Selasa, 04 November 2008

HUJAN

Oleh: Muhammad Alidin

Hakikat hujan adalah sama. Kalau Anda berencana untuk jogging di minggu pagi, namun sesaat sebelum Anda keluar rumah menuju lapangan tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya, apakah Anda menjadi marah-marah karena gagal berolahraga ?

Kalau Anda marah dan menyalahkan hujan, benarkah hujan itu yang salah atau reaksi Anda lah yang salah. Bagaimana sekiranya kalau Anda di minggu pagi itu hanya berencana untuk bermalas-malasan dan tidur-tiduran di ranjang, dan hujan juga turun dengan lebatnya, apakah Anda juga akan marah, atau malah Anda senang karena udara menjadi adem dan cocok dengan rencana Anda untuk bermalas-malasan di tempat tidur.

Ya, hakikat hujan tetaplah sama. Hujan yang mebuat Anda marah karena gagal berolah raga di minggu pagi, adalah hujan yang sama yang membuat Anda semakin asyik bermalas-malasan di tempat tidur di minggu pagi. Hujan atau realitas tidak pernah bermasalah. Hujan ya hujan, panas ya panas, siang ya siang, malam ya malam. Kalau semua itu menjadi masalah buat Anda, membuat Anda marah-marah, sesungguhnya diri Andalah yang bermasalah. Karena ketika Anda marah-marah terhadap hujan, panas, siang, atau malam, Ada banyak manusia lain yang sesungguhnya malah bergembira dengan datangnya hujan, panas, siang atau pun malam.

Realitas, sesungguhnya netral dan tidak mengandung masalah apa-apa. Reaksi dan penafsiran yang kita berikan kepada realitas-lah, yang menimbulkan masalah. Banyak manusia yang hidup dalam konsep yang ada di dalam kepalanya, ketimbang hidup bersama realitas yang ada. Ketika ia merasa bahwa realitas tidak sama dengan konsep dan keinginannya, maka kecewa dan marah-lah dirinya. Padahal, realitas tidak mungkin bisa kita ubah. Bumi memang sudah seperti ini, matahari memang seperti itu, bulan memang seperti itu, laut memang seperti itu, gunung memang seperti itu, terlepas Anda suka atau tidak suka terhadap mereka. Kalau Anda suka, mereka juga akan tetap seperti itu, kalau Anda tidak suka mereka pun akan tetatp seperti itu. Perbedaannya, kalau Anda tidak suka, maka hidup Anda akan menderita.

Demikian juga terhadap manusia lain. Anda mungkin begitu membenci seseorang sehingga membuat hidup Anda menjadi menderita jika mengingat apalagi melihatnya. Padahal bagi orang lain, orang yang Anda benci setengah mati itu malah orang yang begitu mereka sayang dan cintai. Jadi, apakah Anda yang salah atau orang itu yang salah. Orang itu tetap seperti orang itu, itulah realitas, kebencian Anda lah yang menimbulkan penderitaan dalam hidup Anda.

Hakikat hujan adalah sama. Hujan yang sama itulah yang menumbuhkan bunga mawar di taman-taman, hujan yang sama juga menumbuhkan kaktus berduri di gurun-gurun.

Salam,
* Muhammad Alidin bekerja di sebuah perusahaan tambang di Balikpapan, Kalimantan Timur. Menggemari buku-buku yang berkaitan dengan bidang pengembangan diri. Menulis beberapa artikel lepas yang dimuat di harian lokal. Mulai 2008, menuangkan tulisan di blog pribadi www.muhammad-alidin.blogspot.com. Ia dapat dihubungi di email: Muh.Alidin@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

instanx

tukar link

Total Tayangan Halaman