Jumat, 31 Oktober 2008

TRIAL AND ERROR ATAU TRIAL AND SUCCESS

Oleh: Syahril Syam

“Yang ada hanyalah hasil,” kata Anthony Robbins. Jika hasil yang ada tidak sesuai dengan yang Anda inginkan, maka Anda tidak mengubah cara Anda untuk mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Ini mengingatkan saya akan pentingnya syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam mencapai sesuatu yang diinginkan. Mengenai pembahasan syarat-syarat ini akan kita bicarakan secara lebih detail pada artikel lainnya nanti.

Saya ingin mengajak Anda untuk memikirkan sejenak perkatan Anthony Robbins di atas. Apakah betul bahwa otak kita bekerja berdasarkan “trial and error” atau “trial and success”. Jika merujuk pada perkataan Anthony Robbins, maka sudah pasti yang benar adalah pilihan yang kedua, bahwa manusia itu pada dasarnya bekerja dan otaknya berfungsi sesuai dengan sistem “trial and success”.

Coba Anda bayangkan! Kalau otak itu bekerja dengan cara “trial and error”, maka yang terjadi adalah: mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba. Dan hasilnya adalah kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan, kesalahan. Ini berarti apa? Ini berarti bahwa tidak ada satu pun yang bisa berjalan baik di muka bumi, karena setiap kali seseorang mencoba sesuatu, yang terjadi adalah kesalahan melulu. Anda tidak akan melihat kemajuan hidup dengan proses seperti ini. Padahal kenyatan hidup berbicara lain, yaitu senantiasa terjadi kemajuan dalam hidup ini.

Tapi jika kita balik, dengan menggunakan pendekatan “trial and success”, maka yang terjadi adalah: mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba, mencoba. Dan hasilnya adalah keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan, keberhasilan. Anda sesungguhnya telah melakukan suatu keberhasilan. Andaikan pun keberhasilan yang terjadi tidak sesuai yang diharapkan, maka Anda sesungguhnya telah mendapatkan informasi baru yang berharga.

Hal ini memberikan implikasi besar dalam hidup ini. Bahwa alam semesta ini sudah dirancang sedemikian rupa, agar kita sebagai manusia dapat memetik hikmah dalam setiap proses perjalanan hidup. Anda (kita semua) adalah makhluk pembelajar yang selalu memberikan hasil dari setiap pengalaman hidup kita. Hanya saja, masih banyak yang belum menyadari hal ini. Mungkin karena hikmah itu begitu dekat dengan kita dan begitu sederhana, sehingga kita tidak melihat dan menyadarinya. Marilah belajar dan membuka diri untuk menerima berbagai hikmah kehidupan!!![bersambung]

* Syahril Syam adalah seorang konsultan, terapis, publik speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Ia sering disebut sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui ril_faqir@yahoo.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman