malam itu saya merasa seperti kata pepatah ‘bak mendapat durian runtuh’. Ya, saya bahagia dan senang sekali, ibaratnya seperti mendapat hadiah Mercedes New S-Class, dua sekaligus!

Hari demi hari saya lalui dengan bahagia. Saya jadi ingat bahwa bertahun-tahun yang lalu saya pernah berkeinginan punya anak kembar. Saya berdoa Novena kepada Tuhan setiap malam, berkonsentrasi meminta anak kembar. Waktu itu saya belum mengerti tentang cara kerja pikiran dan cara memprogram pikiran bawah sadar. Kini, ketika saya mendapatkan kehamilan kembar, saya bersyukur karena Tuhan telah mengabulkan doa saya yang ‘dulu sekali’ pernah saya minta. Dan, saya kagum betapa hebatnya program pikiran bawah sadar itu dan juga betapa baik dan sayangnya Tuhan pada saya! Terima kasih, Tuhan.

Kehamilan kembar bukannya tidak ada risikonya. Apalagi kehamilan saya adalah kehamilan kembar identik (satu ketuban). Risikonya sangat tinggi. Dokter, banyak teman, dan saudara bilang, harus dijaga baik-baik supaya mereka bisa lahir sehat dan tidak premature. Pada umumnya, kelahiran kembar terjadi di bulan kedelapan dari kehamilan. Dengan program pikiran yang pernah dan sedang saya pelajari dari buku-buku dan para pakar pikiran, saya selalu memprogram pikiran saya agar kedua janin saya baik-baik di dalam kandungan dan bisa lahir dengan sehat serta selamat pada waktunya. Tiap malam, bersama putri sulung saya, kedua janin tersebut kami ajak bicara agar mereka bisa saling menyayangi, saling berbagi makanan, dan saling melindungi satu sama lain.

Saya menginginkan bayi kembar yang lahir sehat, cantik, pintar, beruntung, dan memiliki berat badan yang tidak berbeda terlalu jauh satu dengan lainnya. Jadi, nantinya tidak ada bayi yang lebih kuat atau yang lebih lemah. Saya ingin keduanya sama-sama kuat, sama-sama pintar, sama-sama lucu. Akhirnya, hasil USG medio Desember 2007, cukup memuaskan dan membuktikan bahwa program pikiran yang saya tanamkan pada kedua janin saya bisa mereka terima. Saya senang mereka memiliki berat badan yang tidak terlalu jauh; 1,9 kg dan 1,8 kg. Berarti mereka mau mendengarkan pesan-pesan kami setiap malam agar mau saling berbagi dan saling menyayangi, tidak berebut makanan dan tempat.

Akan tetapi, sehebat-hebatnya rencana rancangan manusia, bila Tuhan menghendaki lain, maka terjadilah kehendak-Nya, bukan kehendak saya. Pada saat orang-orang bergembira merayakan acara tutup tahun 2007, saya merasakan sebuah kejanggalan. Kandungan saya diam seharian, tidak ada gerakan. Dan, pada tanggal 2 Januari 2008 pagi itu, ketika saya berhasil menghubungi dokter kandungan saya, saya diberitahu oleh dokter kandungan saya bahwa kedua janin saya sudah tidak ada (meninggal). Ya Tuhaaannnn…..! Kosakata janin meninggal dalam kandungan belum pernah saya ketahui, dan tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikiran saya bakal terjadi seperti ini, tapi ternyata terjadi pada saya. Saya menangis, bingung, kaget, kecewa, dan tidak mengerti apa maksud Tuhan mencobai saya seperti ini. Yang saya pernah minta dulu adalah anak kembar yang sehat dan lucu, bukan kehamilan kembar?!

Selanjutnya, tahun baru 2008 yang saya anggap tahun membahagiakan dan akan saya sambut dengan penuh sukacita dengan kehadiran kedua buah hati kembar saya tiba-tiba berubah menjadi tahun 2008 yang penuh duka, kelabu, dan mencekam. Saya harus berjuang selama enam hari di rumah sakit, diinduksi, agar kedua janin saya yang sudah tidak bernyawa bisa lahir. Saya menangis sendiri, menyalahkan diri saya karena tidak bisa menjadi ibu yang baik, yang bisa melindungi kedua calon bayinya. Saya menangis sendiri di atas ranjang eksekusi saya di rumah sakit, setiap menyaksikan ibu-ibu lain yang berbahagia memeluk, menciumi, dan menyusui bayi mereka. Saya menangis sendiri, atas ketidaktahuan saya pada maksud atau rencana Tuhan pada saya. Sekaligus saya kehilangan dua buah hati ! Padahal tinggal enam minggu lagi, bila tragedyiini tidak terjadi, maka saya sudah bisa menggendong, memeluk, menciumi, menyusui, bermain, bercanda dan berbagi cinta, serta kebahagiaan bersama mereka.

Mercedes New S-Class saya tiba-tiba nabrak dan jatuh ke jurang, hancur berkeping-keping.

Menurut para pakar pikiran, rasa sedih yang sangat dalam itu memiliki level energi yang sangat rendah dan sebaiknya kita segera netralisir. Perasaan atau emosi sedih sebenarnya adalah bentuk pikiran juga. Dengan mengubah pikiran, perasaan akan berubah.

Saya berusaha mengusir rasa sedih itu dengan mencari-cari kesibukan. Saya maknai ulang kejadian itu dengan membuat cerita-cerita yang menenangkan hati dan perasaan saya. Saya baca artikel-artikel di internet. Saya cari tahu penyebab lilitan tali pusat pada janin (biang keladi yang telah mengambil nyawa kedua buah hati terkasih saya). Saya bermain dan bercanda dengan putri sulung saya. Saya masih punya seorang putri yang masih memerlukan perawatan, pendidikan, pengajaran, pengarahan, kasih sayang, dan cinta dari saya. Saya tulis ide-ide kreatif saya untuk membangkitkan gairah dan semangat saya lagi.

Berbagai macam hal saya lakukan supaya pikiran saya menjadi sibuk. Dengan menyibukkan pikiran, saya berharap perasaan saya berubah. Saya ingin bahagia lagi menghabiskan sisa hidup saya yang masih panjang (?) menurut saya. Nggak tahu lagi kalau menurut Tuhan, (he..he..he..). Maklum, semua perawat dan dokter di rumah sakit selalu bilang, “Sudah kehendak-Nya” bila bersangkutan dengan nyawa manusia.

Saya harus bahagia!

Ucapkan kalimat itu terus, dengan segenap hati dan segenap jiwa, maka gairah dan semangat untuk mengejar kebahagiaan itu akan muncul dan kita akan diberi-Nya jalan untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Dan, apabila kebahagiaan itu telah dapat kita rasakan, kita boleh mengganti ucapan itu dengan kalimat, “Saya sedang bahagia.” Rasakan perubahan yang terjadi dalam diri kita.

Saya harus bahagia![soe]

* Soesilowati mengawali kariernya sebagai staf IT di Kasogi. Kecintaannya pada dunia anak, dan apa yang dapat membantu anak dalam belajar mendorongnya mempelajari sempoa dan metode memori, akhirnya mempertemukannya dengan Adi W. Gunawan (pemilik sekolah Anugerah Pekerti). Sekarang, ia menjadi guru di sekolah tersebut. Soesilowati dapat dihubungi di soesi_wati@yahoo.com.

[Pembelajar.Com::]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman