Selasa, 28 Oktober 2008

MENAMBAH NILAI BARU SILATURAHMI

Oleh: Gagan Gartika



Konsumen mempunyai kebiasaan suka membanding-bandingkan produk. Baik dari kualitas, harga, model dan kemasannya. Perhatian konsumen terhadap nilai produk, bisa menimbulkan hubungan emosional antara produk dengan konsumennya. Dan ketika konsumen tersebut mencoba produk lain, ia akan merasa ada yang hilang atau ada sesuatu yang kurang dan berbeda. Ia tak merasakan seperti pengalamannya ketika menggunakan produk sebelumnya. Hubungan emosional seperti inilah yang harus kita bangun, agar pelanggan merasakan keunikan dan kelebihan dari suatu produk. Karena itu, dalam berhubungan dengan pelanggan, selayaknya, kita selalu menambah nilai-nilai baru.

Hal itu diperlukan mengingat persaingan pasar saat ini sudah semakin crowded. Perusahaan saling menggempur pasar dengan produk-produk baru dan masing-masing gencar berpromosi. Namun, bagi mereka yang tahu, tentu ia tak hanya asal berpomosi dan mengeluarkan produk, tetapi berusaha untuk memberikan nilai tambah pada produk yang ditawarkan. Semakin bernilai, biasanya konsumen akan loyal untuk terus menggunakan produk.

Contohnya, mal yang memberikan layanan tambahan terhadap pengunjungnya. Ketika pengunjung masuk mal, bagi mereka yang membawa mobil, sering menemui area parkir penuh sesak. Menyadari kendala parkir yang dialami konsumen, pengelola mal ada yang memberikan solusinya berupa pelayanan valet parking. Meskipun konsumen harus membayar lebih, tetapi layanan ini membuat pelanggan puas dan kembali datang lagi. Sebab, mereka tak perlu khawatir lagi dengan kesulitan memarkir kendaraannya. Begitu juga ketika ada larangan merokok di dalam area mal, pengelola mal telah menyediakan ruangan khusus bagi penikmat rokok. Layanan seperti itu menjadi nilai tambah yang perlu terus kita kembangkan. Sebab, persaingan bisnis mal sekarang begitu tinggi. Hampir di setiap daerah berdiri mal. Pengunjung menjadi punya banyak alternatif pilihan berbelanja. Karena itu, hanya mal yang terus memberi nilai tambah terbaiklah, yang mendapatkan serbuan pengunjung.

Mal Kelapa Gading dan Pondok Indah, misalnya. Dua mal ini terus berbenah diri menambah nilai-nilai baru, yaitu nilai yang membuat pelanggan merasa lebih puas ketika mengunjunginya. Semula mal tesebut memiliki ruang terbatas. Karena ingin memberikan nilai baru, mereka terus mengembangkan dan melebarkan areanya. Gedung dibangun dengan artitistik baru yang membuat mal lebih fresh dan nyaman dikunjungi, tak kalah dengan mal baru lainnya. Kedua mal tersebut terus bersolek dan mengundang pemilik produk dengan merek terkenal untuk berjualan di sana. Sehingga, pengunjung berkantong tebal tak segan untuk datang membelanjakan uangnya. Selain itu, mereka juga menyediakan aneka jajanan tradisional serta makanan internasional, yang menjadikan mal ini cocok untuk dijadikan tempat wisata kuliner bagi keluarga.

Inilah kekuatan nilai baru untuk pelanggan yang sangat penting diperhatikan. Karena, nilai baru bisa mempererat silaturahmi produsen dengan konsumen, hasilnya customer akan semakin loyal. Untuk itu, ada beberapa cara untuk menambah nilai baru, di antaranya: menciptakan nilai baru lewat inovasi produk dan menambahkan nilai promosi saat berjualan.

Menciptakan Nilai Baru Melalui Inovasi
Dalam melakukan silaturahmi dengan konsumen, kita harus menyadari, bahwa konsumen tak tinggal diam. Tetapi konsumen terus berhubungan dan mengamati perkembangan sebuah produk yang dicintainya. Karena itu, kita jangan sampai terlena dan membiarkan produk di pasaran ketinggalan dari produk lainnya, sehingga mengecewakan pelanggan. Karena ujian yang terberat dialami perusahaan, adalah ketika produk sudah mulai menurun. Kita dituntut untuk melakukan inovasi baru untuk menambah nilai barang.

Dalam membuat inovasi ini, perusahaan perlu mencari tahu kebutuhan konsumen. Untuk itu, kita perlu benar-benar menyatu dengan jiwa konsumen. Di sinilah, fungsi silaturahmi berperan untuk mengenal hati konsumen. Bila perlu, kita memosisikan diri dari kacamata kosumen. Sehingga kita mampu melakukan perubahan sesuai kebutuhan konsumen. Dengan begitu, konsumen bisa merasakan dari nilai tambah tersebut.

Sebagai contoh, produk kacang kulit keluaran Garuda Food. Perusahaan ini mampu melakukan sebuah inovasi dengan membuat kacang berbagai rasa. Sebelumnya, di pasaran, kacang hanya dijual dengan satu rasa. Tetapi kini muncul kacang dengan rasa bawang dan rasa keju. Inilah yang membuat konsumen tidak merasa jenuh makan kacang. Karena kacang memiliki berbagai alternatif pilihan rasa. Perubahan rasa inilah yang membuat produk mempunyai nilai baru yang dibutuhkan konsumen. Sehingga konsumen langsung memburu barang yang bernilai ini.

Begitulah, adanya inovasi mampu memberikan tambahan nilai baru. Karena itu, inovasi dapat menjadi kekuatan kita bersilaturahmi dengan pelanggan. Harapannya, konsumen akan terkesan ketika melihat tampilan produk yang baru, dan ujung-ujungnya, akan menjadi setia dengan produk tersebut.

Menambahkan Nilai Promosi
Perusahaan sering memberikan tambahan nilai lewat bentuk promosi. Dan, agar tidak monoton, promosi dikemas menjadi lebih menarik. Hadiah, misalnya. Pemberiannya, dilakukan tak secara langsung, tetapi dalam bentuk lain atau lewat progam promosi yang lebih dikemas secara kreatif dan menarik.

Matahari yang memiliki jaringan Hypermarket dan Matahari Departemen Store, misalnya. Mereka mengemas hadiah atau discount lewat beragam bentuk nilai baru promosi, antara lain: Direct Discount, Bonus Buys (belanja dengan bonus belanja gratis), Dazzler (beli dua lebih murah), Lucky Draw (hadiah langsung setelah diundi), Strong Benefit Installment (kredit lebih murah daripada tunai atau bunga 0%), Exciting Rate (program promo dengan hadiah motor), Fun Walk (lomba Fun walk dengan hadiah), Point Redemption (tukar point belanja dengan hadiah tertentu) dan Customer Loyalty Program lewat pengumpulan stamp (perangko) yang ditukar dengan hadiah discount produk, dll.

Produk-produk kreatif promosi seperti di atas banyak sekali dan dikemas sedemikian rupa, yang tujuannya menambah nilai baru promosi untuk memberikan pengalaman bagi pembeli agar tidak bosan saat menerima hadiah atau discount. Hebatnya, promosi hadiah ini biasanya dilakukan saat penjualan langsung di toko, sehingga pembeli langsung merasakan nilai baru tersebut. Dengan begitu, nilai baru yang ditambahkan saat promosi pun bisa menguatkan hubungan silaturahmi produsen dengan konsumen.

Begitulah, dua cara penambahan nilai baru tersebut. Inovasi untuk menambah nilai bisa dilakukan dengan memberi nilai lebih pada rasa, kemasan, harga, desain dan modelnya. Selain itu, lewat promosi, kita bisa merancang nilai kreatif dari berbagai program promosi dalam bentuk hadiah atau discount. Semuanya ini bertujuan agar kita selalu tampil menarik, berwarna, indah, dan memberikan pengalaman emosional yang dalam, menyentuh hati, serta menyenangkan pelanggan. Harapannya, Sehingga konsumen lebih tertarik lagi untuk selalu berhubungan dengan produk dan merek yang kita keluarkan ke pasar.[gg]

* Gagan Gartika, praktisi Silaturahmi Marketing, pemilik beberapa bidang usaha serta Ketua Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Bisnis (LPPB) Sinergi, Alumni Sekolah Penulis Pembel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman