Minggu, 02 November 2008

EMPLOYEE OR ENTREPRENEUR

Oleh: Men Jung

Seorang rekan pernah menanyakan sebuah pertanyaan yang kira-kira bunyinya demikian, “Anda mau menjadi kepala ular atau ekor naga?” Pertanyaan ini memberikan dua pilihan kepada Anda. Ekor naga berarti Anda menjadi karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan dengan aturan main yang didefinisikan perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan kepala ular berarti Anda menjadi seorang wirausaha yang mengelola perusahaan Anda sendiri meskipun bermula dari kecil.

Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Ketika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, Anda tidak perlu repot-repot karena segala sesuatu sudah diatur untuk Anda. Anda memiliki kepastian, paling tidak setiap bulan Anda akan menerima pendapatan. Sementara konsekuensi menjadi seorang wirausaha, belum tentu Anda memiliki pendapatan yang pasti. Dari sisi waktu Anda memiliki aturan tetap from 9 to 5 ketika Anda menjadi seorang karyawan, Anda tidak bisa semaunya. Lain pula dengan wirausaha, Anda cukup fleksibel dengan waktu. Paling tidak itulah selintas yang terpikir ketika kita bicara tentang employee or entrepreneur?

Apa jawaban yang saya berikan ke rekan saya? Saya mau jadi kepala naga sambil tertawa. Pada artikel kali ini, bukan kedua fungsi tersebut yang mau saya bahas, karena masing-masing memiliki nilai tersendiri bagi para pelakunya. Saya coba mendekatinya dari sisi yang berbeda. Dari beberapa kali diskusi dengan banyak rekan, saya berkesimpulan bahwa masih banyak diantara kita yang mendasari pilihan menjadi employee atau entrepreneur semata-mata karena ingin memiliki penghasilan lebih atau memiliki kepastian pendapatan.

Berapa banyak di antara kita yang benar-benar melakoninya karena memang itulah passion kita? Banyak yang menjadi employee terpaksa semata-mata karena kebutuhan hidup. Beberapa mahasiswa saya bahkan melamar pekerjaan untuk posisi apa pun. Yang penting dapat pekerjaan dulu. Begitulah kira-kira yang ada di pikiran mereka. Ironis memang. Alhasil, tidak banyak yang benar-benar berhasil. Di sisi lain banyak juga entrepreneur yang tidak terlalu mencintai usahanya sehingga lebih banyak berorientasi pada profit semata tanpa memperdulikan nilai tambah. Bidang usaha yang digeluti belum tentu adalah hal yang benar-benar disenangi oleh wirausaha tersebut.

Keberhasilan atau sukses ukurannya tidak hanya pada seberapa banyak Anda dapat menghasilkan tapi pada seberapa Anda sungguh-sungguh menyenangi apa yang Anda lakukan. Anda tetap dapat berhasil baik sebagai employee atau entrepreneur. Apa pun yang Anda kerjakan saat ini, apakah itu sebagai seorang karyawan atau sebagai pengusaha, lakukanlah itu dengan semangat karena memang Anda menyenanginya. Jika Anda belum merasa bahwa itulah yang Anda sukai, ambil keputusan besar dalam hidup Anda saat ini juga. Life is too short. Go out and do something that you like![mj]

Catatan: Artikel ini dimuat di majalah People & Business, Edisi: April 2007

* Men Jung adalah Transformation Coach dan People Development Trainer yang dapat dihubungi melalui email di menjung@gmail.com atau untuk informasi lebih lanjut tentang Men Jung dapat mengunjungi website www.menjung.com.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman