Senin, 20 Oktober 2008

PERLUAS WAWASAN DENGAN MEMBACA DAN MENULIS

Oleh: Debbi Sianturi

Saya benar-benar kagum pada situs Andriewongso.com dan Pembelajar.com yang mana telah memunculkan banyak penulis anyar (baru) di dunia maya Indonesia. Dengan banyaknya penulis itu, walaupun masih amatir, maka sudah saatnya bangsa Indonesia tidak lagi mengeluh. Melainkan, apa pun yang terjadi di Indonesia ini perlu dimaknai, bahwa sesungguhnya ada arti di balik semua itu.

Menurut saya, salah satu penyakit kita di Indonesia ini, yang harus dibasmi adalah senang mengeluh. Akibatnya, kita selalu negatif dan apatis dalam hidup serta dalam pekerjaan. Perlu diketahui, jika mengeluh dijadikan kebiasaan, akhirnya bisa-bisa orang bertindak nekat, yaitu BUNUH DIRI. Dan, ini sudah tampak dari tindakan-tindakan ekstrim yang dilakukan warga Indonesia.

Dalam buku Hillary Clinton (calon presiden Amerika Serikat), Living History dan Women in Charge dikatakan bahwa kerabatnya, Vince Foster pun bunuh diri akibat frustrasi dan mengeluh dengan keadaan sekitarnya. Konon kabarnya, isteri Vince Foster sudah menganjurkan suaminya untuk menulis buku sebagai ungkapan kekecewaan dan mengungkap jalan keluar dalam masalah yang dihadapi.

Tidak mengherankan bila judul buku baru yang terbit di Amerika Serikat bisa mencapai di atas 50.000 judul. Sebab, setiap orang aktif mengungkapkan apa yang dialami, harapan-harapan, atau hal yang diinginkan dalam bentuk tulisan.

Dan dari informasi yang saya peroleh, di Indonesia baru menghasilkan 7.000 judul setiap tahunnya. Padahal, jumlah penduduk produktif 145 juta jiwa. Memang, ini hitungan secara kasar, tapi minimal kita mendapat gambaran bahwa Indonesia adalah lapangan yang luas untuk menulis buku. Beberapa orang berpendapat bahwa pembaca lebih berminat pada tulisan yang bersifat kontroversial. Namun, menurut penilaian saya, sudah saatnya bangsa Indonesia memperluas wawasan dengan membaca dan terus membaca, tidak hanya yang bersifat kontroversial.

Apalagi dengan perkembangan globalisasi seperti sekarang serta masuknya Indonesia ke pasar bebas tahun 2010, maka semua pihak haruslah memperluas terus wawasan. Membaca dan menulis dapat memperluas wawasan kita. Hanya saya perhatikan, banyak sekali orang mencari-cari alasan yang tidak masuk akal untuk tidak menulis. Memang, sangat sulit untuk mengubah paradigma seseorang jika sudah berpikiran negatif untuk suatu hal.

Netter yang budiman. Teruslah menulis dan tidak pernah berhenti untuk mengungkapkan pemikiran Anda. Membagi pengetahuan yang kita miliki adalah salah satu cara agar kita tetap bisa mengisi pemikiran kita dengan hal-hal yang baru. Bayangkan, otak kita bagaikan gelas yang diisi air, ada saatnya gelas menjadi penuh dan perlu dituang isinya ke gelas lain, dan kemudian diisi lagi. Dengan merenungi makna perumpamaan tadi, maka kita dapat merasakan bahwa kita berada dalam hidup yang sangat indah dan bermakna.

Salam sukses luar biasa dan teruslah menulis![ds]

* Debbie Sianturi adalah aktivis sebuah partai politik dan alumnus workshop Sekolah Penulis Pembelajar. Ia dapat dihubungi di nomor: 08881606587

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman